You are on page 1of 3

KEBIJAKAN SURVEILANS INFEKSI NOSOKOMIAL

I. PENDAHULUAN :
Infeksi Nosokomial adalah suatu Hospital Acquired Infection, yaitu infeksi yang
didapat penderita waktu ia dirawat di rumah sakit ( umumnya setelah 48 jam
72 jam sesudah MRS) atau setelah keluar dari Rumah Sakit yang terjadi karena
faktor di dalam rumah sakit itu sendiri.
Infeksi Nosokomial akan meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian,
disamping itu, akan menyebabkan bertambah lamanya penderita dirawat di
Rumah Sakit, penggunaan obat yang lebih banyak serta diperlukan tindakantindakan khusus, baik untuk terapi atau diagnosenya akibatnya beban biaya
yang ditanggung penderita akan bertambah besar. Studi di AS mendapatkan
data-data adanya peningkatan lamanya rawat inap sebanyak 4 hari, dengan
penambahan biaya sebesar $ 5 10 M.
Diperkirakan 5 10% penderita yang dirawat di rumah sakit akan mengalami
Infeksi nosokomial, survey di Australia (kumpulan data dari 269 rumah sakit)
didapatkan angka kejadian Infeksi nosokomial sebesar 6,5%.

II. TUJUAN SURVEILANS


1.
2.

Menurunkan resiko terjadinya infeksi nosokomial.


Memperoleh data dasar, yaitu tingkat endemisitas infeksi nosokomial di RS

3.

PMI Bogor
Sebagai sistem kewaspadaan dini dalam mengidentifikasi kejadian luar

4.

biasa.
Mengukur

5.
6.

nosokomial.
Menilai standar mutu asuhan keperawatan dan pelayanan medis.
Memenuhi standar pelayanan rumah sakit sebagai salah satu tolok ukur

7.
8.

pemlaian akreditasi.
Mengatasi tuntutan mal praktek.
Meyakinkan para klinisi tentang adanya masalah yang memerlukan

dan

menilai

keberhasilan

penanggulangan

III. POKOK-POKOK PENGERTIAN NOSOKOMIAL


1. Definisi :

program

pengendalian

infeksi

Suatu infeksi yang didapat seseorang penderita pada waktu ia dirawat di


rumah sakit. Karenanya dalam bahasa asingnya disebut : Hospital-Acquired
Infection.
Infeksi nosokomial dapat terjadi tidak saja di rumah sakit yang jelek,
namun juga di rumah sakit yang besar, lebih-lebih manakala cara-cara yang
menjadi sebab dan sumber infeksi tidak diadakan upaya pemantauan dan
pencegahan. Menurut WHO, setiap tahunnya terdapat k.l. 5% penderita
yang masuk rumah sakit mengalami infeksi nosokomial.
2. Tanda-tanda infeksi Nosokomial :

a.

Tanda-tanda klinik timbul sekurang-kurangnya setelah 2 x 24 jam


sejak mulai perawatan di rumah sakit, sekalipun sesungguhnya
tergantung pada inkubasinya.

b. Tanda-tanda klinis (menurut intensitasnya) dapat berupa salah satu /


beberapa diantara gejala dan lokasi organis dibawah ini :
-

Bakterimia

Tanda-tanda infeksi yang bersifat khas lokal Organis dibawah ini :

Infeksi saluran kemih

Infeksi pada luka operasi

Infeksi saluran pernafasan bagian bawah

Infeksi aliran darah Perifer

c. Gejala khusus untuk infeksi khas lokal organik memerlukan pola


pemantauan (surveillance) sendiri-sendiri sesuai alur bagan-bagan
spesifik berikutnya.

IV. CAKUPAN KEGIATAN SURVEILANS


1. Surveilans Infeksi Luka Operasi
2. Surveilans Infeksi Luka Infus
3. Surveilans kejadian Dekubitus
4. Surrveilans Infeksi Saluran Kemih
IV. POKOK-POKOK KEBIJAKAN SURVEILANS
1.
2.

Ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit


Merupakan proses yang dinamis, sistematis, terus menerus dalam
pengumpulan, ideatifikasi, analisis dan interpretasi dari data kesehatan
yang penting pada suatu populasi spesifik untuk digunakan dalam
perencanaan, penerapan dan evaluasi suatu tindakan yang berhubungan

dengan kesehatan yang didesiminasikan secara berkala kepada pihak3.

pihak yang memerlukan.


Kegiatan surveilans dilakukan oleh IPCN bekerjasama dengan IPCLN untuk
unit perawatan dan petugas terkait di luar unit perawatan dengan cara

4.

melakukan pengamatan setiap hari ke seluruh unit kerja


Laporan surveilans di buat berdasarkan temuan di lapangan, dilaporkan
oleh ICLN di masing -masing unit kepada IPCN dan untuk selanjutnya

5.

dilaporkan kepada Ketua Komite PPIRS


Ketua Komite PPIRS membuat analisa dan rekomendasi berdasarkan
laporan IPCN setiap bulan dan disampaikan kepada Direktur RS PMI setiap
3 (tiga) bulan.