Вы находитесь на странице: 1из 2

Patofisiologi

Demam Berdarah tidak tertular langsung dari satu orang ke orang lainnya, namun melalui
perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penderita menjadi infektif bagi nyamuk pada saat
viremia, yaitu sejak beberapa saat sebelum panas sampai masa demam berakhir, biasanya
berlangsung 3-5 hari, nyamuk menjadi infektif 8-12 hari setelah menghisap darah orang yang
infektif dan penderita akan tetap infektif selama hidupnya. Adapun masa inkubasi dari 3-14
hari, biasanya 4-7 hari.
Virus dengue akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan
kemudian bereaksi dengan antibodi dan terbentuklah komplek virus antibodi, dalam sirkulasi
akan mengaktivasi sistem komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,
dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamin dan merupakan mediator kuat sebagai
faktor meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma
mealui endotel dinding itu.
Terjadinya trombositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagalasi
(protambin, faktor V, VII, IX, X dan fibrinogen) merupakan faktor penyebab terjadinya
perdarahan hebat, teutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF. Yang menentukan
beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah, menurunnya
volume plasma, terjadinya hipotensi, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Renjatan
terjadi secara akut.
Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding
pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hypovolemik. Apabila tidak
diatasi bisa terjadi anoksia jangan asidosis dan kematian (Warsidi, E. 2009)

Pathway

Arbovirus (melalui
nyamuk aedes aegypti)

PGE2 Hipothalamus

Hipertermi

Agregasi trombosit

Trombositopenia

Beredar dalam aliran darah

Infeksi virus dengue


(viremia)

Membentuk & melepaskan


zat c3a, C5a

Mengaktifkan sistem
komplemen

Peningkatan reabsorbsi
Na+ dan H2O

Permeabilitas membran
meningkat

Kerusakan endotel
pembuluh darah
Merangsang &
mengaktivasi faktor
pembekuan

Resiko Syok hipovolemik

Rejatan hipovolemik dan


hipotensi

Kebocoran Plasma
DIC

Resiko Pendarahan

Perdarahan
Resiko perfusi jaringan
tidak efektif

Asidosis Metabolik
Resiko syok (hipovolemik)

Paru-paru
Efusi pleura
Ketidakefektifan pola
nafas

Hipoksia jaringan

Kekurangan volume cairan


Hepar
Hepatomegali

Ke extravaskuler
Abdomen
Ascites
Mual, Muntah

Penekanan intraabdomen
Nyeri

Ketidak seimbangan nutrisi


kurang dari kebutuhan
tubuh