You are on page 1of 18

ARTIKEL KEBUDAYAAN JEPANG

A. FESTIVAL
Dalam setahun, sebagian besar hari libur di Jepang adalah untuk
memperingati festival yang secara rutin digelar tiap tahun secara turun temurun.
Sebuah perpaduan yang sangat indah antara masa lampau dengan masa kini,
manakala melihat rombongan gadis berkimono melenggang di tengah rimbunan
gedung pencakar langit, dan ribuan orang berjas rapi di kawasan kota Tokyo.
Adapun kalender tahunan hari libur nasional di Jepang.
JANUARI

Tanggal 1 Tahun Baru (Oshugatsu)


Perayaan dimulainya tahun yang baru. Orang-orang pergi ke kuil Shinto
dan Budha demi keselamatan dan kebahagiaan mereka di tahun
berikutnya. Kartu pos tahun baru (Nengajou) diterima pada tanggal 1
Januari, dirayakan dari tanggal 1-3 Januari. Makanan khas yang disajikan
pada tahun baru disebut Osechi Ryori.

Tanggal 7 Nana Kusa Gayu (Bubur 7 rumput)


Pada 7 Januari ada kebiasaan makan bubur yang dibuat dari Haru no
Nana Kusa (7 rumput musim semi) misalnya Seri (seledri), Suzushiro
(lobak), dll. Karena menurut cerita kalau makan bubur pada hari ini bisa
dijauhkan dari bermacam-macam penyakit.

Tanggal 11 Kagami-biraki
Kagami Biraki adalah acara makan mochi yang diturunkan dari hiasan
toko no ma (ruangan yang terdapat di dinding sebagai tempat meletakkan

Ikebana dll) pada tanggal 11 Januari. Karena Kagami-mochi merupakan


benda pembawa keberuntungan, maka tidak boleh dibelah dengan pisau,
melainkan dibelah dengan tangan atau palu kayu.

Senin kedua Seijin-shiki (Hari Kedewasaan/ Coming of Age)


Ada upacara khusus di seluruh Jepang bagi orang-orang yang mencapai
usia 20 tahun, untuk menegaskan bahwa mereka telah menjadi dewasa dan
mendorong mereka untuk bersikap mandiri.

FEBUARI

Tanggal 3 atau 4 Setsubun (Upacara Melempar Kedelai)

Hari menjelang mulainya musim semi berdasarkan sistem kalender kuno


Jepang: Orang menebarkan biji-biji kedelai yang sudah dipanggang untuk
mengusir setan (nasib buruk) 11 Hari Pembentukan Negara Memperingati
pembentukan negara dan bertujuan untuk membina rasa cinta rakyat
terhadap negaranya.

Tanggal 11 Hari pembentukan negara


Memperingati pembentukan negara dan bertujuan untuk membina rasa
cinta rakyat terhadap negaranya.

MARET

Tanggal 3 Hinamatsuri (Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan)


Festival ini diadakan guna mendoakan pertumbuhan dan kebahagiaan
anak-anak perempuan. Banyak keluarga yang mempunyai gadis cilik
memajang rak boneka yang menampilkan seperangkat boneka yang
berkostum ala bangsawan kuno, bersama dengan bunga persik. Pada hari
ini disajikan makanan kecil yang disebut arare yang dibuat dari beras dan
minuman amasake, minuman dari beras yang difermentasi tapi tidak
beralkohol.

Sebelum dan Sesudah Tanggal 20 Haru No Higan ("Higan" di musim


Semi atau Vernal Equinox day)
Higan tiap tahun berbeda tapi umumnya terdiri dari 7 hari, 3 hari
sebelum dan 3 hari sesudah Shunbun no hi dan saat Shunbun no hi itu
sendiri yaitu tanggal 20 atau 21 Maret (Hari ketika siang dan malam sama
lamanya, tatkala matahari pas melintasi ekuator).
Higan adalah kata yang diambil dari agama Budha yang berarti sisi
sungai yang diseberangi oleh orang yang meninggal.
Higan dikatakan adalah hari terhubungnya dunia tempat tinggal leluhur
dan dunia tempat tinggal orang yang masih hidup.
Higan di musim semi dikatakan adalah hari untuk menyayangi makhluk
hidup dan menghormati alam.

ANTARA MARET-APRIL

Hanami
Hanami adalah kebiasaan menyenangkan menanti datangnya musim
semi. Yaitu dengan keluar ke taman atau tempat terbuka lain bersama
keluarga, teman kerja, teman lalu minum alkohol dibawah pohon sakura.
Sambil bernyanyi dan melakukan kegiatan lain sembari menikmati bunga
sakura yang telah mekar penuh.

APRIL

29 Green Day (Hari Hijau)


Hari libur nasional ini mendorong rakyat untuk menikmati dan
menghormati alam. Hingga tahun 1988 hari ini dirayakan sebagai hari
ulang tahun Kaisar Showa, yang suka menanam pepohonan.

MEI

3 Hari Konstitusi
Rakyat memperingati berlakunya Konstitusi Jepang dan mengharapkan
majunya pembangunan negara.
5 Hari Anak-anak
Nama tradisional untuk hari ini adalah Tanggo no Sekku dan di masa
lampau, pada hari ini orang-orang melakukan acara pengusiran roh-roh
jahat dengan bunga iris. Belakangan, hari ini menjadi hari untuk
mendoakan pertumbuhan anak laki-laki, yang kemudian menjadi hari raya
bagi semua anak. Tetapi bagi rumah yang memiliki anak laki-laki, mereka
akan memajang boneka samurai atau replika baju perang dengan topi
kabuto dan memasang umbul-umbul ikan koi. Ikan Koi adalah ikan yang
dapat berenang melawan arus deras, karena itu diharapkan anak laki-laki
tersebut menjadi anak yang kuat, percaya diri dan sukses.

Hari Minggu kedua Hari Ibu

Hari menyatakan rasa terima kasih kepada para ibu, umumnya ditandai
dengan memberikan bunga Carnation.
JUNI

Hari Minggu ke-3 Hari Ayah


Hari menyatakan rasa terima kasih kepada para ayah.

JULI

Tangal 7 Tanabata (Festival Bintang)


Festival ini mencampur sebuah legenda Cina dengan kepercayaan kuno
Jepang mengenai dua buah bintang yang terletak di kedua ujung Bimasakti
yaitu Bintang Altair (si Pengembala) dan Bintang Vega (si Penenun).
Mereka dihukum oleh Raja Dewa karena terlalu banyak bermain sehingga
hanya dapat bertemu satu tahun sekali yaitupada 7 Juli.
Orang-orang menuliskan keinginan pada sebuah kertas warna dan
menggantungkannya di pohon bambu. Harapan mereka dipercaya akan
terkabul apabila pada hari itu hujan tidak turun.

Senin ke-3 Hari Laut


Hari untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas anugerah laut serta
harapan akan kemakmuran Jepang yang merupakan sebuah negeri laut.

Kira- kira 20 Juli Doyou No Ushi No Hi


Dikatakan Doyou no ushi no hi adalah hari terpanas dalam satu tahun.
Untuk mengatasi panasnya hari itu ada kebiasaan makan Usagi no
Kabayaki (belut bakar dengan saus asam manis).

AGUSTUS

Pertengahan Festival Bon


Festival Bon adalahsebuah event Budhis yang diadakan pada tanggal 1315 Juli atau dalam bulan Agustus (tergantung daerah). Festival ini
dipersembahkan bagi arwah para leluhur. Dipercaya bahwa pada hari-hari
ini arwah mereka akan pulang ke rumah. Untuk itu mereka akan
memasang penerangan dan api selamat datang di pintu depan rumah untuk
mengarahkan arwah-arwah tersebut ke rumah, memasang lentera di dalam,
membersihkan altar rumah, menyediakan sajian dan berdoa bagi
ketenangan arwah para leluhur.
Pada akhir Festival, sekali lagi orang-orang akan memasang penerangan di
pintu terdepan rumah sebagai pengantar arwah leluhur keluar dari rumah
dan mengapungkan sesajen di sungai atau laut untuk menemani mereka
pulang ke alam sana.

SEPTEMBER

Senin ke-3 Hari untuk Menghormati Kaum Manula

Hari untuk mengungkapkan rasa hormat kepada orang-orang yang berusia


lanjut, yang telah bekerja keras bagi masyarakat selama bertahun-tahun,

dan merayakan panjang usianya.


Pertengahan September Otsukimi (Hari menikmati Sinar Rembulan)
Kue mochi dan rumput susuki diletakkan dekat jendela sebagai
'persembahan' bagi rembulan, dan orang menikmati saat-saat memandangi
keindahan bulan purnama.

Sebelum dan Sesudah tanggal 23 Aki No Higan ('Higan' di musim


Gugur/ Autumnal Equinox Day)
Higan tiap tahun berbeda, tapi umumnya terdiri dari 7 hari, 3 hari
sebelum dan sesudah Shuubun no hi serta saat Shuubun no hi itu
sendiri yaitu kira-kira 23 September (Hari ketika siang dan malam sama
lamanya, ketika matahari tepat melintasi garis khatulistiwa).
Higan di musim gugur dikatakan sebagai hari untuk menghormati
leluhur, Orang mengungkapkan rasa hormat kepada arwah para leluhur
dan mengingat kembali mereka yang telah meninggal dunia.

OKTOBER

Senin ke-2 Hari Olahraga


Rakyat menikmati olahraga dan membina pikiran dan tubuh yang sehat.

NOVEMBER

3 Hari Kebudayaan
Rakyat menunjukkan rasa cinta terhadap kebebasan dan perdamaian dan
melibatkan diri dalam berbagai kegiatan kebudayaan
15 Shichi-Go-San (Festival 7-5-3)
Pada hari ini para orang tua yang mempunyai anak-anak laki-laki berusia 3
atau 5 tahun atau anak perempuan yang berusia 3 atau 7 tahun akan
membawa mereka ke kuil untuk mendoakan kesehatan dan pertumbuhan
mereka. Usia 3, 5 dan 7 dipilih karena dipercaya sebagai angka ganjil yang
membawa keberuntungan. Anak-anak tersebut juga akan mendapat permen
khusus yang disebut chitose ame, yang dimasukkan dalam kantong
bergambar bangau dan kura-kura. Chitose berarti seribu tahun dan bangau
serta kura-kura juga merupakan lambang panjang umur.

23 Hari Pekerja (Labours Day)


Hari untuk menghormati para pekerja, merayakan produksi, dan saling
mengungkapkan rasa terima kasih.

DESEMBER

23 Hari Ulang Tahun Kaisar


Rakyat merayakan ulang tahun Kaisar Akihito.
25 Hari Natal
Banyak orang mengikuti kebiasaan melakukan tukar-menukar hadiah
dengan anggota keluarga dan rekan dan menikmati makan khusus bersama

pada hari ini.


31 Malam Tahun Baru Oomisoka
Menjelang tengah malam, kuil-kuil di seluruh Jepang akan mulai
mendentangkan loncengnya. Menurut kepercayaan Budhis, manusia
mempunyai 108 nafsu duniawi. Berdentangnya lonceng sebanyak 108 kali
merupakan salah satu cara untuk mengusir (membersihkan) satu-persatu
nafsu-nafsu demikian. Selain itu ada kebiasaan memakan soba (semacam
mie) pada malam Tahun Baru sebagai perlambang harapan akan panjang

umur dan kesehatan yang baik di tahun yang baru. Mie merupakan pilihan
karena

bentunya

panjang

dan

dapat

direntangkan;

dipercaya

melambangkan hidup yang lama dan bahagia


B. KEBUDAYAAN JEPANG
Perjalanan panjang sejarah Jepang yang mengalir dari waktu ke waktu,
membekas dalam meninggalkan beragam kebudayaan indah yang sampai
sekarang masih bisa kita nikmati. Sepanjang sejarahnya, Jepang telah menyerap
banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat-istiadat, dan
bentuk-bentuk pengungkapan kebudayaan. Jepang telah mengembangkan
budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar itu.
Gaya hidup orang Jepang dewasa ini merupakan perpaduan budaya tradisional di
bawah pengaruh Asia dan budaya modern Barat.

1. Kebudayaan Tradisional
Seni pertunjukan tradisional yang masih berjaya di Jepang dewasa ini adalah
antara lain kabuki, noh, kyogen dan bunraku.

Kabuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada
awal abad ke-17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang
diucapkan oleh para aktor, kostum yang super-mewah, make-up yang
mencolok (kumadori), serta penggunaan peralatan mekanis untuk
mencapai efek-efek khusus di panggung. Make-up menonjolkan sifat dan
suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil
tema masa abad pertengahan atau zaman Edo, dan semua aktor, sekalipun
yang memainkan peranan sebagai wanita, adalah pria.

Noh adalah bentuk teater musikal yang tertua di Jepang. Penceritaan tidak
hanya dilakukan dengan dialog tapi juga dengan utai (nyanyian), hayashi
(iringan musik), dan tari-tarian. Ciri khas lainnya adalah sang aktor utama
yang berpakaian kostum sutera bersulam warna-warni, dan mengenakan
topeng kayu berlapis lacquer. Topeng-topeng itu menggambarkan tokohtokoh seperti orang yang sudah tua, wanita muda atau tua, dewa, hantu,

dan anak laki-laki.


Kyogen adalah sebuah bentuk teater klasik lelucon yang dipagelarkan
dengan aksi dan dialog yang amat bergaya. Ditampilkan di sela-sela

pagelaran noh, meski sekarang terkadang ditampilkan secara tunggal.


Bunraku, yang menjadi populer sekitar akhir abad ke-16, merupakan jenis
teater boneka yang dimainkan dengan iringan nyanyian bercerita dan
musik yang dimainkan dengan shamisen (alat musik petik berdawai tiga).
Bunraku dikenal sebagai salah satu bentuk teater boneka yang paling halus

di dunia.
Sado dan Ikebana
Berbagai seni tradisional lainnya, seperti upacara minum teh dan ikebana
(merangkai bunga), terus hidup sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari
masyarakat Jepang. Upacara minum teh (sado atau chado) adalah tata-cara

yang diatur sangat halus dan teliti untuk menghidangkan dan minum teh
hijau matcha (dalam bentuk bubuk). Ada hal yang lebih penting daripada
ritual membuat dan menyajikan teh, karena upacara ini merupakan
rangkaian seni yang mendalam yang membutuhkan pengetahuan yang luas
dan kepekaan yang sangat halus. Sado juga menjajaki tujuan hidup dan
mendorong

timbulnya

apresiasi

terhadap

alam.

Seni merangkai bunga Jepang (ikebana), yang mengalami evolusi di


Jepang selama tujuh abad, berasal dari sajian bunga Budhis di masa

awalnya.
Seni ini berbeda dengan penggunaan bunga yang murni bersifat dekoratif
saja, karena setiap unsur dari sebuah karya ikebana dipilih secara sangat
cermat termasuk bahan tanaman, wadah di mana ranting dan bunga akan
ditempatkan, serta keterkaitan ranting-ranting dengan wadahnya dan ruang
di sekitarnya.

2. Kebudayaan Modern
J-Pop
J-pop merupakan singkatan dari Japanese Pop dan mengacu pada Musik populer
di Jepang. Istilah J-pop diambil dari sebuah stasiun radio J-WAVE yang
menunjukkan jenis musik yang berbeda dari musik rakyat. Penyanyi dari J-pop
adalah musisi yg terkenal dan juga seiyuu.
J-pop atau Japanese Pop merupakan istilah umum yang mengandung banyak jenis
(genre) musik Jepang seperti pop, rock, dance, rap dan soul. Di Jepang, istilah Jpop digunakan untuk membedakan gaya musik modern dengan musik klasik
Jepang yang disebut dengan Enka atau bentuk ballad dari Jepang tradisional.
Kerap kita mendengar istilah seperti J-rock, Visual Kei dan J-rap, namun semua
istilah tersebut berada di dalam naungan J-pop.
J-pop memiliki kategori sebagian besar musik yang beredar di Jepang antara lain :
Lagu Anime, Boy Band, Bubblegum pop, Girl Group, J-rock, Musik Video game,
Visual Kei

Film
Sejak Kurosawa Akira memenangkan Golden Lion Award di Festival Film Venice
pada tahun 1951, dunia perfilman Jepang menjadi pusat perhatian dunia, dan
karya-karya dari sutradara besar seperti Mizoguchi Kenji dan Ozu Yasujiro
mendapat sambutan luas. Pada tahun-tahun terakhir ini, Kitano Takeshi
memenangkan Golden Lion Award pada Festival Film Venice 1997 dengan
karyanya HANA-BI dan meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik pada
festival tahun 2003 dengan karyanya Zatoichi.
Film anime (kartun) Jepang yang menjadi hiburan bagi anak-anak Jepang sejak
tahun 1960-an, kini diekspor ke seluruh dunia. Ada seri yang menjadi favorit
anak-anak seluruh dunia, seperti Astro Boy, Doraemon, Sailor Moon, Detective
Conan, dan Dragonball Z. Sementara itu, karya sutradara Miyazaki Hayao,
Spirited Away, memenangkan Oscar sebagai film cerita kartun terbaik pada tahun
2003

C. OLAHRAGA
Jepang dengan keberagaman olahraga tradisional yang terpadu dengan
keberagaman olahraga modern menjadikannya cukup unik untuk disimak. Tim
nasional sepakbola Jepang yang beberapa kali menjuarai piala Asia tak serta merta
menjadikan olahraga ini nomor satu di hati rakyat Jepang, tetapi justru bisbol lah
yang nomor satu di sini. Mencoba menyimak ragam olahraga lain yang digemari
di Jepang, sebetulnya cukup beragam. Seni bela-diri tradisional seperti judo dan
kendo sama populernya seperti jenis olahraga yang berasal dari luar negeri seperti
bisbol dan sepak bola. Banyak orang Jepang pergi ke laut untuk berselancar dan
melakukan scuba diving pada musim panas, sementara olahraga ski dan
snowboarding digemari pada musim dingin.
OLAH RAGA UTAMA

Bisbol merupakan salah satu olahraga tontonan yang paling populer di Jepang.
Ada 12 tim bisbol profesional; enam tercakup dalam Central League dan enam
dalam Pacific League. Masing-masing tim yang termasuk dalam kedua liga
tersebut memainkan sekitar 140 game selama musim pertandingan. Akhirnya dua
pemenang liga bertemu dalam Japan Series. Pada tahun-tahun belakangan ini,
makin banyak pemain pindah ke Amerika Serikat untuk main dalam Major
League Baseball. Dua di antara yang paling termasyur adalah Suzuki Ichiro dan
Matsui Hideki.
Bisbol amatir juga populer, dan banyak siswa sekolah ikut pertandingan melalui
Little Leagues (liga junior) lokal atau klub-klub bisbol sekolah. Kejuaraan Bisbol
Nasional tingkat Sekolah-Menengah Atas yang diadakan dua kali setahun,
merupakan ajang pertandingan untuk sekolah-sekolah yang berhasil lolos ronde
penentuan

yang

berat

untuk

mewakili

prefektur

mereka.

Liga sepak bola profesional Jepang sendiri, J-League, didirikan pada tahun 1993.
Sejak itu sepak bola makin banyak penggemarnya di Jepang. Piala Dunia FIFA
2002 diselenggarakan bersama oleh Jepang dan Republik Korea, dan hal ini
sangat mendorong popularitas sepak bola. Pemain-pemain Jepang seperti
Hidetoshi Nakata , Shunsuke Nakamura yang bermain di liga Eropa, tentu tak
asing lagi di telinga kita.
SENI BELA-DIRI
Jenis-jenis seni bela-diri tradisional, seperti judo, kendo, karate-do, dan aikido,
berkembang

marak

di

Jepang

berkat

pengabdian

mereka

yang

mempraktekkannya.
Dalam judo, yang secara harfiah berarti cara lembut, kunci untuk mengatasi
seorang lawan adalah memanfaatkan kekuatannya. Judo yang kini populer di
seluruh dunia, telah mantap sebagai salah satu cabang olahraga resmi Olimpiade
sejak tercakup dalam pesta olahraga ini pada tahun 1964. Mengikuti jejak judo,
kendo (anggar Jepang) juga telah berhasil menarik banyak pengikut setia di luar
negeri dalam tahun-tahun belakangan ini. Para olahragawan kendo mengenakan
alat-alat pelindung yang mirip ketopong dan zirah dan menggunakan pedang

bambu untuk menyerang dan bertahan. Karate-do berasal dari China, masuk ke
Jepang melalui Kerajaan Ryukyu (sekarang Okinawa). Para olahragawan karate
tidak memakai pelindung apa pun dan bertanding hanya dengan tangan dan kaki.
SUMO
Sumo, olahraga nasional Jepang, mempunyai sejarah yang membentang lebih dari
1000 tahun. Dahulu kala pertandingan sumo diselenggarakan sebagai cara untuk
bersyukur atas panen dan pada berbagai upacara keagamaan lain. Hingga kini pun
sumo tetap terkait dengan banyak ritual. Rikishi (pegulat sumo), yang rambutnya
ditata seperti para pendekar zaman dulu, hanya mengenakan ikat pinggang sutera
khusus dan bertanding hanya dengan tangan kosong. Kebanyakan pegulat sumo
beratnya antara 100 hingga 200 kilogram. Mereka bertanding di atas dohyo (ring)
selebar 4,5 meter sampai salah satu terdorong keluar ring atau menyentuh lantai
dengan salah satu bagian tubuhnya selain telapak kaki. Aturannya cukup
sederhana, tapi tekniknya tidak demikian, dan ada lebih dari 80 cara untuk
menang. Turnamen sumo profesional berlangsung enam kali dalam setahun,
masing-masing selama 15 hari. Sumo telah menarik perhatian di luar Jepang
melalui tur-tur pengenalan ke berbagai negara dan sukses yang diraih para pegulat
sumo yang berasal dari luar Jepang.

OLIMPIADE
Olahraga amatir juga berkembang marak di Jepang yang selalu mengirimkan tim
kuat ke Olimpiade. Tim sebanyak 109 orang ikut dalam Olimpiade Musim Dingin
tahun 2002 di Salt Lake City dan 312 orang olahragawan Jepang bertanding
dalam Olimpiade Athena tahun 2004. Jepang pernah tiga kali menyelenggarakan
Olimpiade: Tokyo menjadi tuan-rumah bagi Olimpiade Musim Panas tahun 1964
yaitu Olimpiade pertama di Asia sedangkan Olimpiade Musim Dingin
berlangsung di Sapporo pada tahun 1972 dan di Nagano pada tahun 1998.

OLAHRAGA YANG DISUKAI ANAK-ANAK

Anak-anak Jepang main berbagai jenis olahraga melalui klub di sekolah atau klub
yang ada dekat rumahnya. Sepak bola dan bisbol adalah dua di antara jenis-jenis
olahraga yang paling populer di kalangan anak laki-laki. Untuk anak perempuan,
banyak yang suka main jenis-jenis olahraga seperti bowling dan bulu tangkis.
Berenang adalah olahraga yang digemari baik oleh anak laki-laki maupun anak
perempuan.
http://an-ordinary-story.blogspot.co.id/2011/02/artikel-kebudayaan-jepang.html