You are on page 1of 29

KASUS KELOLAAN

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA NyJ DENGAN


GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN DENGAN DIAGNOSA MEDIS
CRONIC KIDNEY DESEASES (CKD) DI RUANG
HEMODIALISA RUMAH SAKIT SAIFUL
ANWAR (RSSA) MALANG
TANGGAL 4-8 MARET 2014

DISUSUN OLEH
NYOMAN VENI TRISNA DEWI
NPM : 07.01.0702

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI KEPERAWATAN ANGKATAN IX B


SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) MATARAM
MALANG
2014

LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Kasus Kelolaan
ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA Ny J DENGAN GANGGUAN
SISTEM PERKEMIHAN DENGAN DIAGNOSA MEDIS CRONIC
KIDNEY DESEASES DI RUANG HEMODIALISA
RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR (RSSA)
MALANG
TANGGAL 4-8 MARET 2014
Telah diperiksa dan disetujui pada:
Hari / tanggal

Tempat

:
NYOMAN VENI TRISNA DEWI
07.01.0702

Figure 1

Pembiming Lahan

Pembimbing Akademik

(.......................)

(.......................)

Mengetahui
Kepala Ruangan

(.......................)

BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian
No. RM

: 11049254

Ruang

: Hemodialisa

Tggl MRS/Jam

: 05-03-2014/10.30 WIB

Tggl Pengkajian

: 05-03-2014/10.30 WIB

Diagnosa Medis

: CKD

1. Identitas
a. Biodata klien
Nama

: Ny.J

Jenis kelamin

: Perempuan

Umur

: 51 tahun

Agama

: Islam

Suku/Bangsa

: Jawa/Indonesia

Pendidikan

: SD

Alamat

: Sadan Timur Kalirejo Pasuruan

b. BIODATA PENANGGUNG JAWAB


Nama

: Ny.M

Jenis kelamin : Laki-laki


Umur

: 54 tahun

Agama

: Islam

Suku/Bangsa

: Jawa/Indonesia

Pendidikan

: SD

Alamat

: Sadan Timur Kalirejo Pasuruan

Hub. Dgn klien : Suami


2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
1) Data Subyektif
Pasien

mengatakan

badannya

terasa

lemas,

sudah melakukan HD selama 2 tahun,kurang nafsu


makan

dan

kadang

mual

saat

makan,BB

setelah

hemodialisa (BB kering) 38 kg dan BB sekarang 38


kg
2) Data Obyektif:
a) Keadaan umum klien lemah
b) Konjungtiva pucat
c) BB 38 kg
d) Mukosa bibir kering
e) TTV
TD : 80/50 mmhg
N

: 80 x/mnt

RR : 20 x/mnt
S

: 36,5C

3. Riwayat Penyakit Sekarang


1) Alasan Masuk Rumah sakit
Pasien

akan

melakukan

proses

Hemodialisa

dengan jadwal yang telah diberikan.

sesuai

2) Keluhan Saat Di Data


Klien

mengatakan

badannya

terasa

lemas,

serta

kurang nafsu makan dan kadang mual pada saat makan


4. Riwayat Penyakit dahulu
Klien mengatakan pernah mengalami penyakit batu
ginjal selama 6 tahun dan telah operasi sejak 2 tahun
yang lalu.
5. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga

klien

mengatakan

tidak

ada

anggota

keluarga yang mengalami masalah seperti yang di derita


klien sekarang ini.

Genogram

Keterangan:
: Laki-laki
: Perempuan
: Laki-laki Meninggal
: Perempuan meninggal
: Garis Pernikahan

: Garis Keturunan
: Tinggal Serumah
: Pasien

6. Data Psikologis
a. Status Emosi
Emosi

klien

labil,

tampak

pasrah

dan

lemah

dengan kondisinya sekarang selama perawatan.


b. Konsep Diri
1) Body Image
Pasien menyadari kalau usianya sudah tua
dan akan mengalami perubahan fisik
2) Self Ekstrem
Pasien hanya bisa pasrah dengan masalah yang
ia hadapi sekarang dan umur yang sudah lanjut serta
hanya bisa menuruti apa kata keluarganya.
3) Role
Pasien

mengatakan

tidak

mampu

melakukan

fungsinya sebagai orang tua,apalagi dengan kondisi


sekarang ini.
4) Identity
Pasien
dulu,dirinya

mengatakan
hanya

dirinya

seorang

yang

tidak

seperti

tidak

berdaya

karena kondisi yang sudah tua dan penyakitnya.

7. Data sosial
a. Pendidikan
Pendidikan terakhir klien adalah SD
b. Sumber Penghasilan
Sumber
penghasilan

penghasilan
suaminya

klien

sebagai

adalah

dari

supir

dan

dirinya

baik,

klien

sebagai buruh di pabrik.


c. Pola Komunikasi
Komunikasi
menjawab

setiap

verbal

klien

pertanyaan

yang

diberikan

mampu
oleh

perawat.
d. Peran Sosial
Pasien
baik

dengan

mengatakan
orang

selalu

lain

baik

menjaga
itu

di

hubungan
tempat

tinggalnya dulu maupun di ruang perawatan (dengan


pasien dan keluarga pasien).
8. Data Spritual
Klien mengatakan kalau dirinya rajin beribadah
shalat 5 waktu sesuai dengan ajaran agamanya.

9. Pola Aktivitas
NO
1

POLA AKTIVITAS
Pola Nutrisi
Makan

Minum

Eliminasi
BAB

BAK

SEBELUM SAKIT

SELAMA SAKIT

1. Makan 3x1,
Lauk, 1. Klien
mengatakan
pauk yang tersedia
kurang
nafsu
dirumah
dengan
makan, porsi makan
porsi
sedang
(1
sedikit
(1/2
piring),
kadangpiring)
kadang
kadang nambah.
tidak dihabiskan

2. Klien
mengaku 2. Minum 8 gelas/hari
jarang minum air
putih
dan lebih
sering minum jamu
yang
diracik
sendiri
1. 1x/hari,
warna 1. 1x/hari,kadangkuning,
dan
bau
kadang
tidak
khas feses.
pernah BAB/24 jam.
warna kuning, bau
khas feses.
2. 4-5x/hari,
warna 2. 5-6
kali
sehari,
kuning, bau khas
warna kuning, bau
urine
khas urine

Aktivitas

1. Klien
sebagai
pabrik

Istirahat/Tidur

Klien
mengatakan
tidur pada malam hari
pukul
21.00
hingga
05.00 WIB

Personal
Hygine

Klien mandi 2x sehari


pagi
dan
sore
hari,menggunakan
sabun, menggosok gigi
2 kali sehari dan
keramas
2x
dalam
seminggu

bekerja 1.Klien masih bekerja


buruh
sebagai
buruh
pabrik,klien
mengatakan
mudah
lelah dan badannya
sering terasa lemas
Klien
mengatakan
tidurnya
tidak
terganggu,
klien
biasa tidur jam 21.00
hingga 05.00 WIB
Klien mandi 2x sehari
pagi dan sore hari,
menggunakan
sabun,
menggosok gigi 2 kali
sehari dan keramas 2x
dalam seminggu

Ketergantungan

klien bisa melakukan


aktivitas
sendiri
tanpa di bantu untuk
ADLnya
dapat
terpenuhi
secara
mandiri

Klien
masih
bisa
melakukan
aktivitasnya sendiri,
hanya
saja
klien
mengaku mudah lelah
dalam beraktivitas

10. PEMERIKSAAN FISIK


a. Keadaan Umum

: Sedang

b. Kesadaran

: Composmentis

c. Keadaan fisik

: Lemah

d. Tanda-tanda vital : TD

GCS: E4 V5 M6

: 80/50 mmhg

Nadi: 80x/mnt
S

: 36,50C

RR

: 20x/mnt

e. Kepala
1. Wajah
Tampak simetris, tidak ada nyeri tekan
2. Rambut
Distribusi rambut merata, warna hitam.
3. Kulit Kepala
Tidak ada lesi, dan tidak ada nyeri tekan
4. Mata
Simetris, konjungtiva anemis, sklera tidak
ikterik,

tidak

tampak

nyeri tekan pada palpebra

strabismus,

tidak

ada

5. Hidung
Simetris, tidak terdapat polip dan tidak
terdapat nafas cuping hidung.
6. Telinga
Simetris, tidak terdapat nyeri tekan, tidak
ada lesi
7. Mulut
Mukosa bibir kering, gusi tidak ada tandatanda

inflamasi,

karies

gigi

ada

pada

rahang

atas dan bawah, tidak ada nyeri tekan.


8. Lidah
Tampak bersih,
9. Leher
Tidak

ada

pelebaran

vena

jugularis,

dan

tidak terdapat nyeri tekan.


f. Dada dan Torak
1. Inspeksi
Tidak

tampak

retraksi

dinding

dada,

RR:20x/menit, tidak ada lesi.


2. Palpasi
Tidak terdapat nyeri tekan, vocal fremitus
sejajar antara dektra dan sinistra.
3. Perkusi
Sonor

4. Auskultasi
Denyut jantung sama dengan denyut nadi,
bunyi jantung S1 dan S2 tunggal, tidak terdapat
Wheezing, dan tidak ada ronchi.
g. Abdomen
1. Inspeksi
Bentuk simetris semua kuadran dan tidak
ada lesi.
2. Auskultasi
Bising usus 8x/menit.
3. Perkusi
Dulnes

Timpani

Timpani

Timpani

4. Palpasi
Tidak ada nyeri tekan
h. Ekstremitas
1. Atas
Akral

hangat,

tidak

ada

oedem

dan

tidak

ada

nyeri tekan
Kekuatan otot : 5

2. Bawah
Tidak ada oedem, terdapat nyeri tekan pada kedua
kaki
Kekuatan otot :
5

i. Genitalia
Klien

mengatakan

tidak

ada

masalah

pada

genitalianya.

11. DATA SENJANG (PRE HD)


a. Data Subyektif
Klien

mengeluhkan badannya terasa lemas

Klien mengeluh kurang nafsu makan


Klien mengeluh mudah lelah saat beraktivitas
Klien

mengatakan

berat

badannya

saat

ini

dengan berat badannya sesudah HD yang lalu

b.

Data Obyektif
Keadaan umum klien sedang
Mukosa bibir kering
BB kering 38 kg dan BB pre HD 38 kg
TTV
TD : 80/50 mmhg
N

: 80 x/mnt

RR : 20 x/mnt
S

: 36,5C

sama

ANALISA DATA
(PRE HD)
Nama

:NyJ

Ruang: Hemodialisa

No Tgl
Analisa Data
1
2
3
1 05-03- Data Subjektif:
2014
Klien mengatakan
kurang nafsu
makan dan kadang
mual
Klien mengatakan
makan 3x sehari
dengan porsi
sedang (1/2
piring)
Klien mengatakan
BB post HD
terakhir sama
dengan BB saat
ini
Data Objektif:
Keadaan umum
klien sedang
Mukosa bibir
kering
BB kering 38 kg
BB Pre HD 38 kg

No.RM : 11049254

Etiologi
4
CKD

Sekresi protein
terganggu
Sindrom uremia
Produksi asam
lambung

Mual, muntah
Aliran darah
ginjal turun
RAA turun

Retensi Na dan
H2O
Proses
Hemodialisa

Masalah
5
Ketidakseimbangan
nutrisi kurang
dari kebutuhan

II. Data Senjang (Intra HD)


a. Data Subjektif
Klien mengatakan badannya masih terasa lemas dan
tidak pusing
b. Data Objektif
Keadaan umum klien sedang
Tampak dilakukan hemodialisa (11.30 WIB)
QD : 150, UF Goal : 0,40, UF Rate :

0,10,

UF

Removed : 0,13
Klien tampak meringis
P : penusukan jarum VABL
Q : seperti di tusuk-tusuk
R : pada daerah penusukan
S : 3 (1-10)nyeri ringan
T : pada saat penusukan dan hilang timbul selama
proses hemodialisa
TTV
TD: 90/60 mmHg
N : 64x/mnt
RR: 20x/mnt
S :36,5 oC.

ANALISA DATA
(INTRA HD)
Nama

:NyJ

Ruang: Hemodialisa

No Tgl
Analisa Data
1
2
3
1 05-03- Data Subjektif:
2014
Klien mengatakan
badannya masih
terasa lemas

No.RM : 11049254

Etiologi
4
Proses
Hemodialisa

Masalah
5
Hipotensi

Pemakaian
dialisa asetat
Data Objektif:
Keadaan umum
klien sedang
TTV
TD : 90/60 mmhg
N : 64 x/mnt
RR : 20 x/mnt
S : 36,5C

Adanya
Ultrafiltrasi
yang tinggi
Penarikan cairan
berlebihan dan
cepat ke dalam
dialyzer
Cairan dan
elektrolit
dalam tubuh
Hipovolemik

2 05-03- Data Subjektif:


2014
Klien
mengatakan
merasa nyeri
pada daerah
penusukan
Data Objektif:
Klien tampak
meringis
P : penusukan
jarum VABL

Proses
Hemodialisa

Penusukan jarum
VABL
Zat

Gangguan rasa
nyaman nyeri

Q : seperti di
tusuk-tusuk
R : pada tanga
kanan klien
S : 3 (110)nyeri ringan
T : pada saat
penusukan

Bradikinin,dan
serotonin
Merangsang
reseptor nyeri

Saraf asenden

Hypotalamus

Nyeri

III. Data Senjang (Post HD) pukul 15.00 WIB

a. Data Subjektif
Klien mengatakan badannnya masih lemah setelah
melakukan hemodialisa
Klien mengatakan tidak pusing
b. Data objektif
Keadaan umum klien sedang
Tampak terpasang balutan pada tangan kanan klien
(lokasi penusukan)
TTV
TD : 90/60 mmhg
N : 72 x/mnt
RR : 20 x/mnt
S : 36,5C

ANALISA DATA
(POST HD)
Nama

:NyJ

Ruang: Hemodialisa

1 05-03- Data Subjektif:


2014
Klien
mengatakan
badannya masih
terasa lemas
Data Objektif:
Terdapat
balutan pada
tangan kanan
klien(lokasi
penusukan VABL)

No.RM : 11049254

Proses
Hemodialisa

Resiko Perdarahan

Pemberian
Antikoagulasi

Post Hemodialisa

Pencabutan jarum
VABL

Perdarahan

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakseimbangan

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah


2. Gangguan

rasa

nyaman

nyeri

berhubungan

dengan

hipotensi

berhubungan

dengan

penusukan jarum VABL


3. Resiko

terjadinya

ultrafiltrasi pada tindakan hemodialisa


4. Resiko

perdarahan

pembukaan VABL

berhubungan

dengan

proses

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


(PRE HD)
Nama
: Ny. J
Umur
: 51 Tahun
NO
DIAGNOSA KEP.
TUNJUAN
1
2
3
1 Ketidakseimbangan Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
nutrisi
kurang
selama 1 x 24
dari
kebutuhan jam,diharapka klien
dapat mempertahanka
tubuh berhubungan
nutrisi yang
dengan anoreksia, adekuat. Dengan
criteria hasil :
mual dan muntah
Mukosa bibir
lembab
Konjungtiva tidak
anemis
BB dalam batas
normal

Ruangan : Hemodialisa
No. RM : 11049254
RENCANA KEP.
RASIONALISASI
4
5
1. Kaji status nutrisi klien 1. Sebagai data awal
untuk memantau
perubahan dan
mengevaluasi
intervensi
2. Kaji faktor yang berperan 2. Menyediakan informasi
dalam
merubah
masukan
mengenai faktor lain
nutrisi
yang dapat diubah atau
dihilangkan untuk
meningkatkan masukan
diet
3. Menganjurkan
keluarga 3. Mendorong peningkatan
untuk menyediakan makanan
masukan diet
kesukaan
klien
dalam
batas-batas diet
4. Jelaskan
rasional 4. Meningkatkan pemahaman
pembatasan
diet
dan
paien tentang hubungan
hubungannya
dengan
antara diet, urea,
penyakit
ginjal
dan
kadar kreatinin dengan
peningkatan
urea
serta
penyakit renal
kadar kreatinin

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


(INTRA HD)
Nama
: Ny. J
Umur
: 51 Tahun
NO
DIAGNOSA KEP.
TUNJUAN
1
2
3
2 Gangguan
rasa Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
nyaman
nyeri
selama 1 x 4
berhubungan
jam,diharapkan klien
dapat mempertahanka
dengan penusukan
nutrisi yang
jarum VABL
adekuat. Dengan
kriteria hasil :
klien mampu
mengontrol nyeri
Klien melaporkan
nyeri berkurang
dengan
menggunakan
manajemen nyeri
3

Resiko terjadinya Setelah

Ruangan : Hemodialisa
No. RM : 11049254
RENCANA KEP.
RASIONALISASI
4
5
1. Lakukan pengkajian nyeri 1. Menyediakan informasi
secara komprehensif
dalam penanganan
nyeri yang dialami
klien
2. Observasi
reaksi
non 2. mengetahui tingkat
verbal
dari
keparahan nyeri yang
ketidaknyamanan
dialami klien
3. Ajarkan
klien
dalam 3. pengurangan nyeri
menggunakan
tekhnik
klien secara non
manajemen
nyeri
(Non
farmakologi
farmakologi),
yaitu
tekhnik
distraksi
dan
relaksasi

dilakukan 1. Health

education: 1. Peningkatan

hipotensi

tindakan keperawatan

Jelaskan

berhubungan

selama

komplikasi apa saja yang

pasien

dengan

diharapakan

dapat

pasien lebih mengenal

jam

pada
terjadi

pasien
pada

pengetehauan
akan

pada
membantu

ultrafiltrasi
pada

hipotensi

tindakan terjadi

hemodialisa

tidak

hemodialisa

akibat

dengan

dari

yang

penyakit

dideritanya

kriteria hasil:

sehingga

lemah berkurang,

kooperatif

TTV normmal:

tindakan

TD :

yang diberikan

Sistolik

90- 2. Kolaborasi:

130
-

turunkan

pada alat hemodialisa

RR: 18-24x/mnt,

lebih
dalam

keperawatan

QB 2. Peningkatan

QB

dapat

memperbesar kesempatan

Diastol: 70-90

N: 60-100x/mnt,

akan

terjadinya hipotensi
3. Berikan

posisi

yang 3. Posisi

nyaman bagi pasien

yang

dapat

nyaman

memberikan

ketenangan/
selama

rileks
tindakan

keperawatan dilakukan
4. Observasi TD, N, RR, dan 4. Tekanan
S,

jam

berlangsung

selama

HD

darah

hemodialisa

saat
dapat

berubah sesuai dengan


keeadaan pasien

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN


(POST HD)
Nama
: Ny. J
Ruangan : Hemodialisa
Umur
: 51 Tahun
No. RM : 11049254
NO
DIAGNOSA KEP.
TUNJUAN
RENCANA KEP.
RASIONALISASI
1
2
3
4
5
4 Resiko perdarahan Setelah
dilakukan 1. Jelaskan
prosedur 1. Memberikan
informasi
berhubungan
dengan

tindakan keperawatan

proses selama 1 x 15 menit

pembukaan VABL

pembukaan VABL yang akan

tentang tindakan yang

dilakukan

dilakukan pada pasien

diharapakan
perdarahan
terjadi

tidak
dengan 2. Gunakan

kriteria hasil:
Tidak terjadi
perdarahan pada
luka bekas
tusukan, luka
bekas tusukan
tertutup plester
dan kasa, darah
tidak keluar dan
merembes pada
kasa

pada

metode
proses

steril 2. Mencegah
pembukaan

terjadinya

infeksi

VABL
3. Kolaborasi:
anti

pemberian 3. Mengurangi nyeri yang

nyeri

jika

dirasakan pasien

diperlukan
4. Tutup
steril

luka

dengan

kasa 4. Mencegah
kotoran
luka

menempelnya
pada

bekas

5. Observasi
luka/perban

keadaan 5. Mengetahui
bekas

pasienkadar kreatinin

VABL

apakah

darah merembes keluar


atau tidak

IMPLEMENTASI
(PRE HD)
Nama: Ny. J
NO
1
1

Ruangan: Hemodialisa

TANGGAL
2
05-032014

JAM
3
10.30
WIB

NO.DX
4
I
PRE
HD

05-032014

11.30
WIB

II
INTRA
HD

No. RM: 11049254

IMPLEMENTASI
5
1. Mengkaji faktor yang berperan dalam merubah masukan
nutrisi
Respon Hasil : klien sering mual jika makan
2. Menganjurkan
keluarga
untuk
menyediakan
makanan
kesukaan klien dalam batas-batas diet
Respon Hasil : keluarga tampak kooperatif
3. Menjelaskan rasional pembatasan diet dan hubungannya
dengan penyakit ginjal dan peningkatan urea serta
kadar kreatinin
Respon Hasil : keluarga dan klien tampak mengerti
dengan penjelasan perawat
1. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
Respon Hasil :
P : penusukan jarum VABL
Q : seperti ditusuk-tusuk
R : pada tangan kanan klien
S : 3 (1-10) nyeri ringan
T : pada saat penusukan dan hilang
timbul selama proses hemodialisa
2. Observasi reaksi non verbal dari ketidaknyamanan
Respon Hasil :klien tampak meringis

PARAF
6

3. Ajarkan klien dalam menggunakan tekhnik manajemen


nyeri (Non farmakologi), yaitu tekhnik distraksi dan
relaksasi
Respon Hasil : klien tampak kooperatif

11.45
WIB

III

1. Health education: Menjelaskan pada klien komplikasi


apa saja yang dapat terjadi pada hemodialisa
Respon

Hasil

klien

tampak

kooperatif

dan

memperhatikan penjelasan perawat


2. Kolaborasi: menurunkan QB pada alat hemodialisa
Respon Hasil : QB : 150
3. Memberikan posisi yang nyaman bagi klien
Respon Hasil : klien dengan posisi semi fowler
4. Observasi

TD,

berlangsung
Respon Hasil :
TD : 90/60 mmhg
N

: 64 x/mnt

RR : 20 x/mnt
S

: 36,5C

N,

RR,

dan

S,

jam

selama

HD

05-032014

15.00
WITA

IV

1. Jelaskan prosedur pembukaan VABL yang akan dilakukan


Respon Hasil : klien tampak kooperatif
2. Gunakan metode steril pada proses pembukaan VABL
Respon

Hasil

perawat

menggunakan

APD

pada

saat

pembukaan VABL
3. Kolaborasi: pemberian anti nyeri jika diperlukan
Respon Hasil : klien tidak diberikan anti nyeri
4. Tutup luka dengan kasa steril
Respon

Hasil

terdapat

klien (luka post HD)

balutan

pada

tanga

kanan

EVALUASI

Nama : Ny. J
NO
1
1

TANGGAL
2
05-032014

Ruangan:Hemodialisa
JAM
3
10.50
WIB

NO.DX
4
I

No. RM: 11049254


EVALUASI
5

S:
-

PRE HD
-

Klien mengatakan badannya


masih terasa lemas
Klien mengatakan sering
terasa mual pada saat makan
Klien mengatakan mengerti
dengan penjelasan perawat
dan akan menjalankan
anjuran perawat dirumah

O:
-

Keadaan umum klien sedang


Mukosa bibir kering
Klien dapat menjelaskan
kembali penjelasan perawat
yang telah diberikan
Mukosa bibir kering
BB Pre HD 38 kg
BB Post HD 38 kg

A: Masalah teratasi sebagian


P: Intervensi dipertahankan
- Menganjurkan keluarga klien
untuk menyediaan makanan
kesukaan klien yang masih
berada dalam batas-batas
diet klien
2

05-032014
INTRA
HD

12.00
WIB

II

S : klien mengatakan terasa nyeri


pada daerah penusukan VABL
O :
k/u sedang
klien tidak tampak meringis
P : penusukan VABL
Q : seperti ditusuk-tusuk
R : pada tangan kanan klien
S : 2 (1-10)nyeri ringan
T : hilang timbul selama
proses hemodialisa
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dipertahankan
- Menganjurkan klien untuk
melakukan manajemen nyeri
secara non farmakologi
(distraksi dan relaksasi)

05-032014

12.15
WITA

III

S: Klien mengatakan badannya


masih terasa lemas dan tidak
merasa pusing
O:
K/U pasien sedang
TTV
TD : 90/60 mmhg
N : 64 x/mnt
RR : 20 x/mnt
S : 36,5C
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dipertahankan
- Mengobservasi TTV klien
setiap 1 jam
- Kolaborasi dalam penurunan
kecepatan QB

05-032014
POST HD

15.00
WIB

IV

S: pasien mengatakan badannya


masih lemas dan tidak pusing
O:
-

K/U klien sedang

tampak
tangan

bekas

VABL

sebelah

di
kanan

terbalut perban
-

TTV: TD: 90/60


72x/mnt,

RR:

mmHg, N:

20x/mnt,

36,5 C BB post HD: 38 kg


A: masalah teratasi
P: Intervensi dihentikan(pasien
pulang)

S: