You are on page 1of 11

CT SCAN KEPALA

YANG HARUS DIKETAHUI MAHASISWA


I. Anatomi Radiografi
A. Pembahasan Umum
B. Area Vaskuler Otak
C. Sistem Ventrikel
II. Pengenalan Berbagai Gambaran Irisan CT Scan
III.Pembahasan Khusus Mengenai berbagai penyakit dalam otak
A. Hemoragi
1. Intraparenchymal
2. Subarachnoid
3. Subdural
4. Epidural
B. Trauma kepala
1. Perdarahan (bleeds)
2. Benturan (bruises)
3. Fraktura (breaks)
C. Stroke
1. Iskemi
2. Hemoragik
D. Efek massa
1. Herniasi subfalcine
2. Herniasi uncal
3. Herniasi tonsiler
E. Hidrosefal
1. Noncommunicating
2. Communicating
3. Ex vacuo

I.

Anatomi Radiografi
A. Pembahasan Umum
Otak terbagi menjadi empat pasang lobus yakni lobus
frontalis, lobus temporalis, lobus parietalis dan lobus
occipitalis masing-masing di sisi kanan dan di sisi kiri otak.
Pada bagian tengah dari otak terdapat sepasang thalamus
dan sepasang ganglia basal (nucleus caudatus, putamen
dan globus pallidus). Disekitar struktur-struktur ini terdapat
sistem ventrikel yang meliputi dua ventrikel lateral, ventrikel
III, dan ventrikel IV.
Otak ditutup oleh beberapa lapisan jaringan pelindung
yakni pia mater yang terletak paling dekat dengan otak,
disusul dengan arachnoid mater dan dura mater disebelah
luar. Untuk mudah mengingatnya maka ingat saja PAD.
CT (computed tomography) kepala memberikan gambaran
irisan-irisan cross section dari otak. Selalu harus diingat
bahwa belahan kiri dari gambar selalu menunjukkan otak
penderita bagian kanan.
Foto-foto CT Scan biasanya terbagi menjadi gambaran
kotak-kotak kecil tersusun dari kanan ke kiri dan terdiri dari
beberapa baris dari atas ke bawah. Dan selalu dibaca dari
kanan ke kiri dan dari atas ke bawah. Biasanya pada irisan
gambar pertama dicantumkan identitas penderita, disusul
dengan gambar kedua yang disebut Scout View. Pada
gambar scout view ini terlihat garis-garis yang memotong
otak dalam potongan sejajar dan menunjukkan tempat
dimana potongan itu dibuat. Walaupun banyak irisan gambar
yang terlihat diatas foto CT, namun hanya ada enam irisan
yang perlu diingat. Potongan-potongan tersebut mulai dari
basis otak sampai ke puncak kepala adalah : (1). gambar X,
(2). gambar bintang, (3). gambar Mr. Happy, (4). gambar
Mr. Sad (sedih), (5). gambar (mirip) cacing, dan (6). gambar
biji kopi.
B. Area Vaskuler Otak
Arteri-arteri cerebral berasal dari sirkulus Willis, yang terletak
di gambar bintang (2). Arteri cerebral anterior, medial, dan
posterior secara garis besar memberikan suplay darah ke
bagian anterior, bagian tengah dan bagian posterior dari

otak mulai dari gambar X (1) sampai ke gambar Mr. Sad (4).
Namun demikian pada level gambar cacing (5) sampai
gambar biji kopi (6) maka arteri cerebral anteriorlah yang
memberikan suplay pada sebagian besar jaringan otak di
dekat midline mulai dari depan ke belakang.
C. Sistem Ventrikel
Sistem ventrikel mengandung cairan cerebrospinal (CSF)
dan sistem ini terdiri dari ventrikel lateral, foramen Monro,
ventrikel III, Aqueductus Sylvius, dan ventrikel IV. Semua
struktur-struktur ini adalah berhubungan. Pleksus choroid
yang berlokasi di semua sistem ini akan membuat CSF. CSF
mengalir keluar dari ventrikel melalui foramina Magendie
dan Lushka untuk mencapai ruang subarachnoid (cisterna
dan ruang disekeliling otak). CSF kemudian diresorbsi /
diserap melalui jaringan granulasi arachnoid di puncak otak
untuk masuk ke pembuluh vena yang besar yang disebut
sinus superior sagittalis.
II.

Pengenalan Berbagai Gambaran Irisan CT Scan


1. Gambar X
Bila melihat pada level gambar X maka perhatikan secara
khusus bagian kaki dari huruf X yang memberikan gambaran
sel-sel udara mastoid (radiolusen) dan melihat apakah
bayangan tersebut sama tebal pada kedua sisi. Hal ini
tentunya untuk menentukan apakah irisan CT Scan telah
dibuat pada level yang sama pada kedua sisi, sebab bila
penderita telah bergerak/memutar kepala dibawah CT
Scanner maka struktur ini akan terlihat tidak simetris lagi dan
ini perlu diperhitungkan untuk menerangkan gambaran yang
tidak simetri dari hemisphere cerebri atau struktur-struktur lain
pada beberapa irisan atau bahkan seluruh irisan selebihnya.
2. Black Strokes
Carilah setiap area yang terlihat gelap (black) yang tak normal
pada gambaran otak yang bisa berarti adanya bagian yang
infark dari otak.

3. White Hemorrhage
Carilah setiap area yang terlihat putih (bright) dan abnormal
pada gambaran otak yang bisa berarti adanya perdarahan
akut dalam sistem ventrikel, didalam jaringan otak atau di
sekitarnya.
4. Ukuran ventrikel dan sulcus
Lihatlah pada ventrikel-ventrikel apakah ukurannya menjadi
sangat membesar. Lihat pula pada sulcus-sulcus apakah
terlalu lebar/besar atau terlalu kecil.
5. Tanda-tanda fraktur
Carilah garis-garis hitam pada gambaran tulang yang putih
(fraktur) dan carilah bayangan hitam dari udara didalam otak.
6. Massa / Mass Effect
Carilah setiap bayangan massa (tumor atau abses) yang
besar di dalam otak. Pastikanlah bahwa jaringan otak tidak
terdesak oleh massa atau perdarahan intracranial ke sisi yang
lain.
III. Pembahasan Khusus Mengenai Beberapa Penyakit Dalam
Otak
A. Hemoragi (perdarahan otak)
Gambaran CT dari darah yang segar (= hemoragi akut)
terlihat sebagai area putih (hiperdens) bila dibandingkan
dengan jaringan otak yang terlihat berwarna kelabu. Setelah
seminggu maka darah mulai tampak berwarna kelabu
sebagaimana jaringan otak atau sedikit lebih gelap dari otak.
Pada saat ini disebut hemoragi sub-akut (isodens atau sedikit
hipodens). Setelah beberapa minggu maka darah akan
tampak lebih gelap/hitam dari warna kelabu otak dan ini
disebut hemoragi kronik (hipodens).
Perdarahan bisa terdapat diempat area didalam tengkorak
yaitu perdarahan intraparenchymal, subarachnoid, subdural
atau perdarahan epidural.

1. Perdarahan intraparenchymal
Perdarahan intraparenchymal yang akut mudah dikenal
dari foto CT karena terlihat sebagai area yang berwarna
putih dan abnormal didalam jaringan otak. Ketika darah
telah lama berada dalam otak (kronik), ia mengalami
degradasi dan akhirnya menjadi lebih gelap / hitam dari
jaringan otak. Hemoragi intraparenchymal adalah
perdarahan didalam jaringan otak dan paling sering
disebabkan oleh hipertensi namun dapat terjadi pula pada
trauma, keganasan otak atau infark.
2. Perdarahan Subarachnoid
Pada foto CT Scan akan terlihat gambaran CSF menjadi
lebih putih dibanding warna hitam yang seharusnya
(dalam keadaan normal) karena ia telah tercampur dengan
warna putih dari darah. Hemoragi ini terlihat di fissura
Sylvian, cisterna suprasellar, cisterna basal dan cisterna
quadrigeminal. Mungkin juga terlihat warna putih dari darah
ventrikel. Lokasi yang terbaik untuk melihat adanya
perdarahan intraventrikuler adalah di occipital horns dari
ventrikel-ventrikel lateral dimana darah akan berkumpul
karna gravitasi. Pada perdarahan subarachnoid darah akan
terlihat di ruang subarachnoid yang terletak antara pia
mater dan subarachnoid mater.
Darah mungkin juga terlihat di sistem ventrikel (hemoragi
intraventrikuler), karena mempunyai hubungan dengan
ruang subarachnoid.
Hemoragi subarachnoid paling sering disebabkan oleh
kebocoran darah dari sebuah aneurisma, tapi dapat pula
disebabkan oleh trauma.
3. Perdarahan Subdural
Pada CT Scan perdarahan subdural akan terlihat sebagai
bayangan bulan sabit yang putih diantara bayangan
jaringan otak dan tulang tengkorak. Ia dapat melewati garis
sutura tetapi tidak pernah melewati garis refleksi dural
(misalnya falx serebri dan tentorium). Pada perdarahan
subdural darah terdapat didalam ruang sutura yang terletak

diantara dura mater dan arachnoid mater. Paling sering


disebabkan oleh robekan pembuluh darah vena dan
biasanya terjadi pada penderita yang berusia tua.
Seringkali perdarahan subdural ini terjadi sekunder akibat
trauma yang ringan (sebagian besar penderita bahkan
tidak dapat mengingat kembali trauma yang menyebabkan
perdarahan tersebut). Jarang sekali ditemukan suatu
tengkorak bila terlihat hematoma subdural.
4. Perdarahan Epidural
Pada CT Scan perdarahan subdural akan terlihat sebagai
bayangan lensa bikonveks yang berwarna putih terletak
antara bayangan otak dan tulang tengkorak. Berbeda
dengan hematoma subdural maka hematoma subdural
dapat melewati refleksi dural namun tidak pernah melewati
garis-garis sutura. Pada hematoma epidural darah terdapat
di ruang epidural yang terdapat diantara dura mater dan
tulang tengkorak. Perdarahan ini biasanya disebabkan oleh
suatu robekan pada pembuluh arteri (terutama a. meningia
media). Biasanya terjadi pada trauma yang berat yang
sering disertai fraktura tulang tengkorak.
B. Trauma
Ada tiga hal utama yang terjadi pada trauma kepala yakni :
a. Perdarahan didalam tengkorak (hemoragi intrakranial)
(Bleeds)
b. Benturan pada jaringan otak (contusio cerebral) (Bruises)
c. Fraktura tulang-tulang kepala (Break)
Untuk mudah mengingatkan trauma kepala ini, ingat 3B
1. Hemoragi intrakranial
Hemoragi intrakranial sering terjadi setelah trauma.
Pembahasan lengkapnya lihat ulasan yang telah dijelaskan
sebelumnya.
2. Contusio Cerebri (Bruises)
Pada CT Scan contusio cerebri akan terlihat sebagai area
hipodens (area yang lebih gelap dibanding bayangan
jaringan otak). Contusio ini paling sering terjadi di bagian

anterior dari lobus temporalis dan bagian inferior dari lobus


frontalis. Mungkin pula terlihat adanya bayangan putih dari
darah segar di area contusio (hemorrhagic contusion).
3. Fraktura Cerebri
Foto-foto CT Scan yang diterangkan sebelumnya biasanya
dibuat pada kondisi Brain Window. Ini berarti bahwa
gambaran-gambaran foto yang dibuat adalah dirancang
untuk melihat densitas jaringan otak secara jelas namun
timbul permasalahan bahwa pada gambaran-gambaran
tersebut struktur tulang akan terlihat sangat putih sehingga
kurang terlihat detail dari tulang tersebut. Untuk melihat
fraktura tulang tengkorak lebih jelas maka gambaran CT
Scan harus dibuat dengan kondisi Bone Window. Pada
gambaran-gambaran ini maka tulang-tulang yang
densitasnya tinggi akan terlihat jelas sedangkan bayangan
jaringan otak tidak terlihat.
Fraktura akan memberikan gambaran sebagai garis hitam
yang melintas diatas tulang tengkorak yang warnanya
putih. Garis ini harus jangan dikelirukan dengan gambaran
garis-garis sutura yang biasanya terlihat bilateral pada
lokasi yang sama di tulang tengkorak.
Fraktura basis cranii biasanya sulit dinilai dari CT Scan
karena anatomi dari daerah ini sangat kompleks. Lagi pula
terdapat banyak artefak tulang yang mengganggu
interpretasi pengamatan. Bila terlihat ada bayangan udara
didalam tulang tengkorak khususnya dekat pada basis
cranii dan tidak ada alasan / penyebab lain yang
menyebabkan bayangan udara ini (misalnya neurosurgery
yang barusan dilakukan) maka sangat mungkin ini suatu
fraktura basis cranii.
C. Stroke
1. Stroke Iskemik (NHS = Non Hemorrhagic Stroke)

Gambaran CT Scan dari stroke iskemik akan terlihat


normal saja pada 12 jam pertama setelah stroke.
Manifestasi pertama dari sebuah infark adalah sangat

samar-samar, kadang-kadang hanya terlihat sebagai


bayangan bekuan putih pada salah satu pembuluh darah,
hilangnya diferensiasi gray white matter otak yang normal
dan mendatarnya sulcus-sulcus pada permukaan otak
(effacement). Setelah itu, gambarannya sering berlangsung
sangat progresif sampai menjadi suatu area yang berwarna
gelap berbentuk pasak (wedge) meluas sampai ke tepi dari
otak dan mengenai gray matter dan white matter.
Infark otak terjadi bila suatu area dari otak mendapat
perfusi darah yang tidak cukup sehingga terjadi kematian
jaringan otak. Sebab-sebab dari stroke iskemik adalah
atherosclerosis, emboli, cardiac output yang kurang dan
vasospasmus. Infark mungkin sangat kecil dan berbentuk
bulat yang disebut infark lakunar (lacunal infarct) yang
biasanya terletak dibagian dalam otak (ganglia basal,
thalamus, capsula interna dan batang otak).
Sebagaimana diterangkan pada pembahasan anatomi
vaskuler sebelumnya, area-area dari otak yang berbeda
disuplai oleh arteri-arteri yang berbeda pula sehingga
dengan dapat ditentukannya lokasi dari kelainan maka
dapat pula kita prediksi pembuluh darah yang mengalami
kerusakan.
2. Stroke Hemoragik (HS = Hemorrhagic Stroke)
Pada gambaran CT Scan stroke hemoragik akan terlihat
sebagai area dengan darah yang berwarna putih didalam
jaringan otak. Kurang lebih seperlima dari penderita
dengan gambaran klinis stroke adalah stroke hemoragik.
Pemberian medikasi antikoagulan dan trombolitik mungkin
merupakan indikasi pemberian pada stroke iskemik.
Namun bila diberikan pada penderita stroke hemoragik
maka pemberian ini justru mematikan. Oleh sebab itu
sangat penting untuk memastikan terlebih dahulu melalui
pemeriksaan CT apakah penderita menderita HS ataukah
NHS sebelum pemberian medikasi.

D. Efek Massa
Beberapa lesi yang menempati ruang (SOL = Space
Occupying Lesions) dapat terjadi didalam otak termasuk
abses, tumor dan hematoma. Bila hal ini terjadi maka jaringan
otak akan terdesak dan terjadilah kehilangan simetris yang
normal antara dua hemisphere cerebri. Bila hal ini cukup berat
maka sebagian dari otak akan bergeser (herniasi) melewati
refleksi dural atau ke bawah foramen magnum dari tengkorak.
Kita kenal tiga jenis herniasi : herniasi subfalcine,
transtentorial (uncal), dan herniasi tonsiler.
1. Herniasi Subfalcine
Herniasi subfalcine terjadi bila sebagian jaringan otak atau
ventrikel lateral melewati falx cerebri menuju ke sisi yang
sebelah. Pada foto CT, bila terlihat septum pellucidum
melengkung ke satu sisi akibat efek massa, maka disebut
terjadi herniasi subfalcine.
2. Herniasi Uncal
Herniasi uncal terjadi bila sebagian jaringan otak (uncus)
bergeser ke bawah tentorium menuju ke permukaan
superior dari cerebellum. Pada gambaran CT Scan,
gambaran bintang dari cisterna suprasellar akan berubah
bentuk (deformed). Bahkan batang otak dapat didesak oleh
massa. Karena cerebellum menempel pada batang otak,
maka cerebellum juga akan tampak terdesak oleh massa.
Akhirnya mungkin terlihat bayangan area kecil dari
hemoragi yang putih dibagian depan dari batang otak
(hemorrhagi Duret) atau bayangan infark yang gelap di
territorial yang diperdarahi a.cerebri posterior.
3. Herniasi Tonsiler
Herniasi tonsiler sulit dilihat melalui CT Scan. Herniasi ini
terjadi bila tonsil cerebella terdesak keluar dari tengkorak
melalui foramen magnum.

E. Hidrosefalus
Hidrosefalus bisa berupa communicating hydrocephalus bila
semua sistem ventrikuler mengalami dilatasi atau noncommunicating hydrocephalus bila hanya sebagian sistem
ventrikuler yang mengalami dilatasi.
1. Non-Communicating
Normal)

Hydrocephalus

(Ventrikel

IV

Hidrosefalus non-communicant bisa terjadi sekunder akibat


obstruksi dari sistem ventrikuler (foramen Monro, ventrikel
III, aqueductus Sylvius atau ventrikel IV). Keadaan ini akan
menyebabkan dilatasi dari sistem ventrikel di proksimal dari
obstruksi. Plexus-plexus horoid pada ventrikel lateral terus
membuat cairan liquor (CSF) tanpa memperdulikan adanya
obstruksi. Akibat tekanan yang meningkat didalam ventrikel
lateralis maka jaringan otak akan terdesak kearah tulang
tengkorak dan menyebabkan mendangkalnya atau
menghilangnya sulcus-sulcus yang ada pada otak.
Seringkali tekanan ini
demikian besarnya sehingga
sebagian CSF menyebar ke jaringan otak disekeliling
ventrikel melalui dinding ventrikel (ependyma).
Oleh karena itu gambaran CT akan terlihat mendangkalnya
sulcus-sulcus di otak, penyebaran transependymal dari
CSF dan dilatasi dari semua ventrikel di proksimal dari
level obstruksi. Dengan demikian, bila blokade terdapat
antara ventrikel III dan ventrikel IV maka ventrikel IV akan
terlihat masih berukuran normal. Bila blokade terjadi antara
ventrikel lateralis dan ventrikel III maka ventrikel III dan
ventrikel IV akan tetap berukuran normal. Sebab-sebab
utama dari hidrosefalus non-communicant antara lain
adalah tumor dan defect congenital.
2. Hidrosefalus Communicant (Ventrikel IV Dilatasi)
Pada hidrosefalus communicant obstruksi terjadi di bagian
distal dari ventrikel IV (misalnya di ruang subarachnoid
atau jaringan granulasi arachnoid dimana CSF diserap).
Gambaran CT Scan kurang lebih sama dengan

hidrosefalus non-communicant kecuali seluruh sistem


ventrikuler termasuk ventrikel IV mengalami dilatasi.
Hidrosefalus jenis ini biasanya disebabkan oleh meningitis,
perdarahan subarachnoid dan trauma.
3. Hidrosefalus Ex-vacuo (Atrofi Cerebral)
Atrofi cerebral terjadi bila jaringan otak lebih kurang dari
pada keadaan normal. Ini sering terlihat pada penderita
usia lanjut. Karena kurangnya jaringan otak maka ventrikelventrikel akan mengisi ruang-ruang yang bertambah akibat
atrofi otak tersebut dan tampak melebar. Berbeda dengan
hidrosefalus jenis lainnya, maka sulcus-sulcus di
permukaan akan terlihat besar-besar (dibanding dengan
pendangkalan sulcus pada hidrosefalus lain. Pada
hidrosefalus ini tidak terjadi blokade dan tidak ada
penambahan tekanan didalam sistem ventrikuler.