Вы находитесь на странице: 1из 4

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT MEDIKA LESTARI

NOMOR : /SK/DIR/SM/II2015
TENTANG
KEBIJAKAN DAN PANDUAN MANAJEMEN NYERI
DIREKTUR RUMAH SAKIT MEDIKA LESTARI
Menimbang :
a. Bahwa dalam upaya meningkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit Medika
Lestari, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan yang bermutu tinggi.
b. Bahwa agar pelayanan di Rumah Sakit Medira Lestari dapat terlaksana
dengan baik, perlu adanya Peraturan Direktur tentang Kebijakan
Pelayanan Manajemen Nyeri Rumah Sakit Medika Lestari sebagai
landasan bagi penyelenggaraan seluruh pelayanan manajemen nyeri di
Rumah Sakit Medika Lestari
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b,
perlu ditetapkan dengan Peraturan Direktur Rumah Sakit Medika Lestari.

Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan
4. Permenkes
No.
519/Menkes/per/III/2011
tentang
Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Anestesiologi dan Terapi Intensif di Rumah
Sakit
5. Keputusan Ketua Badan Pengurus yayasan Rumah Sakit Nomor .........
Tahun..... tentang struktur Organisasi Rumah Sakit
6. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Rumah Sakit ........... tentang
penunjukan Direktur Rumah Sakit Medika Lestari.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT MEDIKA LESTARI
TENTANG KEBIJAKAN DAN PANDUAN MANAJEMEN NYERI
DI RUMAH SAKIT MEDIKA LESTARI
Kedua : Kebijakan pelayanan manajemen nyeri sebagaiman tercantum dalam
Lampiran peraturan ini.
Ketiga : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan manajemen nyeri
dilaksanakan oleh Direksi Rumah Sakit Medika Lestari.

Tangerang, April 2015


Direktur RS. Medika Lestari

(dr.L.Irwan Susanto,SE)

Lampiran
Peraturan Direktur RS Medika Lestari
Tentang Manajemen Nyeri
Nomor
:
Tanggal
:
KEBIJAKAN MANAJEMEN NYERI DI RS MEDIKA LESTARI
1. Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining untuk rasa sakit dan
dilakukan assesmen apabila ada rasa nyerinya.
2. Pasien dibantu dalam pengelolaan rasa nyeri secara efektif
3. Menyediakan pengelolaan nyeri sesuai panduan dan prosedur
4. Komunikasi dengan pasien dan keluarga tentang pengelolaan nyeri dalam
konteks pribadi, budaya, dan kepercayaan agama masing-masing.
5. Fasilitas pengukuran nyeri pasien harus tersedia dalam bentuk skala nyeri
dalam rekam medis
6. Keluhan pasien tentang nyeri harus diperhatikan, tidak boleh langsung
dianggap sebagai malingering (berpura-pura) dan dilanjutkan dengan
pengukuran nyeri
7. Pengetahuan pengukuran nyeri harus dipahami dan menjadi perhatian petugas
RS Medika Lestari.
8. Pengukuran nyeri harus dillakukan secara berkala untuk memastikan
kenyamanan pasien dan membantu kesembuhan pasien.
9. Penatalaksanaan nyeri di RS Medika Lestari mencakup farmakologis dan non
farmakologis.

Direktur,

dr. Irwan Susanto, SE