You are on page 1of 4

Mari kita analisa rangkaian paralel sederhana berikut ini, hitunglah arus yang mengalir

padamasing-masing cabang resistor-resistor.

Gambar 1 Rangkaian Pembagi Arus

Tegangan pada semua komponen yang dirangkai paralel adalah sama, kita dapat menghitung
tegangan, arus, dan resistansi seperti ditunjukkan pada tabel. Menggunakan hukum Ohm (I =
E/R) kita dapat menghitung arus pada masing-masing percabangan.
Dengan menggunakan hukum arus Kirchhoff, kita dapat menentukan arus total yang masuk dan
keluar titik percabangan. Untuk menghitung resistansi total, kita menghitungnya satu persatu.

Pertama hitung resistansi pengganti R1 dan R2:


RP = (R1) (R2) / (R1 + R2) = (1 k) (3 k) / (1 k+ 3 k) = k = 0.75 k
Maka resistansi total, RT, dari rangkaian tersebut adalah hubungan paralel antara RP dengan R3,
RT = (RP) (R3) / (RP + R3) = (0.75 k) (2 k) / (0.75 k + 2 k) = 545.45
Tampak bahwa pada rangkaian paralel, nilai tegangannya adalah sama, dan arus yang mengalir
pada resistor dipengaruhi oleh nilai resistansi masing-masing resistor. Hubungan antara
resistansi dan arus adalah berbanding terbalik. resistor yang mempunyai nilai resistansi besar,
maka arus yang melewatinya lebih kecil dari pada arus yang melewati resistor yang mempunyai
resistansi yang lebih kecil. Seperti terlihat pada tabel, nilai resistansi R 3 dua kali lipat lebih besar
dari pada R1, tetapi arus yang melewati R1 lebih besar dua kali lipat dari pada arus yang melewati
R1 .

Apabila sumber tegangan kita naikkan tegangannya empat kali lipat dari pada sebelumnya
(menjadi 24 volt), maka dengan cara perhitungan yang sama seperti sebelumnya, kita dapat
mengisi tabel tegangan, arus, dan resistansi sebagai berikut.

R1

R2

R3

Total

E (V)

24

24

24

24

I (A)

24 m

8m

12 m

44 m

R (ohm)

1k

3k

2k

545,45

Hasilnya, arus yang melewati R1 masih tepat dua kali lebih besar dari pada yang melewati
R3meskipun tegangannya diganti,perbandingannya tetap. proporsionalitas diantara arus yang
memasuki cabang dipengaruhi oleh fungsi resistansi.
Hal ini mengingatkan kembali ke aturan pembagi tegangan yang sudah di bahas sebelumnya
bahwa arus yang mengalir pada cabang memiliki proporsi yang tetap terhadap arus totalnya.
Walaupun nilai tegangan suplai nya diubah-ubah, rasio diantara arus yang mengalir pada suatu
cabang dengan arus totalnya adalah tetap. Dari dua tabel yang telah kita dapatkan, diperoleh
IR1 / Itotal = 6 mA / 11 mA = 22 mA / 44 mA = 0.54545
IR2 / Itotal = 2 mA / 11 mA = 8 mA / 44 mA = 0.18182
IR3 / Itotal = 3 mA / 11 mA = 12 mA / 44 mA = 0.27273
Untuk alasan inilah, suatu rangkaian paralel sering disebut sebagai pembagi arus karena
kemampuannya untuk membagi arus total menjadi beberapa bagian. Dengan sedikit perhitungan
aljabar, kita bisa menurunkan rumus untuk menghitung arus yang melalui resistor yang dirangkai
paralel. Rumus pembagi arus ini diturunkan dari arus total , nilai masing-masing resistansi, dan
resistansi totalnya :
Arus yang melalui suatu resistor : In = En / Rn
Tegangan pada rangkaian paralel : Etotal = En = Itotal Rtotal
Mensubsitusikan Itotal dan Rtotal menggantikan En pada persamaan pertama

Arus yang melewati suatu resistor yang paralel In = Itotal (Rtotal / Rn)
Rasio dari total resistansi terhadap masing-masing resistansi resistor adalah sama, rasio ini juga
berlaku untuk arus yang mengalir pada suatu cabang terhadap arus total. Konsep ini disebut
sebagai rumus pembagi arus. Ada metode singkat untuk menghitung arus cabang pada suatu
rangkaian paralel apabila arus totalnya diketahui.
Menggunakan contoh rangkaian pertama di atas, kita dapat menghitung ulang arus cabang
menggunakan rumus ini, kita mulai dengan menghitung arus total dan resistansi totalnya.
IR1 = 11 mA (545.45 / 1 k) = 6 mA
IR2 = 11 mA (545.45 / 3 k) = 2 mA
IR3 = 11 mA (545.45 / 2 k) = 3 mA
Bila anda membandingkan dua rumus pembagi arus ini, anda akan mengetahui bahwa kedua
rumus ini adalah sama. Perhatikan, pada aturan rumus pembagi tegangan yaitu R n (resistansi
individual) dibagi dengan Rtotal, namun untuk rumus pembagi arus adalah Rtotal dibagi dengan
Rn(resistansi individual).
Perhatika perbedaan dari rumus pembagi tegangan dengan pembagi arus berikut ini
Rumus pembagi tegangan : En = Etotal (Rn/Rtotal)
Rumus pembagi arus : In = Itotal (Rtotal/Rn)
Terkadang kita bingung dan tertukar saat menggunakan rumus ini. Tetapi satu cara yang akan
membantu anda untuk ingat adalah kedua rasio resistansi baik itu untuk tegangan dan arus
nilainya adalah kurang dari atau sama dengan satu. Ingatlah kata-kata rasio, karena rangkaian
ini adalah rangkaian pembagi. Bila bentuk pecahan (dari perbandingan nilai resistansi) terbalik,
akan membuat rasionya menjadi lebih dari satu, berarti perhitungan salah. Kita tahu bahwa
resistansi total/pengganti untuk rangkaian seri (pembagi tegangan) mempunyai nilai yang lebih
besar dari pada resistansi individualnya, maka seharusnya Rn berada di atas (rasio pembilang),
dan Rtotal berada di bawah (penyebut/pembagi). Begitu juga sebaliknya, kita tahu resistansi
total/pengganti untuk rangkaian paralel (pembagi arus) adalah lebih kecil dari pada resistansi
individualnya, maka rasionya dituliskan sebagai perbandingan antara R total (pembilang/di atas)
dengan Rn (penyebut/di bawah).

Gambar 2 Konsep pembagian arus digunakan sebagai alat ukur


Pembagi arus dapat diaplikasikan pada rangkaian meteran listrik, dimana arus yang terukur ingin
dicabangkan agar mengalir pada alat pengukur yang sensitif. Menggunakan rumus pembagi
arus, resistor paralel (shunt) dangan nilai tertentu dapat digunakan agar nilai arus yang mengalir
dapat diukur.
Kesimpulan :
Pada rangkaian paralel, atau pembagi arus, arus total adalah penjumlahan dari arus yang
mengalir pada tiap-tiap cabang, nilai yang mengalir pada tiap cabang bergantung pada resistansi
yang disusun paralel.