You are on page 1of 17

KLIPING ARTIKEL MANFAAT LARUTAN

PENYANGGA DAN LARUTAN HIDROLISIS DALAM


KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Disusun oleh :
Dina Fadila
No Absen : 13
Kelas : XI MIA 3

KEGUNAAN LARUTAN PENYANGGA DALAM KEHIDUPAN


SEHARI-HARI
1. http://www.rumuskimia.net/2016/01/kegunaan-larutan-penyangga.html

Kegunaan Larutan Penyangga


Kegunaan Larutan Penyangga Ada beberapa kegunaan larutan penyanggayang terdapat
dalam tubuh makhluk hidup. Kebanyakan reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup
hanya dapat berlangsung pada pH tertentu. Oleh karena itu, cairan tubuh harus merupakan
larutan penyangga agar pH senantiasa konstan ketika metabolisme berlangsung.

Dalam keadaan normal, pH dari cairan tubuh termasuk darah kita adalah 7,35 7,5.
Walaupun sejumlah besar ion H+ selalu ada sebagai hasil metabolisme dari zat-zat, tetapi
keadaan setimbang harus selalu dipertahankan dengan jalan membuang kelebihan asam
tersebut. Hal ini disebabkan karena penurunan pH sedikit saja menunjukkan keadaan sakit.

Untuk itu tubuh kita mempunyai hal-hal berikut sebagai Kegunaan Larutan
Penyangga dalam tubuh:
1. Sistem buffer, untuk mempertahankan pH tubuh agar tetap normal.
2. Sistem pernapasan.
Di sini dipakai buffer H2CO3/HCO3Misalnya konsentrasi H3O+ dalam darah naik, berarti pH-nya turun.

Bila pH turun maka pusat pernapasan kita akan dirangsang, akibatnya kita bernapas lebih
dalam sehingga kelebihan CO2 akan dikeluarkan melalui paru-paru. Sedangkan bila
konsentrasi OH- naik

3. Pada Ginjal - Kegunaan Larutan Penyangga


Ginjal kita juga menolong untuk mengatur konsentrasi H3O+ dalam darah agar tetap konstan,
dengan jalan mengeluarkan kelebihan asam melalui urine, sehingga pH urine dapat berada
sekitar 4,8 7,0.
Kegunaan larutan penyangga tidak hanya terbatas pada tubuh makhluk hidup. Reaksi-reaksi
kimia di laboratorium dan di bidang industri juga banyak menggunakan larutan penyangga.
Reaksi kimia tertentu ada yang harus berlangsung pada suasana asam atau suasana basa.
Buah-buahan dalam kaleng perlu dibubuhi asam sitrat dan natrium sitrat untuk menjaga pH
agar buah tidak mudah dirusak oleh bakteri.

2. http://www.binasyifa.com/179/55/27/larutan-penyangga-kegunaannya-dalam-kehidupansehari-hari.htm

Larutan Penyangga - Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari


Selain mengenal jenis-jenis larutan penyangga, Anda pun kiranya perlu mengetahui apasaha
manfaat larutan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam keseharian, larutan ini sangat
bermanfaat buat hal-hal sebagai berikut.
1. Menjaga kadar ph cairan dalam organ tubuh, terutama pada ginjal. Pada ginjal terjadi
ekskresi ion H+ dari asam dihidrogen fosfat dengan basa monohidrogen fosfat.
2. Menjaga ph plasma darah supaya stabil berada pada kisaran 7,45. Larutan ini terjadi
antara ion HCO3+ dan Na+.
3. Menjaga kadar asam basa pada makanan olahan nan dikemas dalam kaleng. Kadar ph
nan terjaga membuat makanan kaleng tersebut jadi tak mudah rusak. Larutan
penyangga ialah antara asam benzoate dan natrium benzoate.
4. Menjaga kadar ph pada sampo spesifik bayi. Rambut bayi dan balita lebih halus jika
dibandingkan dengan rambut orang dewasa. Kelenjar minyak pada kulit kepala bayi
juga belum bia berfungsi secara sempurna. Maka, diperlukan produk pencuci rambut
atau sampo nan mengandung sedikit bahan aktif atau kimia dan dengan ph nan
seimbang. Sampo dengan ph seimbang itu juga tak pedih di mata sehingga kondusif
buat kulit kepala dan paras bayi. Protein keratin ialah protein penyusun rambut nan
memiliki ikatan kimia hydrogen dan disulfide. Ikatan keduanya akan putus jika ph
pada produk sampo terlalu kurang atau lebih dari 4,6 dan 6,0. Larutan ini berfungsi
menyesuaikan dengan ph nan dimiliki rambut.
5. Asam sitrat sebagai larutan penyangga pada buah. Fungsi asam sitrat ini ialah sebagai
bahan pengawet nan alami dan kondusif serta buat menambah rasa masam pada
makanan dan minuman olahan. Asam sitrat pada siklus metabolisme pada hampir
setiap makhluk hayati nan berfungsi sebagai zat antioksidan. Asam sitrat dalam global
industri sering dipakai dalam pembuatan zat pembersih permukaan barang-barang
rumah tangga.

6. Larutan penyangga nan berfungsi menstabilkan kadar ph juga dapat membantu kerja
enzim sebagai katalis dalam tubuh manusia. Enzim nantinya akan membantu laju
reaksi kimia pada suhu eksklusif dalam metabolisme manusia.
7. Natrium asetat merupakan larutan penyangga nan bisa menetralkan asam sulfat dari
buangan pabrik berupa limbah. Kegunaan lainnya dalam global industri ialah sebagai
penyangga bersama-sama dengan asam klorida.
8. Sodium cacodylate ialah larutan nan dipakai dalam pelaksanaan mikroskop elektron.
Ph nan baik buat alat dalam global medis dan biologi ini berada pada kisaran 5 ,0 7,4.
9. Larutan penyangga juga sangat krusial dalam pengolahan limbah dengan proses
anaerob. Proses anaerob sendiri melalui tiga termin yaitu proses hidrolisis, proses
pembentukan asam, dan proses pembentukan metana. Dalam proses pembentukan
metana, penambahan buffer dimanfaatkan agar ph-nya tetap 7.

3. https://bisakimia.com/2014/03/18/larutan-penyangga-part-3/

Larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari


Reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh manusia melibatkan enzim sebagai katalisator yang
hanya dapat bekerja dengan baik pada pH tertentu (pH optimumnya) sehingga diperlukan
adanya pH yang relatif tetap. Di dalam tubuh terdapat pasangan asam-basa konjugasi yang
berfungsi sebagai larutan penyangga untuk mempertahankan harga pH.
Contoh sistem penyangga dalam tubuh :
1. Penyangga karbonat (H2CO3/HCO3), berfungsi untuk menjaga pH darah (ekstra sel)
2. Penyangga fosfat (H2PO4/HPO4), berfungsi menjaga pH cairan intra sel
3. Penyangga asam amino/protein.
Apabila mekanisme pengaturan pH dalam tubuh gagal (dapat terjadi saat kira sakit jantung,
ginjal, diabetes, diare terus menerus) maka pH dapat turun ke bawah 7 atau naik di atas 7,8
sehingga menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh atau bahkan kematian.

4. http://tatangsma.com/2015/04/larutan-penyangga-dalam-tubuh-manusia.html

Larutan Penyangga dalam Tubuh Manusia


Penyangga Karbonat dalam Darah
Adanya sistem penyangga HCO/HCO dalam darah, sehingga darah memiliki pH yang
relatif tetap di sekitar 7,4. Sistem penyangga tersebut dapat menetralisasi zat-zat yang masuk
baik bersifat asam maupun basa. Perbandingan konsentrasi HCO : HCO dalam darah
sekitar 20 : 1
Tempat berlangsungnya reaksi metabolisme dalam tubuh terjadi dalam intrasel. Pada cairan
tersebut dihasilkan zat-zat yang bersifat asam atau basa. pH dalam cairan intrasel selalu di
jaga tetap agar enzim-enzim dapat bekerja dengan baik.
Sistem penyangga dalam cairan intrasel adalah penyangga fosfat (HPO /HPO) dengan
perbandingan yang selalu tetap sehingga menyebabkan pH larutan tetap.

Sistem Penyangga Asam Amino


Dalam struktur asam amino terdapat gugus yang bersifat asam dan basa yang dapat berguna
sebagai sistem penyangga dalam tubuh. Jika terjadi kelebihan ion H atau ion OH akan di
ikat oleh gugus yang bersifat asam atau basa. Larutan yang mengandung asam amino
memiliki pH relatif tetap.

5. http://tegar-tkj2.blogspot.co.id/2013/12/artikel-fungsikegunaan-larutan.html

Mungkin banyak orang tidak menyadari jika dalam hidupnya mendapatkan bantuan
dari larutan penyangga. Kegunaan larutan penyangga yaitu menjaga tingkat keasaman
larutan.
Tingkat keasaman sering dilambangkan dengan pH. Sementara pada larutan
penyangga, memiliki kadar asam maupun basa lemah. Secara sederhana, larutan penyangga
akan berusaha menetralkan zat asam atau basa yang berasal dari luar. Tulisan ini merupakan
sebuah artikel fungsi larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari.
Larutan penyangga disebut juga larutan buffer. Ketika bertemu dengan larutan asam
atau basa dari luar, larutan penyangga melakukan aktivitas yang disebut reaksi asam basa
konjugasi. Saat reaksi kimia ini terjadi, zat yang melakukan reaksi dengan larutan penyangga
segera menurun atau naik keasamannya. Naik turunnya nilai pH ini menyesuaikan reaksi
yang terjadi.
Kestabilan keasaman perlu dijaga karena kadang reaksi yang menimbulkan nilai asam
maupun basa yang tinggi bisa menyebabkan reaksi yang mungkin tidak terduga dan tidak

diinginkan. Dengan bantuan larutan penyangga, kenaikan atau penurunan nilai pH secara
drastis bisa dihindari.
Contoh larutan penyangga paling dekat dengan manusia adalah darah. Darah yang
normal memiliki nilai pH antara 7,35 hingga 7,45. Kondisi normal membuat fungsi darah
juga ikut berjalan secara wajar. Apabila nilai pH darah ini turun atau naik secara drastis, efek
yang terjadi yaitu kerusakan pada berbagai organ tubuh. Dan, darah secara alami telah
dilengkapi dengan larutan penyangga yang otomatis berfungsi menjaga nilai pH.
Ada tiga larutan penyangga yang ditemukan dalam darah, yaitu larutan buffer karbonat,
larutan buffer fosfat, dan larutan buffer hemoglobin. Larutan penyangga yang bertugas
menjaga nilai pH darah adalah karbonat dan fosfat. Sementara larutan penyangga hemoglobin
bertugas membantu penyerapan oksigen ke dalam darah.
Larutan penyangga ditemukan pula pada air ludah. Dalam keadaan normal, mulut
memiliki nilai pH di kisaran 6,8. Air ludah dilengkapi dengan larutan penyangga fosfat yang
berguna untuk mempertahankan nilai pH secara alami. Termasuk pula, larutan penyangga ini
berguna untuk gigi dari pengaruh buruk asam yang disebabkan pembusukan sisa-sisa
makanan di sela gigi. Gigipun menjadi lebih terjaga dari kerusakan.
6. http://www.ilmukimia.org/2013/01/pembahasan-larutan-penyangga.html

MANFAAT LARUTAN HIDROLISIS DALAM KEHIDUPAN


SEHARI-HARI
7. http://www.softilmu.com/2015/12/pengertian-manfaat-macam-hidrolisis.html
PEMANFAATAN HIDROLISIS
Reaksi hidrolisis merupakan suatu reaksi kimia yang digunakan untuk menetralkan
suatu campuran asam dan basa yang menghasilkan air dan garam. Proses hidrolisis tersebut
memiliki andil yang besar dalam terlaksananya berbagai macam proses penting dan
kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini uraian lebih lanjut terkait beberapa pemanfaatan proses hidrolisis :
Reaksi hidrolisis antara molekul asam dan basa yang direaksikan dengan air akan
membentuk garam dengan rumus kimia NaCl. NaCl ini merupakan garam yang digunakan
di dabur ibu rumah tangga sebagai pemberi rasa asin dalam makanan.
Di bidang pertanian, reaksi hidrolisis dimanfaatkan dalam penyesuaian pH tanah
dengan tanaman yang ditanam. Melalui reaksi hidrolisis akan didapatkan jenis pupuk yang
tidak terlalu asam maupun basa. Adapun molekul kimia yang sering digunakan untuk
menurunkan pH pupuk ialah pelet padat (NH4)2SO4. Apabila garam tersebut direaksikan
dalam air, maka ion NH4+ akan terhidrolisis di dalam tanah membentuk NH3 dan H+ yang
bersifat asam.
Reaksi hidrolisis antara garam yang terbentuk dari HOCl yang merupakan asam
lemah dengan NaOH yang merupakan basa kuat dengan air akan terjadinya hidrolisis HOCl
sehingga menghasilkan ion OH- yang bersifat basa. Sedangkan NaoH sebgai basa kuat tidak
terhidrolisis. Garam yang terbentuk melalui penggabungan kedua asam basa terdebut ialah
NaOCl. Garam ini merupakan salah satu material yang dimanfaatkan dalam pembuatan
bayclin atau sunklin untuk memutihkan pakaian kita.

Reaksi hidrolisis memiliki peran penting dalam pemecahan makanan menjadi


nutrisi yang mudah diserap. Sebagian besar senyawa organik dalam makanan tidak mudah
bereaksi dengan air, sehingga dibutuhkan katalis untuk memungkinkan keberlangsungan
proses ini. Katalis organik yang membantu dengan reaksi dalam organisme hidup dikenal
sebagai enzim. Enzim ini bekerja dengan menerapkan konsep hidrolisis.
Reaksi hidrolisis berperan penting dalam proses pelapukan batuan. Proses ini
penting dalam pembentukan tanah, dan membuat mineral penting tersedia bagi tanaman.
Berbagai mineral silikat, seperti feldspar, mengalami reaksi hidrolisis lambat dengan air,
membentuk tanah liat dan lumpur, bersama dengan senyawa larut.
Reaksi hidrolisis memiliki andil dalam penjernihan air. Penjernihan air minum oleh PAM
menerapkan prinsip hidrolisis, yaitu menggunakan senyawa aluminium fosfat yang
mengalami hidrolisis total.
8. http://ilmualam.net/pengertian-hidrolisis-dan-penggunaannya.html
PENGGUNAAN LARUTAN HIDROLISIS
Banyak proses yang penting dalam kehidupan melibatkan hidrolisis. Contohnya adalah
pelepasan energi oleh adenosin trifosfat molekul (ATP). Sel menggunakan senyawa ini untuk
menyimpan energi, yang kemudian dapat dilepaskan ketika dibutuhkan. Molekul ini memiliki
gugus tiga fosfat (PO4), tetapi bisa kehilangan salah satu dari gugus-gugus ini dengan
bereaksi dengan air. Reaksi ini sebenarnya akan menggunakan sejumlah kecil energi, tapi
jauh lebih besar dilepaskan oleh reaksi berikutnya dari gugus fosfat bebas.
Hidrolisis juga memainkan peran penting dalam pemecahan makanan menjadi nutrisi
yang mudah diserap. Sebagian besar senyawa organik dalam makanan tidak mudah bereaksi
dengan air, dan biasanya katalis diperlukan untuk memungkinkan proses ini berlangsung.
Katalis organik yang membantu dengan reaksi dalam organisme hidup dikenal sebagai enzim.
Di dalam tubuh, enzim seperti lipase, dan protease karbohidrase mengkatalisis reaksi dengan
lemak, karbohidrat dan protein dengan air.
Salah satu contoh dari hidrolisis pemecahan pati, yang dikatalisasi oleh enzim
amilase. Pati dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yang terdiri dari gula yang dikenal
sebagai maltosa. Maltosa kemudian selanjutnya dapat dipecah menjadi molekul glukosa, di
bawah pengaruh enzim maltase. Dalam setiap kasus, air mengambil bagian dalam proses, itu
sendiri membelah dan menambahkan gugus hidroksil dan ion hidrogen ke molekul yang baru
terbentuk pada setiap sisi ikatan yang rusak.

9. http://tegar-tkj2.blogspot.co.id/2013/12/fungsikegunaan-hidrolisis-garam-dalam.html

1. Pelarutan sabun

Garam natrium stearat, C 17H 35COONa (sabun cuci) akan mengalami hidrolisis jika
dilarutkan dalam air , menghasilkan asam stearat dan basanya NaOH.
Reaksi: C 17H 35COONa + H 2O --> C 17H 35COOH + NaOH
Oleh karena itu, jika garam tersebut digunakan untuk mencuci, airnya harus bersih
dan tidak mengandung garam Ca 2+ atau Mg 2+. garam Ca 2+ dan Mg 2+ banyak terdapat dalam
air sadah. Jika air yang digunakan mengandung garam garam Ca 2+, terjadi reaksi
2(C 17H 35COOH) + Ca 2+ --> (C 17H 35COO) 2 + H +
Sehingga buih yang dihasilkan sangat sedikit. Akibatnya, cucian tidak bersih karena
fungsi buih untuk memperluas permukaan kotoran agar mudah larut dalam air.

2. Penjernihan air
Penjernihan air minum oleh PAM berdasarkan prinsip hidrolisis, yaitu menggunakan
senyawa aluminium fosfat yang mengalami
hidrolisis total.

3. Sebagai Pupuk

Agar tanaman tumbuh dengan baik, maka pH tanaman harus dijagam pH tanah di
daerah pertanian harus disesuaikan dengan pH tanamannya. Oleh karena itu diperlukan pupuk
yang dapat menjaga pH tanah agar tidak terlalu asam atau basa. Biasanya para petani
menggunakan pelet padat (NH 4 ) 2 SO 4 untuk menurunkan pH tanah. Garam
(NH 4 ) 2 SO 4 bersifat asam, ion NH 4 + akan terhidrolisis dalam tanah membentuk NH 3 dan
H + yang bersifat asam.

4. Pemutih Pakaian

Kita juga sering memakai bayclin atau sunklin untuk memutihkan pakaian kita.
Produk ini mengandung kira-kira 5 % NaOCl yang sangat reaktif sehingga dapat
menghancurkan pewarna, sehingga pakaian menjadi putih kembali. Garam ini terbentuk dari
asam lemah HOCl dengan basa kuat NaOH. Ion OCl - terhidrolisis menjadi HOCl dan OH-,
sehingga garam NaOCl bersifat basa.
10. http://sahri.ohlog.com/hidrolisis-garam-dalam-kehidupan-sehari-hari.oh81650.html

Hidrolisis Garam dalam Kehidupan Sehari-Hari


Agar tanaman tumbuh dengan baik, maka pH tanaman harus dijagam pH tanah di daerah
pertanian harus disesuaikan dengan pH tanamannya. Oleh karena itu diperlukan pupuk yang
dapat menjaga pH tanah agar tidak terlalu asam atau basa. Biasanya para petani
menggunakan pelet padat (NH 4 ) 2 SO 4 untuk menurunkan pH tanah. Garam (NH 4 ) 2 SO
4 bersifat asam, ion NH 4 + akan terhidrolisis dalam tanah membentuk NH 3 dan H + yang
bersifat asam.
Kita juga sering memakai bayclin atau sunklin untuk memutihkan pakaian kita. Produk ini
mengandung kira-kira 5 % NaOCl yang sangat reaktif sehingga dapat menghancurkan
pewarna, sehingga pakaian menjadi putih kembali. Garam ini terbentuk dari asam lemah
HOCl dengan basa kuat NaOH. Ion OCl - terhidrolisis menjadi HOCl dan OH -, sehingga
garam NaOCl bersifat basa.
11. http://rumus-kimia.com/hidrolisis-garam-dalam-kehidupan/

Hidrolisis Garam dalam Kehidupan

Hidrolisis Garam dalam Kehidupan Pada topik-topik sebelumnya, kalian telah


mempelajari tentang hidrolisis garam. Dalam topik-topik itu, kalian telah mengetahui bahwa
garam yang terhidrolisis jika bereaksi dengan air dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
1. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah
Nilai pH garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dipengaruhi oleh harga Kb dan
konsentrasi garam itu sendiri.
2. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat
Nilai pH garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat dipengaruhi oleh harga Ka dan
konsentrasi garam itu sendiri.
3. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah
Nilai pH garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dipengaruhi oleh harga Ka dan
Kbasam dan basa pembentuk garam itu sendiri.
Setiap garam yang terhidrolisis memiliki nilai pH yang berbeda-beda.
Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari penerapan dari hidrolisis garam itu dalam
kehidupan sehari-hari. Hidrolisis garam mempunyai banyak manfaat, bahkan mungkin tanpa
sadar kita telah menerapkan hidrolisis garam dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut ini beberapa contoh penerapan hidrolisis garam dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pemutih Pakaian
Kita sering menggunakan bayclin untuk memutihkan pakaian. Produk ini mengandung
sekitar 5% NaOCl yang sangat reaktif yang dapat menghancurkan pewarna, sehingga pakaian
menjadi putih kembali. Garam NaOCl berasal dari HOCl (asam lemah) dan NaOH (basa
kuat).
NaOCl + HO Na+ + OCl
OCl akan terhidrolisis, sedangkan Na+ tidak terhidrolisis. Jadi, garam NaOCl yang menjadi
bahan untuk membuat bayclin mengalami hidrolisis parsial. Garam yang dihasilkan bersifat
basa.

2. Penjernihan Air
Penjernihan air minum oleh PAM berdasarkan prinsip hidrolisis. Proses penjernihan ini
menggunakan senyawa aluminium fosfat. Garam aluminium fosfat berasal dari asam lemah
dan basa lemah, sehingga garam ini mengalami hidrolisis total bila direaksikan dengan air.

3. Sebagai Pupuk
Agar tanaman tumbuh dengan baik, pH tanaman harus dijaga. pH tanah pada lahan pertanian
harus disesuaikan dengan pH tanamannya. Untuk menjaga pH-nya agar tetap sama,
diperlukan pupuk agar tidak terlalu asam atau basa. Biasanya para petani menggunakan
senyawa (NH)SO untuk menurunkan pH tanah. Garam (NH)SO berasal dari HSO
(asam kuat) dan NHOH (basa lemah).
(NH)SO NH+ + SO2NH+ akan terhidrolisis, sedangkan SO2- tidak terhidrolisis. Jadi, garam (NH)SO
mengalami hidrolisis parsial. Garam yang dihasilkan bersifat asam.

4. Pelarutan Sabun
Sabun cuci atau garam natrium stearat (CHCOONa) akan mengalami hidrolisis jika
dilarutkan dalam air, menghasilkan asam stearat dan basa NaOH.
CHCOONa +HO CHCOO + NaOH
Oleh karena itu, jika garam tersebut digunakan untuk mencuci, airnya harus bersih dan tidak
mengandung garam Ca2+ atau Mg2+. Garam Ca2+ atau Mg2+ banyak terdapat dalam air sadah.
Jika air yang digunakan untuk mencuci mengandung garam Ca2+ atau Mg2+, buih yang
dihasilkan akan menjadi sangat sedikit. Akibatnya, cucian tidak bersih karena fungsi buih
adalah untuk memperluas permukaan kotoran agar mudah larut dalam air.

5. Kulit Penutup pada Hewan Lunak


Kulit penutup (cangkang) pada hewan lunak (Mollusca) seperti Cypraecassis
rufa danCrustaceaetersusun oleh garam kalsium karbonat (CaCO). Kalsium karbonat
terbentuk oleh asam lemah HCO dan basa kuat Ca(OH), sehingga garam yang terbentuk
bersifat basa.

6. Penyedap Makanan
Agar lebih terasa gurih dan enak, biasanya ke dalam makanan ditambahkan monosodium
glutamat (MSG) yang berfungsi sebagai penyedap makanan. Monosodium glutamat yang
memiliki rumus kimia CHNONa merupakan garam yang bersifat basa.
7. Kompres Dingin
Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan terciptanya banyak bendabenda yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Dulu kita menggunakan kain dan es
batu untuk mengompres ketika demam. Namun sekarang sudah tersedia kompres dingin
instan yang diperjualbelikan di pasar. Kompres ini menggunakan garam ammonium nitrat
(NHNO) yang bersifat asam.

12. http://ghiefarmasi.blogspot.co.id/2011/06/reaksi-hidrolisis.html

MANFAAT REAKSI HIDROLISIS


Reaksi hidrolisis digunakan untuk menetralkan suatu campuran asam dan basa yang
menghasilkan air dan garam. Salah satu hasil dari reaksi hidrolisis yaitu terbentuknya garam
yang biasa dijumpai di dapur (NaCl) yang merupakan produk dari reaksi asam basa
HCl (aq) + NaOH (aq)
NaCl (aq) + H2O (l)

Reaksi hidrolisis digunakan untuk merubah pH suatu larutan.

Garam yang menghasilkan larutan basa, dihasilkan dari suatu reaksi antara asam lemah

dan basa kuat.

Garam yang menghasilkan larutan asam dihasilkan dari suatu reaksi antara asam kuat

dan basa lemah.


Selain menghasilkan garam, reaksi hidrolisis dapat digunakan dalam bidang
pertanian. Agar tanaman tumbuh dengan baik, maka pH tanaman harus dijagam pH tanah di
daerah pertanian harus disesuaikan dengan pH tanamannya. Oleh karena itu diperlukan pupuk
yang dapat menjaga pH tanah agar tidak terlalu asam atau basa. Biasanya para petani
menggunakan pelet padat (NH 4 ) 2 SO 4 untuk menurunkan pH tanah. Garam (NH 4 ) 2 SO
4 bersifat asam, ion NH 4 + akan terhidrolisis dalam tanah membentuk NH 3 dan H + yang
bersifat asam.
Hidrolisis pun dapat digunakan dalm proses pembuatan suatu larutan yang digunakan
dalam rumah tangga. Kita sering memakai bayclin atau sunklin untuk memutihkan pakaian
kita. Produk ini mengandung kira-kira 5 % NaOCl yang sangat reaktif sehingga dapat
menghancurkan pewarna, sehingga pakaian menjadi putih kembali. Garam ini terbentuk dari
asam lemah HOCl dengan basa kuat NaOH. Ion OCl - terhidrolisis menjadi HOCl dan OH -,
sehingga garam NaOCl bersifat basa.