Вы находитесь на странице: 1из 4

1

Pengaruh Efek Ferranti (Ferranti Effect) Pada Saluran Transmisi EHV 500 kV


Lalu Arya Repatmaja 2213105054
Yohanes Sabrian 2213105078




Pendahuluan
Penyaluran tenaga listrik dalam jumlah besar akan lebih effisien apabila digunakan
tegangan ekstra tinggi dalam penyaluran daya transmisinya. Agar rugi-rugi daya pada
saluran transmisi dapat ditekan seminimum mungkin, maka digunakan tegangan tinggi
dalam penyaluran dayanya.
Semakin panjang jarak antar saluran transmisi dan semakin besar daya yang
disalurkan menyebabkan timbulnya pengaruh line charging, dimana sepanjang saluran
bersifat kapasitif. Akibat dari daya reaktif yang berlebihan sepanjang saluran, dapat
menimbulkan efek ferranti (ferranti effect) berupa kenaikan tegangan pada ujung sisi
terima dari saluran transmisi.
Untuk mengatasi efek ferranti (ferranti effect) dipasang sebuah alat kompensasi
berupa reaktor shunt. Pemasangan reaktor shunt ini nantinya akan menyerap kelebihan
daya reaktif akibat pengaruh line charging sepanjang saluran.

Sistem Ketenagalistrikan
Struktur tenaga listrik atau sistem tenaga listrik sangat besar dan kompleks karena
terdiri atas komponen peralatan atau mesin listrik seperti generator, transformator,
beban dan alat-alat pengaman dan pengaturan yang saling dihubungkan membentuk
suatu sistem yang digunakan untuk membangkitkan, menyalurkan, dan menggunakan
energi listrik.

Secara umum sistem tenaga listrik dapat dikelompokkan atas 3 bagian utama yaitu:
1. Sistem Pembangkitan
Pusat pembangkit tenaga listrik (electric power station) biasanya terletak jauh dari
pusat-pusat beban dimana energi listrik digunakan.
2. Sistem Transmisi
Energi listrik yang dibangkitkan dari pembangkit listrik yang jauh disalurkan
melalui kawat-kawat atau saluran transmisi menuju gardu induk (GI).
3. Sistem Distribusi
Energi listrik dari gardu-gardu induk akan disalurkan oleh sistem distribusi sampai
kepada konsumen.

Pengaruh Efek Ferranti (Ferranti Effect) Pada Saluran Transmisi 500 kV



Lalu Arya Repatmaja 2213105054
Yohanes Sabriant 2213105078

2












Gambar 1. Sistem Tenaga Listrik
Ketiga bagian utama (pembangkitan, transmisi, dan distribusi) tersebut menjadi
bagian penting dan saling mendukung untuk mencapai tujuan utama sistem tenaga
listrik yaitu pembangkitan energi listrik dan penyaluran energi listrik hingga
konsumen. Dalam penyaluran daya listrik dengan kapasitas besar, diperlukan saluran
transmisi. Pengklasifikasian saluran transmisi berdasarkan panjang salurannya
dijabarkan sebagai berikut [1] :
1. Saluran Transmisi Pendek ( 50 Miles).
2. Saluran Transmisi Menengah ( 50 < l < 150 Miles).
3. Saluran Transmisi Panjang ( 150 Miles).
Pada saluran transmisi pendek, saluran hanya terdiri dari muatan R dan L, tetapi pada
saluran transmisi menengah dan panjang selain bermuatan R dan L tetapi saluran juga
dipengaruhi oleh C (kapasitif) akibat pengaruh line charging sepanjang saluran.
Pengaruh kapasitansi yang berlebihan pada saluran transmisi menengah tentu saja
dapat menimbulkan efek negatif. Salah satunya timbul gejala dimana tegangan pada
sisi terima pada saluran transmisi lebih tinggi dibangdingkan dengan sisi kirim.

Efek Ferranti (Ferranti Effect) Beserta Pengaruhnya
Secara umum arus listrik mengalir dari beda potensial tinggi ke beda potensial
rendah. Dikarenakan adanya drop tegangan sepanjang jalur transmisi akibat impedansi
(Z) penghantar maka tegangan pada sisi terima selalu lebih rendah dibandingkan
dengan tegangan disisi kirim. Untuk mengurangi rugi- rugi tegangan sepanjang saluran
transmisi maka digunakan tegangan extra tinggi dalam penyaluran dayanya. Semakin
panjang jarak antar saluran transmisi dan semakin besar daya yang disalurkan
menyebabkan saluran akan kelebihan muatan kapasitif akibat adanya line charging.
Timbulnya line charging sepanjang saluran digambarkan seperti pada Gambar.2.
Saluran transmisi menengah maupun panjang panjang dapat dianggap terdiri dari
susunan banyaknya kapasitansi dan induktansi di sepanjang saluran. Tetapi fenomena
yang terjadi pada saluran transmisi menengah dan panjang, ketika sistem beroperasi
dengan beban rendah maupun tanpa beban maka muncul gejala dimana tegangan pada
sisi terima lebih tinggi dibandingkan dengan tegangan sisi kirim. Gejala ini
dikarenakan akibat efek ferranti (ferranti effect) pada saluran transmisi.
3

C
C C
C C C
a
b
c
G3
G2
G1

Gambar 2. Timbulnya Line Charging Sepanjang Saluran
Gejala efek ferranti (ferranti effect) disebabkan karena pengaruh kapasitansi
pada saluran transmisi akibat line charging. Sifat kapasitansi saluran ini menimbulkan
daya reaktif yang berlebihan yang pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan
tegangan pada sisi terima dari saluran. Semakinpanjang saluran maka semakin besar
efek ferranti (ferranti effect) yang timbul dan tegangan di sisi terima akan semakin
besar.

Cara Meminimalkan Efek Ferranti
Untuk meminimalkan efek ferranti (ferranti effect) pada saluran transmisi maka
digunakan sebuah kompensasi daya reaktif berupa reaktor shunt. Reaktor shunt
dipasang untuk terhubung ke saluran transmisi yang berguna dalam mengatur tegangan
saluran dengan cara menyerap daya reaktif. Rangkaian pengganti setelah dipasang
reaktor shunt digambarkan seperti Gambar.3.
C
C C
C C
C
G3
G2
G1
L1
L3
L2

Gambar 3. Rangkaian Pengganti Saluran Transmisi Setelah Dipasang Reaktor Shunt

Dalam keadaan normal, reaktor shunt mampu mengkompensasi daya reaktif
sekitar 60-75% [2]. Besarnya steady state pada sisi terima dari saluran transmisi
panjang dirumuskan sebagai berikut :
=

. .

Dimana :
Vr : Tegangan Sisi Terima (kV)
Vs : Tegangan Sisi Kirim (kV)
4

f : frekuensi (Hz)
L : panjang saluran (Km)

Kesimpulan
1. Gejala efek feranti (ferranti effect) ini timbul akibat saluran kelebihan muatan
kapasitif akibat line charging. Selain itu juga, pembebanan sistem yang kurang
optimal dapat meningkatkan gejala efek ferranti ini. Jika sistem dibebani optimal
maka, adanya line charging dapat mengkompensasi kekurangan daya reaktif yang
akan disuplai ke sistem.
2. Pemasangan Reaktor shunt yang terhubung ke saluran transmisi berguna untuk
mengatur tegangan saluran dengan cara menyerap daya reaktif.

Daftar Pustaka
[1] Wahyudi, R, Ir. Transmisi Tenaga Listrik, Diktat Kuliah Jurusan Teknik
Elektro, FTI ITS, 2014.
[2] Ramold, M., Idarraga, G., dan Jger, J., Transient shunt reactor dimensioning for
bulk power transmission systems during normal and faulty network conditions,
International Conference on Power System Technology, 2006.
[3] Pribadi Wisnu, Permodelan Transient Reaktor Shunt pada Sistem Transmisi 500
kV Akibat dari Gangguan Fasa ke Tanah, Prosiding Seminar Tugas Akhir,ITS
Surabaya,2012.