You are on page 1of 4

Nama

: Siti Aisyah

Jurusan/Kelas
Jurnalistik 2 D

NIM

Ilmu

Komunikasi

: 1134050137

Matkul
Dakwah

Dasar-dasar

Assalamualaikum Wr. wb.










Pertama-tama marilah kita panjatkan puja
dan puji syukur kita tehadap kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan nikmatnya terhadap
kita semua. Shalawat serta salam tak pernah
terlupakan untuk sosok yang begitu kita nantikan
syafaatnya,beliaulah baginda Nabi Muhammad
SAW semoga kita semua tergolong umatnya.
Amien.
Berdirinya saya disini,insyaallah akan
menyampaikan sebuah hadits yang berkenaan
tentang majlis dzikir.




Barang siapa yang memeberikan kemudahan
kepada orang yang sedang kesulitan, maka
Allah akan memberikan kemudahan baginya

didunia dan diakhirat, dan Allah senantiasa


menolong hamba-Nya selama si hamba
menolong saudaranya.
Maksud daripada hadits tersebut adalah
diperintahkan/dianjurkan oleh Allah SWT, kepada
sebagian hamba-hamda-Nya
yang beriman
untuk bersikap baik kepada sebagian yang
lainnya, dalam majlis-majlis pertemuan.
Baik dalam bersosialisasi dengan sesama
makhluk Allah yang lainnya, karena setiap
makhluk hidup itu tidak bisa hidup sendiri dan
memerlukan
bantuan
satu
sama
lain.
Contohnya,jika kita menolong orang lain yang
dalam kesulitan maka Allah akan menolong kita
dalam bentuk apapun.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam
surat Al Mujaadalah:11



Wahai orang-orang yang beriman! Apabila
dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di
dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah,
niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah
kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan
mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman
di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang
kamu kerjakan.(Al-Mujaadallah:11)

Didalam tafsir Ibnu Katsir Qatadah


mengatakan bahwa ayat ini berkenaan dengan
majlis dzikir. Demikian itu, karena apabila mereka
melihat seseorang dari mereka yang baru
datang,mereka tidak memberikan kelapangan
untuk tempat duduknya dihadapan Rasulullah
SAW, maka Allah SWT memerintahkan kepada
mereka agar sebagian dari mereka memberikan
kelapangan tempat duduk untuk sebagian yang
lainnya. Bukan hanya memberikan kelapangan
dalam duduk tapi juga menghargai satu sama
lain dan saling mengasihi.
Dari
potongan
ayat
tersebut
SWT,akan
meninggikan
orang-orang
beriman dan orang-orang yang berilmu.

Allah
yang

Berbicara mengenai ilmu, bila seseorang


memiliki
ilmu
apalagi
ilmu
agama,pasti
dimanapun dia berada, orang lain akan
menghormatinya, meskipun dia bukan keturunan
bangsawan.
Hal ini sesuai dengan syair seorang ulama
yang berbunyi:






#





Orang yang berilmu itu mulia walaupun dia
anak kecil, sedangkan orang yang bodoh itu kecil
walaupun dia itu tua renta.
Syekh
Nawawi pun pernah berkata dalam
syairnya:

Sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang


menerangi orang yang berilmu, yang dimuliakan
dimana saja dia berada.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan
pada kesempatan pidato kali ini, mudahmudahan ada manfaatnya untuk kita semua.
Wassalammualaikum Wr.Wb.