Вы находитесь на странице: 1из 14

MAKALAH

BENTANG ALAM

Kelompok IV
DENY TANDIARA
DION F
AGUS ADIYANTO
ROSEVELD SARAPUNG

PROGRAM STUDY PERTAMBANGAN (S1)


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KUTAI KERTANEGARA
TENGGARONG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Geomorfologi ( geomorphology ) adalah ilmu tentang roman muka


bumi beserta aspek-aspek yang mempengaruhinya. Geomorfologi bisa
juga merupakan salah satu b a g i a n d a r i g e o g r a f i . D i m a n a
g e o m o r f o l o g i y a n g m e r u p a k a n c a b a n g d a r i i l m u geografi,
mempelajari tentang bentuk muka bumi, yang meliputi pandangan luas
sebagai cakupan satu kenampakan sebagai bentang alam (landscape)
sampai pada satuan terkecil sebagai bentuk lahan (landform).
Hubungan geomorfologi dengan kehidupan manusia
a d a l a h d e n g a n a d a n y a pegunungan-pegunungan, lembah, bukit, baik yang
ada didarat maupun di dasar laut.Dan juga dengan adanya bencana alam
seperti gunung berapi, gempa bumi, tanah longsor dan sebagainya yang
berhubungan dengan lahan yang ada di bumi yang juga mendorong manusia
untuk melakukan pengamatan dan mempelajari bentukbentuk g e o m o r f o l o g i y a n g a d a d i b u m i . B a i k y a n g d a p a t
b e r p o t e n s i b e r b a h a y a m a u p u n aman. Sehingga dilakukan pengamatan
dan identifikasi bentuk lahan.
Istilah bentang lahan berasal dari kata landscape (Inggris) atau landscap
(Belanda) atau landschaft (Jerman), yang secara umum berarti pemandangan. Arti
pemandangan mengandung dua aspek, yaitu aspek visual dan aspek estetika pada
suatu lingkungant e r t e n t u ( Z o n n e v e l d , 1 9 7 9 d a l a m T i m
F a k u l t a s G e o g r a f i U G M , 1 9 9 6 ) . U n t u k mengadakan analisis
bentanglahan diperlukan suatu unit analisis yang lebih rinci. Dengan
mengacu pada definisi bentang lahan tersebut, maka dapat dimengerti, bahwaunit
analisis yang sesuai adalah unit bentuklahan. Oleh karena itu, untuk menganalisis
bentanglahan seperti di atas, maka d a n m e n g k l a s i f i k a s i
bentang lahan selalu mendasarkan pada
k e r a n g k a k e r j a bentuklahan. Berdasarkan pengertian
d a p a t diketahui, bahwa ada delapan anasir bentanglahan. Kedelapan anasir
bentanglahan itu adalah udara, tanah, air, batuan, bentuklahan, flora, fauna, dan
manusia.

Bentuk lahan adalah bagian dari permukaan bumi


y a n g m e m i l i k i b e n t u k topografis khas, akibat pengaruh kuat dari proses
alam dan struktur geologis pada material batuan dalam ruang dan waktu
kronologis tertentu. Bentuk lahan terdiri dari sistem Pegunungan, Perbukitan,
Vulkanik, Karst, Alluvial, Dataran sampai Marine terbentuk oleh pengaruh batuan
penyusunnya yang ada di bawah lapisan permukaan bumi. Pada makalah ini akan
dijelaskan kembali apa yang dimaksud dengan bentanglahan yang terbentuk
berasal dari proses pelarutan.

B.

Rumusan Masalah

Dari penjelasan di atas maka dapat di rumuskan masalah, yaitu :


1.

Apa yang dimaksud dengan bentang alam ?

2.

Apa saja jenis-jenis bentang alam dan bagaimana proses terbentuknya ?

C.

Tujuan

Adapun tujuan dari makalah ini, yaitu :


1.

Mengetahui apa yang dimaksud dengan bentang alam dan bagaimana


prosesnya.

2.

Mengetahui jenis-jenis bentang alam dan bagaimana proses terbentuknya.

BAB II
ISI
A. Pengertian
Pengertian bentang alam adalah pemandangan alam atau daerah dengan
aneka ragam bentuk permukaan bumi yang sekaligus merupakan suatu kesatuan.
Bentang alam merupakan suatu unit geomorfologis yang dikategorikan
berdasarkan karakteristik seperti elevasi, kelandaian, orientasi, stratifikasi,
paparan batuan, dan jenis tanah. Jenis-jenis bentang alam antara lain adalah bukit,
lembah, tanjung, dan lain-lain, sedangkan samudera dan benua adalah contoh jenis
bentang alam tingkat tertinggi.
Beberapa faktor, mulai dari lempeng tektonik hingga erosi dan deposisi
dapat membentuk dan mempengaruhi bentang alam. Faktor biologi dapat pula
mempengaruhi bentang alam, contohnya adalah peranan tumbuh-tumbuhan dan
ganggang dalam pembentukan rawa serta terumbu karang.
Istilah - istilah bentang alam tidak hanya dibatasi bagi bentukan dipermukaan
bumi, melainkan dapat pula digunakan pada permukaan planet dan obyek-obyek
lain di alam semesta. Bentang alam sering disebut juga dengan kenampakan alam.
B. Jenis- Jenis Bentang Alam Faktor Endogen dan Eksogen
1. GAYA ENDOGEN
Gaya endogen adalah gaya yang berasal dari dalam bumi. Gaya yang
berasal dari dalam bumi dapat berupa gempa bumi, magmatisme, vulkanisme,
orogenesa dan epirogenesa.
- PROSES-PROSES ENDOGEN
1. Tektonisme
Tenaga Tektonik (Tektonisme) adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang
mengakibatkan terjadinya pergeseran dan perubahan letak lapisan batuan, baik
secara horizontal (gerak orogenetik) maupun secara vertikal (gerak
epirogenetik).
a. Orogenesa
Pembentukkan gunung meliputi daerah yang sempit dan dalam waktu yang
relatif singkat. Gerak itu dapat menimbulkan,
1) Lipatan
Gerakan tekanan horizontal menyebabkan lapisan kulit bumi yang elastis
berkerut, melipat, dan menyebabkan relief-relief mukabumi berbentuk
pegunungan. Contoh, pegunungan-pegunungan tua seperti pegunungan Ural.
Lipatan ini terjadi pada zaman primer.
Lipatan terjadi akibat tenaga endogen yang mendatar dan bersifat liat
(plastis) sehingga permukaan bumi mengalami pengerutan. Lipatan ke atas

dinamakan punggung lipatan (antiklinal) sedangkan lipatan ke bawah dinamakan


lembah lipatan (sinklinal)
2) Patahan
Gerakan tekanan horizontal dan vertikal menyebabkan lapisan kulit bumi
yang rapuh menjadi retak atau patah. Misalnya: tanah turun (Slenk), tanah naik
(Horst), dan Fleksur.
b. Epirogenesa
Gerak naik atau turun dari permukaan bumi, meliputi daerah yang luas,
baik samudera ataupun benua yang berlangsung lambat.
2. Vulkanisme
Tenaga Vulkanik (Vulkanisme) adalah proses pergeseran magma di dalam
bumi. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktifitas magma yang
menyusup ke litosfer (kulit bumi). Apabila penyusupan magma hanya sebatas
kulit bumi bagian dalam maka dinamakan intrusi magma', sedangkan apabila
penyusupan magma sampai keluar ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma.
Dilihat dari bentuk dan terjadinya, ada 3 macam gunung api, yaitu:
a. Gunung Api Maar.
Bentuknya seperti danau kecil (danau kawah). Terjadi karena letusan
eksplosif. Bahannya terdiri dari efflata. Contohnya gunung lamongan di Jawa
Timur.
b. Gunung Api Kerucut (Strato).
Bentuknya seperti kerucut, terjadi karena letusan dan lelehan effusif, secara
bergantian. Bahannya berlapis-lapis, sehingga disebut lava gunung api strato.
Jenis ini yang terbanyak terdapat di Indonesia.
c. Gunung Api Perisai (Tameng).
Bentuknya seperti perisai, terjadi karena lelehan maupun cairan yang keluar dan
membentuk lereng yang sangat landai. Bahan lavanya bersifat cair sekali. Sudut
kemiringan lereng antara 1o 10o. contohnya Gunung Maona Loa dan Kilanca di
Hawaii.
Kuat atau lemahnya ledakan gunung api tergantung dari: tekanan gas, kedalaman
dapur magma, luasnya sumber/dapur magma, dan sifat magma (cair/kental).
3. Seisme (gempa)
Gempa dapat digolongkan menjadi beberapa kategori. Menurut proses terjadinya,
gempa bumi diklasifikasikan menjadi seperti berikut.
a. Gempa tektonik
Terjadi akibat tumbukan lempeng-lempeng di litosfer kulit bumi oleh
tenaga tektonik. Tumbukan ini akan menghasilkan getaran. Getaran ini
yang merambat sampai ke permukaan bumi.
b. Gempa vulkanik

Terjadi akibat aktifitas gunung api. Oleh karena itu, gempa ini hanya dapat
dirasakan di sekitar gunung api menjelang letusan, pada saat letusan, dan
beberapa saat setelah letusan.
c. Gempa runtuhan atau longsoran
Terjadi akibat daerah kosong di bawah lahan mengalami runtuh. Getaran
yang dihasilkan akibat runtuhnya lahan hanya dirasakan di sekitar daerah
yang runtuh.
2. BENTANG ALAM ENDOGEN
Bentuk bentang alam endogen secara geomorfologi dikenal sebagai bentuk
bentangalam konstruksional (constructional landforms). Adapun bentuk-bentuk
bentangalam endogen antara lain adalah :
1. Bentang Alam Struktural
Bentangalam Struktural adalah bentangalam yang proses pembentukannya
dikontrol oleh gaya tektonik seperti perlipatan dan atau patahan.
a. Morfologi Escarpment (Gawir Sesar
Morfologi Escarpment (Gawir Sesar) adalah bentangalam yang berbentuk
bukit dimana salah satu lerengnya merupakan bidang sesar.
b. Morfologi Pressure Ridge (bukit tertekan)
Morfologi Pressure Ridge (Bentangalam Bukit Tertekan) adalah
bentangalam yang berbentuk bukit dan terjadi sebagai akibat gaya yang bekerja
pada suatu sesar mendatar dan akibat tekanan tersebut mengakibatkan batuan
yang berada disepanjang patahan terpatahkan menjadi beberapa bagian yang
kemudian menekan batuan tersebut kearah atas.
c. Morfologi Sag Basin (Cekungan Kantong)
Morfologi Sag Basin adalah bentangalam yang terbentuk dari hasil
pergeseran sesar mendatar (strike slip fault), dengan bentuk relief yang lebih
rendah (depresi) dibandingkan dengan pasangannya. Morfologi Sag Basin
merupakan pasangan dari morfologi Pressure Ridge dan morfologi ini hanya
terbentuk pada sesar mendatar saja.
d. Morfologi Shutter Ridge (Bukit Terpotong)
Morfologi shutter ridge (bukit terpotong) umumnya juga dijumpai pada
sesar mendatar (Gambar D.1.5). Shutter ridges terjadi apabila salah satu sisi
dari bidang sesar merupakan bagian tanah yang berelief tinggi dan pada sisi
lainnya merupakan bagian permukaan yang lebih rendah. Perbedaan relief ini
disebabkan oleh pergeseran yang terjadi disepanjang patahan mendatar dan
seringkali mengakibatkan tesrumbatnya aliran sungai.
e. Morfologi Stream Offset (Morfologi Sungai Sigsag)

Morfologi Stream Offset adalah bentangalam sungai yang arah alirannya


berbelok secara tiba-tiba mengikuti arah arah bidang patahan dan perubahan
arah aliran ini disebabkan oleh pergeseran bukit disepanjang patahan mendatar.
Bentuk sungai yang membelok secara sigsag terjadi karena adanya pergeseran
bukit (shutter ridges) dari pergeseran lateral suatu sesar mendatar seperti sesar
yang terdapat pada sesar San Andreas di Amerika Serikat.
F. Morfologi Graben (Amblesan)
Morfologi Graben (Amblesan) adalah bentangalam yang berbentuk
depresi dipisahkan dengan morfologi lainnya oleh bidang patahan. Morfologi
Hosrt (Tonjolan) adalah bentangalam yang berbentuk bukit, merupakan bagian
yang menonjol dibandingkan dengan sekitarnya dan dibatasi oleh bidang sesar.
g. Morfologi Intrusi (Morfologi Intrusive)
Morfologi Intrusi (Intrusive landforms) adalah bentangalam berbentuk
bukit terisolir yang tersusun oleh batuan beku dan genesanya dikontrol oleh
aktifitas magma. Bukit intrusi pada awalnya dapat berada dibawah permukaan
bumi, namun seiring dengan berjalannya waktu oleh proses endogenik
(pelapukan dan erosi) maka bagian tanah yang menutupi tubuh batuan intrusi
akan tererosi sedangkan tubuh batuan yang lebih resisten hanya mengalami
erosi yang tidak signifikan. Proses endogeniknya pada akhirnya akan
menyisakan tubuh batuan beku yang membentuk morfologi yang lebih
menonjol dibandingkan dengan daerah sekitarnya.
h. Morfologi Anticlinal ridges ( Morfologi Bukit Antiklin )
Morfologi Bukit Antiklin adalah bentang alam yang berbentuk bukit
dimana litologi penyusunnya telah mengalami perlipatan membentuk struktur
antiklin. Morfologi bukit antiklin umumnya dijumpai di daerah daerah
cekungan sedimen yang telah mengalami pengangkatan dan perlipatan.
Morfologi bukit antiklin merupakan bagian dari perbukitan lipatan yang
bentuknya berupa bukit dengan struktur antiklin. Jentera geomorfik Bukit
Antiklin diklasifikasikan ke dalam jentera geomorfikmuda, artinya bahwa
proses proses eksogenik (pelapukan, erosi/denudasi) yang terjadi pada satuan
morfologi ini belum sampai merubah bentuk awalnya yang berupa bukit.
Morfologi jenis ini dicirikan oleh bentangalam yang berbentuk bukit yang
tersusun oleh batuan sedimen berstruktur antiklin.
i. Morfologi Synclinal ridges (Morfologi Bukit Sinklin)
Morfologi Bukit Sinklin adalah bentang alam yang berbentuk bukit,
tersusun dari batuan sedimen yang membentuk struktur sinklin. Jentera
geomorfik Bukit Sinklin diklasifikasikan ke dalam jentera geomorfik
dewasa, artinya bahwa proses proses eksogenik (pelapukan, erosi dan
denudasi) yang terjadi pada satuan ini telah merubah bentuk aslinya yang
semula berbentuk lembah berubah menjadi bukit. Morfologi Bukit Sinklin

dalam geomorfologi dikenal sebagai reverse topographic (topografi terbalik).


Morfologi bukit sinklin yang dicirikan oleh bentangalam yang berbentuk bukit
yang tersusun oleh batuan sedimen berstruktur sinklin.
2. Bentang Alam Gunung Api
Bentang alam Gunung api (Volcanic Landforms) adalah bentangalam yang
merupakan produk dari aktifitas gunung api. Bagian bagian dari morfologi
gunung api sebagai berikut:
a. Volcanic Landforms (Morfologi Gunung api)
Morfologi Gunung api adalah bentangalam gunung api yang proses
terbentukannya dikontrol oleh aktifitas gunung api. Bentuk bentuk
bentangalam gunung api dapat dikelompokan berdasarkan pada tipe/jenis
magmanya (magma basa, magma intermediate, magma asam) serta jenis
material yang dikeluarkannya (lava atau piroklastik).
1) Morfologi Gunung api Strato
adalah bentangalam gunung api yang berbentuk kerucut dan disusun oleh
perulangan dari material piroklastik dan lava. Adapun jenis magma yang
membentuk gunung api strato pada umumnya berupa magma yang berkompisi
intermedier.
2) Morfologi Gunung Api Perisai
adalah bentangalam gunung api yang bentuknya menyerupai perisai dan
biasanya tersusun oleh lava yang berkomposisi basaltis. Karena magma basa
yang bersifat encer maka ketika magma tersebut keluar melalui pusat erupsinya
akan tersebar kesegala arah membentuk bentuk menyerupai perisai. Gunung
api tipe perisai banyak dijumpai di kepulauan Hawaii, Amerika dan saat erupsi
aliran lavanya bisa mencapai hingga puluhan kilometer.
b. Volcanic Footslope Landforms (Morfologi Kaki Gunung api)
Morfologi Kaki Gunung api adalah bentangalam gunung api yang
merupakan bagian kaki dari suatu tubuh gunung api. Morfologi kaki gunung
api umumnya suatu tubuh gunung api dibagi menjadi tiga bagian, yaitu
kepundan gunung api, badan/kerucut gunung api, dan kaki gunung api.
c.

Crater Landforms (Kawah Gunung api)

Morfologi Kawah adalah bentangalam gunung api yang berupa lubang


tempat keluarnya material gunung api ketika terjadi erupsi.
d. Caldera Landforms (Morfologi Kaldera Gunung api)
Morfologi Kaldera adalah bentangalam yang terbentuk sebagai hasil erupsi
gunung api tipe explosive yang mengakibatkan bagian kepundannya runtuh
sehingga membentuk bentuk kawah yang sangat luas. Kadangkala bagian

dalam kaldera terisi air membentuk danau. Contoh yang paling klasik dari
kaldera di Indonesia adalah Danau Toba di Sumatra Utara.

e. Volcanic-neck Landforms (Morfologi Jenjang Gunung api)


Morfologi Jenjang Gunung api adalah bentangalam yang berbentuk
seperti leher atau tiang merupakan sisa dari proses denudasi gunung api.
f. Volcanic Remnant Landforms (Morfologi Sisa Gunung api)
Sisa Gunung api (volcanic remnant) adalah sisa-sisa dari suatu gunung api
yang telah mengalami proses denudasi.
3. BENTANG ALAM HASIL PENGIKISAN
Pengikisan adalah suatu proses terkikisnya batuan yang berada di atas
atau didalam kulit bumi yang dilakukan oleh tenaga yang berasal dari luar
kulit bumi yang dilakukan oleh tenaga yang berasal dari luar kulit bumi.
Tenaga yang berasal dari luar kulit bumi itu antara lain ialah air (hujan, sungai,
dan laut) pasir yang ditiup angin dan Gletsyer (es mencair). Macam-macam
pengikisan batuan dan bentuk muka bumi yang dapat dihasilkan:
a. Erosi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh air hujan atau air
sungai. Contoh proses terbentuknya sungai meander, danau Tpal Kaki
Kuda (Ox Bow Lake), lembah, ngarai dan jurang.
b. Korasi adalah pengikisan oleh air hujan yang terdapat di daerah yang
tersususn atas batuan kapur. Contoh: proses terbentuknya Danau Karst
Lokwa/Doline (danau di daerah kapur) dan Goa Kapur.
c. Abrasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh air laut. Contoh:
apabila pada suatu pantai terdapat suatu bukit atau pegunungan, maka
ombak laut selalu memukul-mukul pantai itu, sehingga terjadi pengkisan
terhadap batu-batu itu dan akhirnya terbentuklan pantai yang bertebing
(Pantai Curam).
d. Korasi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh butir-butir pasir
yang ditiup oleh angin. Sedangkan proses terbawanya pasir yang ditiup
oleh angin disebut deflasi. Contoh: proses terbentuknya Mushrom (batu
jamur) di daerah gurun.
e. Eksarasi adalah pengkisan batuan yang dilakukan oleh gietsyar (es
mencair) di daerah es. Contoh: proses terbentuknya danau glasial di
daerah USA pada zaman es mencair.

4. BENTANG ALAM STRUKTUR


Bentang alam struktural merupakan kenampakan morfologi yang
pembentukannya dikontrol sepenuhnya oleh struktur geologi daerah yang
bersangkutan. struktur yg dominan merupakan struktur sekunder, atau struktur yg
terbentuk setelah batuannya ada. struktur2 ini dapat berupa sesar, lipatan dan
kekar.
Kenampakan pada peta topografi yg dpt dgnakan untuk interpretasi daerah tsb
adlh mrupakan b.alam struktural antara lain :
1. Pola Penyaluran
pola pola khusus yang ada pada daerah menunjukan adanya struktur yg bekerja
pada daerah tersebut, smisal sungai yg membelok tiba2, atau adanya pola trellis
dan sub dendritik.

2. lineament
lineament atau pola kelurusan dlm hal ini dpt ditunjukkan dari penampakan
punggungan (ridge), lembah, bukit, yg bisa di interpretasikan adanya struktur
geologi yg bekerja.
Macam macam Bentang Alam Struktural
Struktur Mendatar
dibagi menjadi 2 , yaitu :
dataran rendah ( 0 500 kaki)
dataran tinggi (>500 kaki)

Pada daerah yg berstadia tua, dijumpai kenampakan bukit sisa, yang berupa messa
dan butte. Yang membedakan kedua morfologi itu adalah messa memiliki ukuran
yg lebih luas dari butte.
Butte berasal dari bahasa perancis yang memiliki arti bukit kecil. Bukit kecil
yang dimaksud adalah bukit yang terpencil, memiliki sisi yang terjal, butte sangat
mencolok akibat dari terpencilnya bukit itu berada, biasanya dia berada dalam
udara yang kering, umumnya datar berlapis-lapis karena Butte merupakan hasil
dari sedimentasi, butte memiliki jenis batuan yang resisten sehingga bute tahan
terhadap erosi, hute memiliki lereng yang curam. Pada badan butte ditemukan
hasil dari sayatan-sayatan hasil erosi. Butte memiliki suatu karakter yang sama
dengan messa karena memiliki proses pembentukan yang sama, namun memiliki
suatu ciri yang membedakan, perbedaan itu antara lain adalah sebagai berikut.
PERBEDAAN

BUTTE

MESA

KETINGGIAN

Tinggi

Rendah

LUAS
DATARAN
PADA
PUNCAK

Sempit

Luas (lebar)

LAIN-LAIN

Buttememiliki bentuk yang


lebih ramping karena memiliki
luas permukaan puncak yang
kecil namun tingginya lebih
dari mesa

Butte terbentuk akibat erosi dan pelapukan, dimana pada mulanya terangkatnya
permukaan oleh proses tektonik. Munculnya permukaan yang memiliki berbagai
jenis batuan tersebut, membuat terjadinya suatu roses diferensiasi batuan, adanya
batuan yang tidak resisten, sehingga batuan yang tidak resisten itu tererosi oleh
angin maupun terlapukan. Sehingga pada akhirnya batuan yang tidak resisten
tersebut hilang dan sampai pada batuan yang resisten, dimana batuan yang
resisten membentuk suatu bukit kecil yang menjulang tinggi dengan luas yang
kecil.

Struktur Miring
cuesta : memiliki scarp slope yang lebih curam sedangkan dip slopenya relatif
landai pada arah sebaliknya sehingga terlihat tidak simetri. sudut lerengnya
kurang dari 30 derajat
hogback : sudut antara kedua sisi relatif sama, kira2 lebih dar 30 derajat , scarp
slope dan dip slope hampir sama sehingga terlihat simetri.

Struktur lipatan
struktur antiklin dan sinklin
antiklin dan sinklin menunjam

-struktur patahan
morfologi dapat berupa triangular facet
Triangular facet merupakan salahsatu penampakan oleh proses bentang alam
struktural. Dimana dicirikan adanya aliran-aliran air pada suatu bidang miring,
dimana aliran tersebut membentuk segitiga.
Proses dimana terjadinya suatu struktur aliran seperti itu diakibatkan oleh awal
mula terkbentuknya suatu bidang miringa dimana pada permukaan bidang miring
tersebut adanya garis gerus akibat proses sesar. Gerus hasil sesar itu merupakan
saluran bagi air untuk mengalir. Akibat adanya aliran air terjadinya pengikisan dan
terbentuknya suatu aliran yang akhirnya membentuk kenampakan segitiga.

Dalam morfologi ini terbentuknya pola penyaluran distribusi, sehingga dari pusat
menyebar sehingga akibat aliran air yang membetuk seperti gambaran garis
membentuk segitiga.

DAFTAR PUSTAKA
http://geoenviron.blogspot.com/2011/12/tipe-bentang-alam-kars-diindonesia.html
http://puspacintablogs.blogspot.com/2012/05/hubungan-tipe-iklim-danbentang-alam.html
http://salmansatya.blogspot.com/2011/04/geomorfologi-bentang-alamgeologi.html.
http//.blogspot.com/2008/03/mengenal-tipe-bentang-alam-kars-di.html