You are on page 1of 5

GUDANG ILMU GUDANG ILMU

Beranda
Lihat versi web
Sabtu, 12 Januari 2013
Gusri Wahyudi di 06.07
Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Hipertensi
ASUHAN KEPERAWATAN Nama Mahasiswa : Gusri Wahyudi NIM : 049 Lahan Praktik : Panti
Sosial Tresna Wreda Budhi Daya Teluk Jambe Karawang Tanggal Pengkajian : 16 Januari 2012
Nama Wisma : Melati I. IDENTITAS KLIEN Nama Klien : Ny. S. Jenis Kelamin : Perempuan U
m u r : 69 th. Agama : Islam Status Marital : Menikah 2 kali, tapi tidak dikaruniai anak.
Pendidikan Terakhir : SD Pekerjaan : -Alamat : Sukabumi
2. Status Kesehatan Saat ini Ibu S mengeluh pusing sejak pagi. Sakit kepalanya berdenyut-denyut.
Pusing semakin dirasakan jika Ibu S berjalan dan berkurang jika istirahat. Kadang Ibu S
merasakan ada yang kaku di lehernya. Ibu S mengatakan kurang paham mengenai penyakit
hipertensi
3. Riwayat Kesehatan Dahulu Ibu S mengatakan beberapa tahun yang lalu pernah mengalami sakit
jantung dan berobat ke rumah sakit.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu S mengatakan di keluarganya tidak ada yang menderita
penyakit gula. Ibu S mengatakan ayahnya menderita penyakit tekanan darah tinggi.
5. Pemeriksaan Tanda-tanda Vital
1. Tekanan darah : 160/110 mmHg 2. Nadi : 84 kali/menit 3. Suhu : 36.6 o C 4. Respirasi : 20
kali/menit 5. Berat badan : 40 kg
6. Pemeriksaan Fisik a. Keadaan umum Keadaan Ibu S tampak sedikit lemah. Ketika berjalan
tampak memegangi penghuni panti lainnya agar tidak jatuh. b. Kepala, wajah, mata, leher Kepala
tampak bulat, tidak ada lesi dan benjolan, rambut tampak beruban Sklera tidak ikterik, konjungtiva
tidak anemis, pupil isokor Tidak teraba ada pembesaran kelenjar getah bening Hidung tampak
simetris, tidak tampak ada cairan berlebih c. Sistem pernapasan Bentuk thorax normal, tidak
tampak ada retraksi intercostal, vocal premitus merata di semua lapang paru, perkusi terdengar
sonor, auskultasi terdengar vesikular d. Sistem kardiovaskuler Auskultasi tidak terdengar murmur
e. Sistem urinaria Ibu S BAK 2-3 kali sehari, tidak sakit saat BAK dan lancar. f. Sistem
muskulosceletal Kedua kaki Ibu S tampak sejajar dan sama besar dan panjang. Tidak tampak
adanya kifosis dan scoliosis. Kemampuan mengubah posisi baik, kekuatan otot tangan pada saat

meremas agak lemah. g. Sistem syaraf pusat Nervus I (Olfactorius) : Ibu S dapat membedakan bau
dari minyak kayu putih dan minyak wangi/parfum. Nervus II (Opticus) : Ibu S sudah tidak dapat
melihat jauh tulisan, orang dan benda-benda yang kecil, tapi Ibu S tidak menggunakan bantuan
kacamata.
Nervus III, IV, V (Oculomotoris, Trochlearis, Abdusen) Nervus V (Trigeminus) : Sensasi sensorik
kulit wajah klien baik, dapat merasakan goresan kapas pada pipi kanan. Nervus VII (Facialis) : Ibu
S dapat, menggerakan alis dan mengerutkan dahi Nervus VIII (Vestibulococlear) : Fungsi
keseimbangan baik Nervus IX, X (Glasopharingeus, Vagus) : Reflek menelan baik Nervus XI
(Accesorius) : Ibu S dapat menggerakkan kedua bahunya dan menggerakkan kepalanya Nervus
XII : Ibu S dapat berbicara dengan jelas dan lidah berfungsi baik h. Sistem endokrin Ibu S
mengatakan tidak mempunyai penyakit gula dan gondok. i. Sistem reproduksi Ibu S mengatakan
belum menikah j. Sistem integument Kulit tampak keriput, warna kulit sawo matang, tidak tampak
ada lesi, elastisitas kulit berkuang.
7. Pengkajian Psikososial & Spiritual a. Psikososial Ibu S mengatakan dapat bersosialisasi dengan
penghuni panti lainnya, karena dengan bersosialisasi dapat membina hubungan yang baik dengan
orang lain. Status emosi Ibu S stabil dan kooperatif saat diajak bicara. b. Spiritual Ibu S
mengatakan selalu menjalankan ibadah sholat lima waktu. Ibu S memasrahkan semuanya pada
Allah SWT.
8. Pengkajian Fungsional Klien a. Katz index No. Kegiatan Mandiri Bantuan Sebagian Bantuan
Penuh 1. Mandi a 2. Berpakaian a 3. Ke Kamar Kecil a 4. Berpindah Tempat a 5. BAK/BAB a 6.
Makan/Minum a Ibu S dapat beraktivitas secara mandiri tanpa pengawasan, pengarahan, atau
bantuan aktif dari orang lain.
b. Barthel index No. Kegiatan Dengan Bantuan Mandiri
1. Makan/Minum 0 10 2. Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur/sebaliknya 0 15
3. Kebersihan diri (cuci muka, gosok gigi, menyisir rambut) 0 5
4 Keluara masuk kamar mandi (menyeka tubuh, menyiram, mencuci baju) 0 10
5. Mandi 0 15 6. Jalan-jalan di permukaan datar 0 5 7. Naik turun tangga 0 10 8. Memakai baju 0
10 9. Kontrol BAK 0 10 10. Kontrol BAB 0 10 Jumlah 0 100 Keterangan: Jumlah skor 100 =
mandiri Jumlah skor 50-95 = ketergantungan sebagian Jumlah skor kurang dari 45 =
ketergantungan total
9. Pengkajian Status Mental Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ) Benar Salah No.
Pertanyaan a 1. Tanggal berapa hari ini? a 2. Hari apa sekarang? a 3. Apa nama tempat ini? a 4.
Dimana alamat anda? a 5. Berapa umur anda? a 6. Kapan anda lahir? a 7. Siapa presiden Indonesia
sekarang? a 8. Siapa presiden Indonesia sebelumnya? a 9. Siapa nama ibu anda? a 10. Kurangi 3
dari 20 & tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, semua secara berurutan 10 Jumlah Total

Skor: Hasil:
1. Salah 0-3 : fungsi intelektual utuh 2. Salah 4-5 : kerusakan intelektual ringan 3. Salah 6-8 :
kerusakan intelektual sedang 4. Salah 9-10 : kerusakan intelektual berat
10. Pengkajian Aspek Kognitif Dari Fungsi Mental No. Aspek Kognitif Nilai Mhs Nilai Klien
Kriteria 1. Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar R Tahun R Musim R Tanggal R Hari R Bulan
2. Orientasi 5 5 Menyebutkan dengan benar R Negara Indonesia R Propinsi Jabar R Kota Bogor R
Panti Sukma Raharja 3. Registrasi 5 5 Pemeriksa mengatakan nama 3 objek selama 1 detik
kemudian klien mengulang nama objek tersebut R Objek meja R Objek kursi R Objek lampu 4.
Perhatian & Kalkulasi 5 5 Minta klien untuk memulai dari angka 100 kemudian dikurangi 7
sampai 5 tahap R 100 R 93 R 86 R 79 R 72 5. Mengingat 5 5 Minta klien untuk menyebutkan atau
mengulang ketiga objek pada no.2 R Objek kursi R Objek gelas R Objek sendok 6. Bahasa 9 9
Tunjukkan pada klien suatu benda (2 objek) tanyakan namanya! R Objek R Objek Minta klien
untuk mengulang kata berikut: R Tak ada jika R Dan atau R Tetapi (bila benar nilai 1) Minta klien
untuk mengikuti perintah berikut: R Ambil kertas di tangan anda R Lipat dua R Taruh di lantai
Perintahkan pada klien untuk hal berikut (bila aktifitas sesuai perintah nilai 1 R Tutup mata anda
Perintahkan pada klien menilai satu kalimat dan menyalin gambar: R Tulis satu kalimat R
Menyalin gambar Total Nilai Interpretasi hasil :
1. Nilai lebih dari 25 = aspek kognitif dan fungsi mental baik 2. Nilai 8-22 = kerusakan aspek
fungsi mental ringan 3. Nilai kurang dari 17 = terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat
B. ANALISA DATA No. Data Senjang Kemungkinan Penyebab Masalah 1. DS: Ibu S mengatakan
sakit kepala Sakit kepalanya berdenyut-denyut Kadang Ibu S merasakan ada yang kaku di
kuduknya. DO: Ibu S tampak sering memegangi kepalanya TD :160/110 mmHg Nadi : 84 x/menit
Suhu : 36.6 o C Respirasi : 20 x/menit
Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku Pembuluh darah tidak dapat
mengembang Pembuluh darah menjadi sempit Peningkatan tekanan darah Peningkatan
tekanan vaskular serebral Nyeri kepala
Nyeri kepala
2. DS: Ibu S mengatakan kurang tahu mengenai penyakit hipertensi DO: Ibu S tampak sering
bertanya tentang penyakit tekanan darah tinggi
Hipertensi Kurang terpapar informasi tentang hipertensi Kurang pengetahuan tentang
hipertensi
Kurang pengetahuan tentang hipertensi
C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral 2. Kurang


pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan kurang terpapar informasi tentang hipertensi
D. RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN
Tgl No. Dx Diagnosa Keperawatan Rencana Tujuan Kriteria Hasil Intervensi 20 Mei 2007
1. Nyeri kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral DS: Ibu S
mengatakan sakit kepala Sakit kepalanya berdenyut-denyut Kadang Ibu S merasakan ada yang
kaku di kuduknya. DO: TD :160/110 mmHg Nadi : 84 x/menit
Tupan: Nyeri kepala hilang Tupen : Penurunan tekanan darah
Setelah dilakukan intervensi selama 3x kriteria hasil yang diharapkan: Ibu S melaporkan nyeri
kepala hilang Tidak ada kaku kuduk TD <140/100 mmHg Nadi 80 x/menit Mempertahanakan
tirah baring selama fase akut
Kompres hangat pada dahi Anjurkan meminimalkan aktivitas yang dapat meningkatkan sakit
kepala: mengejan saat BAB, batuk panjang, membungkuk Kolaborasi : rujuk pasien ke puskesmas
untuk pemberian analgetik atau penurun tekanan darah Meminimalkan stimulasi/meningkatkan
relaksasi Menurunkan tekanan vaskular serebral dan memperlambat respon simpatis efektif dalam
menghilangkan sakit kepala Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit
kepala
Tgl No. Dx Diagnosa Keperawatan Rencana Rasional Tujuan Kriteria Hasil Intervensi 20 Mei
2007
2. Kurang pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan kurang terpapar informasi tentang
hipertensi DS: Ibu S mengatakan kurang tahu mengenai penyakit hipertensi DO: Ibu S tampak
sering bertanya tentang penyakit tekanan darah tinggi
Tupan : Pengetahuan Ibu S tentang hipertensi adekuat Tupen : Pengetahuan Ibu S bertambah
Setelah dilakukan intervensi selama 3x kriteria hasil yang diharapkan: Ibu S mengatakan paham
mengenai penyakitnya
Kaji tingkat pengetahuan klien Berikan pendidikan kesehatan tentang cara mencegah dan
mengatasi hipertensi Evaluasi tingkat pengetahuan klien Memudahkan dalam menentukan
intervensi selajutnya
Menambah pengetahuan pasien tentang penyakit yang dideritanya Mengetahui sejauh mana klien
memahami tentang penyakit yang dideritanya
E. IMPLEMENTASI & EVALUASI Tanggal No. Implementasi Evaluasi 9 Juni 2007 1.

Menganjurkan tirah baring selama fase akut Mengompres hangat pada dahi Menganjurkan
meminimalkan aktivitas yang dapat meningkatkan sakit kepala: mengejan saat BAB, batuk
panjang, membungkuk
S: Ibu S mengatakan sakit kepala Sakit kepalanya berdenyut-denyut O: TD :160/110 mmHg Nadi :
84 x/menit A: Masalah belum teratasi P: Kolaborasi : rujuk pasien ke puskesmas untuk pemberian
analgetik atau penurun tekanan darah
9 Juni 2007 2. Mengkaji tingkat pengetahuan klien Memberikan pendidikan kesehatan tentang
cara mencegah dan mengatasi hipertensi Mengevaluasi tingkat pengetahuan klien
S: Ibu S mengatakan hipertensi adalah penyakit tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg O: Ibu S
tampak mengerti mengenai masalah kesehatan hipertensi A: Masalah teratasi sebagian P: Ingatkan
kembali klien mengenai cara mencegah dan mengatasi hipertensi
Berbagi
Mohon kritik dan saran dari para pembaca untuk kemajuan blog ini. TERIMAKASIH
Buat sebuah Link
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
Link ke posting ini
Diberdayakan oleh Blogger