You are on page 1of 4

Artikel Mingguan Mata Kuliah Pembangunan Lokal

Pembangunan dan Perubahan Sosial

Nama

: Rizal Bagus Rahman

NPM

: 170410130084

Semester / Kelas

: VI / B

Perubahan Sosial Melampaui Zaman


The meaning of development like a bubble. Keeps changing and depends upon
perspective, time and space..
(Arti pembangunan itu seperti gelembung. Terus berubah dan tergantung terhadap sudut
pandang, waktu, dan ruang)
- Devi Prasad Subedi
Masyarakat dapat diartikan sebagai sebuah kesatuan kelompok individu yang
memiliki suatu tata aturan yang disepakati bersama. Di dalam kehidupan masyarakat,
menjadi sebuah kepastian bahwa akan terdapat gejala-gejala baru yang terjadi pada setiap
kurun waktu. Gejala tersebut mengarah kepada adanya perbedaan keadaan masyarakat dari
satu keadaan kepada keadaan lainnya, baik itu bermakna positif maupun negatif. Perbedaan
kondisi pada masyarakat dimaknai sebagai sebuah perubahan. Seperti yang diungkapkan
Rosana (2011) yang menyebutkan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di dalam
masyarakat merupakan hal yang normal, yang menjalar untuk menemukan hal-hal baru yang
berbeda dari kondisi sebelumnya.
Gejala-gejala perubahan kemudian diamati, dikaji, dan diteliti oleh para ilmuwan
sosial dengan memperlihatkan adanya pola perubahan yang tampak. Misalnya, kemajuan
teknologi di dunia saat ini secara sporadis membuat tatanan masyarakat perlahan-lahan
mengalami penyesuaian. Adanya perubahan mekanisme kerja dari tenaga manusia an sich
menuju penyederhanaan kerja dengan bantuan teknologi, dengan cepat sampai pada adanya
perubahan pada pola sikap dan pola hidup sehari-hari dari manusia. Perubahan ini diamati

sebagai salah satu bentuk perubahan sosial yang terus menerus terjadi di dalam kehidupan
manusia. Perubahan sosial tidak pula dapat didefinisikan secara sederhana dengan perspektif
tunggal. Sebab, sepanjang perubahan sosial itu diteliti terus menerus, terdapat beragam cara
pandang yang dipergunakan. Misalnya, dalam Suwarsono (2013) disebutkan terdapat
setidaknya tiga perspektif, di antaranya perspektif modernisasi, perspektif dependensi, dan
perspektif sistem dunia. Ketiganya sama-sama memiliki kajian tertentu yang spesifik dan
sangat terbuka untuk mendapatkan koreksi maupun kritik ilmiah melalui perspektif lain.
Meneropong Pembangunan
Perubahan sosial ditafsirkan menjadi beragam, bahkan bergeser menjadi sebuah
gagasan ideologis, salah satunya melalui istilah pembangunan 1. Terutama sekali istilah yang
disebut belakangan tersebut menjadi sebuah kesepahaman umum (common understanding)
negara-negara di dunia pada era pasca-perang dunia. Pembangunan dilancarkan bersamaan
dengan munculnya teori modernisasi; suatu proses transformasi dari suatu arah perubahan ke
arah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat 2.
Definisi ini terkesan relatif dan mudah sekali dimanfaatkan untuk dimaknai lain. Jika
meminjam kritik pendekatan neo-Marxisme terhadap modernisasi, di sana akan tampak sekali
pertanyaan kontemplatif yang justru mempertanyakan maksud di balik pembangunan dan
modernisasi itu sendiri. Kalangan neo-Marxisme memandang, bahwa adanya kedua term
tersebut memperluas ketimpangan di antara negara-negara di duniamenjadi negara maju,
negara berkembang, dan negara Dunia Ketigayang terlalu mengedepankan semangat
kapitalisme pada sektor ekonomi dan politik.
Pandangan berbeda mengenai pembangunan mengemuka pada kurun 1970-1990-an yang
terjadi di negara-negara sedang berkembang, mengoptimalkan ide-ide pembangunan
(developmentalisme atau pembangunanisme) sebagai gagasan dasar perubahan-perubahan di
dalam negara. Standardisasi bergantung pada bagaimana negara-negara adikuasa atau negara
maju3 dapat melewati tahapan pembangunan menuju transformasi, sehingga teori depedensi
kemudian sangat masuk akal diketengahkan dalam dinamika pembangunan global.
Pembangunan

sebagai

salah

satu

bentuk

perubahan

sosial

menciptakan

kondisi

1 Lihat Ellya Rosana, Modernisasi dan Perubahan Sosial, Jurnal TAPIs Vol. 7 No. 12 Januari-Juli
2011 hlm. 36
2 ibid. hlm. 33
2

ketergantungan baru antara satu negara kepada negara lain, akibat kompleksitas yang terjadi
akibat perubahan-perubahan sosial yang begitu cepat pula.
Laju Perubahan Sosial
Apabila pembangunan dan modernisasi menjadi salah satu bagian penting dari perubahan
sosial, maka pertanyaan selanjutnya apakah perubahan sosial akan terus menerus terjadi
sampai menemukan kondisi ideal?
Idealitas dari sebuah gagasan akan semakin dekat dengan realitas yang terjadi ketika
mampu diproses dengan meminimalisasi faktor-faktor penghambat dari perwujudan gagasan
tersebut. Dalam konteks perubahan sosial, tidak serta-merta bahwa kondisi pelbagai aspek di
dalam masyarakat dapat berubah begitu saja, melainkan didorong atau dihambat melalui
faktor-faktor tertentu, baik itu dari dalam maupun dari luar masyarakat. Artinya, perubahan
sosial dipandang sebagai sesuatu yang telah direncanakan atau dikehendaki sejak permulaan
atau sebagai gejala alamiah yang dapat terjadi tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu.
Pada pernyataan terakhir, dapat ditemukan pada kondisi sosial hari ini yang memaknai
perubahan sosial sebagai era transformasi yang begitu cepat dari waktu berpindah waktu.
Bahkan, untuk menjadi bahan pertimbangan pengamatan selanjutnya, perubahan sosial akan
melaju pada kondisi serba rumit yang mengantarkan manusia atau individu kembali
memaknai hakikat keberadaannya di tengah-tengah masyarakat (dunia) saat ini.
Perubahan sosial yang terjadi dan akan terus berlangsung pada setiap kehidupan
manusia perlu disikapi dengan beragam sudut pandang dalam rangka mempertemukan
kondisi-kondisi ideal dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Pembangunan dengan segala
atribut kelebihan dan kelemahan yang telah diterapkan di berbagai negaraterutama di
negara-negara yang dipandang terbelakangterus melewati berbagai tahapan-tahapan
penting dalam melesatnya perubahan sosial di tingkat global maupun lokal, kondisi yang
diprediksi penuh dengan kekhawatiran akan masa depan warga dunia dan hubungannya
dengan keberlangsungan dunia.
Sumber Referensi
Rosana, Ellya. (2011). Modernisasi dan Perubahan Sosial. Jurnal TAPIs Vol. 7 No. 12

Januari-Juli.

3 Suwarsono menggunakan analisis Reinhard Bendix yang menggunakan istilah negara Barat
ketimbang negara maju. Lihat Suwarsono dan Alvin Y. So, Perubahan Sosial dan Pembangunan,
(LP3ES, Jakarta, 2013), hlm. 49
3

Suwarsono dan Alvin Y. So. (2013). Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: LP3ES
Subedi, Devi Prasad. Social Change and Development. Kumpulan Bahan Perkuliahan MA Sociology.
TU, hlm. 1