You are on page 1of 23

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA NY.S DENGAN HIPERTENSI


DI BANGETAYU WETAN RT 01 RW 01 SEMARANG

Disusun Oleh :
DEWINTA ASTRI WIDURI
NIM : 30901301778

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2013/2014

A. RIWAYAT KESEHATAN
1.Data Biografi
Pengkajian dilakukan di Bangetayu Wetan Rt 01 Rw 01 Semarang pada
tanggal 30 Mei 2014
a. Nama Lansia

: Ny. S

b. Agama

: Islam

c. Usia

: 70 tahun

d. Pendidikan Terakhir

: Tidak Sekolah

e. Pekerjaan

: Tidak bekerja

f. Orang yang paling dekat dihubungi

: Anak Klien

g. Alamat

:Bangetayu Wetan Rt 01 Rw 01

h. Telepon

: Tidak ada

i. Caregiver lansia

: Anak klien

B. Riwayat keluarga
Dari hasil pengkajian didiapatkan data
a. Genogram
xX

Keterangan :
: laki laki
: perempuan
: klien

: hubungan keluarga
X : meninggal

b. Riwayat kesehatan keluarga


Riwayat kesehatan keluarga klien mengatakan dulu ibu klien juga
mempunyai sakit darah tinggi, saat ini klien tinggal bersama
anaknya.Keluarga klien tidak ada yang memiliki penyakit menular
seperti hepatitis.
C. Riwayat Lingkungn Tempat Tinggal Lansia
Lingkungan tempat tinggal saat ini klien tinggal bersama anaknya, lingkungan
disekitar klien bersih, rumah klien bersih, ada ventilasi udara, alas lantai masih
plaster. Rumah klien cukup rapi.
D. Riwayat Rekreasi
Klien mengatang jarang sekali pergi rekreasi, klien sehari hari hanya dirumah
menonton televisi dan ngpbrol bersama tentangga.
E. Social Support yang digunakan (internal / eksternal)
Social support internal yaitu dari diri sendiri yang dilakukan klien untuk
mensupport dirinya adalah dengan selalu berfikir yang baik dan mencari kesibukan
dengan mengobrol dengan tentangga atau menonton televisi.
Social support eksternal datang dari anak klien, karena mereka selama ini yang
perhatian dan peduli dengan klien..
F. Deskripsi Hari Khusus
Setiap harinya kegiatan khusus klien yaitu bersih-bersih rumah, dan menunggu
rumah.Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi karena klien makan 3 kali sehari dengan
lauk seadanya, untuk eliminasi klien lancar klien BAB 1 kali sehari dan BAK kurang
lebih 5 kali sehari.
G. Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien mengatakan sudah lama menderita tekanan darah tinggi sejak kurang lebih
3th yang lalu

H. Pemeriksaan Fisik Melalui (Tinjauan Sistem)


1. Keadaan umum
Kesadaran composmentis
TD : 160/100 mmhg
N : 84 X/ menit
RR : 24 X/ menit
S : 36 C
2. Integument kulit
Elastisitas kulit baik, tidak ada odem, tidak memar, tidak nyeri
dan kulit berkerut.
3. Kepala
Kepela mecosepal, tidak pengelupasan kulit kepala, rambut
bersih dan beruban, tidak ada oedem.
4. Mata
Konjungtiva tidak anemis, mata berkunang-kunang, mata tidak
katarak.
5. Telinga
Telinga bersih, tidak ada gangguan pendengaran, tidak ada
serumen.
6. Hidung dan sinus
Tidak ada polip, tidak ada benjolan, hidung bersih.
7. Mulut dan tenggorokan
Mulut gigi sudah ada yang hilang, tenggorokan tidak mengalami
kesulitan untuk menelan.
8. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.Tidak ada nyeri tekan,
tidak ada lesi.
9. Payudara

Tidak ada benjolan, tidak ada luka.


10. Pernafasan
Pernafasan 24 x/ menit. Tidak sesak, Pengembangan dada baik.
11. Kardiovaskuler
Inspeksi :ictus cordis tidak nampak
Palpasi : ictus cordis teraba di ics 5 dan 6
Perkusi : pekak
Auskultasi : terdengar suara jantung 1 dan 2 tunggal
12. Gastrointestinal
Perut tidak kembung, tidak mengalami radang pada lambung,
bentuk bdomen simetris dan tidak ada luka.
13. Perkemihan
BAK klien baik karena klien BAK kurang lebih 5 kali warna
kekuningan, klien tidak mengalami nyeri saat berkemih.
14. Genitourinaria
Keadaan disekitar genital klien bersih, disekitar selakangan tidak
gatal, tidak ada lesi.
15. Musculoskeletal
Ektermitas atas tidak ada luka, tidak nyeri, tapi kadang-kadang
kulitnya gatal. Ekstermitas bawah tidak ada luka, tidak ada
oedem.
16. System saraf pusat
Daya ingat klien masih cukup baik.
17. System endokrin
Klien tidak memiliki riwayat penyakit DM, klien tidak
mengalami poliuri atau polidipsi.
I. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL Dan SPIRITUAL
1. Psikososial

Kemampuan sosial klien dalam kehidupan sehari-hari baik, karena


klien berhubungan dengan tetangganya seperti kadang kala sering ngobrol
bareng. Sikap klien dengan orang lain baik, klien ramah dengan tetangga
maupun orang yang baru dikenal. Harapan klien saat ini ingin tetap sehat
supaya bisa menjalani masa tuanya lebih lama lagi. Harapan klien saat ini
adalah klien ingin tidak ada masalah saat bersosialisasi.
2. Identifikasi masalah emosional
Saat dikaji klien tidak mengalami kesulitan saat tidur, klien tidak
mengalami gelisah, klien saat sendiri tidak murung dan tidak menangis. Klien
tidak merasa khawatir dengan kondisinya saat ini. Tes status mental emosi
normal.
3. Spiritual
Agama klien saat ini adalah islam, klien elalu beribadah, klien yakin
suatu saat pasti akan meninggal dan klien sudah siap jika suatu saat dipanggil
yang diatas. Harapan klien saat ini klien ingin beribadah dengan tekun supaya
amal ibadah klien diterima.
J. PENGKAJIAN FUNGSIONAL KLIEN
1.INDEKS KATZ
Saat dikaji klien dapat makan secara mandiri, menggunakan pakian secara
mandiri, pergi ke toilet secara mandiri, berpindah dan mandi secara mandiri.
Berarti klien mandiri tidak ketergantungan.
2. modifikasi dari barthel indeks
Kriteria

Dengan

Mandiri

Keterangan

Makan

bantuan
5

10

Frekuensi : setiap pagi,


siang dan malam
Jumlah : 3 kali
Jenis : makanan dan
sayuran seadanya.

Minum

10

Frekuensi

setiap

merasa haus.
Jumlah : kurang lebih 8
kali sehari
Berpindah dari

5-10

15

kursi roda
ketempat tidur/
sebaliknya
Personal toilet 9

tidak

menggunakan

kursi

roda karena klien bisa


0

cuci muka,

jalan sendiri.
Klien dapat cuci muka,
menyisir

menyisir rambut,
gosok gigi.
Keluar masuk

Jenis : air putih


Klien

gosok
0

toilet (mencuci

rambut
gigi

mandiri.
Frekuensi

dan

secara

biasanya

klien mencuci pakaian

pakaian,

sendiri

menyekat tubuh,
menyiram).
Mandi

10

Klien biasanya mandi 2

Jalan

kali sehari
Frekuensi : setiap hari

dipermukaan datar
Naik turun tangga

klien
5

10

selalu

berjalan

sendiri.
Klien jarang naik turun
tangga karena memang

Mengenakan

10

pakaian
Kontrol bowel
(BAB)

tidak ada tangga.


Klien
biasanya
mengenakan

10

pakaian

secara mandiri.
Frekuensi : 1 kali sehari
Konsistensi

kuning, lembek.

warna

Frekuensi : kurang lebih


Kontrol Bladder

10

(BAK)

5 kali sehari
Warna : kuning.
Frekuensi : -

Olah raga/ latihan

10

Jenis : Frekuensi : -

Rekreasi/pemanfa

10

Jenis : -

atan waktu
Keterangan : klien termasuk dalam kategori mandiri tidak ketergantungan
karena klien melakukan semua kegiatan sendiri tanpa minta bantuan orang
lain.
K. PENGKAJIAN STATUS MENTAL GERONTIK
Identifikasi tingkat intelektual dengan Short Portable Mental Status
Questioner (SPMSQ).
Pertanyaan
Tanggal berapa hari ini?
Hari apa sekarang?
Apa nama tempat ini?
Dimana alamat anda?
Berapa umur anda?
Kapan anda lahir?
Siapa presiden indonesia sekarang?
Siapa presiden indonesia sebelumnya?
Siapa nama ibu anda?
Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka

Benar

Salah

baru, semua secara menurun


JUMLAH
9
1
Dari hasil pengakajian didapatkan data interprestasi hasil fungsi intelektual
utuh karena jawaban salah ada 1
Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan menggunakan MMSE
(Mini Mental Status Exam).
Aspek kognitif
Orientasi

Nilai maks Nilai klien


5
3

Kriteria
Menyebutkan dengan benar

Orientasi

Registrasi

Tahun

Musim

Tanggal

Hari

- Bulan
Dimana kita sekarang
-

Negara Indonesia

Propinsi

Kota

Kelurahan

- RT/RW
Sebutkan 3 obyek (oleh pemeriksa) 1
detik untuk mengatakan masing-masing
obyek . kemudian tanyakan kepada klien

Perhatian

dan 5

kalkulasi

Mengingat

ketiga obyek tadi (untuk disebutkan).


Minta klien untuk memulai dari angka
100 kemudian dikurangi 7 sampai 5 kali

93

86

79

72

- 65
Meminta klien untuk mengulangi ketiga
obyek tadi pada nomer 2 (registrasi), bila
benar 1 point untuk masing-masing

Bahasa

obyek.
Tunjukkan pada klien suatu benda dan
tanyakan namanya pada klien (misal :
jam tangan, atau pensil)
Minta kepada klien untuk mengulangi
kata berikut : tidak ada jika, dan, atau,

tetapi.
Bila benar, nilai 1 point. Pertanyaan
benar 2 buah; tidak ada tetapi.
Minta klien untuk mengikuti perintah
berikut yang terdiri dari 3 langkah:
ambil kertas ditangan anda, lipat dua dan
taruh dilantai.
-

Ambil

Lipat dua

Taruh dilantai

Perintah pada klien

Perintahkan pada klien untuk menulis


satu kalimat dan menyalin gambar
-

Tulis satu kalimat

- Menyalin gambar
Interprestasi hasil dari hasil identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental
klien adalah aspek kognitif dari fungsi mental baik karena nilainya > 23 yaitu
24
L. ANALISA DATA
Nama Lansia

: Ny. S

Nama Mahasiswa

: Dewinta Astri Widuri

Alamat

: Bangetayu Wetan RT 01 RW 01

No dan
tanggal
1.

Data

Masalah keperawatan

S :klien mengatakan menderita hipertensi sejak Nyeri

akut

Tanggal : kurang lebih 4tahun yang lalu hingga sekarang. dengan hipertensi
30
2014

April Klien mengeluh sakit kepala.


Pengkajian nyeri yang didapatkan :
P : saat digunakan untuk beraktivitas
Q : berdenyut

berhubungan

R : kepala bagian belakang


S : skala nyeri 4 (sedang)
T : berulang, nyeri datang ketika kelelahan dan
banyak pikiran.
O :klien tampak menahan pusing, dan lemah.
Pemeriksaan TTV :
TD : 160/100 mmhg
N : 84 x/menit
RR : 24x/menit
S

: 36 oC

2.
Tanggal
01

S: Klien mengatakan kadang tidak bisa tidur siang, Gangguan

mei

Pola

Tidur

jika bisa tidur siang sekitar jam 13.00-15.00. berhubungan dengan kondisi

2014

Tidur pada malam hari dimulai dari jam 20.00- fisik


23.00 kemudian terbangun dan pada pukul
02.00 PM mulai tidur lagi sampai jam 03.00.
PM mengatakan sering terbangun saat malam
hari. Klien tidak menggunakan bantuan obat
tidur ketika akan tidur.
O: Klien saat siang hari terkadang bisa tidur tetapi
Juga terlihat sering tidak bisa tidur
Klien tampak mengantuk
Pemeriksaan TTV :
TD : 140/90 mmhg
N : 84 x/menit
RR : 22 x/menit
S

: 36 oC

M. RENCANA ASUHAN KEPPERAWATAN


Nama Klien

: Ny. S

Nama Mahasiswa

: Dewinta Astri Widuri

Alamat

: Bangetayu Wetan RT 01 RW 01

Diagnosa

Tujuan

kep
Nyeri akut Setelah

1) Observasi

berhubunga

dilakukan

n hipertensi

tindakan
keperawata
n

selama

3x7

Implementasi

keadaan 1.mengobservasi

umum.

keadaan umum

2) Monitor

tanda-tanda 2. memonitor tanda-

vital

tanda vital

3) Kaji nyeri pada klien.

jam

gangguan
rasa

Rencana tindakan

nyeri

(pusing)

klien
4) Ajarkan cara mengatasi 4. mengajarkan cara
nyeri

dengan

tehnik mengatasi

distraksi relaksasi.

dapat
teratasi

3. mengkaji nyeri pada

dengan

5) Berikan

penjelasan 5.

memberikan

penyakit penjelasan

hipertensi.

berkolaborasi

medis dalam pemberian dengan


terapy.

mengenai

penyakit hipertensi

6) Kolaborasi dengan tim 6.

pola

teknik

distraksi relaksasi
mengenai

Gangguan

nyeri

tim

medis

lainnya.

tidur

berhubunga
n

dengan Setelah

kondisi

dilakukan

fisik

tindakan
keperawata

1. Bina hubungan saling 1. membina hubungan


percaya dengan klien.

saling percaya dengan


klien

2. Identifikasi situasi yang 2.

mengidentifikasi

selama

mencetuskan

jam

kurang tidur.

3x7

gejala situasi

yang

mencetuskan

diharapkan

kurang tidur.

pola

3.

tidurklien

3. Identifikasi

gejala

mengidentifikasi

metode metode koping yang

dapat

koping yang digunakan digunakan

dalam

tercukupi

dalam

gejala

menghadapi menghadapi

gejala kurang tidur.

kurang tidur.
4.

4. Identifikasi
tanda

tanda

gejala

mengidentifikasi

tanda-tanda

kurang

kurang tidur.

tidur

5. mengajarkan klien

5. Ajarkan

klien

cara cara mengatasi kurang

mengatasi kurang tidur

tidur.

N. CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal

Diagnosa

dan

keperawatan

waktu
30 april Nyeri
2014

Implementasi

Evaluasi

Tanda
tangan

akut 1.mengobservasi

keadaan S:

Klien

mengatakan

berhubungan

umum

kepalanya

agak

dengan

2. memonitor tanda-tanda

pusing,

mata

hipertensi

vital

berkunang-kunang

3. mengkaji nyeri pada O:


klien
4.

klien

tampak

menahan pusing dan


mengajarkan

mengatasi

nyeri

cara
dengan

lemah
TD : 160/100 mmhg

teknik distraksi relaksasi

N : 84 x/menit

5. memberikan penjelasan

RR : 24 x/menit

mengenai

penyakit

hipertensi

: 36 oC

S
A:

Masalah

belum

6. berkolaborasi dengan tim teratasi


medis lainnya.

P: Ulangi intervensi no
1,2,3,4,6

1.
Tanggal

hubungan S:Klien

saling percaya dengan klien

01 mei Gangguan
2014

membina

tidurnya sudah agak enak

pola 2. mengidentifikasi situasi O: Klien tampak lebih

tidur

yang mencetuskan gejala tenang

berhubungan

kurang tidur.

dengan

mengatakan

A:

Masalah

teratasi

kondisi 3. mengidentifikasi metode sebagian

fisik

koping

yang

digunakan P:Optimalkan intervensi

dalam menghadapi gejala 1-7


kurang tidur.
4. mengidentifikasi tandatanda kurang tidur.
5. mengajarkan klien cara
mengatasi kurang tidur.
O. ANALISA DATA
DATA
DIAGNOSA KEPERAWATAN
DS : klien mengatakan menderita hipertensi Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera
sejak kurang lebih 1tahun yang lalu hingga biologis
sekarang. Klien mengeluh sakit kepala.
Pengkajian nyeri yang didapatkan :
P : saat digunakan untuk beraktivitas
Q : berdenyut
R : kepala bagian belakang
S : skala nyeri 4 (sedang)

T : berulang, nyeri datang ketika kelelahan dan


banyak pikiran.
DO : klien tampak menahan pusing, dan
lemah.
Pemeriksaan TTV :
TD : 160/100 mmhg
N : 84 x/menit
RR : 24 x/menit
S

: 36 oC
Gangguan pola tidur berhubungan dengan

DS: Klien mengatakan kadang tidak bisa tidur kondisi fisik


siang, jika bisa tidur siang sekitar jam
13.00-15.00.

Tidur

pada

malam

hari

dimulai dari jam 20.00-23.00 kemudian


terbangun dan pada pukul 02.00 PM mulai
tidur

lagi

sampai

jam

03.00.

PM

mengatakan sering terbangun saat malam


hari. Klien tidak menggunakan bantuan
obat tidur ketika akan tidur.
DO: Klien saat siang hari terkadang bisa tidur
tetapi Juga terlihat sering tidak bisa tidur
Klien tampak mengantuk
Pemeriksaan TTV :
TD : 140/90 mmhg
N : 84 x/menit
RR : 22 x/menit
S

: 36 oC

P. RENCANA KEPERAWATAN
No

Dx

Tujuan

Tujuan

Criteria

Standar

ke

umum

khusus

1.

p
dx.

setelah

1.klien

Klien

1.tekan

dilakukan

rasa

tampak

an

tindakan

pusingnya

rileks,

darah

keperawat

dapat

sehat,

tinggi

skala

klien

an selama berkurang.
3x7

jam 2.

gangguan

skala nyeri

nyerinya

(ringan)

1 bisa
turun.

Intervensi

1. Observasi
keadaan umum
2. Monitor

tanda-

tanda vital
3. Kaji nyeri pada
penerima manfaat
4. Ajarkan

cara

rasa nyeri dapat

2. klien

mengatasi

(pusing)

berkurang

bisa

dengan

dapat

menjadi 2.

lebih

distraksi relaksasi

teratasi

rileks

nyeri
tehnik

5. Berikan
penjelasan
mengenai
penyakit
hipertensi
6. Kolaborasi
dengan tim medis
dalam pemberian
terapy.

2.

Dx

setelah

II

dilakukan

1.kebutuh

tindakan

an

keperawat

klien

Pola 1.pola
tidur

saling

tidur klien

klien

dengan klien

tercukupi baik
-

3x7

tampak

jam terpenuhi
2.

hubungan

Tidur

an selama dapat
diharapka

1. Bina

klien 2. klien

wajah lebih

percaya

2. Identifikasi situasi
yang

tampak

mencetuskan

tenang

gejala

kurang

pola klien lebih rileks

tidur.

tidur PM kelihatan
dapat

3. Identifikasi

segar

metode

tercukupi

yang

koping
digunakan

dalam
menghadapi
gejala

kurang

tidur.
4. Identifikasi tanda

tanda

gejala

kurang tidur
5. Ajarkan
cara

klien
mengatasi

kurang tidur

Q. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Tanggal/waktu
Rabu,

No Dx
Kep
I

30/04/2013 jam

Implementasi

Respon PM

Mengobservasi keadaan S:
umum klie

klien

mengatakan

kepalanya

18.30

TTD

agak

pusing,
O: klien tampak lemah
Memonitor TTV klien

18.30

S:

klien

mengatakan

bersedia untuk di tensi


berbaring
O: klien tampak tenang
TD : 160/100 mmhg
N : 84 x/menit

RR : 24 x/menit
S
18.45

Mengkaji Nyeri klien

S:

: 36 oC
klien

mengatakan

kepalanya pusing.
P

: saat digunakan
untuk beraktivitas

Q : berdenyut
R

kepala

bagian

belakang
S : skala nyeri 4
(sedang)
T : berulang, nyeri
datang
kelelahan
18.45

I, II

Mengajarkan

teknik

ketika
dan

banyak pikiran

relaksasi nafas dalam O: klien tampak menahan


kepada

klien

untuk

mengurangi nyeri

rasa sakit.
S:

klien

mengatakan

bersedia di ajari teknik


relaksasi nafas dalam
untuk

mengurangi

nyeri
O:
18.55

II

klien

mampu

Mengidentifikasi

mempraktekkan teknik

penyebab

relaksasi nafas dalam

gangguan

pola tidur

yang diajarkan oleh


perawat.
S:

klien

mengatakan

18.55

Mengidentifikasi tanda-

sering merasakan sulit

tanda kurang tidur klien

tidur setelah bangun


pada tengah malam.
O: klien tampak kurang
tidur
S:

klien

mengatakan

kalau gelisah, tidurnya


kurang
O: klien tampak gelisah,

Kamis

01/05/2014

kurang

fokus

saat

diajak

berbincang-

Mengobservasi keadaan S:

bincang.
klien mengatakan

umum klien

kepalanya

jam 15.00

masih

pusing,

kaki

tangan

dan

kemeng-

kemeng
O:

tampak lemah dan


hanya

rebahan

di

tempat tidur
15.15

Memonitor TTV klien

S:

klien

mengatakan

bersedia untuk di tensi


O: klien tampak tenang
TD : 140/90mmhg
N : 80 x/menit
RR : 22 x/menit
S

: 36 oC

S:
11.15

Mengkaji Nyeri klien

klien

mengatakan

kepalanya pusing.
P

: saat digunakan
untuk beraktivitas

Q : berdenyut
R

kepala

bagian

belakang
S : skala nyeri 4
(sedang)
T : berulang, nyeri
datang

ketika

kelelahan

dan

banyak pikiran
O: klien tampak menahan
rasa sakit.
S:
11.15

I, II

Meminta

klien

melakukan
relaksasi

nafas

mengurangi nyeri.

klien

mengatakan

bersedia

melakukan

teknik relaksasi nafas

teknik

dalam

untuk

untuk

mengurangi nyeri
O: klien tampak mampu
mempraktekkan teknik
relaksasi nafas dalam
yang diajarkan oleh
perawat.
S:

klien

mengatakan

tidurnya agakcukup

II

Menkaji pola tidurklien

O: klien tampak lebih


rileks

S:
15.20

II

klien

mengatakan

Mengajarkanklien

bersedia

melakukan

melakukan

kegiatan relaksasi otot

relaksasi

otot progresif

progresif seperti yang


telah diajarkan oleh
perawat.
O: klien tampak lebih
tenang

R. CATATAN EVALUASI
Tanggal/waktu
Rabu, 30/04/2014

No Dx
Kep
I

Jam 18.30

Evaluasi
S: klien mengatakan kepalanya agak pusing
O: klien tampak lemah
TD : 160/100 mmhg
N : 84 x/menit
RR : 24 x/menit
S

: 36 oC

A: Masalah belum teratasi


P: Ulangi intervensi no 1,2,3,4,6
II

S: klien mengatakan belum bisa tidur nyenyak


O: klien tampak lemah
A: Masalah belum teratasi

TTD

P: Ulangi intervensi no. 5 dan lanjutkan


intervensi no. 6
Kamis, 01/05/2014

jam 15.30

S: klien mengatakan kepalanya masih pusing,


kaki dan tangan kemeng-kemeng
O: klien tampak lemah
TD : 140/90mmhg
N : 84 x/menit
RR : 22 x/menit
S

: 36 oC

A: Masalah belum teratasi


P: Ulangi intervensi 1-6

II

S: klien mengatakan tidurnyqnya sudah agak


enak
O: klien tampak lebih tenang
A: Masalah teratasi sebagian

Kamis,01/05/2013

Jam 15.30

P: Lanjutkan intervensi no. 7


S: klien mengatakan kepalanya masih pusing
O: klien tampak lemah
A: TD : 130/90mmhg
N : 80 x/menit
RR : 18 x/menit
S

: 36 oC

A: Masalah belum teratasi


P: Ulangi intervensi no 1-6

II

S: klien mengatakan tidurnya sudah agak enak

O: klien tampak lebih tenang


A: Masalah teratasi sebagian
P: Optimalkan intervensi 1-7