You are on page 1of 15

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

PADA NY. K DENGAN FLEK PARU


DI PUSKESMAS BANGET AYU KULON
SEMARANG

Disusun Oleh :
Eko Setiawan

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2014

A. RIWAYAT KESEHATAN
1. IDENTITAS
Pengkajian dilakukan di Bangetayu wetan rt 06 rw 01 Semarang pada tanggal 9
Desember 2014
a. Nama Lansia

: Ny. J

b. Agama

: Islam

c. Usia

: 68 tahun

d. Pendidikan Terakhir

: SD

e. Pekerjaan

: Tidak bekerja

f. Orang yang paling dekat dihubungi

: Anak Klien

g. Alamat

: Bangetayu wetan Semarang

h. Telepon

: Tidak ada

i. Caregiver lansia

: Anak klien

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Pasien mengeluh batuk dan sesak nafas.
b. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Klien mengatakan pernah memiliki riwayat penyakit flek paru beberapa
tahun yang lalu, dan sudah menjalani pengobatan selama 6 bulan di Balai
pengobatan paru semarang.
c. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien mengatakan sering batuk dan sesak nafas, sesak nafas bertambah
ketika aktivitas berat.
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan suami klien juga sering mengeluh sesak naafas.

3. Kebiasaan Sehari-Hari
a. Biologis
1) Pola Makan
Klien mengatakan makan 3 kali sehari, lauk, nasi dan sayur. Klien
mengatakan nafsu makan klien baik.

2) Pola Minum
Klien mengatakan setiap hari minum kurang lebih 8 gelas, klien
terbiasa minum air putih.
3) Pola Tidur
Klien mengatakan kalau siang susah untuk tidur, dan biasanya kalau
siang klien lebih suka menonton televisi.
4) Pola Eliminasi
Klien mengatakan BAB dan BAK klien normal.
Klien biasanya BAK 5 kali sehari warna agak kekuningan dan BAB 1
kali sehari.
5) Aktivitas dan Istirahat
Klien mengatakan sehari-hari aktivitas klien membersihkan rumah
dan mengurus suaminya yang skg sudah sakit-sakitan
6) Rekreasi
Klien mengatang jarang sekali pergi rekreasi, klien sehari hari hanya
dirumah dan ngobrol bersama tentangga.
b. Psikologis
1) Keadaan Emosi
Saat dikaji klien tidak mengalami kesulitan saat tidur, klien tidak
mengalami gelisah, klien saat sendiri tidak murung dan tidak menangis.
Klien tidak merasa khawatir dengan kondisinya saat ini. Tes status mental
emosi normal.
c. Hubungan Sosial
1) Hubungan Dengan Anggota Kelompok
Klien mengatakan hubungan klien dengan anggota kelompok baik, klien
sering kumpul bersama tetangga disekitar rumah, klien kadang juga ikut
berkumpul bersama dalam sebuah kegiatan.
2) Hubungan Dengan Keluarga
Klien mengatakan hubungan dengan keluarga baik dan tidak ada masalah,
hubungan klien dengan anak klien, menantu dan cucu klien baik.
d. Spiritual/Kultur
1) Pelaksanaan Ibadah
Klien mengatakan sering melaksanakan ibadah dan berdoa.
2) Keyakinan Terhadap Kesehatan

klien mengatakan bahwa sakit yang diderita klien bisa disembuhkan,


meskipun klien sudah lama menderita batuk dan sesak nafas.
4. Pemeriksaan Fisik
a. Kesadaran composmentis
b. Tanda-tanda Vital
TD : 130/100 mmhg
N : 84 X/ menit
RR : 26X/ menit
S : 36 C
c. BB : 50 kg
TB :150 Cm
d. Kebersihan dan kerapian klien cukup.
e. Pemeriksaan Fisik
1) Integument kulit
Elastisitas kulit baik, tidak ada odem, tidak memar, tidak nyeri dan kulit
berkerut.
2) Kepala
Kepala mecosepal, tidak pengelupasan kulit kepala, rambut bersih dan
beruban, tidak ada oedem.
3) Mata
Konjungtiva tidak anemis, mata berkunang-kunang, mata tidak katarak.
4) Telinga
Telinga bersih, tidak ada gangguan pendengaran, tidak ada serumen.
5) Hidung dan sinus
Tidak ada polip, tidak ada benjolan, hidung bersih.
6) Mulut dan tenggorokan
Mulut gigi sudah ada yang hilang, tenggorokan tidak mengalami kesulitan
untuk menelan.
7) Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. Tidak ada nyeri tekan, tidak ada lesi.
8) Payudara
Tidak ada benjolan, tidak ada luka.
9) Pernafasan
Pernafasan 26 x/ menit. Sesak nafas, Pengembangan dada baik.
10) Kardiovaskuler

Inspeksi : ictus cordis tidak nampak


Palpasi : ictus cordis teraba di ics 5 dan 6
Perkusi : pekak
Auskultasi : terdengar suara jantung 1 dan 2 tunggal
11) Gastrointestinal
Perut tidak kembung, tidak mengalami radang pada lambung, bentuk
bdomen simetris dan tidak ada luka.
12) Perkemihan
BAK klien baik karena klien BAK kurang lebih 5 kali warna kekuningan,
klien tidak mengalami nyeri saat berkemih.
13) Genitourinaria
Keadaan disekitar genital klien bersih, disekitar selakangan tidak gatal, tidak
ada lesi.
14) Musculoskeletal
Ektermitas atas tidak ada luka, tidak nyeri, tapi kadang-kadang kulitnya
gatal. Ekstermitas bawah tidak ada luka, tidak ada oedem.
15) System saraf pusat
Daya ingat klien masih cukup baik.
16) System endokrin
Klien tidak memiliki riwayat penyakit DM, klien tidak mengalami poliuri
atau polidipsi.

f.

Pemeriksaan Fungsional Klien

1. INDEKS KATZ

Klien tidak menggunakan alat bantu apapun untuk beraktivitas. Indek Katz
klien tergolong dalam kategori A (mandiri dalam bathing, dressing,
toiletting, transfering, continance, feeding)

2. modifikasi dari barthel indeks

Kriteria

Dengan

Mandiri

Keterangan

10

Frekuensi : setiap pagi,

bantuan
Makan

siang dan malam

Jumlah : 3 kali
Jenis : makanan dan
sayuran seadanya.
Minum

10

Frekuensi

setiap

merasa haus.
Jumlah : kurang lebih 8
kali sehari
Jenis : air putih
Berpindah dari

5-10

15

kursi roda

menggunakan

kursi

jalan sendiri.

sebaliknya
0

cuci muka,

Klien dapat cuci muka,


menyisir

menyisir rambut,

gosok

gosok gigi.
Keluar masuk

tidak

roda karena klien bisa

ketempat tidur/

Personal toilet 9

Klien

rambut
gigi

dan

secara

mandiri.
0

toilet (mencuci

Frekuensi

biasanya

klien mencuci pakaian


sendiri

pakaian, menyekat
tubuh, menyiram).
Mandi

10

Klien biasanya mandi 2


kali sehari

Jalan

dipermukaan datar

Frekuensi : setiap hari


klien

selalu

berjalan

sendiri.
Naik turun tangga

10

Klien jarang naik turun


tangga karena memang
tidak ada tangga.

Mengenakan

10

pakaian

Klien
mengenakan

biasanya
pakaian

secara mandiri.
Kontrol bowel

10

Frekuensi : 1 kali sehari

(BAB)

Konsistensi

warna

kuning, lembek.
Frekuensi : kurang lebih 5

Kontrol Bladder

10

kali sehari
Warna : kuning.

(BAK)

Frekuensi : Olah raga/ latihan

10

Jenis : Frekuensi : -

Rekreasi/pemanfa

10

Jenis : -

atan waktu
Keterangan : klien termasuk dalam kategori mandiri tidak ketergantungan karena klien
melakukan semua kegiatan sendiri tanpa minta bantuan orang lain.
A. PENGKAJIAN STATUS MENTAL GERONTIK
Identifikasi tingkat intelektual dengan Short Portable Mental Status Questioner
(SPMSQ).

Pertanyaan

Benar

Salah

Tanggal berapa hari ini?


Hari apa sekarang?

Apa nama tempat ini?

Dimana alamat anda?

Berapa umur anda?

Kapan anda lahir?

Siapa presiden indonesia sekarang?

Siapa presiden indonesia sebelumnya?

Siapa nama ibu anda?

Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap


angka baru, semua secara menurun
JUMLAH

Dari hasil pengakajian didapatkan data interprestasi hasil fungsi intelektual utuh karena
jawaban salah ada 1

Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan menggunakan MMSE (Mini
Mental Status Exam).

Aspek kognitif

Orientasi

Orientasi

Registrasi

Nilai

Nilai

maks

klien

Kriteria

Menyebutkan dengan benar


-

Tahun

Musim

Tanggal

Hari

Bulan

Dimana kita sekarang


-

Negara Indonesia

Propinsi

Kota

Kelurahan

RT/RW

Sebutkan 3 obyek (oleh pemeriksa)


1 detik untuk mengatakan masingmasing obyek . kemudian tanyakan
kepada klien ketiga obyek tadi
(untuk disebutkan).

Perhatian

dan 5

kalkulasi

Minta klien untuk memulai dari


angka 100 kemudian dikurangi 7
sampai 5 kali

Mengingat

93

86

79

72

65

Meminta klien untuk mengulangi


ketiga obyek tadi pada nomer 2
(registrasi), bila benar 1 point untuk
masing-masing obyek.

Bahasa

Tunjukkan pada klien suatu benda

dan tanyakan namanya pada klien


(misal : jam tangan, atau pensil)
Minta

kepada

klien

untuk

mengulangi kata berikut : tidak ada


jika, dan, atau, tetapi.
Bila benar, nilai 1 point. Pertanyaan
benar 2 buah; tidak ada tetapi.
Minta

klien

untuk

mengikuti

perintah berikut yang terdiri dari 3


langkah: ambil kertas ditangan
anda, lipat dua dan taruh dilantai.
-

Ambil

Lipat dua

Taruh dilantai

Perintah pada klien

Perintahkan

pada

klien

untuk

menulis satu kalimat dan menyalin


gambar
-

Tulis satu kalimat

Menyalin gambar

Interprestasi hasil dari hasil identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental klien adalah
aspek kognitif dari fungsi mental baik karena nilainya > 23 yaitu 28.

B. ANALISA DATA

No dan

Data

Masalah keperawatan

tanggal
9
2014

Des S : - klien mengatakan batuk dan sesak nafas.

Ketidakefektifan pola nafas


berhubungan

dengan

O :Pemeriksaan TTV :

penumpukan sekreet

TD : 130/100mmhg
N : 84 x/menit
RR : 26 x/menit
: 36 oC

Gangguan
07

Pola

Tidur

S: klien mengatakan jika siang kadang tidak bisa berhubungan dengan nyeri

Maret

tidur dan lebih sering menonton televisi. Klien akut (nyeri kepala)

2013

tidak menggunakan

bantuan obat tidur

ketika akan tidur.


O: Pemeriksaan TTV :
TD : 180/100 mmhg
N : 84 x/menit
RR : 22 x/menit
S

: 36 oC

C. Daftar Diagnosa Keperawatan

1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan penumpukan secret


2. Gangguan Pola Tidur berhubungan dengan kondisi fisik
D. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa keperawatan 1
a. Tujuan :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan pola nafas kembali


normal
Kriteria Hasil :

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama


diharapkan pola nafas kembali normal
Intervensi
-

Observasi keadaan umum.

3 kali pertemuuan

Monitor tanda-tanda vital

Kaji pola nafas klien

Ajarkan cara batuk efektif

Berikan penjelasan mengenai penyakit flek paru.

2. Diagnosa Keperawatan 2
a. Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan pola tidur klien normal tidak
ada gangguan.
b. Kriteri Hasil

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 pertemuan diharapkan


pola tidur klien dapat tercukupi
c. Intervensi
-

Identifikasi situasi yang mencetuskan gejala kurang tidur.

Identifikasi metode koping yang digunakan dalam menghadapi gejala

Identifikasi tanda tanda gejala kurang tidur

Ajarkan klien cara mengatasi kurang tidur

E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Tanggal/waktu No Dx Kep
Implementasi
7/4/2014

10.00

Mengobservasi

Respon PM

TTD

keadaan S:klien mengatakan sesak

umum klien

nafas,
O: klien tampak lemah

Memonitor TTV klien

S:klien

mengatakan

bersedia untuk di tensi


berbaring
O: klien tampak tenang
TD : 180/90 mmhg
N : 84 x/menit
RR : 24 x/menit
S : 36 oC
I

Mengkaji pola nafas klien


S: klien mengatakan sesak
nafas bertambah ketika
beraktifitas berat.
O: klien tampak menahan
rasa sakit.

Mengajarkan

teknik S:

batuk efektif

klien

mengatakan

bersedia di ajari teknik


batuk efektif
O:

klienmampu
mempraktekkan

teknik

batuk efektif
II

Mengidentifikasi

S: klien mengatakan sering

penyebab gangguan pola

merasakan

tidur

setelah

sulit

tidur

bangun

pada

tengah malam.
O: klien tampak kurang
tidur
I

Mengidentifikasi

tanda-

tanda kurang tidur klien

S: klien mengatakan kalau

gelisah, tidurnya kurang


O: klien tampak gelisah,
kurang

fokus

diajak

saat

berbincang-

bincang.
10/4/2014

jam 11.00

Mengobservasi

keadaan S: klien mengatakan sesak

umum klien

nafas
O:

tampak lemah dan


hanya

rebahan

di

tempat tidur
I

Memonitor TTV klien

S:

klien

mengatakan

bersedia untuk di tensi


O: klien tampak tenang
TD : 180/100mmhg
N : 80 x/menit
RR : 22 x/menit
S : 36 oC
I

Mengkaji pola nafas klien


S: klien mengatakan sesak
nafas.
O: klien tampak menahan
rasa sakit.

I, II

Meminta

klien S:

klien

mengatakan

melakukan teknik batuk

bersedia

melakukan

efektif.

teknik batuk efektif


O: klien tampak mampu
mempraktekkan teknik
batuk efektif diajarkan
oleh perawat.

II

Menkaji pola tidur klien

S:

klien
mengatakan
tidurnya agak cukup

O: klien tampak lebih rilek

F. CATATAN PERKEMBANGAN

Tangg

Diagnosa

al dan

keperawatan

Implementasi

Evaluasi

Tand
a

waktu

tanga
n

10

Ketidakefektif

1.mengobserva S:

Maret

an pola nafas si

2014

berhubungan

umum

dengan

2. memonitor O: klien tampakmenahan pusing

keadaan

Klienmengatakankepalanyaaga
kpusing

tanda-tanda

TD: 180/100mmhg

vital

N : 84 x/menit

3.

mengkaji

RR : 22 x/menit

pola nafas

: 36 oC

4.

A: Masalah belum teratasi

mengajarkan

P:

optimalkan

intervensi

no

cara mengatasi 1,2,3,4,6


nyeri

dengan

teknik

batuk S:Klien

efektif

mengatakantidurnyasudahagakena

5. memberikan k
penjelasan

O: Klientampaklebihtenang

mengenai

A: Masalahteratasisebagian

penyakit

flek P:Optimalkan intervensi 1-7

paru
6.
berkolaborasi
dengan

tim

medis lainnya.

Tangg
al

Gangguan pola 1.

10 tidur

membina

hubungan

Maret

berhubungan

2014

dengan kondisi dengan klien


fisik

saling percaya

2.
mengidentifika
si situasi yang
mencetuskan
gejala kurang
tidur.
3.
mengidentifika
si

metode

koping

yang

digunakan
dalam
menghadapi
gejala kurang
tidur.
4.
mengidentifika
si tanda-tanda
kurang tidur.
5.
mengajarkan
klien

cara

mengatasi
kurang tidur.