You are on page 1of 4

Oleh : Eric Candra Simanjuntak / 12312066 / Geologi Geotermal

Soal 1 :
Bedakan manifestasi panas bumi di sistem hidrotermal flat dan high terrain!

Flat Terrain









Manifestasi yang muncul pada flat terrain berupa fumarole dan tanah beruap (steaming
ground), kondensat dan gas nonkondensat (mata air panas asam minor dan kolam
lumpur/mudpools) yang muncul dekat dengan air klorida dengan PH netral. Pada umumnya
sistmem dominasi liquid, termasuk geyser besar, kolam panas bersih (clear boiling pool), dan
endapan sinter yang luas. Pada daerah ini juga terdapat endapan silica sinter
High Terrain
Sistem ini biasanya
terdapat di daerah
stratovolcano atau
kaldera muda. Manifestasi
yang muncul pada high
terrain berupa solfatar,
fumarole, kolam air asam,
danau air asam, dan aliran
air asam. Pada lereng
umumnya ditemukan
mata air panas klorida
dengan PH netral



SOAL 2 :
Bedakan antara manifestasi panas bumi di sitem hidrotermal dominasi uap dan air!

1. Manifestasi panas bumi di sistem hidrotermal dominasi air (Manifestation of Liquid
Dominated Sistem)














Skema diagram dari sebuah sistem dominasi air di bawah sebuah vulkanik kompleks yang
tererosi menunjukkan bahwa semua manifestasi melalui bagian pusat dari reservoir berasal
dari kenaikan uap yang keluar melalui fumarol dan dari tanah beruap.
Kebanyakan sistem dominasi liquid dengan setting hidrologi yang ditunjukkan pada gambar
diatas memiliki aliran yang tersembunyi (bawah permukaan/subsurface) dengan air klorida
PH netral yang berasal dari bagian atas reservoir. Pengendapan silica dapat menutup aliran
atas ke bawah permukaan air. Dimana aliran ini keluar apakah di lembah atau pada elevasi
rendah, mata air panas dan kolam air panas muncul. Beberapa manifestasi disini
mengeluarkan campuran air panas dan uap (semburan mata air atau geyser). Pada bagian
hilir yang lebih jauh, campuran air klorida-bikarbonat bisa keluar sebagai mata air panas
(warm spring) dan rembesan (seepages), dengan beberapa endapan travertine (umumnya
CaCO
3
). Contohnya di Sipaholon (Sumatra) dan Songwe (Tanzania) yang diketahui melalui
mata ar dengan endapan travertin. Semburan mata air (spouting springs/spouters) terjadi
di daerah keluaran sistem Ulebulu (Sumatra) dan El Tatio (Chile)










2. Manifestasi panas bumi di sistem hidrotermal dominasi uap (Manifestation of Vapor
Dominated Sistem)












Karakterisitik manifestasi dari dominasi uap terjadi pada sistem yang langka, misalnya
pada broad volcanic massif pada Kawah Kamojang dan Derajat (Jawa). Transfer panas
didominasi oleh kenaikan uap dari bagian atas dari palisan tebal yang tertutup dengan
lapisan kondensat (condensates layer) dengan air bikarbonat PH netral. Tanah beruap
(steaming ground) dan fumarol pada umumnya dengan asam minor kondensat
membentuk kolam panas berlumpur dan danau kecil asam dengan keluaran massa yang
sedikit. Permeabilitas batuan yang rendah yang mengelilingi reservoir ini mencegah aliran
massa yang keluar secara signifikan, walaupun dangkal, air bikarbonat-sulfat sekitar 15 km
diluar Derajat. Ketidakberadaan mata air klorida PH netral kemungkinan merupakan ciri
utama dari sistem ini. Tipe manisfestasi oermukaan yang sama juga terjadi di Ketetahi
(NZ), berasal dari gunung api muda andesit (Mt. Tangariro).



Sumber :
https://www.scribd.com/doc/240114265/Ensiklopedi-Chapter-50-1