You are on page 1of 21

ACCOUNTING MEASUREMENT SYSTEMS

Source:
1.

Jayne Godfrey, Allan Hodgson, Ann Tarca, Jane Hamilton, Scott Holmes, Accounting
Theory, 7th Edition,John Wiley & Sons Publisher, ISBN: 978-0-470-81815-2
(G)ACCOUNTING

MEASUREMENT SYSTEMS
1. THREE MAIN INCOME AND CAPITAL MEASUREMENT SYSTEMS
Sistem historical cost ini mulai digunakan sebagai prinsip akuntansi setelah terjadinya Wall
Street Collapse pada 1929. Sistem ini tidak sistematis. Sistem historical cost merupakan sistem
akuntansi yang fundamental sebagai dasar untuk mengukur modal dan untuk mencatat,
melaporkan kegiatan ekonomi dan terkait dari suatu entitas sampai akhir 1930-an.
Pada 1960-an beberapa alternatif sistem penilaian dikembangkan berdasarkan historical cost
sebagai fundamental sistem akuntansi. Pertama, yang diperbarui dari sistem biaya dengan
mengusulkan untuk mengukur penggunaan sumber daya dan penilaian modal pada harga beli
sekarang (current buying price). Kedua menggunakan harga jual sekarang (current selling price).
Ada 2 sistem dasar harga beli saat ini. Pada tahun 1961, Edwards dan Bell mengusulkan sistem
akuntansi biaya saat ini dalam Theory and Measurement of Business Income. Karena pada
sistem ini didasarkan pada harga saat ini, dapat dianggap sebagai presentasi metodologi pertama
dari sistem akuntansi fair value. Sistem yang ditawarkan oleh Edward dan Bell didasarkan pada
konsep pemeliharaan modal keuangan, tetapi seperti yang digambarkan dalam versi kedua dari
biaya saat ini yang menggunakan pemeliharaan modal fisik, pilihan konsep modal secara
signifikan mempengaruhi ukuran penurunan pengukuran keuntungan. Sistem utama yang kedua
menggunakan harga jual atau nilai keluar untuk memperoleh pengukuran pendapatan dan modal.
Dukungan untuk versi yang berbeda telah bervariasi, bab selanjutnya menguraikan dan
menggambarkan kelebihan dan kekurangan masing masing sistem akuntansi. Sistem telah
mencapai berbagai dukungan dalam konteks global dan terakhir standar akuntansi internasional
secara parsial menggabungkan setiap sistem dalam konsep fair value
2. HISTORICAL COST ACCOUNTING

A. Tujuan akuntansi
Pertumbuhan perusahaan selama setengah abad terakhir, telah menunjukkan bahwa informasi
akuntansi mengambil makna lebih penting sebagai sumber informasi tentang perusahaan. Salah
satu alasan untuk ini adalah bahwa bentuk perusahaan untuk sebuah bisnis besar menyebabkan
pemisahan kepemilikan usaha dan control bisnis. Akuntabilitas, oleh karena itu dipandang
menjadi tujuan paling penting dari fungsi pelaporan. Khususnya fungsi pengarahan yang
dilakukan manajer dipandang sebagai focus perhatian akuntan dalam pelaporan keuangan kepada
pihak eksternal.
Tujuan pengarahan historical cost menekankan kontrak' konservatif dan hubungannya antara
perusahaan dan mereka yang menyediakan sumber daya untuk itu dengan membentuk
manajemen bertanggung jawab untuk memasukan aset operasi dan output berikutnya pada nilai
bersih dari ekuitas operasi. Dengan demikian, laporan laba rugi adalah kunci mekanisme
komunikasi.
Kritikus historical cost berpendapat bahwa laporan penghasilan saja (yang cocok dengan
masukan pada konsep biaya historis / biaya perolehan) tanpa pengakuan perubahan nilai aktiva
dan kewajiban adalah menyesatkan dan menghasilkan kebijakan dividen tidak benar. Hal ini
disebabkan karena adanya kemungkinan kerugian atau keuntungan hanya dari menahan asset
atau kewajiban, dan hal ini harus diakui ketika mengevaluasi kinerja secara teratur. Sebaliknya,
dibawah pandangan nilai historis, perubahan nilai asset pada dasarnya diabaikan sampai saat
asset tersebut dijual atau dilepaskan melalui penjualan atau write-off / write-down. Singkatnya,
teori historical cost menentukan residual net value perusahaan.
B. Modal dan Laba (Capital and Profit)
Dalam rangka untuk keuntungan biaya historis akan ditentukan, entitas akuntansi harus terlebih
dahulu mempertahankan jumlah modal yang sama (aset dikurangi kewajiban) yang dimiliki pada
awal periode - di mana semua aset dan kewajiban dinilai berdasarkan biaya pembelian
historisnya. Sehingga pendapatan adalah kenaikan modal biaya historis pada akhir periode
akuntansi. Pendapatan menunjukkan prestasi perusahaan untuk periode tertentu, biaya
merupakan upaya dikeluarkan (dalam hal biaya historis yang disesuaikan) dan laba berkorelasi
dengan efektivitas perusahaan sebagai unit operasi. Laporan laba rugi adalah laporan keuangan
yang penting, karena mengungkapkan hasil operasi bisnis. Neraca tidak terlalu signifikan yang
berfungsi sebagai link yang menghubungkan gabungan laba rugi menjadi gambar komposit dari

aliran pendapatan. Aliran laba usaha yang permanen mencerminkan nilai fundamental dari
perusahaan dalam analisis yang merupakan dasar nilai.
C. Pencocokan teori biaya (Matching of Costs Theory)
Akuntan historical cost melacak aliran biaya. Sebagai perusahaan pembelian barang dan jasa,
tugas akuntan adalah untuk melacak pergerakan biaya dan melampirkannya ke pendapatan yang
diterima karena biaya biaya tersebut mengalir melalui bisnis. Dengan kata lain, akuntan harus
menentukan biaya yang Jatuh tempo dan oleh karena itu harus dicocokan dengan pendapatan
dalam laporan laba rugi dan biaya yang masih belum Jatuh tempo harus ditempatkan pada
neraca sebagai (aset tak tertandingi) sisa / residual. Teori pencocokan biaya dapat dilihat laporan
laba rugi. Dengan demikian, kita dapat melihat konsep ini sangat penting dalam akuntansi biaya
historis. Karena konsep ini yang memandu akuntan dalam menentukan mana biaya yang harus
dipertimbangkan sebagai beban/expense. Istilah seperti biaya yang telah jatuh tempo untuk
expense dan biaya amortisasi untuk aset non-moneter berasal dari biaya melampirkan teori yang
diterapkan pada alokasi biaya historis.
Dilihat dari historical cost : dilihat dari pendapatan masa lampau dan di bandingkan dengan
profit sehingga dapat menentukan laba rugi. Matching cost berhubungan historical cost untuk
melihat sejarah dari akuntansi keuangan dari masa lampau sehingga dapat melihat apa yang
terjadi. Hubungan dengan historical cost untuk mengetahui bahwa assets tersebut dapat
didepersiasikan.
D. Konservatisme
Komponen lain yang penting adalah penerapan prosedur pencocokan konservatif. Beban harus
dialokasikan sesegera mungkin, sedangkan pendapatan tidak harus diakui sampai ada
kemungkinan besar bahwa pendapatan akan diterima. Artinya, ada bias terhadap pengakuan
beban dan pengakuan pendapatan. Selain itu, konsep konservatisme menyatakan bahwa
peningkatan nilai aset tidak harus diakui, namun penurunan nilai harus menjadi lebih rendah dari
aturan biaya atau pasar harus diakui. Penerapan prosedur tersebut berarti bahwa laba dihitung
secara konservatif dan berarti bahwa setiap aliran pendapatan potensial mengalir ke laporan laba
rugi perlahan seiring waktu. Misalnya, jika nilai aset meningkat karena peningkatan aliran
potensi masa depan ekonomi kas, maka hanya diakui secara perlahan dalam pendapatan sebagai
potensi peningkatan arus pendapatan mereka direalisasikan. Dengan demikian, konsep
konservatisme memperkuat pendekatan transaksi dengan akuntansi (transaksi harus dibuktikan

oleh baik kredit atau uang tunai) dan pengakuan yang tidak dihasilkan dalam transaksi (seperti
kenaikan harga). Contoh : utang garansi, kegiatan yang meyakinkan bahwa produknya tersebut
bagus, memungkinkan utang tersebut tidak tertagih.
E. Argumen untuk Historical Cost Accounting
Akuntansi historical cost telah ditentang oleh banyak orang, terutama atas dasar bahwa historical
cost tidak melaporkan realitas komersial atau memberikan penilaian up-to-date dari kekayaan
bersih. Pembela / pendukungnya telah menyajikan argumen berikut :
a) Biaya historis relevan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Sebagai seorang manajer yang mengambil keputusan, kita harus konsentrasi terhadap komitmen
di masa akan datang. Manajer membutuhkan data transaksi di masa lampau. Kita harus melihat
kembali upaya upaya di masa lampau dan pengukuran upaya upaya di masa lampau (konsep
biaya historis).
b) Biaya historis didasarkan pada aktual (kenyataan), bukan hanya kemungkinan transaksi.
Catatan pendukung dari angka-angka pada laporan keuangan adalah penting. Karena itu
disediakan dan diamati. Ini tidak terjadi pada fair value dimana mengakui harga saat ini
sebagai nilai.
c) Sepanjang sejarah, laporan keuangan berdasarkan biaya historis telah ditemukan dan menjadi
hal yang berguna.
Littleton berpendapat bahwa praktik akuntansi industri modern dan manajerial adalah hasil
langsung dari bertahun-tahun percobaan trial and error yang dihabiskan oleh data pemilik
pengembangan operasional yang akan berguna bagi mereka dalam menjalankan bisnis mereka.
d) Konsep terbaik memahami laba adalah kelebihan harga jual atas biaya historis.
Pengertian tentang keuntungan diterima sebagai ukuran keberhasilan kinerja. keputusan manajer
apakah akan melanjutkan lini produk atau divisi atau memperbesar pabrik bergantung besar
pada apakah ada penyebaran menguntungkan antara pendapatan dan biaya. Orang orang
memahami gagasan dasar kesuksesan bisnis.
e) Akuntan harus menjaga integritas data mereka terhadap modifikasi internal.
Catatan transaksi masa lalu yang diperlukan untuk akuntan selama akuntabilitas adalah penting.
Ini menjadi tujuan utama untuk memahami fungsi pengarahan, dimana biaya historis harus
digunakan

f) Seberapa bergunanya informasi laba terhadap current cost atau exit price? Apakah hal tersebut
berguna untuk menunjukkan keuntungan peningkatan nilai asset yang dimiliki oleh perusahaan
yang tidak bernilai menjual?
Misalkan sebuah perusahaan memiliki investasi jangka panjang dalam sekuritas lain, hal ini
dilakukan agar perusahaan bisa menjamin pasokan bahan baku.
g) Perubahan harga pasar dapat diungkapkan sebagai data pelengkap/ data tambahan.
Tambahan data pada harga saat ini adalah cara yang praktis dan efisien berkaitan dengan
informasi tersebut, tanpa harus mengubah biaya historis menjadi dasar biaya saat ini.
h) Ada bukti cukup untuk membenarkan akuntansi biaya historis.
Akuntan tradisional berpendapat bahwa tidak ada bukti empiris meyakinkan yang menunjukkan
bahwa biaya saat ini atau Informasi akuntansi harga keluar lebih berguna daripada informasi
biaya historis.
F. Criticisms of Historical Cost Accounting
Tujuan akuntansi
Dalam akuntansi biaya historis, tujuan untuk menyediakan informasi yang berguna bagi
pengambilan keputusan ekonomi diartikan memberikan informasi mengenai fungsi pelayanan
manajemen. Meskipun penting, ini adalah interpretasi yang relative sempit dari tujuan. Sejarah
akuntansi mengungkapkan bahwa peran lain dari akuntansi adalah untuk memenuhi pengambilan
keputusan yang dibutuhkan pengguna.
Para kritikus akuntansi biaya historis telah berulang menyarankan bahwa system gagal dalam
fungsi yang mendasarinya memeberikan informasi objektif. Ada begitu banyak keputusan yang
berkaitan dengan pengukuran, pencatatan dan pelaporan informasi, diaman system biaya historis
itu jauh dari objektif dan terbuka untuk manipulasi. Pada tahun 1998 AARP menulis Accounting
Theory Monograph 10. Measurement in financial accounting. Monograph 10 (p22)
mempertanyakan validitas informasi biaya historis dan menentang prinsip dasar dan system yaitu
bahwa informasi sejarah menjamin pemeliharaan modal dasar entitas.
Informasi untuk pengambilan keputusan
Pendukung historical cost berpendapat bahwa manajer membutuhkan data historis dalam rangka
mengevaluasi keputusan masa lalunya ketika mereka memikirkan komitmen masa depan.

Apakah keputusan masa lalu adalah benar atau salah pada akhirnya harus dipastikan oleh apa
yang ada di pasar.
Biaya historis tidak cukup untuk evaluasi bisnis. Asset tetap yang diperoleh, biaya historis
relevan karena mengacu pada kejadian saat ini. Namun, satu periode akuisisi telah berlalu dan
artinya tidak baru lagi dan tidak konsekuensial. Laba pada tahun tertentu seharusnya mewakili
kenaikan bersih nilai modal entitas untuk tahun itu, yaitu kegiatan yang terjadi pada tahun
tertentu yang meningkatkan modal entitas.
Modal dapat didefenisiskan dalam beberapa cara :
Agar berguna dalam pengambilan keputusan, modal berarti kemampuan operasi perusahaan
( kemampuannya untuk mempertahankan produksi )
Dalam daya beli perusahaan, modal berarti kemampuan untuk bertransaksi di pasar
Dalam biaya historis, modal adalah moneter asli dalam perusahaan
Kritikus berpendapat keuntungan dilaporkan dalam harga perolehan tidak memiliki semacam
interpretasi prospektif. Sebaliknya, keuntungan tersebut sepenunya retrospektif. Akuntansi biaya
harus mengadopsi konsep modal keuangan, dimana modal dianggap sebagai nominal dasar
pembelian investasi, biaya historis tidak berkorelasi dengan peristiwa tahun lalu. Untuk
mencocokkan harga perolehan terhadap pendapatan saat ini, tidak memungkinkan untuk
pembagian total ke untungan dalam aktivitas operasi dan holding componens. Biaya historis
mungkin lebih objektif dari pada harga sat ini, tetapi kritikus menyatakan bahwa relevansinya
untuk pengambilan keputusan dipertanyakan.
Dasar biaya historis
Salah satu justifikasi untuk penggunaan biaya historis adalah asumsi going concern. Anggapan
bahwa kehidupan prusahaan tidak terbatas, sehingga perkiraan normal mengenai item non
moneter akan terpenuhi. Persediaan diharapkan akan dijual, dan asset non lancer sepenuhnya
digunakan dalam bisnis. Oleh karena itu, biaya historis asset atau sebagian alokasinya adalah
jumlah yang sesuai drngan pendapatan.

Matching

Pada pemeriksaan lebih dekat tentang teori konvensional, kita menemukan bahwa asumsi going
concern tidak menggarisbawahi penggunaan biaya historis. Konsep matching mensyaratkan
bahwa ketika pendapatan diperoleh, biaya ditanggung oleh pendapatan tersebut untuk

mencocokan pendapatan dalam menghitung keuntungan. Akuntansi konvensonal menempatkan


penekanan pada memutuskan apakah biaya harus dikurangkan dari pendapatan periode berjalan
atau di tangguhkan dimasa yang akan datang.

Gagasan kebutuhan investor


Pendapat tentang akuntansi biaya historis yang berfokus pada penentuan laba bersih,
menyebabkan distorsi atau penyembunyian pengungkapan perusahaan yang penting. Whitman
dan shubik berpendpat bahwamasalah ini muncul karena tujuan dariakuntansi biaya
konvensional historis yang salah dipahami bahwa :

Akuntansi memiliki pandangan naf, pandangan sederhana terhadap investor dan kebutuhan

investor
Akuntan menerima gaya kuno, pandangan fundamental tentang bagaimana perusahaan
perusahaan dan saham saham dianalisis
Diketahui bahwa adanya perbedaan antara analisis pangsa pasar dan analisis perusahaan. Untuk
analisis pangsa pasar sebagian besar menentukan apakah investor lain berfikir tentang ilmu
psikologi pasar. Mereka tertarik pada pendapat rata rata dari pendapat rata rata menurut
Whitman dan subik, alas an penekanan pada psikologis investor daripada kenyataan yang terjadi

diperusahaan karena :
Investor biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang perusahaan, manajemen, kebijakan,

dan tujuan perusahaan, peluang, dan masalahnya


Investor adalah para pemegang saham yang mengambil peran pasif karena mereka tidak dalam

posisi untuk mengubah cara sumber daya perusahaan di gunakan


Investor mengembangkan pandangan jangka pendek karena ekonomi industry pada pasar
saham diarahkan untuk tujuan itu. Psikologi memiliki efek lebih besar daripada harga pasar
dalam jangka pendek
Untuk alasan alasan diatas, banyak investor yang tidak tertarik atau tidak percaya pada analisis
perusahaan dari nilai- nilai yang mendasarinya.
Whitman dan subik berpendapat bahwa akuntansi harus menyediakan informasi bagi investor
yang sophiscared dan cerdas yang tertarik pada apa yang sebenarnya terjadi dalam bisnis.
3. CURRENT COST ACCOUNTING

Ada dua system, dimulai dengan system yang ditawarkan oleh Edwards dan Beil yang
didasarkan pada konsep pemeliharaan modal keuangan, kemudian beralih ke system biaya yang
digunakan saat pemeliharaan modal fisik dan konsep entitas.
Tujuan dari akuntansi biaya saat ini (current cost accounting)
Current cost accounting (CCA) adalah system akuntansi dimana asset dinilai berdasarkan harga
beli pasar saat ini dan keuntungan ditentukan oleh alokasi berdasarkan pada biaya saat ini (biaya
saat membeli). Untuk mengetahui tujuan CCA, perlu adanya pertimbangan jenis manajer yang
dihadapkan dengan keputusan untuk menjalankan bisnis. Satu asumsi yang dibuat adalah
manajer perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan.
Edward dan Bell mengungkapkan masalah mendasar ke dalam 3 pertanyaan
1. Berapa jumlah asset yang harus ditambah pada waktu tertentu? Ini merupakan masalah
ekspansi
2. Apa yang harus menjadi bentuk asset saat ini? Ini merupakan masalah komposisi
3. Bagaimana seharusnya asset akan dibayar? Ini adalah masalah pembiayaan
Manajer membuat keputusan berdasarkan tiga pertanyaan diatas berdasarkan ekspansi masa
depan. Manajer harus mengevaluasi kegiatan masa lalu dan mengambil keputusan yang
digunakan sebagai alat evaluasi adalah perbandingan data akuntansi untuk suatu periode tertentu
dengan penentuan harapan awal untuk periode tersebut. Jika perbandingan ini menunjukkan
bahwa harapan tersebut tidak akurat, kejadian terkini atau harapan harus di ubah. Informasi
akuntansi berguna dalam pengambilan keputusan harus bias mengukur peristiwa peristiwa
aktual suatu periode seakurat mungkin.
Jika informasi yang mencangkup kejadian periode sebelumnya digabung dengan kejadian
terkini, atau menghilangkan kejadian terkini, proses evaluasi menjadi ragu dan berkurang.
Edward dan Bell mempertimbangkan pergerakan harga dalam suatu periode tertentu yang
merupakan peristiwa peristiwa penting bagi manajemen, mereka berpendapat bahwa banyak
data yang juga relevan untuk pihak eksternal seperti pemegang saham dan kreditur, karena
mereka juga tertarik dalam mengevaluasi kinerja manajer dan perusahaan.
-

Berdasarkan teori ini, informasi akuntansi melayani dua tujuan :


Evaluasi keputusan masa lalu perusahaan oleh manajer untuk membuat keputusan terbaik

untuk masa depan perusahaan


Evaluasi manajer oleh pemegang saham, kreditiur dan lain lain

Evaluasi yang dilakukan oleh dua pihak ( internal dan eksternal ) akan menyediakan sarana
untuk keberhasilan fungsi ekonomi karenan secara teoritis sumber daya akan dialokasikan lebih
efisien.
Konsep laba usaha dan modal keuangan
Berkaitan dengan laba, manajemen sering dihadapkan pada dua keputusan :
a) memegang keputusan tentang apakah asset dan kewajiban akan ditahan atau akan digunakan
(misalnya penjualan asset atau pembayaran utang)
b) operasi keputusan tentang bagaiamana menggunakan dan membiayai operasi entitas.
Untuk mengevaluasi baik induk dan operasi keputusan manajer, Edwards dan Bell menawarkan
konsep keuntungan yang disebut dengan keuntungan bisnis
1. laba operasi saat ini
2. penghematan biaya realisasi
Holding gains and losses
Memegang komposisi tertentu dari aktiva dan kewajiban adalah salah satu cara manajemen
untuk meningkatkan posisi pasar perusahaan. Dalam akuntansi biaya historis, keuntungan dicatat
hanya pada saat asset dilepaskan. Oleh karena itu, menentukan apakah kegiatan pengelolaan
memang berhasil atau tidak adalah hampir tidak mungkin kecuali untuk aktiva yang dibeli atau
dijual pada periode yang sama.
Why holding gains are a component of profit
Reusine berpendapat bahwa komponen laba likuidasi berorientasi konsisten dengan informasi
kebutuhan investor. Investor khawatir dengan arus kas masa depan perusahaan. Terutama dalam
hal dividend an hasil penjualan sahamnya. Argument Reusine menyiratkan bahwa arus
keuntungan biaya adalah indicator utama arus kas mas depan dan adanya hubungan antara laba
saat ini dan keuntungan ekonomi. Keuntungan ekonomi adalah selisih antara nilai saat ini dari
arus kas yang diharapkan oleh perusahaan pada waktu tertentu, tidak termasuk investasi
tambahan oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik.
Keuntungan ekonomi dapat dibagi dalam dua bagian : arus kas didistribusikan atau keuntungan
yang diharapakan dan keuntungan yang tidak terduga. Komponene ini di defenisikan sebagai :
Laba yang diharapkan = tungkat pengembalian pasar x niali awal ativa bersih
Laba tidak terduga = kenaikan sparadis atau penurunan nilai saat ini dari aktiva bersih karena
perubahan ekspektasi mengenai arus kas masa depan.

Keuntungan yang diharapakan dalam mengukur perubahan arus kas perusahaan dimasa depan
tidak terbatas, sedangkan keuntungan tak terduga mengukur perubahan arus kas karena factor
lingkungan yang tidak diperkirakan pada awal periode.
Holding gain termasuk komponen laba mencerminkan pandangan model keuangan. Setiap
jumlah akhir periode yang melebihi jumlah yang diinvestasikan di awal periode, tidak termasuk
investasi tambahan dan distribusi kepada pemilik adalah keuntungan atau laba. Oleh karena itu,
holding gain adalah bagian dari keuntungan. Laba investasi adalah jumlah uang yang melebihi
jumlah yang diinvestasikan (disesuaikan dengan inflasi).
4. FINANCIAL CAPITAL VS PHYSICAL CAPITAL
Dalam sistem akuntansi nilai pasar, perhitungan laba bergantung pada ukuran modal. Artinya,
keuntungan lebih tepat didefinisikan sebagai perubahan modal selama periode pelaporan dan
bukan sebagai alokasi biaya perolehan yang ditentukan oleh banyak konvensi akuntansi. Dalam
akuntansi biaya saat ini, ada dua pandangan dasar dan bersaing tentang apa yang merupakan
modal awal dan akhir konsep keuangan dan konsep fisik.
Dari sudut pandang praktis, perbedaan yang utama antara konsep modal keuangan dan konsep
modal fisik adalah apakah ada atau tidak laba semu (rugi) / holding gain (loss) yang dimasukkan
dalam laporan laba. Secara kuantitatif, perbedaan antara dua sudut pandang ini adalah bahwa
laba semu (holding gain) termasuk dalam keuntungan pada modal keuangan dan tidak termasuk
dalam keuntungan pada modal fisik.
Untuk menggambarkan perbedaan keduanya dalam mempertimbangkan perusahaan yang mulai
beroperasi dengan kas $1.000 pada tanggal 1 Januari, perhitungan keuntungan sebagai berikut :
Financial Capital
Pendapatan dari penjualan (100 x $18)
Biaya penjualan (100 x $12)
Laba operasi berjalan
Holding gain (100 x $2)
Profit
Dibayarkan sebagai deviden

$1.800
(1.200)
600
200
800
800

Physical Capital
$1.800
(1.200)
600
0
600
600

Dalam Dukungan modal fisik


Para pendukung modal fisik berpendapat modal merupakan unit fisik yang menunjukkan
kemampuan operasi perusahaan.

Dimasukkannya holding gain sebagai profit didasarkan pada argumen:

Holding gain merupakan penghematan biaya

Holding gain mewakili peningkatan arus kas dimasa depan dari aset yang bersangkutan
Samuel menentang dua argumen diatas dengan dua alasan :

Perubahan dalam biaya saat ini harus menjadi penyesuaian capital maintanance

Penghematan biaya merupakan keuntungan peluang yang dihasilkan dari mengambil suatu
tindakan sebagaimana mestinya
Fitur utama dari sistem kapasitas fisik

Capital Maintance
Sistem biaya saat ini didasarkan pada konsep entitas dalam mempertahankan kemampuan
perusahaan untuk terus memberikan jumlah yang sama antara barang dan jasa terhadap
kemampuan operasinya. Jika tidak ada perubahan teknologi/pemeliharaan modal mensyaratkan
bahwa stok fisik awal aktiva bersih dipertahankan. Hal ini dicapai dengan cara mencocokkan
penggunaan sumber daya dengan menggunakan harga beli saat ini dan memastikan nilai beli
umum dari item tetap terjaga. Sistem ini didasarkan pada konsep ekonomi analisis marjinal
dalam faktor pasar. Kekuatan pasar seperti perubahan permintaan dan pasokan, terus beroperasi
untuk mempengaruhi harga pasar. Perusahaan harus menyesuaikan operasi untuk mengambil
keuntungan dari perubahan terus menerus dalam faktor pasar agar tetap kompetitif dan efisien.
Penilaian Priciple :

Non-moneter Item
Item moneter dan non moneter merupakan subjek untuk efek dari resiko yang berbeda selama
inflasi. Item moneter adalah klaim ke sejumlah dollar yang tetap, secara nominal tidak berubah
selama inflasi harga. Sebaliknya, nilai non moneter seperti tanah dan bangunan akan disesuaikan
dengan kekuatan pasar dalam nominal dollar.
Untuk tujuan neraca, aset non moneter harus dinilai dan ditampilkan dengan biaya saat ini. Nilai
yang diperoleh mengacu pada :

1. Harga beli pasar saat ini


2. Indeks spesifik dimana harga pasar tidak tersedia
3. Potensi pelayanan dari item identik untuk digantikan atau aset khusus

Untuk depresi aset, nilai saat ini dikurangi akumulasi penyusutan yang digunakan untuk
menurunkan nilai aset tersebut. Ketika aset non moneter disajikan kembali (biasanya pada
tanggal neraca), penyesuaian dibuat untuk rekening cadangan biaya lancar pada bagian ekuitas
dari neraca. Namun ketika penurunan nilai permanen mengurangi kemampuan operasi entitas,
maka penyesuaian debit langsung dibuat ke laporan laba rugi.

Item moneter dan loan capital


Aset moneter disajikan dalam jumlah dimana aset tersebut awalnya dibawa ke account dan
mewakili kerugian daya beli. Kewajiban moneter dinyatakan sebesar jumlah yang diharapkan
akan dibayar dan memberikan keuntungan pada perusahaan jika uang kehilangan daya belinya.
Item moneter dipecah menjadi dua komponen utama, yaitu :

Komponen Pertama
Didasarkan pada konsep entitas dan terdiri dari semua item moneter yang bukan merupakan loan
capital, ini terutama hutang usaha dan debitur-uang tunai, pembayaran, dan bank overdraft
jangka pendek.
Sistem biaya operasi saat ini
Sistem biaya operasi saat ini didasarkan pada konsep entitas. Semua sumber keuangan jangka
panjang seperti pinjaman, surat utang, dan obligasi serta kontribusi pemegang saham dan
cadangan yang dianggap merupakan modal dasar perusahaan.

Aset non moneter dibeli dan dijual kembali di pasar yang sama
Saham dan komoditas berharga tertentu seperti emas, perak, dan aset lainnya yang dimiliki
sebagai aset spekulatif atau keuangan yang dibawa dan dijual dipasar yang sama. Aset ini secara
tidak langsung menambah kemampuan operasi entitas. Aset ini juga tidak dikonsumsi atau
digunakan selama proses penjualan barang dan jasa. Dalam kasus ini kemampuan operasi entitas
ditingkatka atau dikurangi dengan kemampuan reinvestasi aset. Kemampuan ini tetap tidak
berubah dalam periode ketika harga pasar dari aset tertentu yang bergerak sejalam dengan inflasi
umum.
Argument for and againts Current Cost

Recognition Principle (Prinsip Pengakuan)


Para pendukung akuntansi biaya historis berpendapat bahwa akuntansi biaya saat ini meanggar
konsep konservatisme bahwa keuntungan hanya haruus diakui pada saat aset non moneter

tersebut dilepas. Hal ini berlaku untuk keuntungan yang belum direalisasikan pada saat
pandangan modal keuangan diambil karena pandangan midal finansial mengakui holding gain
yang belum direalisasikan.

Objektivitas dari biaya saat ini


Mereka yang mendukung konsep biaya historis berpendapat bahwa akuntansi biaya saat ini tidak
memiliki objektivitas, karena dalam kebanyakan kasus biaya saat ini tidak digunakan
berdasarkan transaksi yang sebenarnya dimana perusahaan beroperasi.

Perubahan teknologi
Menurut Edward & Bell, laba operasional saait ini merupakan indikasi bahwa perusahaan
menciptakan kontribusi jangka panjang positif terhadap ekonomi dari proses produksi yang
digunakan oleh perusahaan tersebut efektif. Namun, akuntansi biaya saat ini dikritik karena
mengabaikan kemajuan teknologi. Jika operasi masa depan didasarkan pada teknik yang
berbeda, maka laba operasi saat ini tidak akan menjadi indikator valid dari laba operasi masa
depan. Contohnya : ketika sebuah traktor besar dengan teknik yang paling bagus diciptakan,
maka harga dari semua traktor yang ada akan jatuh, hal ini mencerminkan efisiensi sekarang
relatif lebih rendah.
Kritik yang lebih spesifik

Advokat biaya historis


Para pendukung (advokat) akuntansi biaya historis menolak akuntansi biaya saat ini karena
melanggar prinsip realisasi tradisional. Masalah terkait adalah subjektivitas dari menentukan
jumlah kenaikan harga.

Perbandingan hasil dengan biaya historis


FASB mengumpulkan data pada semua subjek perusahaan untuk Statement 33 tahun 1980
menjadi komposit yang mencerminkan hasil rata-rata dari perusahaan. Hasil agregat diambil dari
laporan tahunan 846 perusahaan industri.

Advokat exit price


Teori exit price berpendapat bahwa biaya menyiratkan opportunity cost. Dalam hampir semua
kasus, pengorbanan saat ini yang dilakukan oleh perusahaan adalah lebih menjual aset daripada
menggunakannya, tetapi tidak untuk membelinya karena perusahaan telah memilikinya. Oleh

karena itu biaya saat ini, hanya untuk membeli item, bukanlah jumlah yang relevan, inilah yang
disebut exit price atau biaya realisasi uang merupakan biaya peluang (opportunity cost).
Pendukung exit price bersikeras bahwa akuntansi biaya saat ini memerlukan masalah matematis,
karena model dianjurkan untuk praktik melibatkan berbagai metode pengukuran. Chamber
berpendapat, agar aditif, angka harus dari sifat yang sama atau dari domain yang sama.
Chambers juga menyatakan bahwa gagasan nilai bagi bisnis menghadapi sejumlah alasan lain
untuk nilai. Aset bernilai bagi bisnis untuk :
Penggunanaan yang dapat dibuat oleh bisnis
Pinjaman yang dapat didasarkan pada aset
Uang tunai yang dapat mereka bawa
Hedging potensial dalam menghadapi inflasi pada kasus non-moneter aset
Pembela (advokat) akuntansi exit price percaya bahwa informasi biaya saat ini, secara umum
tidak relevan dengan sebagian besar keputusan investasi. Sterling menganggap bahwa pandangan
modal fisik bermakna jika 4 kondisi berikut terpenuhi :
Terus menggunakan unit-unit yang identik
Menghadapi biaya yang terus meningkat
Membeli dan menjual pada pasar yang berbeda
Apakah sepenuhnya diinvestasikan dalam unit fisik atau tidak
Jika salah satu dari kondisi ini tidak terpenuhi, masalah pengukuran serius dihadapi. Hal ini
membawa kita untuk mempertimbangkan exit price.
5. EXIT PRICE ACCOUNTING
Pendapatan dan Modal
Exit price accounting merupakan sistem akuntansi yang menggunakan harga jual pasar untuk
mengukur
Memiliki

posisi
dua

keuangan

keberangkatan

perusahaan
utama

dari

dan
biaya

kinerja
historis

keuangan.
konvensional:

- Nilai aktiva non-moneter disesuaikan untuk mengukur perubahan harga jual pasar khusus untuk
aktiva dan mereka dimasukkan dalam pendapatan sebagai keuntungan yang belum direalisasi.
- Perubahan daya beli umum yang dipertimbangkan ketika mengukur modal keuangan dan hasil
usaha.

Aset di neraca disajikan kembali sebesar nilai keluar (harga jual) sehingga mereka mewakili
'nilai pasar wajar' perusahaan dalam likuidasi tertib, yaitu tidak dalam situasi 'fire-sale'. Laporan
laba rugi merupakan keuntungan (kerugian) dari operasi serta disesuaikan dengan inflasi
keuntungan dari memegang aset. Oleh karena itu, laba diukur berdasarkan konsep yang
komprehensif yang mengukur perubahan nyata total nilai dari semua elemen yang diakui dan
mewakili surplus bersih akuntansi.
Tujuan dari Akuntansi :

Adaptif pengambilan keputusan


Chambers melihat bahwa perusahaan sebagai suatu entitas bisnis yang adaptif yang terlibat
dalam membeli dan menjual barang dan jasa. Gagasan perilaku adaptif menyiratkan upaya terus
menerus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis yang kompetitif demi kelangsungan
usaha. Untuk melanjutkan bisnis, perusahaan harus mampu terlibat dalam transaksi pasar dan
diungkapkan dalan laporan posisi keuangan. Dalam pasar, nilai moneter aset dan kewajiban
dapat ditentukan secara objektif dengan mengacu pada harga pasar, yaitu harga beli dan harga
jual.
Ketika perusahaan membeli aktiva tidak lancar, ia akan mengubah kemampuannya untuk
beradaptasi. Jika aset tersebut dibeli untuk kas, penurunan saldo kas perusahaan berkurang
kebebasannya untuk lay out kas untuk investasi lainnya. Jika aset tersebut dibeli secara kredit,
hal ini mengurangi kemampuan perusahaan untuk memperoleh kredit lebih lanjut.
Argumen untuk akuntansi Exit Price

Memberikan informasi yang berguna


Perusahaan bisnis terutama yang dimiliki oleh orang atau mitra kelompok kecil. Akuntan yang
menyiapkan laporan keuangan memiliki kewajiban untuk hanya pada dua pihak yang
berkepentingan : pemilik, yang mengelola bisnis dan mengetahui semua rincian, kreditur, yang
tertarik terutama dalam kemampuan pemilik untuk membayar rekening atau pinjaman saat jatuh
tempo. Solusi ideal dipandang akuntan untuk melaporkan semua keuntungan dan kerugian nilai

yang ditentukan dalam pasar kompetitif. Namun tidak semua aset memiliki pasar yang siap.
MacNel menyarankan kompromi yang bisa diterapkan harus dinilai :
Efek aset pada harga pasar
Non-marketable reproducible aset pada biaya penggantian
Occasional non-marketbale, non-reproducible aset pada biaya historis

Laba harus mencakup semua keuntungan yang diakui dan tidak diakui, dan rugi sesuai dengan

prinsip surplus bersih.


Informasi Relevan yang dapat diandalkan
Untuk menjadi relevan, informasi harus berguna dalam mode keputusan pengguna laporan
akuntansi. Model keputusan memungkinkan pengguna untuk menentukan tindakan dari beberapa
alternatif tindakan. Jika tidak ada kendala, informasi dapat dikumpulkan dan relevan untuk setiap
pengguna. Namun kendalanya adalah dalam memilih model yang tepat untuk memprediksi

konsekuensi dari program alternatif yang tersedia.


Aditivitas
Chombers mempertimbangkan aditivitas menjadi faktor kunci dalam mendukung akuntansi. Jika
kita memebrikan nilai yang berbeda dengan karakteristik yang relatif kecil dari fakta dan
menggunakan skala pengukura relatif kecil, maka tidak ada arti tertentu atau komersial dapat
dideduksi yang tidak dapat secara logis ditambahkan bersama. Contoh : kita tidak bisa menilai
kewajiban sebesar harga perolehan (surat hutang), beberapa aset sebesar biaya penggantian

(persediaan) yang lainnya sebesar nilai saat ini (sewa aset).


Alokasi
Thomas mengeluhkan kenyataan bahwa sistem biaya akuntansi sangat tergantung pada alokasi
biaya untuk penilaian aset dan penentuan laba. Dia berpendapat bahwa fitur positif akuntansi exit
price adalah bahwa laporan keuangan bebas alokasi. Laporan keuangan tidak dapat melaporkan
perubahan dalam jumlah yang dialokasikan, tapi melaporkan arus masuk aktiva dan perubahan

nilai-nilai keluar dari aset perusahaan dan kewajiban dalam suatu periode tertentu.
Kenyataan/realitas
Akuntansi exit-price melibatkan referensi pada angka yang mengacu pada harga pasar saat ini
yang sebenarnya. Penyusuran tidak didefinisikan dengan cara konvensional, namun dalam arti
ekonom penurunan harga pasar. Penyusutan tidak mungkin terjadi dalam bebrapa tahun jika
harga naik atau tetap konstan. Jika tidak ada nilai realisasi yang dapat dikaitkan dengan item,
maka item tersebut akan memiliki saldo nol.

Objektivitas
Hal ini sering dikatakan bahwa harga pasar saat ini tidak objektif. Namun, beberapa studi
penelitian menunjukkan bahwa harga pasar relatif lebih objektif daripada kebanyakan. Parker
melakukan studi penelitian tentang perbandingan relatif dan objektivitas untuk nilai keluar dan
jumlah biaya historis tercatat. Objektivitas didefinisikan sebagai konsensus di antara penilai.
Komparatif didefinisikan sebagai sebuah konsensus dalam pengukuran.

Ukuran risiko
Harga keluar dan perubahan harga keluar juga bisa menjadi indikasi risiko keuangan pembelian
aset. Jika harga keluar meningkat secara drastis, biaya peluang meningkat kembali dan harus
dioperasikan dengan lebih efisien.
Untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi posisi risiko dan kinerja
dalam mengelola risiko keuangan yang signifikan rancangan standar akan membutuhkan:
1. deskripsi dari setiap risiko keuangan yang signifikan terhadap tujuan perusahaan dan
kebijakan untuk mengelola risiko tersebut.
2. informasi tentang dampak risiko tersebut terhadap laporan posisi keuangan (neraca) dan
laporan kinerja keuangan.
3. Informasi mengenai metode dan asumsi utama yang digunakan untuk memperkirakan nilai
wajar instrumen keuangan.
Argumen yang menentang Exit-price Accounting

Konsep laba
Argumen versus harga keluar akuntansi harus mampu mengukur peristiwa masa lalu, peristiwa
peristiwa yang benar benar terjadi, daripada peristiwa yang mungkin terjadi jika perusahaan
melakukan sesuatu yang lain dari apa yang direncanakan semula.

Aditivitas
Nilai realisasi untuk sebuah aset yang harus dijual segera mungkin dalam likuidasi memaksa
sangat menyimpang dalam likuidasi dan bertahap teratur. Jika, pada kenyataannya, antisipasi
tidak dapat dihindari dalam setara kas saat ini, maka model harga keluar sendiri melanggar
prinsip eksklusi perhitungan antisipatif.

Penilaian kewajiban
Chambers berpendapat bahwa hutang obligasi secara efektif bentuk modal dan harus dinyatakan
sebesar nilai nominal, bukan di nilai pasar. ini telah membuat sebagian untuk mengisi Chambers
dengan inkonsistensi pengobatan, karena obligasi sebagai aktiva harus dinyatakan sebesar nilai
pasar. dalam pertahanan, Chambers menyatakan bahwa pada waktu tertentu, terlepas dari harga
di pasar, perusahaan berutang pemegang obligasi hanya jumlah kontrak obligasi, karena itu

adalah jumlah kontrak yang relevan dalam menilai posisi keuangan saat ini.
Biaya saat ini atau exit price

Pertanyaan yang sangat penting dalam memutuskan apakah akan menggunakan biaya saat ini
Ditahap mana dari siklus operasi harga keluar harus mendominasi penilaian aset?
Menggunakan exit-price menyebabkan revolusi anomali pada akusisi karena segera setelah nilai

pembelian jatuh sehingga kurang dari biaya akuisisi


Menggunakan exit price menyiratkan pendeketan jangka pendek untuk operasi bisnis karena

salah satu yang tertarik dalam disposisi dan nilai likuidasi


Menggunakan exit-price untuk persediaan barang jadi mengarah pada antisipasi laba usaha
sebelum titik penjualan karena persediaan tersebut lebih dari biaya saat ini
6. Value In Use Versus Value In Exchange
Adam smith adalah orang pertama yang membuat perbedaan antara nilai pakai dan nilai tukar.
Solomons menyatakan bahwa nilai kepada pemilik atau perusahaan adalah perspektif yang
relevan. Staubus menunjukkan bahwa sejumlah faktor yang umum untuk setiap sudut pandang :

Pegamatan up to date tentang harga pasar lebih relevan untuk pengambilan keputusan

keuangan
Keandalan yang dibutuhkan oleh sistem pengukuran yaitu penilaian tidak bergantung pada

alokasi subjektif
Aditivitas (pengukuran) dari fenomena ekonomi yang dibuat dalam unit yang sama,
disesuaikan dengan pergerakan inflasi dan harga
Barton menyatakan bahwa pasar liqid ada gesekan antara entry (CCA) dan exit price(EXA) dan
output akuntasi yang mirip,namun ketika harga bervariasi secara significan kedua sistem yang
diperlukan untuk memberikan informasi yang penting tentag nilai akai dan nlai tukar ,karena
biaya pemeliharaan sistem akutansi keuangan dapat menjadi masalah ,pilihan dapat dibuat pada
sistem yang lebih hemat biaya untuk jangka waktu yang pendek dan panjang . barton masih
memandang sistem akuntasi sebagai pelengkap bulan pengganti . bentuk ilustrasi aturan keputsan
yang menggunakan kembali akuntasi (CCE dan CCA) dalam hubungganya dengan persyaratan
NPU:

Jika CCA>EXA dan CCA>NPU, maka aset memiliki nilai disaat digunakan memelihara

operasi yang berjalan


Jika EXA>CCA.dan CCA>NPU,kemudian melikuidasi aset saat ini digunakan , terus

beradaptasi aset investasi alternatif lainnya


Jika EXA>CCA ,dan CCA<NPU.kemudian melikuidasi dan menghentikan semua operasi

7. A global perspective and international finnacial reporting


Varian dari biaya saat ini dan akuntasi tingkat harga telah diterapkan dan diadopsi diberbagai
negara
o Current cosy in united state
Tahun 1976,SEC mengubah peraturan 3-17 dari regulasi SX untuk mengharuskan pergantian
data biaya diungkapkan dalam laporan keuangan 10-k yang diajukan oleh perusahaan dengan
persedian dan aktiva produktif sebesar >45$100 juta dan merupakan .10%dari total aset
(ASR)190
Tahun 1979 ,FASB mendapat ASK 190 dan mengeluarkan penyataan 33 memerlukan
pengungkapan tambahan rekening infasi umum sisesuaikan dan data biaya saat ini
FASB ragu ragu untuk mendukung pandangan modal finansial atau fisik
Pernyataan 33 dimaksudkan untuk dijadikan percobaan 5 tahun
November 1984 melalui persyarataan 82 ,FASB menghilangkan persyaratan untuk
melaporkan
o Curent cost in Australia
Oktober 1976,profesi akuntan mengeluarkan DPS ,statement of frausional accounting
standars (PAS) current cost accounting
Agustus 1978 mengubah PAS 1
November 1983.diterbitkan statementof accounting prctice (SAP)1,curent cost accounting
karena banyaknya kritik tentang kurangnya efek material oleh standar praktif sementara . SAP 1
menggajukan semua entitas untuk menyajikan laporan biaya akuntan saar ini laporan
konvensional
o International accounting standars and current cost
Tanggal 15 juli 2004 ,AASB mengadopsi standar akuntansi internasional untuk semua
entitas pelaporan dan mempersiapkan tuuan umum laporan keuangan seteah 1 januari 2005
Di eropa mengadopsi standar IASB dalam pengukuran nilai wajar dan beberapa GAAP
Ias 39/aasb 139 instrumen keuangan mendefinisikan nilai wajar sebagai jumlah dimana suatu
aset dapat dipertukarkan, kewajiban diselesaikan antara pihak yang memiliki pengetahuan yang
sama pada arms lenght frasnscastion

Meskipun nilai wajar diterima sebagai harga transaksi pasar, difenisi biaya trasaksi tidak
koefesien dan harga transaksi tidak diterapkan secara konsisten dalam IFRS.
Dengan demikian nilai wjar dapat bervariasi secara sebtansional dari model baiaya untuk
menjual melalui model penilaian dskonto arus kas aau opsi harga
How is historical applied?
Harga perolehan aset dalam akuntansi tidak hanya harga faktur , tetapi meliputi semua biaya
yang dikeluarkan hingga aset tersebut dapat beroperasi dan digunakan . ada banyak item yang
dimasukkan dalam biaya aset tersebut . contoh ayat 10 IAS 102 persedian 2/AASB biaya
persedian terdiri dari semua biaya pemebelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul unutk
membawa persedian ke lokasi dan kondisinya sekarang .
Dalam demikian dalam akuntansi biaya historis dasar utama untuk persedian mengukur pada
tanggal perolehan biaya.
Dalam praktiknya, terdapat variasi dalam penerapan prosedur, seperti aturan kieso dan weygdant
menetapkan ongkos agkot sebagai biaya persediaan, tetapi dalam praktiknya beberapa
perusahaan tidak memasukkanya.
Untuk tujuan perpajakan , kantor pajak australia memperlukan dimasukkanya biaya tidak
langsung dalam menghitung persedian. Penghasilan hukum pajak tidak memiliki relevansi
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, namun dalam praktiknya demi kenyamanan
,banyak perusahaan menetapkan prosedur yang sama untuk kedua undang-undang pajak dan
pelaporan eksternal.
IAS 30/AASB 130 aset tidak berwujud mengharuskan semu pembiayaan dan pengembangan
yang akan dibebankan pada saat terjadinya, kecuali biaya penggembangan dimana semua hal-hal
tertentu dapat ditunjukkan dalam entitas.
8. ISSUES FOR AUDITORS

auditor harus memperoleh bukti yang cukup dan sesuai pada penyajian secara wajar dan
kepatuhan tehadap laporan keuangan. Berbagai resiko audit muncul dengan model pengukuran
campuran. Beberapa resiko ini ditangani oleh auditor dengan mendapatkan penilaian ahli
independen dan lainnya dengan menguji asumsi dasar untuk manajemen dan input data ke model
penilaian. Risiko dari salah saji yang lebih tinggi dalam kondisi tertentu, seperti dalam
keterlibatan pihak terkait.