You are on page 1of 5

PUSDIKKES KODIKLAT TNI AD

RUMAH SAKIT PENDIDIKAN


ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM

A.

Pengertian

Asfiksia Neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir, yang gagal bernafas
secara spontan dan teratur segera setelah lahir (Hutchinson, 1967)
B.

Tanda Dan Gejala


Asfiksia Neonatorum dibagi kedalam 3 bagian :
1.
2.
3.

C.

Vigorous Baby apgar scor 7 10. Dalam hal ini bayi dianggap sehat dan
tidak memerlukan tindakan istimewa.
Mild Moderate Asphyxid (Asfiksia sedang) apgar scor 4 6. Pada
pemeriksaan fisik akan terlihat frekuensi jantung lebih dari 100 x/menit,
tonus otot kurang baik atau baik, sianosis, reflek iritabilitas tidak ada.
a.
Asfiksia berat, apgar 0 3. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
frekuensi jantung kurang dari 100 x/menit, tonus otot buruk, sianosis berat
dan kadang-kadang pucat, reflek iritabilitas tidak ada.
b.
Asiksia berat dengan henti jantung. Dimaksudkan dengan henti
jantung ialah keadaan :
1).
Bunyi jantung fetus menghilang tidak lebih dari 10 menit
sebelum lahir lengkap.
2)
Bunyi jantung bayi menghilang post parfum. Dalam hal ini
pemeriksaan fisik lainnya sesuai dengan yang ditemukan pada
penderita asfiksia berat.

Patofisiologi
Pernafasan spontan bayi baru lahir bergantung kepada kondisi janin pada masa
kehamilan dan persalinan. Asfiksia yang terjadi dimulai dengan suatu periode abnoe
(primary apnoe) disertai dengan penurunan frekuensi jantung. Selanjutnya bayi akan
memperlihatkan usaha bernafas (gasping yang kemudian diikuti oleh peranafasn
teratur.
Pada penderita asfiksia berat, usaha bernafas ini tidak tampak dan bayi
selanjutnya berada dalam periode apnoe kedua (secondary apnoe). Pada tingkat ini
disamping bradikardi ditemukan pula penurunan tekanan darah, disamping adanya

perubahan klinis, akan terjadi pula gangguan metabolisme dan perubahan


keseimbangan asam basa pada tubuh bayi. Pada tingkat pertama gangguan pertukaran
gas mungkin hanya menimbulkan asidosis respiratorik. Bila gangguan berlanjut, dalam
tubuh bayi akan terjadi proses metabolisme anaerogik yang berupa glikogen tubuh,
sehingga sumber glikogen tubuh, terutama jantung dan hati akan berkurang. Asam
organic yang terjadi akibat metabolisme ini akan menyebabkan timbulnya asidosis
metabolic. Asidosis dan gangguan kardiovaskuler yang terjadi dalam tubuh berakibat
buruk terhadap sel otak. Kerusakan sel otak yang terjadi menimbulkan kematian atau
gejala sisa pada kehidupan bayi selanjutnya.

D.

Pemeriksaan Penunjang
1.
2.

E.

Analisa gas darah (kalau perlu)


Apgar score 5 menit pertama.

Penatalaksanaan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Surfaktan pulmoner
Pemantauan glukosa darah
O2 sesuai indikasi
Cairan IV sesuai indikasi
AB sesuai indikasi
Suhu lingkungan netral
Bic Nat untuk asidosis metabolic
Catat CKM ketat.
ASUHAN KEPERAWATAN ASFIKSIA

NO
1

DIAGNOSA

TUJUAN/KRITERIA HASIL

INTERVENSI

Pertukaran gas lemah b.d


kontriksi
arteriolar
pulmonary, peningkatan
tahanan
vaskuler
pulmonary,
penurunan
aliran darah pulmonary,
persetujuan sistem saraf
pusat.

Menunjukan
pertukaran
gas adekuat.
- Gas darah normal
- Level
PCO2
pada
batas lebih rendah
dari normal.
- Level PH pada batas
lebih
tinggi
dari
normal.
Tidak adanya pengaruh
dari SSP.
- Respirasi 40-60 bpm.
- Tidak ada Apnea

Monitor gas darah sesuai program.


Tetapkan pulsa oximetry yang
berkelanjutan/monitoring O2 transkutaneus.
Atur inspirasi O2 dalam parameter
program.

DO:
- RR > 60 x/mnt.
- DS < 100 x/mnt.

Periksa TTV setiap jam atau sesuai


dengan program.
Monitoring kardiopulmonary.

Tidak ada brodikardi

Rasional :
Oksigenasi yang adekuat
katkan stabilitas fisiologis.
2

Penurunan kardiak output


b.d edema pulmonary :
konstriksi
arteriolar
pulmonary ; pergantian
ruang intertisial.

TTV, TD normal.
- Denyut
regular.

DO :
- Akial dingin.
- Perifer sklema.
-

Menunjukan
sirkulasi
peripheral yang adekuat.
- Waktu
pengisian
kapiler < 3 detik.
- Tidak ada bercakbercak.
Menunjukan
volume
sirkulasi normal.
- Intake
&
output
seimbang.
- Urine output normal.
- Tekanan vena sentral
normal.

jantung

mening-

Monitor Kardiopulmonary secara


kontinyu.
Tetapkan TTV, TD tiap jam dan
sesuai program.
Tetapkan perfusi jaringan tiap 2 4
jam.
Tetapkan denyut ferifel tiap 4 jam.
Atur cairan IV dan vasodilator sesuai
program.
Monitor intake & output, timbang
semua popok.
Tetapkan tekanan vena sentral, TD
tiap jam.
Atur perluasan volume sesuai
program.

Rasional :
Aspyxia dapat merusak otot kardiak ini
menyebabkan kardiak output berubah,
dimana menimbulkan masalah dengan
perfusi jaringan. Pertukaran cairan
keruang intertisial menurunkan volume
sirkulasi.
Perfusi
jaringan
yang
adekuat
menyediakan O2 dan nutrisi untuk
fungsi seluler.

Intoleransi aktivitas
iritabilitas SSP.

b.d

Menunjukan tidak adanya


desaturasi atau bradikardi.

Sediakan stimulasi lingkungan yang


minimal.
Monitoring kardiopulmonary secara
kontinyu, respon kealarm cepat.

Suasana tidak berisik,


dengan dukungan tenaga
kesehatan.

Minimalkan percakapan didekat


tempat tidur.
Beri tanda / hanger Jangan berisik.
Libatkan orang tua dalam perawatan
Perawatan berkelompok sesuai
toleransi.
Lampu redup/ruangan gelap yang

Perubahan
perfusi
jaringan
feral
b.d
hypovolemia, ischemia.

sesuai.
Minimalkan menggendong bayi.
Rekam TTV pada monitor.
Gunakan posisi prore atau baring
miring sesuai program.
Lakukan
pemberian
analgesic
sesuai program.

Tempat tidur bayi, sediakan perahan


Sediakan selimut tebal, bantal gel,
baju.

Pertahankan
nyaman.

posisi

Mempertahankan
normal.

output

Pertahankan input dan output


dengan ketat, timbang popok.
Atur diuretic sesuai program.

DO : Bayi belum baik.


Menunjukkan kimia urine
normal.

Monitor kerja lab urine.


Tampilkan kandungan urine :
Protein, glukosa, elektrolit, sel darah
merah.

Menunjukan kimia darah


normal.

- Puncak normal dan


level lembah.

Monitor kimia darah


Atur
medikasi
nephrotoxic
(gentamicin) dengan perawatan.

Rasional :
Selama asphycal, darah mengisi dari
ginjal ke organ vital, menginkatkan
potensial untuk ischemia.
5

Resiko tinggi infeksi b.d


invasi nosokomial, respon
imun
compromised,
debilitasi/kelemahan
DO : Lab DI : Leko >>
CRP > 6

Menunjukkan tidak ada


tanda-tanda
infeksi
sistemik :

- Tidak ada tanda-tanda


sepsis

- Tidak Apnea, dyspnea


- Tidak ada instabilitas
ternmal.
- Tidak
ada
pusat,
cyanosis.
-

Atur parameter dan sediakan


intervensi.
Monitoring kardiopulmonary secara
kontinyu.
Sediakan dukungan formal.

Hitung
darah
komplit
normal untuk gestasi.

Monitor hitung darah.

Mengalami level puncak


dan lembah normal.

Atur pemberian antibiotic sesuai


program
Monitor level puncak dan lembah.

Rasional :
Neoratus mempunayi resiko tinggi
infeksi. Asphyxia merupakan hasil dari
proses infeksi, jalur IV yang banyak
/macam-macam meningkatkan resiko
infeksi nosokomial.
6

Kurang pengetahuan b.d


proses penyakit, potensi
kematian
neoratus,
gangguan proses kontrak/
perjanjian.
DO : Orang tua gelisah
Seringa bertanya

Orang tua memverbalisa-


sikan kepahamannya akan
rencana perawatan.

Sediakan informasi.
- Jelaskan proses penyakit
- Atur kemampuan koping
- Jaringan dengan grup sebaya
- Jelaskan kemajuan-kemajuan
yang berkelanjutan.

Orang tua memberikan


perawatan untuk bayi.

Ajarkan orang tua sinyal-sinyal


pendekatan/penolakan.
Ajarkan orang tua perawatan
khusus.

Orang tua mendemons-


trasikan melibatkan bayi
kedalam keluarga.

Meningkatkan kasih sayang melalui


teladan
dan
identifikasi
sifat
keluarga.

Rasional :
Penyakit yang mengancam kehidupan
menempatkan keluarga pada resiko
tantangan multiple. Komunikasi sangat
penting informasi dan role model akan
memfasilitasi
keluarga
dalam
membawa masuk bayi.