You are on page 1of 11

Keluarga Binaan (ASKEP LENGKAP)

FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA


I.

FORMAT PENGKAJIAN KELUARGA

A. Data umum
1. Nama KK

:Tn. Rahmat

2. Umur KK : 58 Tahun
3. Alamat

: Rt 01 Rw 02

4. No. Telephon

: 085755081651

5. Pekerjaan : Pensiunan TU
6. Pendidikan: D1
7. Susunan Anggota KK :
No

Nama

Umur

Sex
(L/P)

Hub
Dg KK

Gol
Darah

Pendidikan

Pekerjaan

1.

Tn. Rahmat

58

Ayah

D1

Pensiunan TU

2.

Ny. Irianti

53

Ibu

SMA

Ibu rumah tangga

3.

Sdr. Dedy Ari W

25

Anak

S1

Karyawan Swasta

4.

Sdr. Dimas

20

Anak

SMA

Mahasiswa

Genogram ( dibuat 3 generasi )

Ket :
= Laki -laki
= Perempuan
= Meninggal dunia
= Tinggal serumah
8. Tipe Keluarga

Masalah
Kesehatan

Tipe keluarga ini adalah keluarga inti (nuclear family) yaitu keluarga yang terdiri
dari ayah, ibu, dan anak-anak.
9.

Latar belakang kebudayaan (etnik)


Semua anggota keluarga berasal dari suku jawa dan bersifat homogen. Keluarga
menganut adat istiadat jawa. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa.

10. Identifikasi religious


Semua anggota keluarga beragama Islam. Anggota keluarga mengikuti kegiatan
keagamaan rutin yang ada di masyarakat, seperti tahlil, yasinan, dan istighosah.
11. Status kelas sosial
Sebelum pensiun, Tn. Rahmat dulu bekerja sebagai pegawai TU dan mempunyai
penghasilan rata-rata Rp 2.700.000,- s/d 3.100.000,- /bulan sedangkan istri Tn R, yaitu
Ny. Irianty sendiri adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak berumah tangga, Tn. R
menjadi tulang punggung keluarga, menafkahi satu orang istri dan tiga orang anaknya.
Anak pertama dari Tn R sudah berkeluarga dan tidak tinggal serumah lagi dengan Tn. R.
Anak ke dua Tn. R yaitu Sdr. Dedi masih tinggal serumah dengan Tn. R, Sdr. Dedi
bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan sekitar Rp. 1.500.000,- s/d Rp.
2.000.000,- sehingga dari penghasilannya tersebut Sdr. Dedi dapat membantu
perekonomian keluarga. Sedangkan anak terakhir dari Tn. R yaitu Sdr. Dimas masih
berstatus sebagai mahasiswa, jadi masi dalam tanggungan Tn. R.
12. Mobilitas kelas sosial

13. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Semenjak terkena penyakit yang membuatnya tidak bisa berjalan, keluarga Tn. R
sudah tidak pernah untuk pergi rekreasi ke tempat wisata dan mengingat Tn. R dan
istrinya sudah berusia lanjut. keluarga Tn. R lebih suka di rumah melihat TV, membaca
koran dan berinteraksi atau bersilaturohmi dengan tetangga sekitar rumah. Akan tetapi
Tn. R masi menyempatkan untuk mengunjungi keluarga dari anaknya yang pertama
yang berdomisili di Tuban.

B. Riwayat Keluarga dan Tahap Perkembangan


14.

Tahap perkembangan keluarga saat ini


Keluarga ini merupakan keluarga dengan anak dewasa atau melepaskan anak ke
masyarakat yaitu melepaskan anak ke masyarakat dalam memulai kehidupan yang
sesungguhnya, dalam tahap ini anak akan memulai kehidupan berumah tangga. Tn. R
dan Ny. I juga telah berusaha memenuhi kebutuhan anaknya tersebut, dari ketiga anak
Tn. R baru satu yang telah menikah dan tinggal terpisah, sedangkan dua anak yang lain
belum menikah.

15.

Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi yaitu

16.

Riwayat keluarga inti


Tn. R bertemu dengan istrinya Ny. I di malang. Tn. R merupakan anak ke 2 dari
6 bersaudara, Tn. R asli malang dan sudah lama berdomisili di Kelurahan Bareng
sedangkan Ny I sebelum berumahtangga dengan Tn. R berdomisili di Irian Jaya tetapi
asli berasal dari Blitar. semenjak menikah Tn. R dan Ny. I tinggal di kelurahan Bareng di
rumah mereka yang sekarang ini. Yang bersebelahan dengan rumah orang tua Tn. R.

17.

Riwayat keluarga asal

Orang tua Tn. R merupakan penduduk awal yang menempati daerah Bareng
Tenes. Tn. R dari semenjak lahir sudah tinggal di daerah Bareng. Tn. R merupakan anak
Ke dua dari enam bersaudara. Sedangkan Orang tua dari Ny.I berasal dari Blitar dan
kemudian merantau ke Irian Jaya (sekarang Papua) dan melahirkan Ny I di sana, Ny I
adalah anak ke lima dari tujuh bersaudara
C. Data Lingkungan
18.

Karakteristik rumah
Denah rumah

T
8
u

s
4

B
5
10 m
3

3m
Lantai 1

19.

Keterangan :
1. Teras
2. R. Tamu
3. Kamar utama
4. Dapur
5. Tangga
6. Kamar
7. Kamar
8. tempat cuci-cuci
Karakteristik9.lingkungan
kamar manditempat

Lantai 2

tinggal dan masyarakat

Merupakan rumah milik pribadi di daerah perkampungan dengan luas rumah


kurang lebih 3x10m2 saling berdempetan dengan tetangga yang lain rumah terdiri dari

dua lantai, alas rumah berupa keramik, terdapat langit-langit rumah, tembok rumah dari
batu bata dengan sudah dicat, ventilasi baik, cahaya matahari yang masuk ke dalam
rumah agak kurang. Rumah terdiri dari 3 kamar tidur, satu kamar di lantai satu dan dua
kamar tidur di lantai dua, di depan rumah terdapat teras, satu ruang tamu, dapur dibagian
belakang lantai satu, dan kamar mandi dan tempat mencuci sekaligus jemur ada di lanta
kedua.. Di ruang dapur terdapat kompor gas yang digunakan untuk memasak dan
terdapat jendela yang cukup besar digunakan untuk ventilasi. Keadaan kamar mandi
yang terletak di lantai dua cukup bersih, air yang digunakan untuk keperluan rumah
tangga berasal dari PDAM .
Untuk tempat pembuangan tinja keluarga menggunakan WC duduk dan septitank
terletak 1 m di depan rumah. Pembuangan air limbah berupa air limbah nyuci, mandi,
atau masakan dibuang melalui parit yang mengalir ke belakang rumah. Pengelolaan
sampah rumah tangga dibuang di tempat sampah di depan rumah yang kemudian
diambil oleh petugas sampah setiap hari.
20.

Mobilitas geografis keluarga


Keluarga ini telah menempati rumah yang ditempatinya sejak berumah tangga
sampai sekarang, keluarga tidak pernah berpindah tempat tinggal.

21.

Hubungan sosial keluarga dengan masyarakat


Tn. R dan Ny. I aktif mengikuti kegiatan masyarakat seperti tahlilan, istighosah
yang ada di lingkungan RT ataupun RW, Tn. R dulu juga merupakan pelatih tenis, dan
sering bermain tenis dengan para warga lainnya di lingkungan Rw 2 (bareng Tenes)

D. Struktur Keluarga
22.

Pola dan Komunikasi Keluarga


Komunikasi antara anggota keluarga cenderung terbuka dan tidak memaksakan
kehendak dari tiap anggota keluarga. Tn. R dan Ny. I selalu memberi masukan jika ada
masalah dalam kehidupan anak-anaknya dan menyerahkan keputusan kepada anakanaknya

23.

Struktur Kekuatan
Dalam keluarga Tn. R, tidak ada yang mendominasi ataupun yang didominasi
karena Tn. R merasa anak-anaknya sudah dewasa semua dan mampu mengambil

keputusan sendiri sehingga Tn. R selalu menyerahkan keputusan kepada anak-anaknya


akan tetapi Ny. I sebagai istri selalu menghormati Tn. R sebagai kepala keluarga dan
meminta keputusan dari suaminya jika ada masalah dalam rumah tangga atau dalam
berdiskusi.
24.

Struktur Peran
Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing sesuai dengan
fungsinya.Tn. R sebagai kepala keluarga bagi anak-anaknya dan sebagai orang yang
selalu dimintai pertimbangan serta masukan dari anak-anaknya dan istrinya, Ny. I
sebagai istri berperan sebagai IRT, anak-anak Tn.R meskipun masih ada yang tinggal
dalam satu rumah sudah mampu mencari nafkah sendiri dan menghormati orang tua
mereka.

25.

Nilai-Nilai Keluarga
Seluruh anggota keluarga beragama Islam dan menjalankan ibadah serta selalu
berdoa. Keluarga ini menganggap bahwa bila salah satu anggota keluarga terkena
penyakit, maka penyakit itu merupakan cobaan dari Allah. Dulu ketika terkena Gout
Artritis Keluarga Tn Rahmat mempercayakan perawatan kesehatannya kepada tenaga
kesehatan, tetapi selain mengobati secara medis keluarga Tn. R juga sambil mencoba ke
alternatif.

E. Fungsi Keluarga
26.

Fungsi Afektif
Menurut Tn. R, senang memiliki keluarga yang lengkap serta sangat senang
karena dapat berkumpul dengan mereka. Secara umum keluarga tampak harmonis,
saling memperhatikan satu dengan yang lain serta saling menghargai satu dengan yang
lain, hanya kadang-kadang dapat terjadi perselisihan kecil biasanya masalah anak tetapi
dapat diselesaikan. Apabila ada anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota
keluarga akan membantu sesuai dengan kemampuan.

27.

Fungsi Sosialisasi
Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang baik, seperti
memenuhi kebutuhan pendidikan, mengikuti kegiatan di RT/RW dan selalu bertegur

sapa serta saling menolong dengan tetangga, Tn. Rahmat juga mengajarkan kepada
anggota keluarganya untuk hidup rukun dengan masyarakat sekitar.
28.

Fungsi Perawatan Kesehatan


Saat Tn. R dan Ny. I menghadapi masalah tentang kesehatan Ny. I selalu
menganjurkan dan mengantarkan suaminya ke dokter. Ny. I kadang meminta bantuan
dari anaknya untuk mengantarkan Tn. R pergi berobat ke dokter. Akan tetapi Keluarga
ini jarang menggunakan fasilitas kesehatan yang dekat dengan rumah nya, yaitu
Puskemas Bareng.

29.

Terapi Komplementer dan Alternatif


Ketika Tn. R dulu terkena Gout Artritis, selain membawa Tn. R untuk berobat ke
dokter, keluarga juga membawa Tn. R untuk berobat ke Alternatif, hal ini dilakukan
karena Tn.R dan keluarga terbuka dalam menerima informasi dari siapapun, asalkan
masi sesuai dengan norma-norma sosial dan keagamaan, sehingga begitu ada orang yang
menyarankan untuk mencoba berobat ke Alternatif, maka usaha tersebut tetap dilakukan
oleh Tn.R dan keluarga, meskipun pada akhirnya di alternative juga tidak berhasil

30.

Sumber Pembiayaan
Tn. R dulu sebelum pensiun bekerja di TU Lp3i, sedangkan Ny. Irianti sebagai
IRT, gaji pensiun Tn. R digunakan untuk keperluan sandang, pangan, papan dirinya dan
istrinya dan membantu anaknya apabila ada kekurangan dalam keuangan akan tetapi
anak ke dua dari Tn. R telah mempunyai penghasilan sendiri.

F. Stress dan Koping Keluarga


31.

Stressor jangka pendek


Keluarga Tn. R tidak terlalu cemas dengan keadaan penyakitnya yang sekarang
karena Tn. R sudah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, dan Tn. R sudah
dapat memenuhi kebutuhan ADL nya sendiri, Cuma yang menjadi pikiran dari Tn. R dan
Ny. I adalah anak mereka yang pertama yang sudah berkeluarga kurang lebih 4 tahun
belum dikaruniai anak

32.

Stressor jangka panjang

Tn. R sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai TU dengan demikian


Tn. R sebagai tulang punggung utama keluarga sudah tidak berpenghasilan seperti ketika
masi aktif bekerja, sekarang keluarga Tn. R bergantung dari tunjangan pensiun Tn. R
33.

Strategi koping keluarga


Di dalam keluarga Tn. R, jika salah satu keluarga mengalami masalah biasanya
bercerita dengan anggota keluarga yang lain atau anggota keluarga yang paling dekat..
Dalam menghadapi masalah atau saat akan ada acara dalam keluarga tersebut, keluarga
cenderung berdiskusi bersama.

34.

Adaptasi keluarga

G. Harapan Keluarga
Tn. Rahmat dan Ny. Irianti menyambut baik terhadap mahasiswa keperawatan yang
sedang praktek di RW ini. Mereka berharap dengan kunjungan mahasiswa dapat membantu
masalah kesehatan di lingkungan RW 2 khususnya di keluarga Tn. R.

H. Pemeriksaan Fisik
No Jenis pemeriksaan
1. TTV :
Tensi :
Suhu :
Nadi :
Nafas :

ayah
180/140
36.5 oC
86 x /mnt
24 x/mnt

ibu
120/80
36,9 oC
72 x /mnt
20 x/mnt

Anak 2

Anak 3

2.

Kulit, rambut dan


kuku.
Rambut sudah
I :
mulai memutih,
P:
bersih, kulit bersih,
P:
kuku agak panjang
A:

3.

Kepala, leher
I :
P:
P:
A:

4.

Thoraks dan paru


I :
P:
P:
A:

5.

6.

7.

8.

Abdomen
I :
P:
P:
A:
Genitalia
I :
P:
P:
A:
Ekstremitas atas +
refleks fisiologis
I :
P:
P:
A:
Ekstremitas bawah
+
refleks fisiologis
I :
P:
P:
A:

Rambut ada yang


beruban, bersih,
kulit bersih, kuku
bersih.

Normochepal,
tidak ada
pembesaran
kelenjar tyroid,
tidak ada nyeri
telan.

Normochepal,
tidak ada
pembesaran
kelenjar tyroid,
tidak ada nyeri
telan.

Bunyi jantung
normal, tidak
teraba ictus cordis,
tidak terdengar
bunyi rochi dan
wheezing di lapang
paru kanan dan
kiri.

Bunyi jantung
normal, tidak
teraba ictus
cordis, tidak
terdengar bunyi
rochi dan
wheezing di
lapang paru kanan
dan kiri.
Tidak ada massa,
bising usus 15
x/mnt, ada nyeri
tekan di perut
tengah.
Tidak ada
kelainan dan
kesulitan dalam
BAK dan BAB.

Tidak ada massa,


bising usus 12
x/mnt, tidak ada
nyeri tekan.
Tidak ada kelainan
dan kesulitan
dalam BAK dan
BAB.
Tidak ada kelainan
dan keluhan.

Tidak ada
kelainan dan
keluhan.

Tampak kekakuan
di ektremitas
bawah sebelah kiri
jadi ketika jalan
agak terlihat
diseret

Tidak ada
kelainan dan
keluhan.

ANALISA DATA
Data

Masalah Keperawatan

Data Subyektif:

........................................
........................................

Data Obyektif:
........................................
........................................

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


a. Prioritas Masalah
Kriteria
Perhitungan

Skor

Pembenaran

Sifat Masalah :
Kemungkinan masalah
dapat diubah :
Potensial masalah
dapat dicegah :
Menonjolnya masalah :
Total
b. Daftar Diagnosa berdasarkan prioritas
III. RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN KELUARGA
No
Diagnosa
Tujuan
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Kriteria
Standar
Keperawatan
Umum
Khusus
Keluarga
1

Rencana Tindakan

IV. CATATAN PERKEMBANGAN


No
Diagnosa
Implementasi
Keperawatan
TUK 1 :
............................................
TUK 2 :
............................................

Evaluasi

Tgl/ TT

S:
O:
A:
P:

V. EVALUASI AKHIR/TERMINASI
KRITERIA KEMANDIRIAN KELUARGA
Kesimpulan
1. Menerima petugas puskesmas

Kemandirian I : Jika memenuhi


kriteria 1&2

Kemandirian II : jika memenuhi


kriteria 1 s.d 5

Kemandirian III : jika


memenuhi kriteria 1 s.d 6

Kemandirian IV : Jika
memenuhi kriteria 1 s.d 7

2. Menerima yankes sesuai rencana


3. Menyatakan maslaah kesehatan secara benar
4. Memanfaatkan faskes sesuai anjuran
5. Melaksanakan perawatan sederhana sesuai anjuran
6. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif
7. Melaksanakan tindakan promotif secara aktif