You are on page 1of 4

BAB IV

PEMBAHASAN
Pada saat mahasiswa melakukan praktik keperawatan komunitas,
mahasiswa mengamati keadaan lingkungan gampong ladong sebagian besar
terdiri atas lautan, pegunungan dan kebun. Jenis rumah yang ditempati
masyarakat gampong ladong umumnya rumah bantuan yang diberikan saat
tsunami. Letak rumah umunya di kompleks perumahan, letaknya rapat dan
terkesan padat. Akan tertapi jarak dari antara kompleks perumahan berjauhan,
jarak dusun ke dusun berjauhan.
Masyarakat gampong ladong beragama islam dan sering diadakan
kegiatan pengajian ibu-ibu di dusun masing-masing. Umumnya kegiatan
pengajian dilakukan pada sore hari. Sarana keagamaan di gampong ladong terdiri
atas mesjid yang terletak didusun cot mee dan surau atau balai pengajian disetiap
dusun.
Sarana pendidikan di gampong ladong terdiri atas TK dan SD yang
terletak di dusun indrapatra, SPUM yang terletak didusun keude meria.
Pelayanan kesehatan yang sering digunakan oleh masyarakat gampong ladong
berupa puskesmas pembantu (pustu) yang terletak didusun indrapatra. Posyandu
dilaksanakan oleh pihak pustu setiap tanggal 10 disetiap awal bulan.
Masyarakat gampong ladong umumnya bekerja sebagai pedagang, petani,
nelayan dan wiraswasta. Pekerjaan musiman seperti memilih benih bandeng juga
digeluti masyarakat.
Sarana perlindungan masyarakat adalah kantor kepala desa karena jarak
kantor polisi dari gampong ladong kurang lebih 5 km, dan transportasi yang
digunakan berupa kendaraan pribadi dan kendaraan umum.

67

Masyarakat gampong ladong umunya berkomunikasi dengan bahasa aceh


dan Indonesia. Hal ini menjadi kendala bagi mahasiswa saat melakukan
pengumpulan data ke rumah penduduk. Ada masyarakat yang tidak bisa
berkomunikasi denngan menggunakan bahasa Indonesia sehingga menyulitkan
mahasiswa yang tidak bisa berbahasa aceh. Sarana informasi bagi masyarakat
gampong ladong adalah berita dari kepala desa yang disampaikan ke kepala
dusun dan diteruskan ke masyarakat di setiap dusun. Jarak dusun ke dusun yang
jauh menyebabkan sulit apabila informasi disampaikan melalui mikrofon dan
papan pengumuman.
Sarana rekreasi yang terletak digampong ladong adalah pantai dan cagar
budaya benteng indrapatra. Cagar budaya ini dikembangkan sehingga menjadi
salah satu mata pencaharian masyrakat gampong ladong.
A. Faktor kekuatan
1. Faktor kekuatan yang mendukung dan memungkinkan di laksanakannya
pengkajian antara lain Desa ladong terletak di antara lautan, perkebunan,
pegunungan, sehingga masyarakat dominan bermata pencaharian sebagai
nelayan dan petani.
2. Faktor kekuatan yang di rasakan dalam perencanaan tindakan yaitu
keadaan lingkungan yang dekat dengan lautan memungkinkan tingkat
penyakit hipertensi lebih tinggi di bandingkan dengan penyakit lain
dikarenakan masyarakat lebih tinggi mengonsumsi makanan yang
mengandung natrium seperti makanan yang di awetkan dengan garam
(ikan asin, dll). Masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani,
lebih mudah mengalami penyakit nyeri pada persendian, kesemutan pada
bagian ekstremitas, dikarenakan masyarakat banyak mengonsumsi dari
hasil tanaman yang di peroleh dari hasil kebun sendiri, misalnya: bayam,
kacang-kacangan dll. Dari gejala yang di rasakan masyarakat dapat di
simpulkan bahwa masyarakat mengalami penyakit reumatik.

68

B. Faktor Kelemahan
1. Faktor kelemahan yang dirasakan pada saat pengumpulan data adalah luas
desa yang mencapai 7,5 km menjadi salah satu kendala yang terdapat
dilapangan, jarak rumah masyarakat yang jauh, dan pekerjaan masyarakat
yang sebagian besar adalah nelayan dan petani, sehingga dengan faktor
pekerjaan masyarakat jarang berada dirumah pada saat pagi dan siang
hari. Dan sebagian masyarakat tidak bisa berbahasa indonesia sehingga
sulit untuk menjelaskan apa maksud dan tujuan.
2. Faktor kelemahan yang dirasakan dalam menyusun perencanaan untuk
mengatasi masalah adalah masyarakat masih sulit mengenali masalah
3.

kesehatan yang terdapat dilingkungan gampong ladong.


Pada saat melakukan implementasi kendala yang mahasiswa peroleh
yaitu jarak setiap dusun kebalai desa yang merupakan pusat pemerintahan
gampoeng ladong jauh sehingga masyarakat sulit menempuh jarak jauh
tanpa kendaraan pribadi. Selain itu kesibukan masyarakat dengan
pekerjaannya menyebabkan waktu luang masyarakat sangat terbatas
hanya pada jam dan hari tertentu (jumat dan minggu selepas ashar)
sehingga mahasiswa memilih alternatif saat melakukan implementasi
yaitu pada kegiatan perkumpulan masyarakat misalnya saat pengajian
ibu-ibu dan pendidikan kesehatan door to door.

C. Faktor kesempatan
1. Adapun faktor kesempatan dalam pengkajian yang mahasiswa lakukan
antara lain adalah pada saat sore hari saat ibu-ibu melakukan pengajian
dibalai desa.
2. Faktor yang dirasakan dalam perencanaan tindakan antara lain pada saat
mahasiswa melakukan lokakarya mini pertemuan kedua mahasiswa
memiliki kesempatan untuk memaparkan masalah-masalah yang terdapat
pada masyarakat gampoeng ladong.

69

3. Faktor yang dirasakan dalam pelaksanaan tindakan antara lain mahasiswa


memiliki kesempatan untuk melakukan implementasi pada saat ibu-ibu
mengadakan pengajian dibalai desa setiap dusun.
D. Faktor ancaman
Adapun faktor ancaman yang mahasiswa rasakan dalam pengkajian adalah
keselamatan, karena jarak rumah masyarakat yang jauh, banyaknya hewan
ternak yang berkeliaran serta jalan yang dilalui mahasiswa adalah jalur keluar
masuknya mobil bermuatan besar. Pada malam hari juga sangat berbahaya
karena penerangan jalan yang minim.s

70