You are on page 1of 17

BAB 6

MATA PELAJARAN PEKERJAAN SOSIAL

STANDAR KOMPETENSI
1

Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata
pelajaran yang diampu

KOMPETENSI DASAR
1.6. Menerapkan keterampilan teknis penelitian dalam praktik pekerjaan sosial

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


a)

Menguraikan jenis-jenis keterampilan teknis dalam pekerjaan sosial

b) Menjelaskan arti pengumpulan data, jenis-jenis data, dan sumber data


c)

Merumuskan fungsi pengumpulan data dalam praktik pekerjaan sosial

d) Mengklasifikasikan jenis-jenis data dalam praktik pekerjaan sosial


e) Mengklasifikasikan sumber-sumber data dapat praktik pekerjaan sosial
f)

Melaksanakan pengolahan data dalam praktik pekerjaan sosial

g)

Melaksanakan penyajian data dalam praktik pekerjaan sosial

h) Membuat laporan pengumpulan data

1 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

A. URAIAN MATERI PEMBELAJARAN


1) Jenis jenis keterampilan teknis dalam pekerjaan sosial
Seorang pekerja sosial bukan hanya memiliki keinginan yang tinggi untuk
membantu menolong sesama, tapi juga dibutuhkan ketrampilan yang akan sangat
membantu dalam menyelesaikan setiap kasus atau masalah yang dihadapi dan
ditanganinya. Menurut Ife (dalam Adi, 2008) seorang pekerja sosial sekurangkurangnya ada empat peran dan keterampilan utama yang nantinya secara lebih
spesifik akan mengarahkan pada teknik dan ketrampilan tertentu yang harus
dimiliki sebagai seorang pekerja sosial, yaitu:
(1) Peran dan ketrampilan fasilitatif, terdiri dari beberapa teknik, yaitu sebagai
berikut:
a) teknik dan ketrampilan animasi sosial;
b) teknik dan ketrampilan mediasi dan negosiasi;
c) teknik dan ketrampilan pemberi dukungan;
d) teknik dan ketrampilan membentuk konsensus;
e) teknik dan ketrampilan fasilitasi kelompok;
f) teknik dan ketrampilan pemanfaatan sumber daya;
g) teknik dan ketrampilan mengorganisasi; dan
h) teknik dan ketrampilan komunikasi personal.
(2) Peran dan ketrampilan edukasional, terdiri dari beberapa teknik, yaitu sebagai
berikut:
a) teknik dan ketrampilan membangkitkan kesadaran masyarakat;
b) teknik dan ketrampilan menyampaikan informasi;
c) teknik dan ketrampilan mengonfrontasikan; dan
d) teknik dan ketrampilan pelatihan.

2 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

(3) Peran dan ketrampilan perwakilan, terdiri dari beberapa teknik, yaitu sebagai
berikut:
a) teknik dan ketrampilan mencari sumber daya;
b) teknik dan ketrampilan memanfaatkan media;
c) teknik dan ketrampilan hubungan masyarakat;
d) teknik dan ketrampilan mengembangkan jaringan; dan
e) teknik dan ketrampilan membagi pengetahuan dan pengalaman.
(4) Peran dan ketrampilan teknis, terdiri dari beberapa teknik, yaitu sebagai
berikut:
a) teknik dan ketrampilan melakukan riset;
b) teknik dan ketrampilan menggunakan komputer;
c) teknik dan ketrampilan melakukan presentasi tertulis maupun verbal;
d) teknik dan ketrampilan mengontrol dan mengelola keuangan.
2) Pengertian penelitian pekerjaan sosial
Menurut Fink (1974) penelitian pekerjaan sosial adalah penerapan
metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah dalam pekerjaan sosial.
Sementara menurut Friedlander dan Blumer (2012), penelitian pekerjaan sosial
adalah penelitian yang sistematis dan kritis terhadap persoalan-persoalan dalam
praktek pekerjaan sosial, dengan maksud untuk memperoleh jawaban terhadap
masalah

pekerjaan

sosial,

serta

memperluas

dan

menggeneralisasikan

pengetahuan dan konsep-konsep pekerjaan sosial. Penelitian pekerjaan sosial


dapat diterapkan dan dilaksanakan terhadap persoalan-persoalan individu,
keluarga, kelompok, organisasi dan masyarakat.
Selain itu, penelitian pekerjaan sosial diarahkan untuk menghasilkan
pengetahuan-pengetahuan yang berguna bagi kemajuan perkembangan praktek
pekerjaan sosial baik dalam hal metodologi, teknik-teknik intervensi, model
pendekatan maupun prosedur pertolongan. Adapun manfaat dari penelitian
pekerjaan sosial, antara lain:
3 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

a) Memperbaiki dan meningkatkan praktek pekerjaan sosial professional;


b) Pekerja sosial berupaya untuk menggambungkan pengetahuan dan
keterampilan untuk kepentingan pelayanan kepada sistem klien;
c)

Pekerja sosial diharapkan memahami metodologi penelitian serta hasil-hasil


yang dilaporkan dari suatu penelitian dan menerapkan konsep-konsep, teoriteori serta pengetahuan yang dikembangkan penelitian;

d) Peneliti

berupaya

memperbaiki,

memperluas

dan

mengembangkan

pengetahuan, konsep-konsep dan teori-teori yang mendasari praktek


pekerjaan sosial;
e) Penelitian pekerjaan sosial dapat memberikan standar dan metode yang
dapat digunakan oleh pekerja sosial dalam melaksanakan praktek pekerjaan
sosial;
f)

Penelitian pekerjaan sosial dapat mengembangkan konsep, teori atau


pengetahuan yang valid bagi keperluan praktek pekerjaan sosial dalam
bentuk-bentuk metode praktek yang ilmiah yang memenuhi standar ilmiah;
dan

g) Pekerja sosial lainnya diharapkan dapat lebih memahami dan membaca


berbagai hasil penelitian pekerja sosial serta menerapkan konsep, teori dan
pengetahuan yang telah dikembangkan oleh penelitian pekerjaan sosial,
kedalam praktek pertolongan pekerjaan sosial.
3) Pengumpulan data, jenis-jenis data, dan sumber data dalam praktik pekerjaan
sosial
Pada sebuah proses perubahan terencana, fokus pekerja sosial yang
sangat penting adalah mengumpulkan informasi yang cukup dari klien dan orang
lain yang ada di lingkungan klien. Tujuannya adalah untuk melengkapi
pemahaman terhadap klien atau masalahnya dan situasinya, memahami tujuan
klien dan motivasinya, dan menilai potensi dan peluang untuk membuat suatu
perubahan pada klien. Pada tahap ini, pekerja sosial mengedepankan
keterampilannya tidak hanya yang bersifat general. Namun juga keterampilan4 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

keterampilan dalam menentukan apa saja yang dibutuhkan, kemana saja harus
melengkapi data tersebut, dan bagaimana harus menginterpretasi data tersebut.
Pengumpulan data merupakan aktivitas memperoleh informasi yang diperlukan
sebagai upaya untuk memahami situasi-situasi klien, yang menjadi syarat dalam
merancang

rencana

pemecahan

masalah

klien.

Informasi

utama

yang

dikumpulkan adalah informasi faktual yang diperoleh dari klien, orang lain yang
terlibat, catatan medis, laporan sekolah, catatan probasi dan sebagainya. Selain itu
pekerja sosial mengidentifikasi persepsi-persepsi yang bersifat subyektif, asumsi
dan keyakinan sesuai dengan situasi yang ada di sekitar klien, anggota keluarga
klien, tenaga ahli dan sebagainya. Oleh karena itu pekerja sosial dituntut memiliki
keterampilan dalam memilah data mulai dari hasil wawancara sampai kepada
kompilasi data, tujuannya agar ada kesesuaian data yang dibutuhkan untuk
melakukan asesmen masalah (Husmiati, 2012: 118-119). Dilihat dari sumbernya,
data dapat dikumpulkan dengan menggunakan sumber data primer dan sumber
data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung
memberikan data kepada pekerja sosial, dan sumber data sekunder merupakan
sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pekerja sosial. Sedangkan
jika dilihat dari segi cara, maka data pengumpulan data primer yaitu melalui
wawancara (interview), observasi, kungjungan kerumah klien (home visit), dan
angket atau kuesioner. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan
menggunakan sumber data melalui studi literatur dan dokumentasi. Adapun
penjelasannya sebagai berikut:
a) Studi Pustaka dan Dokumentasi
Creswell (2002) menyebutkan bahwa peneliti menggunakan literatur
akademik

untuk

menyajikan

hasil

dari

penelitian

sebelumnya,

menghubungkan penelitiannya dengan literatur tersebut, dan menyediakan


kerangka kerja dalam membandingkan hasil penelitiannya dengan hasil
penelitian lainnya. Sementara itu, Satori dan Komariah (2009) menjelaskan
bahwa studi dokumentasi adalah mengumpulkan dokumen dan data-data
yang diperlukan dalam permasalahan penelitian lalu ditelaah secara intens
5 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

sehingga dapat mendukung dan menambah kepercayaan dan pembuktian


suatu kejadian.
Oleh karena itu, untuk memperoleh kerangka pemikiran dan
ketajaman terhadap topik penelitian pekerjaan sosial untuk menganalisis
data, maka pekerja sosial melakukan pengumpulan data dan informasi
dengan cara membaca dan mempelajari literatur berupa buku, jurnal,
makalah, surat kabar, artikel dan tulisan lainnya yang terkait dengan topik
penelitian. Selain itu dilakukan pula tinjauan terhadap data dokumentasi yang
meliputi dokumen, foto maupun video yang terkait dalam penelitian untuk
mendukung dan memperkuat data primer yang didapat.
b) Observasi
Menurut Creswell (2002), observasi merupakan teknik pengumpulan
data yang menuntut adanya pengamatan dari peneliti baik secara langsung
maupun tidak langsung terhadap objek penelitian, untuk dapat menyajikan
gambaran realistis perilaku atau kejadian, menjawab pertanyaan, membantu
mengerti perilaku manusia, dan evaluasi. Dalam penelitian ini, peneliti
melakukan observasi dilakukan untuk memperkuat narasi dalam menganalisis
data dengan melakukan pengamatan.
c)

Wawancara (interview)
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan berhadapan secara langsung dengan yang diwawancarai, ataupun
dengan memberikan daftar pertanyaan terlebih dahulu untuk dijawab pada
kesempatan lain.

d) Kunjungan kerumah klien (home visit)


Kunjungan kerumah klien merupakan salah satu cara untuk pekerja sosial
mencari atau mengumpulkan data dan informasi mengenail kliennya. Dengan
kunjungan kerumah klien, pekerja sosial dapat melihat aktivitas klien beserta
6 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

keluarganya,

kondisi

lingkungan

tempat

tinggalnya,

dan

lingkungan

masyarakatnya.
e) Angket atau kuesioner
Angket atau kuesioner adalah daftar pertanyaan yang dibuat
berdasarkan indikator-indikator dari variabel penelitian yang harus direspon
oleh responden. Menurut Nasution (2004: 129) berpendapat bahwa angket
dapat dibagi menurut sifat jawaban yang diinginkan yaitu :
(1) Angket atau kuesioner tertutup
Angket atau kuesioner tertutup terdiri atas pertanyaan atau
pernyataan dengan sejumlah jawaban tertentu sebagai pilihan.
Responden mencek jawaban yang paling sesuai dengan pendiriannya.
(2) Angket atau kuesioner terbuka
Angket atau kuesioner ini memberi kesempatan penuh memberi
jawaban menurut apa yang dirasa perlu oleh responden. Peneliti hanya
memberikan sejumlah pertanyaan berkenaan dengan masalah penelitian
dan meminta responden menguraikan pendapat atau pendiriannya
dengan panjang lebar bila diinginkan.
(3) Kombinasi angket atau kuesioner terbuka dan tertutup
Di samping angket atau kuesioner yang tertutup yang mempunyai
sejumlah

jawaban

ditambah

alternatif

terbuka

yang

memberi

kesempatan kepada responden memberi jawaban di samping atau di luar


jawaban yang tersedia.
Kemudian menurut Husmiati (2012: 180) terdapat beberapa perbedaan
model dalam pengumpulan data. Sejak adanya pembatasan pada metode
pengumpulan data, pekerja sosial harus menggunakan berbagai cara untuk
meningkatkan akurasi tafsiran dari data. Model pengumpulan data yang harus
dilakukan oleh pekerja sosial adalah sebagai berikut:
7 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

a) Pertanyaan verbal secara langsung, seperti interview langsung dengan klien,


bertatap muka atau interview dalam kelompok;
b) Pertanyaan ditulis secara langsung, seperti menggunakan daftar isian masalah
dan daftar pertanyaan secara tertulis;
c) Pertanyaan verbal yang tidak langsung atau proyeksi seperti kompilasi cerita
atau menggunakan vignetess kasus;
d) Pertanyaan tertulis yang tidak langsung atau proyeksi seperti kompilasi
pertanyaan;
e) Observasi klien dalam kehidupan sehariharinya, seperti kunjungan ke rumah,
kunjungan ke sekolah, dan sebagainya;
f)

Observasi klien dalam situasi simulasi yaitu melakukan analogis dengan


kehidupan nyata, termasuk teknik-teknik seperti bermain peran dalam
kegiatan interview pada para pelamar kerja;

g) Klien dimonitoring dan observasi sendiri artinya menggunakan alat pencatatan


tertulis, seperti jurnal, perekam informasi baik tindakan, perasaan ataupun
keyakinan; dan
h) Mengunakan dokumen yang ada seperti rekaman kelembagaan, koran, catatan
sekolah, dan laporan fisiologi.
Sementara itu sumber-sumber informasi baik dalam melakukan assement
atau penelitian pekerjaan sosial, antara lain:
a) Catatan pembicaraan klien
Sebuah catatan verbal klien selalu menjadi sumber utama dan dalam
sejumlah kasus dan menjadi satu-satunya data. Misalkan, pekerja sosial yang
bekerja dalam setting khusus terkadang memenuhi informasinya hanya dari
klien. Berbagai informasi mungkin dapat diperoleh dengan cara deskripsi
masalah, perasaan terhadap masalah, pandangan mengenai sumber-sumber
kepribadian klien untuk menghadapi masalah, motivasi untuk mengatasi
masalah, sejarah masalah, pandangan penyebab masalah, gambaran
mengenai upaya apa yang telah dilakukan dalam mengatasi masalah.

8 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

Meski klien umumnya telah secara akurat menjelaskan kesulitankesulitan dan sumber-sumber, pekerja sosial seharusnya menyadari bahwa
laporan verbal terkadang terdirstorsi oleh rasa keraguan, bias, persepsi yang
mendirstorsi, perasaan emosional yang kuat. Contoh, seorang istri yang
ditinggal suaminya yang menikah dengan orang lain mungkin memiliki reaksi
emosional yang amat kuat sehingga dia mungkin tidak objektif terhadap peran
yang dia mainkan dalam memutuskan pernikahannya. Dalam sejumlah setting
tertentu, klien berupaya untuk menyembunyikan, atau bahkan mengubah
informasi.

Laporan verbal klien sebaiknya dihargai dengan valid hingga

diperoleh informasi tambahan lainnya. Dalam sejumlah setting, seperti dalam


pelayanan protektif, selalu diperlukan verifikasi terhadap penyangkalan klien
terhadap permasalahan yang dihadapi dengan mengecek sumber-sumber
lainnya seperti tetangga, kerabat, dan pihak sekolah.
b) Lembar isian asesmen
Banyak badan pelayanan sosial, sebelum atau sesudah wawancara
pertama, meminta klien untuk melengkapi form (lembar isian) tertentu yang
memuat informasi mengenai nama, alamat, nomor telepon, pekerjaan,
riwayat pendidikan, status pernikahan, gambaran masalah, nama anggota
keluarga, dan seterusnya. Informasi-informasi tersebut sangat efisien jika
klien mengisi form tersebut.
Beberapa laporan pribadi (self-report) juga digunakan dalam proses
asesmen atau penelitian. Sejumlah klien, khususnya remaja, mungkin akan
lebih nyaman dan lebih percaya diri jika mereka dapat menjawab pertanyaan
pada suatu form. Jika seorang pekerja sosial memilih untuk memanfaatkan
instrumen laporan pribadi, dia harus mengetahui instrumen tersebut dan cara
penggunaannya. Penelitian terhadap reabilitas dan validitas sebaiknya
dilakukan secara hati-hati dalam rangka mengevaluasi nilainya. Juga pekerja
sosial harus menggunakan akal sehatnya dalam menginterpretasi hasilnya.

9 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

Demikian pula bagian lain dari dari proses assessmen atau penelitian, suatu
hasil test baru merupakan permulaan, dan bukan akhir dari proses.
c)

Daftar isian asesmen berbasis komputer


Daftar isian asesmen berbasis komputer juga dapat dimanfaatkan
untuk mengukur skala harga-diri, depresi, anxiety, stress klinis, hubungan
teman sebaya, homophobia, keterlibatan obat-obatan dan minuman keras,
kepuasan pernikahan, hubungan saudara, sikap anak-anak terhadap orang
tua, sikap pengasuhan terhadap anak-anaknya, hubungan keluarga, perilaku
anak, dan lain-lain. Semuanya tergantung pada preferensi klien, semuanya
dapat dilengkapi dengan skala manual atau menggunakan komputer.
Program komputer dapat mengakomodasi berbagai tipe skala yang
berbeda,

termasuk single-item,

multiple-item,

checklist, skala

rating

muldimensional, dan lain-lain. Potensi terbesar dari pemanfaatkan komputer


adalah kemampuan komputer untuk memproses, menggabungkan, dan
mensisntesa data dari sumber imformasi yang luas. Selain itu juga tujuan
komputer adalah mengurangi kesalahan evaluatif akibat interpretasi subjektif
terhadap data oleh praktisi.
d) Sumber-sumber kolateral
Informasi terkadang dikumpulkan dari berbagai sumber kolateral:
teman, kerabat, tetangga, dokter pribadi, badan pelayanan sosial lain, guru,
dan lainnya yang mungkin menyediakan informasi yang relevan. Dalam
sejumlah kasus, klien telah menerima pelayanan dari sejumah badan
pelayanan sosial lain. Informasi singkat mengenai klien tersebut dapat
diperoleh dari badan sosial tersebut.
Sejumlah pekerja sosial memandang sumber-sumber kolateral
sebagai suatu hasil, dan informasi bernilai potensial yang tidak terkumpulkan.
Sangat jarang, pekerja social menyediakan waktu yang cukup untuk
mengumpulkan informasi kolateral. Dalam praktik pekerjaan social, seorang
10 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

praktisi perlu berlatih secara hati-hati dalam memutuskan tentang informasi


apa yang dibutuhkan. Dalam banyak situasi tertentu, hal penting untuk diingat
yaitu memperoleh persetujuan verbal klien dan memperoleh tanda tangan
klien untuk memperoleh informasi sebelum melakukan kontak dengan
sumber-sumber kolateral.
e) Hasil tes psikologi
Terdapat beragam jenis tes psikologi yang telah dibuat, yang
umumnya dibuat oleh para psikolog. Namun demikian, terdapat pula
beberapa tes yang dikembangkan oleh para pekerja sosial klinis. Akan tetapi
sebaiknya hati-hati dalam menggunakan tes psikologi karena sebagian besar
alat test tidak didesain untuk dapat dikelola dan diinterpreasi oleh para
pekerja

social.

Beberapa

pengadministrasian

dan

penginterpretasian

merupakan tanggungjawab psikolog. Selain itu sebagian besar tes kepribadian


memiliki validitas dan reabilitas yang rendah.
f)

Perilaku non verbal


Perilaku non verban klien merupakan sumber informasi yang amat
bernilai. Para praktiksi yang berpengalaman, umumnya mereka memberikan
perhatian yang tinggi terhadap hal ini dan mereka akan lebih kompeten dalam
mengidentifikasi dan menginterpretasi isyarat-isyarat non verbal. Isyaratisyarat non verbal tersebut menunjukkan pemikiran dan perasaan klien secara
aktual. Terdapat beragam jenis isyarat nonverbal: gerak tubuh, postur, pola
bernafas, tegangan otot leher dan muka, rona muka, gerak mata, pakaian
yang dikenakan, tampilan fisik, kontak mata, dan tekanan suara. Isyaratisyarat tadi memberikan informasi-informasi mengenai tingkat tegangan
(stress), perasaan yang sedang terjadi, dan apakah klien memberikan
pernyataan dengan benar (jujur) atau tidak.

11 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

g) Interaksi klien dengan orang yang dikenalnya dan kunjungan rumah


Pengamatan terhadap seorang klien yang sedang berinteraksi dengan
orang-orang terdekatnya akan memberikan banyak informasi penting
mengenai kehidupannya. Orang-orang yang dikenal dekat dengan klien
tersebut antara lain anggota keluarga, kerabat dekat lainnya, sahabat, teman,
dan tetangga. Cara penampilan klien di kantor atau lingkungan aktivitasnya
mungkin sangat berbeda dengan cara dia berinteraksi di rumahnya. Di kantor
atau di kampus mungkin klien bersikap jaim (jaga images). Oleh karena itu
dengan home visit diharapkan akan memberikan informasi tidak hanya
mengenai bagaimana klien berinteraksi dengan teman-teman dekatnya, tetapi
juga informasi mengenai faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
klien.
Pekerjaan sosial menekankan pentingnya penilaian terhadap the
person in environment . Kunjungan rumah merupakan bagian integral dari
penilaian tentang faktor-faktor lingkungan apa yang berpengaruh terhadap
klien. Ingat bahwa sebuah setting kantoran merupakan arena yang tidak alami
untuk interaksi keluarga. Dalam suatu setting yang tidak natural, keluarga
kurang dapat berinteraksi dengan tepat sebagaimana yang mereka lakukan di
rumah. Sebagai sumber informasi, kesimpulan yang diambil bisa terjadi
kesalahan. Sebagai contoh, cara sebuah keluarga berinteraksi sementara itu
mereka sedang diamati akan nampak berbeda ketika mereka tidak sedang
diamati. Selain itu, klien mungkin merasa tidak nyaman jika pekerja social
yang lebih berpendidikan dan memiliki status social yang tinggi. Sebagian
besar orang merasa santai di rumah mereka sendiri, dan sebuah kunjungan
rumah (home visits) tersebut membantu klien untuk merasa lebih dapat
diterima dan tidak terlalu tegang.
h) Simpulan pekerja sosial melalui interaksi langsung
Reaksi-reaksi pekerja sosial terhadap cara klien berinteraksi
dengannya memberikan isyarat kepadanya mengenai bagaimana dia
12 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

berinteraksi dengan orang lain, karena klien selalu menunjukkan pola interaksi
yang seragam dalam hubungan sosialnya. Cara klien berinteraksi dengan
seorang pekerja sosial dengan demikian memberikan isyarat terhadap
kemungkinan kesulitan dan keberhasilan dalam berinteraksi dengan lainnya.
Dalam beberapa hal seorang pekerja sosial yang berpengalaman dapat
menunjukkan apakah klien adalah nonassertive, pasif, pemalu, agresif,
terbuka, pasif-agresif, mudah gaul, penyayang, manipulatif, bermotivasi
tinggi, tidak nyaman, dan tergantung. Observasi semacam itu dapat
memberikan informasi yang bernilai mengenai masalah perilaku klien.
4) Pengolahan data dalam praktik pekerjaan sosial
Adapun

analisis

data

yang

digunakan

dalam

sebuah

penelitian

sebagaimana yang dikemukakan oleh Neuman (2006: 417-443), yaitu sebagai


berikut;
a) Tahap pengorganisasian data
Pada tahap ini data-data yang diperoleh masih berupa data mentah
dari kegiatan interview informan yang telah direkam, dan dokumentasi yang
berasal dari institusi/lembaga atau pihak terkait. Setelah itu, data mentah
yang diperoleh melalui hasil wawancara kemudian diorganisasikan dan
diseleksi

agar

sesuai

dengan

tujuan

dari

topik

penelitian.

Hasil

pengorganisasian data akan dimasukkan dalam transkrip wawancara setelah


terlebih dahulu dilakukan melalui pengkategorisasian data. Atau bisa juga
kuesioner yang telah diisi oleh responden atau klien, dan kemudian
diorganisasikan datanya.
b) Tahap pengolahan data
Data yang telah diseleksi akan diolah dengan cara mereview dan
menyatukan serta memformulasikan data, sehingga data yang sama dari hasil
interview dan data non interview dapat dikategorisasikan untuk memudahkan
informasi dalam proses analisis data. Dalam pengolahan data dapat dilakukan
13 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

secara perhitungan statistic atau non statistik, tergantung pendekatan


penelitian yang digunakan, kuantitatif atau kualitatif.
c)

Tahap penafsiran data


Proses

penafsiran

data

dilakukan

melalui

penyusunan

dan

pengkategorisasian data yang diperoleh dari pengolahan data, sehingga


penyatuan data tersebut dihubungkan dengan pola yang terdapat pada hasil
temuan di lapangan yang selanjutnya akan di analisa oleh peneliti dengan
berdasarkan teori yang relevan. Akhirnya dari analisa teori yang digunakan,
akan membangun identitasnya sendiri dengan mengkaitkan melalui fenomena
sosial yang peneliti teliti.
d) Tahap kesimpulan
Pada tahap akhir ini pengambilan kesimpulan penelitian dilakukan
dengan merangkum point penting yang terdapat pada temuan lapangan dan
pembahasan dengan tujuan untuk mengeneralisasikan kajian penelitian.
Dengan demikian hasil kesimpulan dapat memberikan gambaran secara
komprehensif terhadap tujuan dari penelitian ini sendiri.
5) Laporan pengumpulan data dalam praktik pekerjaan sosial
Menurut Husmiati (2012: 180) dalam laporan terdapat dua jenis
informasi, yaitu: 1) data sosial, mengandung fakta dan observasi; dan 2)
interpretasi pekerja sosial terhadap data tersebut yaitu sejauhmana implikasi data
tersebut dan siapa yang akan bekerja dengan klien. Informasi yang disampaikan
dalam laporan tersebut seharusnya didasari oleh hal-hal yang berkaitan dengan
diri klien yaitu masalah atau situasinya.
Kemudian sistematika, format dan isi dari sebuah laporan akan
bervariasi dari setiap lembaga tergantung pada maksud dan program dari lembaga
tersebut. Begitu juga dengan isi laporannya akan bervariasi tergantung pada siapa
yang akan membaca laporan (dokter, hakim, psikolog, pihak sekolah, tim
14 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

independen dan sebagainya). Menurut Husmiati (2012: 181-182) sebuah laporan


asesmen atau penelitian pekerjaan sosial yang baik terdapat beberapa
karakteristik, yaitu:
a) Pendek/ singkat laporan yang disusun tidak terlalu banyak menggunakan
rangkaian kata yang berlebihan tetapi hanya melaporkan informasi-informasi
inti yang ingin disampaikan;
b) Jelas dan sederhana kata-kata atau phrase yang dipilih tidak rumit dan
sederhana. Serta menggunakan deskripsi dan contoh-contoh perilaku saja;
c)

Manfaat Laporan jelas dan dapat diketahui manfaat, maksud, tujuan, sasaran,
dan user;

d) Organisasi judul yang digunakan hanya besaran dari informasi yang akan
disampaikan sehingga mudah untuk mencari kategori topik yang dibutuhkan.
Beberapa judul besaran yang biasa digunakan dalam laporan:
(a)

Identitas klien (nama, alamat, tanggal lahir, dan sebagainya);

(b)

Alasan membuat laporan;

(c)

Alasan pekerja sosial atau lembaga pelayanan sosial terlibat;

(d)

Pernyataan masalah klien;

(e)

Latar belakang keluarga klien;

(f)

Suasana anggota keluarga baru;

(g)

Relasi dengan significant others;

(h)

Suku dan agama;

(i)

Fungsi secara fisik, kesehatan, nutrisi, perlindungan di rumah, sakit yang


alami, kecacatan, pengobatan yang dilakukan dsb.;

(j)

Latar belakang pendidikan, aktivitas di sekolah, dan intelegensi klien;

(k)

Fungsi psikologis dan emosional;

(l)

Potensi, cara mengatasi masalah, dan kapasitas pemecahan masalah;

(m) Pekerjaan, penghasilan, pengalaman bekerja dan keahlian;


(n)

Kondisi rumah, lingkungan sekitar/ tetangga, dan transportasi;

(o)

Pelayanan yang digunakan oleh klien baik di masyarakat atau oleh


seorang professional;

15 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

(p)

Tanggapan dan asesmen pekerja sosial;

(q)

Rencana intervensi dan pelayanan yang akan diberikan.

e) Kerahasian dan hak klien


Penghargaan terhadap privasi klien, maka apabila klien ingin membaca
laporan asesmen dapat diberikan dan itu merupakan hak klien. Namun, tidak
termasuk didalamnya informasi-informasi yang menurut pekerja sosial tidak
boleh dibaca oleh klien dan keluarga;
f)

Obyektif
Kata-kata atau kalimat yang digunakan akurat, tidak menghakimi, dan
tidak mengandung makna mendua untuk mengekspresikan hasil observasi;

g) Relevansi
Informasi yang dilaporkan memiliki relevansi dengan masalah klien,
alasan mengapa pekerja sosial dan lembaga pelayanan sosial mau terlibat;
h) Fokus pada potensi klien
Pada saat membuat laporan haruslah lebih menonjolkan apa yang
menjadi kekuatankekuatan dari klien bukan pada kelemahan atau masalahmasalah klien saja. Apa yang bisa dilakukan oleh klien ataupun keluarganya
bukan pada apa yang tidak bisa dilakukan oleh klien dan keluarganya.

16 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru

B. DAFTAR REFERENSI
Adi, Isbandi R.. (2008). Intervensi komunitas pengembangan masyarakat sebagai
upaya pemberdayaan masyarakat. Jakarta: Rajawali.
Creswell, John W. (2002). Research design qualitative & quantitative approaches.
Jakarta: KIK Press
Fink, Arthur E.. (1974). The field of social work. New York: Holt, Rinehart and Winston
Friedlander, Walter Andreas, and Blumer, Herbert (ed). (2012). Concepts and
methods of social work. Literary Licensing.
Husmiati. (2012). Asesmen dalam pekerjaan sosial: relevansi dengan praktek dan
penelitian, dalam Jurnal Informasi, Vol. 17, No. 03 Tahun 2012, h. 177-183.
Nasution. (2004). Metode Research. Jakarta:Bumi Aksara.
Neuman, W Lawrence. (2006). Social research methode: qualitative and quantitative
approach (sixth edition).Needham Heights. MA: Allyn & Bacon.
Satori, Djaman., dan Komariah, Aan. (2009). Metodologi penelitian kualitatif.
Bandung: Alfabeta.

17 | Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru