You are on page 1of 10

SECOND OPINION

NOMOR DOKUMEN

NOMOR REVISI

HALAMAN

1/2
.

.
TANGGAL TERBIT
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

..

DITETAPKAN
DIREKTUR
Dr. Bunaiya Putra
Nip.19800928 200904 1 003

PENGERTIAN

Pendapat medis yang diberikan oleh dokter lain


terhadap suatu diagnosa ataupun terapy maupun rekomendasi medis
lain terhadap penyakit yang diderita pasien.

TUJUAN

Memperkecil kesalahan diagnosis dan penatalaksanaan pengobatan


dokter di RSUD Kabupaten aceh Besar

KEBIJAKAN

Pasien yang tidak puas dengan pelayanan DPJP bisa meminta pendapat
(Second Opinion) lain di RSUD Kabupaten aceh Besar

PROSEDUR

Instalasi Terkait

1. Menanyakan kepada pasien/ keluarga apakah menginginkan


pendapat atau rekomendasi medis lain
2. Menyiapkan formuler permintaan pendapat lain atau secon
opinion.
3. Menyiapkan berkas rekam medik pasien.
4. Menjelaskan kepada pasien / keluarga tentang hal yang perlu
dipertimbangkan dalam meminta pendapat lain (terdapat dalam
panduan).
5. Memberikan kesempatan kepada pasien/ keluarga untuk
bertanya.
6. Mempersilahkan pasien/keluarga untuk membubuhkan tanda
tangan.
7. Menyimpan formulir permintaan pendapat lain ke dalam berkas
rekam medis pasien.
1. Komite Medik
2. DPJP
3. Staf keperawatan dan kebidanan

No. Dokumen

Halaman

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian
Tujuan

Kebijakan
Prosedur

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur,

Suatu perintah yang memberitahukan tenaga medis untuk tidak


melakukan CPR ( Cardio pulmonary resuscitation)
Untuk menyediakan suatu proses dimana pasien bisa memilih prosedur
yang nyaman dalam hal bantuan hidup oleh tenaga medis emergency
dalam [kasusu henti jantung / henti nafas.
Surat penugasan oleh Direktur Rumah Sakit tentang penunjukkan
prosedur penolakan resusitas.
1. Ucapkan salam Assalamualaikum...
2. Jelaskan mengenai tindakan dan tujuan CPR kepada pasien /
keluarga pasien.
3. Mintakan informed consent dari pasien atau keluarganya.
4. Instruksikan kepada keluarga pasien untuk mengisi formulir DNR.
5. Tempatkan kopi atau salinan pada rekam medis pasien dan serahkan
juga salinan pada pasien atau keluarga

6. Instruksikan kepada pasien atau keluarga untuk memasang formulir


DNR di tempat-tempat yang mudah dilihat seperti bedstand.
7. Tinjau kembali status DNR secara berkala dengan pasien atau
walinya, revisi bila ada perubahan keputusan yang terjadi dan catat
dalam rekam medis. Bila keputusan DNR dibatalkan, catat tanggal
terjadinya. dan gelang DNR dimusnahkan
8. Perintah DNR harus mencakup hal-hal di bawah ini:
a. Diagnosis
b. Alasan DNR
c. Kemampuan pasien untuk membuat

keputusan

d. Dokumentasi bahwa status DNR telah ditetapkan dan oleh siapa


9. Perintah DNR dapat dibatalkan dengan keputusan pasien sendiri atau
dokter yang merawat, atau oleh wali yang sah. Dalam hal ini, catatan
DNR di rekam medis harus pula dibatalkan dan gelang DNR (jika
ada) harus dimusnahkan

Instalasi Terkait

1. Dokter
2. UGD
3. Ruang rawat inap

PENDIDIKAN KESEHATAN :
MANAJEMEN NYERI
No.
Dokumen

Halaman
1/2

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL (SOP)

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Tanggal
Terbit

Ditetapkan
Direktur,

Menyiapkan pasien dan keluarga tentang strategi


mengurangi nyeri atau menurunkan nyeri ke level
kenyamanan yang diterima oleh pasien
Memfasilitasi pasien untuk tindakan pengurangan
nyeri
Dilakukan pada pasien yang mengalami nyeri
1. Lakukan pengkajian yang komprehensif tentang
nyeri,

termasuk

lokasi,

karakteristik,

onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, atau


beratnya nyeri dan faktor presipitasi
2. Amati perlakuan non verbal yang menunjukkan
ketidaknyamanan, khususnya ketidakmampuan
komunikasi efektif
3. Pastikan pasien menerima analgesik yang tepat
4. Gunakan strategi komunikasi terapeutik yang
dapat diterima tentang pengalaman nyeri dan
merasa menerima respon pasien terhadap nyeri
5. Identifikasi dampak pengalaman nyeri terhadap
kualitas hidup
6. Evaluasi pasca mengalami nyeri termasuk
riwayat individu dan keluarga mengalami nyeri
kronik

atau

yang

menimbulkan

ketidakmampuan paska nyeri yang dapat


digunakan
7. Bantu pasien dan keluarga untuk memperoleh
dukungan
8. Bersama keluarga mengidentifikasi kebutuhan
untuk

mengkaji

kenyamanan

pasien

dan

merencanakan monitoring tindakan


9. Beri informasi tentang nyeri seperti penyebab
nyeri,

berapa

lama

berakhir,

antisipasi

ketidaknyamanan dari prosedur


10. Ajarkan kepada pasien untuk mengontrol faktor
lingkungan yang dapat mempengaruhi respon
pasien mengalami ketidaknyamanan (misal:
temperature ruangan, cahaya, kebisingan)
11. Mengajarkan

pada

pasien

bagaimana

mengurangi atau menghilangkan faktor yang


menjadi

presipitasi

pengalaman
kelemahan,

atau

nyeri

meningkatkan

(misal:

ketakutan,

dan

rendahnya

monoton,

pengetahuan)
12. Pilih

dan

implementasikan

pengukuran

(misal:

nonfarmakologi,

dan

berbagai
farmakologi,

interpersonal)

untuk

memfasilitasi penurun nyeri


13. Mengajarkan

kepada

pasien

untuk

mempertimbangkan jenis dan sumber nyeri


ketika memilih strategi penurun nyeri
14. Anjurkan pasien untuk memantau nyerinya
sendiri dan intervensi segera
15. Ajarkan teknik penggunaan nonfarmakologi
(misal: biofeedback, TENS, hypnosis, relaksasi,
guided imagery, terapi musik, distraksi, terapi
bermain, terapi aktivitas, acupressure, terapi
dingin/panas, dan pijatan)
16. Jelaskan tentang penggunaan analgetik untuk
penurun nyeri yang optimal
17. Gunakan pengukuran control nyeri sebelum
nyeri meningkat
18. Lakukan verifikasi tingkat ketidaknyamanan
dengan pasien, catat perubahan pada rekam
medik.
19. Evaluasi keefektifan pengukuran kontrol nyeri
yang dilakukan dengan pengkajian terus-

menerus terhadap pengalaman nyeri


20. Modifikasi pengukuran kontrol nyeri pada
respon pasien dan dorong istirshst yang
adekuat/nyeri.

Instalasi Terkait

1. Dokter
2. UGD
3. Ruang rawat inap
4. HCU

SPO ASESMEN NYERI


No.
Dokume
n
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

Tanggal
Terbit

Halaman
1/2
Ditetapkan
Direktur,

Pengertian
Tujuan
Kebijakan
Prosedur

Suatu tindakan untuk mendiagnose / menilai


tentang intensitas nyeri yang dirasakna pasien.
Menilai tingkat ringan beratnya intensitas nyeri
yang dirasakan pasien.
Pada semua pasien yang mengalami nyeri
10. Ucapkan salam Assalamualaikum...
2. Lakukan

pengkajian

yang

komprehensip

tentang nyeri, meliputi scala nyeri dan intensitas


nyeri.
3. Menanyakan

hal-hal

yang

meliputi

nyeri,meliputi :
a. Apakah rasa sakit itu datang dan pergi
atau terus menerus?
b. Apakah Anda menggambarkan rasa
sakit sebagai tajam, tumpul, sakit?
c. Di mana rasa sakit itu berada?
d. Berdenyut, ditusuk jarum, dll?
e. Apa yang membuat rasa sakit lebih
baik?
f. Apa yang membuat rasa sakit lebih
buruk?
g. Apakah rasa sakit itu menghentikan
Anda dari melakukan hal-hal tertentu?
4. Memberikan

informasi

dan

jawaban

atas

pertanyaan tentang rasa nyeri yang dirasakan


pasien.
5. Memberikan penanganan secara serius untuk
mengurangi keluhan nyeri yang dirasakan
pasien.
6. Merespon secara cepat untuk setiap pasien yang
melaporkan nyeri.
7. Memberikan jasa dari Spesialis untuk mengatasi
nyeri bila diperlukan.
8. Membuat rencana penanganan nyeri untuk
setiap rasa sakit yang tidak hilang.

Instalasi terkait

4. Dokter
5. UGD
6. Ruang rawat inap
7. HCU

PELAYANAN PASIEN TAHAP TERMINAL

No.
Dokume
n
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

Tujuan

Tanggal
Terbit

Halaman
1/2
Ditetapkan
Direktur,

Kondisi Terminal adalah suatu kondisi yang


disebabkan oleh cedera atau penyakit dimana
terjadi kerusakan organ multiple yang dengan
pengetahuan dan teknologi kesehatan terkini tak
mungkin lagi dapat dilakukan perbalkan sehingga
akan menyebabkan kematian dalam rentang waktu
yang singkat.
Pasien Tahap Terminal adalah pasien dengan
kondisi terminal yang makin lama makin
memburuk.
Pasien adalah penerima jasa pelayanan kesehatan
di rumah sakit baik dalam keadaan sehat maupun
dalam keadaan sakit.
Mati Kitnis adalah henti napas (tidak ada gerak
nafas spontana0 ditambah henti sirkulasi (jantung)
total dengan semua aktivitas otak terhenti.
1. Memberikan pelayanan yang penuh hormat
dan kasih saying kepada semua pasien tahap
terminal di RSM Siti Khodijah Gurah.
2. Memberikan kenyamanan dengan memberikan
intervensi untuk mengurangi rasa nyeri dan
gejala primer atau sekunder dan mencegah
gejala- gejala dan komplikasi sejauh yang
dapat diupayakan di Rsm Siti Khodijah Gurah
Kediri.
3. Memberikan
respon
terhadap
aspek
psikologis, social, emosional, agama dan
budaya dengan melibatkan keluarganya.

Kebijakan

Semua pasien tahap terminal di UGD maupun


rawat inap

Prosedur

1. Memperhatikan kenyamanan dan martabat


pasien dengan mengarahkan semua aspek
asuhan selama stadium akhir hidup,meliputi :
a. Memberikan pengobatan dan gejala yang
sesuai dengan gejala dan keinginan pasien dan
keluarganya.
b. Menyampaikan isu yang sensitive seperti
autopsy dan donasi organ.
c. Menghormati nilai yang dianut pasien, agama
dan preferansi budaya.
d. Mengikutsertakan pasien dan keluarganya
dalam semua aspek pelayanan.
e. Memberi repon pada masalah-masalah
psikologis, emosional, spiritual dan budaya
dari pasien dan keluarganya.
2. Rumah Sakit memastikan pemberian asuhan
yang tepat bagi mereka yang kesakitan atau
dalam proses kematian dengan cara :
a. melakukan intervensi untuk mengurangi rasa
nyeri dan gejala primer atau sekunder
b. mencegah gejala-gejala dan komplikasi sejauh
yang dapat diupayakan
c. melakukan
intervensi
dalam
masalah
psikososial, emosional dan spiritual dari
pasien dan keluarga, menghadapi kematian
dan kesedihan
d. melakukan
intervensi
dalam
masalah
keagamaan dan budaya pasien dan keluarga
e. mengikutsertakan pasien dan keluarga dalam
keputusan terhadap asuhan
f. (lihat maksud tujuan : PPI 7.1)

Instalasi Terkait

1.
2.
3.
4.
5.

Komite Medik
DPJP
Staf Keperawatan dan Kebidanan
UGD
HCU