You are on page 1of 7

artikel Aplikasi Trigonometri dalam Pembangunan Jalan

Aplikasi Trigonometri dalam Pembangunan Jalan


Elly Rohmatul Hidayah
Jurusan Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Malang

Abstrak
Pengukuran tanahadalah suatu cabang ilmu alam untuk menentukan posisi ruang dimensi
tiga dari suatu tempat pada permukaan bumi. Artikel ini akan membahas tentang aplikasi
trigonometri dalam perencanaan pembangunan jalan. Agar mengetahui kegunaan trigonometri
dalam kehidupan sehari-hari. Trigonometri digunakan dalam pembangunan jalan karena agar
surveyor (ahli ukur tanah) tidak perlu terjun ke lokasi langsung, dengan ilmu trigonometri bisa
menghitung kemiringan permukaan tanah yang akan di bangun sebuah jalan tersebut.
Kata kunci : trigonometri, pembangunan jalan, ilmu matematika

Pendahuluan
Telah kita ketahui bahwa trigonometri adalah salah satu cabang ilmu matematika. Pada
dasarnya dalam ilmu matematika, Trigonometri merupakan ilmu yang mempunyai hubungan
relasi antara sudut dan sisi-sisi pada suatu segitiga. Trigonometri juga bisa digunakan untuk
mengukur kemiringan suatu tanah. Menurut bryan (2012), Trigonometri memiliki kaitan yang
sangat erat dalam kehidupan kita, baik secara langsung dan tidak langsung. Ilmu perbintangan
dan konstruksi bangunan sangat dibantu oleh hadirnya trigonometri.
Sekarang ini banyak diadakan pembangunan jalan. Bahkan, banyak di desa-desa ada
perbaikan jalan. Hampir seluruh wilayah sekarang ini jalannya sudah baik. Hanya sebagian kecil
jalan yang masih belum dibangun.
Hubungan ilmu trgonometri dengan pembangunan jalan yaitu, ilmu trigonometri digunakan
untuk menghitung kemiringan suatu permukaan jalan.

Pembahasan
Menurutmuhsugiarto (2012), menyatakan Matematika merupakan bidang studi yang amat
berguna dan banyak memberi bantuan dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu yang lain. Oleh
karena itu maka dapat dikatakan bahwa setiap orang memerlukan pengetahuan matematika
dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhannya. Pada perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi saat ini, banyak orang mengakui peranan matematika dalam kehidupan sehari- hari
maupun dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang lain. Namun juga perlu disadari bahwa
banyak orang yang menganggap pelajaran matematika sebagai mata pelajaran yang sukar dan
tidak menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa dalam bidang studi
matematika yang masih memprihatinkan .
Muh sugiarto juga menyatakan bahwa matematika adalah suatu ilmu yang mempelajari
bilangan dan bangun serta konsep secara logika menggunakan symbol yang umum serta aplikasi
dalam bidang lainnya.
Sangat terlihat jelas dari pernyataan di atas bahwa ilmu matematika sangatlah penting bagi
kehidupan kita. Kita tidak akan lepas dari ilmu yang namanya matematika, pasti dalam
kehidupan sehari-hari kita akan berhubungan dengan ilmu matematika. Banyak manfaat dari
ilmu matematika, tapi menurut kebanyakan dari siswa sekarang ini matematika itu adalah
pelajaran yang sangat menakutkan dan sulit. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, banyak
juga memanfaatkan ilmu matematika. Contoh penerapan ilmu matematika dalam kehidupan
sehari-hari yaitu, dalam bidang astronomi, bidang teknik sipil, bidang ekonomi, dan lain
sebagainya. Masih banyak lagi manfaat dari ilmu matematika bagi kehidupan kita.
Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang penerapan ilmu matematika yang khususnya
trigonometri dalam pembangunan jalan. Untuk itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu
pengertian dari trigonometri. Menurut Wikipedia (2103), menyatakan Trigonometri ialah satu
cabang matematik yang berkenaan dengan sudut, segi tiga, dan fungsi trigonometri seperti sinus,
kosinus dan tangen. Cabang ini mempunyai sedikit kaitan dengan geometri, walaupun terdapat
percanggahan pendapat tentang apakah sebenarnya hubungan ini. Bagi setengah orang,
trigonometri hanya merupakan sebuah subtopik geometri.
Menurut Eka Khairunnisa (2012),Trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang
berhadapan dengan sudut segi tiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangent.
Trigonometri adalah ciptaan bangsa arab. Oleh karena itu, banyak kata-kata dalam trigonometri
yang menggunakan istilah dari Arab. Istilah Sinus, Cosinus dan Tangen meski bagian dari

trigonometri, namun ketiganya jauh lebih tua dibandingkan istilah Trigonometri itu sendiri dalam
sejarah penemuannya. Istilah Trigonometri pertama kali digunakan tahun 1595. Sedang istilah
sinus, cosinus, dan tangen sudah muncul pada tahun 600-an. (Edward J. Byng dalam Eka
Khairunnisa, 2012)
Trigonometri juga dapat diartikan sebagai cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang
perbandingan ukuran sisi suatu segitiga apabila ditinjau dari salah satu sudut yang terdapat pada
segitiga tersebut. Dalam mempelajari perbandingan sisi -sisi segitiga pada trigonometri, maka
segitiga itu harus mempunyai tepat satu sudutnya (90.) artinya segitiga itu tidak lain adalah
segitiga siku-siku. Satuan sudut selain derajat adalah radian, di mana satu radian adalah besarnya
sudut yang menghadap busur lingkaran yang panjangnya sama dengan jari-jari. (Ben Eastaugh
and Chris Sternal-Johnson, 2012)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat kita ketahui bahwa trigonometri memiliki banyak
aplikasi pada kehidupan sehari-hari, diantaranya pada bidang teknik sipil dan astronomi.
Trigonometri memiliki kaitan yang sangat erat dalam kehidupan kita, baik secara langsung dan
tidak langsung. Trigonometri sangat membantu pada ilmu perbintangan dan konstruksi. Seiring
perkembangan jaman, trigonometri terus dikembangan, dan diterapkan pada bidang-bidang yang
lain. Yang awalnya trigonometri hanya digunakan untuk pemecahan masalah pada bidang datar,
namun kini trigonometri digunakan dalam dunia ilmu terapan.

Terdapat amat banyak kegunaan untuk trigonometri, khususnya teknik penyegitigaan yang
digunakan dalam astronomi untuk mengukur jarak bintang-bintang yang dekat, geografi untuk
mengukur jarak antara tanda tempat, dan sistem pandu arah satelit. Bidang-bidang lain yang
menggunakan trigonometri termasuk astronomi (dan termasuk navigasi, di laut, udara, dan
angkasa), teori musik, akustik, optik, analisis pasar finansial, elektronik, teori probabilitas,
statistika, biologi, pencitraan medis/medical imaging (CAT scan dan ultrasound), farmasi, kimia,

teori angka (dan termasuk kriptologi), seismologi, meteorologi, oseanografi, berbagai cabang
dalam ilmu fisika, survei darat dan geodesi, arsitektur, fonetika, ekonomi, teknik listrik, teknik
mekanik, teknik sipil, grafik komputer, kartografi, kristalografi. (wikipedia : 2013)
Istilah-istilah yang umum dalam trigonometri yang selama ini kita kenal yaitu, sinus,
cosinus, dan tangen. Rony wijaya (2013), menjelaskan hubungan fungsi trigonometri seperti di
bawah ini

Identitas trigonometri
Penjumlahan

Rumus sudut rangkap dua

Rumus sudut rangkap tiga

Rumus setengah sudut

Trigonometridalamsegitigasembarang

Kaidah Sinus

KaidahCosinus
a2= b2+ c2 - 2bc cos A
b2= a2+ c2 - 2ac cos B
c2= a2+ b2 - 2ab cos C

LuasSegitiga
L = 1/2 ab sin C
L = 1/2 ac sin B
L = 1/2 bc sin A

Fungsi trigonometri adalah hal yang sangat penting dalam sains, teknik, arsitektur dan
bahkan farmasi. Fungsi trigonometri untuk sudut dalam posisi standar, kita definisikan rasio
trigonometri menggunakan x, y dan r. Sin = y/r, Cos = x/r, tan = y/x.
Melakukan survey adalah salah satu penerapannya. Contohnya pembuatan jalan, pembuatan
jembatan dan mendirikan bangunan, semua itu memakai trigonometri dalam pekerjaannya
sehari-hari. Mencari ketinggian jalan yang miring pada bidang datar hanya dengan mengetahui
sudut kemiringan jalan dan panjang jalan.
Dalam wikipedia (2013), dijelaskan bahwa Pada dasarnya pembangunan jalan adalah proses
pembukaan ruangan lalu lintas yang mengatasi berbagai rintangan geografi. Proses ini
melibatkan pengalihan muka bumi, pembangunan jembatan dan terowongan, bahkan juga
pengalihan tumbuh-tumbuhan. (Ini mungkin melibatkan penebasan hutan). Berbagai jenis mesin
pembangun jalan akan digunakan untuk proses ini.Muka bumi harus diuji untuk melihat
kemampuannya untuk menampung beban kendaraan.
Kita telah mengetahui bahwa ada berbagai bentuk macam jalan. Bentuk jalan ada yang
lurus, ada yang menanjak, dan lain-lain. Pembangunan jalan pasti juga akan mempertimbangan
kemiringan suatu sudut pada permukaan tanah. Menurut Eka Waldri (2012), menjelaskan
ketentuan dalam pembangunan jalan yaitu Permukaan lapis pondasi agregat harus rata sehingga
air tidak dapat menggenang akibat permukaan yang tidak rata. Deviasi maksimum untuk
kerataan permukaan adalah 1 cm. Dari situ kita mengetahui bahwa sangatlah penting mengukur
kemiringan suatu permukaan tanah. Dalam ilmu matematika, untuk mengukur suatu sudut kita
menggunakan ilmu trigonometri. Maka dari itu, ilmu trigonometri sangat berperan dalam proyek
pembangunan suatu jalan.
Ilmu trigonometri dalam proyek pembangunan jalan sangatlah dibutuhkan.
Menurut nabihbawazir (2012), menyatakan bahwa Selain di bidang ilmu astronomi,
trigonometri juga sangat erat kaitannya dengan pekerjaan seorang surveyor (ahli ilmu ukur
tanah). Pengukuran tanahadalah suatu cabang ilmu alam untuk menentukan posisi ruang dimensi
tiga dari suatu tempat pada permukaan bumi. Hasil pengukuran tanah yang diperoleh antara lain
digunakan untuk membuat peta topografi dari bumi untuk menentukan luas wilayah suatu
daerah. Dalam sistem undang-undang agraria zaman sekarang, koordinat eksak batas negara
adalah suatu hal yang sangat penting agar batas negara tidak bergeser, seperti yang sering
diangkat di media.Para engineer, khusunya ahli sipil, lebih khususnya lagi ahli geodesi, sangat

bergantung pada seorang surveyor. Ketika seorang insinyur membuat perencanaan pembangunan
suatu proyek, seperti pembangunan jalan raya, jembatan, bendungan, gedung bertingkat, dll
peran surveyor sangat diperlukan. Mirip kalitannya dengan ahli dosimetri dengan dokter spesialis
penyakit onkologi. Seorang suveyor juga harus mempersiapkan untuk input data mengenai
permukaan bumi dan tanah, setelah itu data diinput pada suatu sistem informasi yang diberi
naman GIS (Geographical Information System). Tidak jarang pengamatan untuk menghitung
kemingan jalan raya, rel kereta api, dan jembatan, Keahlian trigonometri seorang surveyor sangat
mempermudah pekerjaannya sehingga beliau tak perlu terjun langsung ke medan-medan sulit.
Dari pernyataan di atas telah terbukti bahwa trigonometri sangatlah menguntungkan dalam
proyek pembangunan jalan. Dan disertai dengan majunya teknologi saat ini. Dengan adanya
teknologi yang canggih saat ini, maka kita akan mudah melakukan segala apapun. Tidak perlu
susah-susah harus mengukur luasnya lahan yang akan kita bangun dengan terjun ke medan
tersebut. Tapi, hanya dengan kita mengambil data dan diinput dalam suatu system informasi serta
dengan ilmu trigonometri kita dapat mengukur kemiringan suatu permukaan tanah.

Kesimpulan
Dari berbagai penjelasan yang telah dipaparkan, maka dapat kita simpulkan bahwa cabang
ilmu matematika khsusnya ilmu trigonometri sangatlah membantu dalam proyek pembangunan
jalan. Disertai dengan adanya teknologi canggih yang ada saat ini. Kita hanya menginput data ke
dalam suatu sistem informasi maka kita akan mengetahui kemiringan sebuah permukaan tanah
tersebut dan tidak perlu terjun langsung ke medan proyek tersebut.