You are on page 1of 5

MENGENAL PARA IMAM PERAWI

HADITS

As-Sabah (imam yang tujuh) adalah : Ahmad, Al-Bukhari, Muslim,


Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa`i, dan Ibnu Majah.
As-Sittah (imam yang enam) adalah : semua nama di atas kecuali Ahmad [1].
Al-Khamsah (imam yang lima) adalah : semua nama di atas kecuali Al-Bukhari dan
Muslim [2]. Terkadang saya istilahkan juga dengan Al-Arbaah dan Ahmad.
Al-Arbaah (imam yang empat) adalah : nama-nama di atas kecuali tiga nama
pertama [3].
Ats-Tsalatsah (imam yang tiga) adalah : Abu Dawud, at-Tirmidzi, An-Nasa'i.
Muttafaq alaihi adalah : Al-Bukhari dan Muslim.
(*Habib Hasan Ja'far Assegaf)
MENGENAL PARA IMAM PERAWI HADITS

1. IMAM BUKHARI (194-256 H/ 773-835 M)


Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bukhari bin Ibrahim bin Al Mughirah
bin Bardizbah. Beliau dilahirkan di Bukhara, Uzbekistan setelah Shalat Jumat, pada tanggal 13 Syawal 194
H/810 M. Muhadditsin ini sangat wara, banyak membaca Al Quran siang malam serta, gemar berbuat
kebajikan. Sejak umur 10 tahun, dia sudah mempunyai hafalan hadits yang tidak sedikit jumlahnya. Beliau
telah menulis Kitab Hadits yang memuat 600.000 hadits kemudian beliau pilih lagi menjadi 100.000
hadits shahih dan 1000 hadits TIDAK shahih.
Shahih al-Bukhari adalah karya utama Imam Bukhari. Judul lengkap buku beliau ini adalah Al-Jami ashShahih al- Musnad al-Mukhtashar min Umri Raslillah Shallallahu alayhi wa Sallam wa Ayyamihi
(Jamius Shahih), yakni kumpulan hadits-hadits shahih. Beliau menghabiskan waktu selama 16 tahun
untuk menyusun bukunya ini. Beliau memperoleh hadits dari beberapa hafizh, antara lain Maky bin
Ibrahim, Abdullah bin Usman Al Marwazy, Abdullah bin Musa Al Abbasy, Abu Ashim As Syaibany dan
Muhammad bin Abdullah Al Anshari. Karya-karya lainnya antara lain:

Qadlayas Shahabah Wat Tabiin

At Tarikhul Kabir

At Tarikhul Ausath

Al Adabul Munfarid

Birrul Walidain.
Dalam kitab jaminya, beliau menuliskan 6.397 buah hadits, dengan yang terulang. Yang muallaq sejumlah
1.341 buah, dan yang mutabi 384 buah, jadi seluruhnya berjumlah 8.122 buah. Beliau wafat pada malam
Sabtu selesai shalat Isya, tepat pada malam Idul Fitri tahun 252 H/870 M dan dikebumikan di Khirtank,
kampung yang tidak jauh dari Samarkand.

2. IMAM MUSLIM (204-261 H/ 783-840 M)


Beliau mempunyai nama lengkap Abul Husain Muslim bin Al Hajaj Al Qusyairy. Beliau dilahirkan di
Nisabur, Iran tahun 204 H/820 M. Dia adalah muhadditsin dan hafidz yang terpercaya. Dia pergi ke
berbagai kota untuk berguru hadits kepada Yahya bin Yahya, Ishaq bin Rahawaih, Muhammad bin Mahran,
Abu Hasan, Ibnu Hanbal, Abdullah bin Maslamah, Yazid bin Mansur dan Abu Masad, Amir bin Sawad,
Harmalah bin Yahya, Qatadah bin Said, Al Qanaby, Ismail bin Abi Uwais, Muhammad bin Al Mutsanna,
Muhammad bin Rumhi dan lain-lain. Dalam bidang hadits, beliau memiliki karya Jamiush Shahih.
Jumhur ulama mengakui kitab Shahih Muslim adalah secermat-cermat isnadnya dan sekurang-kurang
perulangannya. Kitab ini berisikan 7.273 buah hadits, termasuk dengan yang terulang. Karya lainnya ialah:

Musnadul Kabir (Kitab yang menerangkan tentang nama-nama rijalul hadits)

Al Jamiul Kabir

Kitabul ilal wa kitabu auhamil muhadditsin

Kitabut Tamyiz

Kitab man laisa lahu illa rawin wahidun

Kitabut thabaqatut tabiin

Kitabul Muhadiramin
Beliau wafat pada hari Minggu, Rajab tahun 261 H/875 M dan dikebumikan pada hari Senin di Nisabur.
menulis Kitab Shahih Muslim yang terdiri dari 7180 Hadits . Guru-guru beliau: Imam Ahmad bin Hanbal
dan Imam Bukhari. Adapun murid murid beliau: Imam at-Tirmidzi, Ab Hatim ar-Razi dan Ab Bakr bin
Khuzaimah termasuk. Buku beliau memiliki derajat tertinggi di dalam pengkategorisasian (tabwib).
Kedua Ulama Ahli hadits ini biasa disebut dengan As Syaikhani ( ) dan kedua kitab Shahih beliau
berdua disebut Shahihain ( )sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh mereka berdua dari
sumber sahabat yang sama disebut muttafaq alaih (

3. IMAM ABU DAWUD (202-275 H/ 817-889 M)


Nama lengkapnya adalah Abu Dawud Sulaiman bin Al Asyats bin Ishaq bin Basyir bin Syidad bin Amr
bin Amran Al Azdi As Sijistani. Ia dilahirkan di Sijistan (antara Iran dan Afganistan) pada 202 H/817 M. Ia
seorang ulama, hafizh (penghafal Al Quran) dan ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan tentang keIslaman khususnya dalam bidang ilmu fiqih dan hadits. Dia berguru kepada para pakar hadits, seperti: Ibnu

Amr Ad Darir, Qanabi, Abi Al Walid At Tayalisi, Sulaiman bin Harb, Imam Hambali, Yahya bin Main,
Qutaibah bin Said, Utsman bin Abi Syaibah, Abdullah bin Maslamah, Musaddad bin Marjuq, Abdullah
bin Muhammad An Nafili, Muhammad bin Basyar, Zuhair bin Harb, Ubaidillah bin Umar bin Maisarah,
Abu bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Mutsanna, dan Muhammad bin Al Ala.
Abu Dawud menghasilkan sebuah karya terbaiknya yaitu Kitab Sunan Abi Dawud. Kitab ini dinilai
sebagai kitab standar peringkat 2 (kedua) dalam bidang hadits setelah kitab standar peringkat pertama yaitu
Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Dalam kitabnya tersebut Abu Dawud mengumpulkan 4.800 buah
hadits dari 500.000 hadits yang ia catat dan hafal. Karangan Abu Dawud yang berjumlah 20 judul dan
tidak kurang dari 13 judul kitab telah mengulas karya tersebut dalam bentuk syarh (komentar), mukhtasar
(ringkasan), tahzib (revisi) dll.
Beliau tinggal dan menetap di Basra dan akhirnya wafat di Basrah pada tahun 275 H/889 M dalam usia 73
tahun. Buku beliau ini, utamanya menggabungkan antara riwayat-riwayat yang berkaitan dengan ahkam
dengan ringkasan (mukhtasar) permasalahan fiqih yang berkaitan dengan hukum. Bukunya tersusun dari
4.800 ahadits. Al Khathaby mengomentari bahwa Kitab Sunan Abu Dawud itu adalah kitab yang lebih
banyak fiqih-nya daripada Kitab As Shahihain.
4. IMAM AT-TIRMIDZI (209-279 H/ 824-892 M)
Beliau mempunyai nama lengkap Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah at Tirmidzi bin Musa bin Dahhak
As Sulami Al Buqi. Ia lahir di Termez, Tadzikistan pada bulan Dzulhijah 209 H/824 M. Ia merupakan
ilmuwan Islam, pengumpul hadits kanonik (standar buku). Abu Yala Al Khalili, seorang ahli hadits
menyatakan bahwa At Tirmidzi adalah seorang Siqah (terpercaya) dan hal ini disepakati oleh para ulama.
Ibnu Hibban Al Busti (ahli hadits) mengakui kemampuan At Tirmdzi dalam hal menghafal, menghimpun
dan menyusun hadits.
At Tirmidzi adalah seorang murid dari Imam Bukhari dan beberapa guru lainnya seperti: Qutaibah bin
Said, Ishaq bin Musa. Kitab beliau yang terkenal, Jami at-Tirmidzi menyebutkan seputar permasalahan
fiqh dengan penjelasan yang terperinci.
Beliau juga memiliki kitab Ilalul Hadits. Pada usia 70 tahun, ia meninggal di tempat kelahirannya Termez
pada akhir Rajab tahun 279 H/892 M.
5. IMAM AN-NASAI (215-303 H/ 830-915 M)
An-Nasai memiliki nama lengkap Abu Abdir Rahman Ahmad bin Syuaib an-Nasai bin Ali bin Bahr bin
Sinan. Sedangkan nama panggilannya adalah Abu Abdul Rahman An-Nasai. Beliau lahir di Nasa,
Khurasan 215 H/830 M. Seorang ahli hadits ini memilih Mesir sebagai tempat menyiarkan hadits-hadits.
Beliau mempunyai keahlian dalam bidang hadits dan ahli fiqih dalam mazhab Syafii. Di kota Damaskus ia
menulis kitab Khasais Ali ibn Abi Thalib (Keistimewaan Ali bin Abi Thalib). Sedangkan karya-karyanya
yang lain yaitu:

As Sunan Al Kubra (Sunan-sunan yang Agung).

As Sunan Al Mujtaba (Sunan-sunan Pilihan).

Kitab At Tamyiz (Pembeda)

Kitab Ad Duafa (Tentang Orang-orang Kecil).

Khasais Amir Al Muminin Ali ibn Abi Thalib.

Manasik Al Hajj (Cara Ibadah Haji).

Tafsir
Dari kitab-kitab tersebut, As-Sunan Al Kubra merupakan karya terbesarnya. Beliau memiliki guru-guru
dalam bidang hadits antara lain: Qutaibah bin Syaid, Ishaq bin Ibrahim, Ahmad bin Abdul Amru bin Ali,
Hamid bin Masadah, Imran bin Musa, Muhammad bin Maslamah, Ali bin Hajar, Muhammad bin
Mansyur, Yakub bin Ibrahim, dan Haris bin Miskin.
An-Nasai meninggal dunia di kota Ramlah, Palestina dan dikuburkan di antara Shafa dan Marwah di
Mekah pada hari Senin, 13 Safar tahun 303 H/915 M dalam usia 88 tahun.

6. IMAM IBNU MAJAH (209-273 H/ 824-887 M)


Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Qadziani Ar Rabai Al
Qazwani. Beliau lahir di Qazwin, Iran 209 H/824 M. Majah adalah nama gelar (Laqab) bagi Yazid,
ayahnya yang dikenal juga dengan nama Majah Maula Rabat. Ada juga pendapat yang menyebutkan
bahwa Majah adalah kakeknya Ibnu Majah. Ibnu Majah memiliki keahlian dalam bidang hadits, ahli tafsir
dan ahli sejarah Islam. Ada 2 (dua) keahliannya dalam bidang tafsir yaitu tafsir Al Quran Al Karim dan At
Tarikh.
Pada usia 21 tahun dia mulai mengadakan perjalanan untuk mengumpulkan hadits. Dengan cara tersebut
dia telah mendapatkan hadits-hadits dari para ulama terkenal yang mana juga sebagai gurunya seperti Abu
Bakar bin Abi Syaibah, Muhammad bin Abdullah bin Numaayr, Hisyam bin Ammar, Ahmad bin Al Azhar,
Basyar bin Adam serta para pengikut Imam Malik dan Al Layss.
Karya utama Ibnu majah dalam bidang hadits adalah Sunan Ibnu Majah yang dikenal sebagai salah satu
dari enam kitab kumpulan hadits yang terkenal dengan julukan Al Kutub As Sittah (kitab yang enam).
Lima kitab hadits yang lain dari kumpulan tersebut adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu
Dawud, Sunan At Tirmidzi dan Sunan An Nasai (disebut dengan Sunan, karena kitab ini mengandung
ahadits yang menyinggung masalah duniawi/muamalah).
Ibnu Majah wafat di tempat kelahirannya Qazwin hari Selasa, tanggal 20 Ramadhan 273 H/18 Pebruari
887 M dalam usia 64 tahun.
7. IMAM AHMAD (164-241 H/ 780-855 M)
Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah bin Muhammad bin Hanbal Al Marwazy. Dia adalah ulama hadits
terkenal kelahiran Baghdad. Dia dilahirkan pada bulan Rabiul Awal, tahun 164 H/780 M. Beliau terkenal
sebagai salah seorang pendiri madzhab yang dikenal dengan nama Hanabilah (Hanbaly). Beliau mulai
mencari hadits sejak berumur 16 tahun hingga merantau ke kota-kota di Timur Tengah. Dari perantauan
inilah, beliau mendapatkan guru-guru kenamaan, antara lain: Sufyan bin Uyainah, Ibrahim bin Saad,
Yahya bin Qaththan. Dan beliau adalah salah seorang murid Imam As Syafii yang paling setia.

Dia merupakan seorang ahli hadits yang diakui kewaraan dan kezuhudannya. Menurut Abu Zurah, beliau
mempunyai tulisan sebanyak 12 macam yang dikuasai di luar kepala. Beliau juga mempunyai hafalan
matan hadits sebanyak 1.000.000 buah. Karya beliau yang sangat gemilang adalah Musnadul Kabir. Kitab
ini berisikan 40.000 buah hadits yang 10.000 di antaranya merupakan hadits ulangan.Karya beliau yang
paling utama adalah Musnad Ahmad yang tersusun dari 30.000 ahadits dalam 24 juz.
Beliau pulang ke rahmatullah pada hari Jumat Rabiul Awal, 241 H/855 M di Baghdad dan dikebumikan di
Marwaz yang mana jenazahnya diantar oleh 800.000 orang laki-laki dan 60.000 orang perempuan.