You are on page 1of 26

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI

Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 2015

: D611 14 010

BAB III
PEMBAHASAN
Secara umum dapat dijelaskan bahwa protozoa berasal dari bahasa Yunani,
yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi, Protozoa adalah hewan
pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Kadang-kadang
antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya
dapat dilihat di bawah mikroskop. Pada Protozoa terdapat pembagian kelas yaitu 5
klas, yaitu Sarcodina (Rhizopoda), Ciliata (Infuzoria), Mastigophora (Flagellata),
Sporozoa, dan Suctoria.
Bryozoa dianggap sebagai tumbuhan karena bentuk dan karakteristik dari
Bryozoa menyerupai tumbuhan lumut. Namun, setelah penelitian lebih lanjut
Bryozoa merupakan koloni dari hewan kecil-kecil, seperti hamparan lumut berbulu,
menempel pada batu, benda atau tumbuhan air di perairan dangkal yang subur dan
jernih. Bryozoa berasal dari bahasa yunani, bryon berarti lumut dan zoon berarti
hewan. Filum Bryozoa dinamakan juga Polyzoa atau Ectoprocta, berasal dari kata
ectos berarti di luar dan proctos berarti anus, maksudnya anus terletak di luar
lophophore. Lophophore ialah lipatan dinding tubuh atau calyx yang mengelilingi
mulut, dan mengandung tentakel bercilia. Pada Bryozoa terdapat pembagian kelas
yaitu phylactolaemata, gymnolaemata, dan stenolaemata.

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 2015

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

01

No. Peraga

263

Filum

Bryozoa

Kelas

Ordo

Family

Heliolithenidae

Genus

Heliolithe

Spesies

Heliolithe Cf Megastoma Mc COY

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Tabular

Komposisi Kimia

Karbonat ( CaCO3 )

Ling. Pengendapan

Laut Dangkal

Umur

Silur Tengah ( 423 395 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 01, nomor peraga 263 merupakan fosil dari filum
Bryozoa, kelas, ordo, family Heliolithenidae, genus Heliolithe dengan nama spesies

Heliolithe Cf Megastoma Mc COY. Proses pemfosilannya dimulai ketika organisme


ini mati, kemudian mengalami transportasi pada daerah cekungan sedimen oleh
media geologi berupa air, es maupun angin.
Seiring dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan cepat
oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga
organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. Kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi
rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa
pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan

terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3). Dilihat dari komposisi kimianya,
maka lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dangkal. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Silur Tengah ( 423
395 juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku Lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 201

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

02

No. Peraga

805

Filum

Bryozoa

Kelas

Anthozoa

Ordo

Cystophylida

Family

Zonophyllumidae

Genus

Zonophyllum

Spesies

Zonophyllum pyriforme

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Konikal

Komposisi Kimia

Karbonat ( CaCO3 )

Ling. Pengendapan

Laut Dangkal

Umur

Devon Tengah ( 370 360 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 02, nomor peraga 805 merupakan fosil dari filum
Bryozoa, kelas Anthozoa, ordo Cystophylida, family Zonophyllumidae, genus

Zonophyllum dengan nama spesies Zonophyllum pyriforme. Proses pemfosilannya


dimulai ketika organisme ini mati, kemudian mengalami transportasi pada daerah
cekungan sedimen oleh media geologi berupa air, es maupun angin.
Seiring

dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan

cepat oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga


organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi
rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa
pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan

terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3). Dilihat dari komposisi kimianya,
maka lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dangkal. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Devon Tengah ( 370
360 juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 201

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

03

No. Peraga

530

Filum

Protozoa

Kelas

Sarcodina

Ordo

Foraminifera

Family

Lepidocentrusidae

Genus

Lepidocentrus

Spesies

Lepidocentrus Mllen ( SCHULTZE )

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Plate

Komposisi Kimia

Karbonat ( CaCO3 )

Ling. Pengendapan

Laut Dangkal

Umur

Devon Tengah ( 370 360 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 03, nomor peraga 530 merupakan fosil dari filum
Protozoa, kelas Sarcodina, ordo Foraminifera, family Lepidocentrusidae, genus
Lepidocentrus dengan nama spesies Lepidocentrus Mllen ( SCHULTZE ).
Sampel fosil ketiga (03) dengan nomor peraga 325 adalah contoh fosil dari filum
Arthropoda yang termasuk dalam kelas Trilobita, family Microspiriferidae, genus
Microspirifer, dan spesies Microspirifer mucronatus (CONRAD).
Proses pemfosilannya dimulai ketika organisme ini mati, kemudian
mengalami transportasi pada daerah cekungan sedimen oleh media geologi berupa
air, es maupun angin.
Seiring dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan cepat
oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga
organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi

rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa
pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan
terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3). Dilihat dari komposisi kimianya,
maka lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dangkal. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Devon Tengah ( 370
360 juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku Lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 201

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

04

No. Peraga

887

Filum

Bryozoa

Kelas

Anthozoa

Ordo

Staurida

Family

Carninianidae

Genus

Carninia

Spesies

Carninia cornucopiae NICH

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Branching

Komposisi Kimia

Karbonat ( CaCO3 )

Ling. Pengendapan

Laut Dangkal

Umur

Karbon Bawah ( 345 318 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 04, nomor peraga 887 merupakan fosil dari filum
Bryozoa, kelas Anthozoa, ordo Staurida, family Carninianidae, genus Carninia
dengan nama spesies Carninia cornucopiae NICH.
Proses pemfosilannya dimulai ketika organisme ini mati, kemudian
mengalami transportasi pada daerah cekungan sedimen oleh media geologi berupa
air, es maupun angin.
Seiring dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan cepat
oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga
organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi
rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa

pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan
terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3). Dilihat dari komposisi kimianya,
maka lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dangkal. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Karbon Bawah ( 345
318 juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku Lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 201

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

05

No. Peraga

948

Filum

Protozoa

Kelas

Sarcodina

Ordo

Foraminifera

Family

Nummulitesidae

Genus

Nummulites

Spesies

Nummulites millecaput BOUBEE

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Plate

Komposisi Kimia

Karbonat ( CaCO3 )

Ling. Pengendapan

Laut Dangkal

Umur

Eosen Tengah ( 50 44 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 05, nomor peraga 948 merupakan fosil dari filum
Bryozoa, kelas Sarcodina, ordo Foraminifera, family Nummulitesidae, genus
Nummulites dengan nama spesies Nummulites millecaput BOUBEE.
Proses pemfosilannya dimulai ketika organisme ini mati, kemudian
mengalami transportasi pada daerah cekungan sedimen oleh media geologi berupa
air, es maupun angin.
Seiring dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan cepat
oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga
organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi
rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa

pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan
terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3). Dilihat dari komposisi kimianya,
maka lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dangkal. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Eosen Tengah ( 50
44 juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku Lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 201

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

06

No. Peraga

755

Filum

Bryozoa

Kelas

Anthozoa

Ordo

Scleractinia

Family

Thecosmilianidae

Genus

Thecosmilia

Spesies

Thecosmilia Trictotoma GOLDF

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Branching

Komposisi Kimia

Silika ( SiO2 )

Ling. Pengendapan

Laut Dalam

Umur

Jura Atas ( 160 141 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 06, nomor peraga 755 merupakan fosil dari filum Bryozoa,
kelas Anthozoa, ordo Scleractinia, family Thecosmilianidae, genus Thecosmilia
dengan nama spesies Thecosmilia Trictotoma GOLDF.
Proses pemfosilannya dimulai ketika organisme ini mati, kemudian
mengalami transportasi pada daerah cekungan sedimen oleh media geologi berupa
air, es maupun angin.
Seiring dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan cepat
oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga
organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi
rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa

pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan
terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini tidak bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa silika (SiO2). Dilihat dari komposisi kimianya, maka
lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dalam. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Jura Atas ( 160 141
juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku Lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 201

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

07

No. Peraga

792

Filum

Bryozoa

Kelas

Gymnoslaemata

Ordo

Cryptostomata

Family

Coralidae

Genus

Coral

Spesies

Coral Limestone

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Tabular

Komposisi Kimia

Karbonat ( CaCO3 )

Ling. Pengendapan

Laut Dangkal

Umur

Kapur Atas ( 100 65 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 07, nomor peraga 792 merupakan fosil dari filum
Bryozoa, kelas Gymnoslaemata, ordo Cryptostomata, family Coralidae, genus Coral
dengan nama spesies Coral Limestone.
Proses pemfosilannya dimulai ketika organisme ini mati, kemudian
mengalami transportasi pada daerah cekungan sedimen oleh media geologi berupa
air, es maupun angin.
Seiring dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan cepat
oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga
organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi
rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa

pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan
terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3). Dilihat dari komposisi kimianya,
maka lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dangkal. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Kapur Atas ( 100
65 juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku Lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil

PRAKTIKUM PALEONTOLOGI
Nama : Nurbaeti

Acara

: Filum Protozoa dan Bryozoa

NIM

Hari/tgl.

: Senin 27 April 201

: D611 14 010

Keterangan :
1. Ektodermis
2. Endodermis
3. Montikula
4. Zooid
5. Zoorium

depan

belakang

samping

No. Sampel

08

No. Peraga

714

Filum

Bryozoa

Kelas

Ordo

Family

Stachoidesidae

Genus

Stachoides

Spesies

Stachoides Verticallata

Proses Pemfosilan

Mineralisasi

Bentuk

Tabular

Komposisi Kimia

Karbonat ( CaCO3 )

Ling. Pengendapan

Laut Dangkal

Umur

Devon Tengah ( 370 360 juta tahun lalu)

Keterangan

Fosil dengan nomor urut 08, nomor peraga 714 merupakan fosil dari filum
Bryozoa, kelas, ordo, family Stachoidesidae, genus Stachoides dengan nama spesies
Stachoides Verticallata.
Proses pemfosilannya dimulai ketika organisme ini mati, kemudian
mengalami transportasi pada daerah cekungan sedimen oleh media geologi berupa
air, es maupun angin.
Seiring dengan berjalannya waktu organisme tersebut tertimbun dengan cepat
oleh material-material sedimen yang terakumulasi dalam cekungan sehingga
organisme tersebut terhindar dari makhluk pemangsa. Karena material-material
sedimen semakin bertambah maka tekanan pada organisme yang tertimbun semakin
besar sehingga terjadi proses kompaksi dan membentuk lapisan sedimen. Selama
berada dalam lapisan sedimen, bagian dari organisme yang tidak resisten terhadap
pelapukan tergantikan oleh mineral-mineral atau material-material sedimen yang
lebih resisten. Hal ini terjadi pada tulang dan cangkang binatang yang kadang
dijumpai rongga dan bagian lunak organisme lainnya. Sehingga ketika organisme
tersebut mati, air dapat mengalir melalui rongga-rongga tersebut. kemudian air yang
mengandung ion-ion terlarut seperti silika, kalsium karbonat atau oksida besi masuk
ke dalam rongga tersebut yang kemudian akan mengalami presipitasi dan mengisi
rongga-rongga

tersebut

dengan

mineral.

Proses

tersebut

disebut

proses

permineralisasi. Selama proses tersebut, tulang dan cangkang asli dari organisme
mengalami pelapukan yang kemudian larut, sehingga yang tertinggal hanya cetakan
bagian dalam dari cangkang tersebut. Peristiwa masuknya mineral seperti silika,
kalsium karbonat, FeO, MnO dan FeS atau butiran-butiran mineral yang mengisi
rongga-rongga kosong di dalam sebuah organisme yang telah mati sehingga menjadi
keras/membatu dan menjadi fosil disebut cast.
Tenaga endogen yang merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi dapat
berupa proses tektonik dan aktivitas vulkanik. Proses tektonik dapat berupa

pergeseran lempeng baik lempeng yang saling menunjam atau yang saling
bergeseran atau bahkan yang saling menjauh. Aktivitas vulkanik dapat berupa erupsi
vulkanik, gempa vulkanik dan sebagainya. Tenaga endogen ini menyebabkan
terjadinya pengangkatan (up lift) atau penurunan muka air laut (sea level change)
yang mengakibatkan terangkatnya fosil ke permukaan. Tenaga eksogen yang
merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi berupa air hujan atau angin yang
menyebabkan terjadinya proses pelapukan dan pengikisan pada lapisan yang
terdapat fosil, hingga menyebabkan tersingkapnya suatu organism yang telah
membatu tadi ke permukaan yang kemudian dikenali sebagai fosil.
Bagian-bagian tubuh yang dapat dikenali dari fosil ini adalah endoderm yaitu
bagian dalam dari fosil, ektoderm yaitu bagian luar dari tubuh fosil, montikula yaiu
pori besar dari fosil, zooid adalah pori kecil dari fosil, dan zoodium adalah pori yang
lebih kecil dari zooid.
Fosil ini bereaksi ketika ditetesi larutan HCl, yang menandakan bahwa
komposisi kimianya berupa karbonat (CaCO3). Dilihat dari komposisi kimianya,
maka lingkungan pengendapannya berada pada lingkungan laut dangkal. Sedangkan,
berdasarkan Skala Waktu Geologi fosil ini hidup pada zaman Devon Tengah ( 370
360 juta tahun lalu).
Kegunaan fosil ini yaitu sebagai penentu umur relatif dari suatu lapisan
sedimen, penentu suatu lingkungan pengendapan serta sebagai bukti dari kehidupan
masa lampau.

Referensi:

Buku Penuntun Praktikum Paleontologi 2015

Buku Lapangan

http://id.wikipedia.org/wiki/Fosil