Вы находитесь на странице: 1из 25

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan
kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan
yang optimal. Dengan perkataan lain masyarakat diharapkan mampu berpartisipasi
aktif dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, dengan
demikian masyarakat mampu menjadi subjek dalam pembangunan kesehatan serta
berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari rumah tangga atau keluarga,
karena rumah tangga yang sehat merupakan asset/modal pembangunan dimasa depan
yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Hal ini diperkuat
dengan seruan Presiden pada Hari Keluarga Nasionak XII Tahun 2005 bahwa
.kekuatan bangsa dan negara terletak pada ketahanan masing-masing keluarga.
Keluarga adalah cermin kekuatan masyarakat, bangsa dan negara, oleh sebab itu
patut dijaga, dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya..
B. Tujuan
1. Tujuan umum
Meningkatnya Rumah Tangga (RT) ber PHBS di wilayah Puskesmas
Klungkung I Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung.
2. Tujuan Khusus
a. Memberdayakan keluarga untuk tahu, mau dan mampu melaksanakan
PHBS dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat
b. Meningkatkan dukungan dan peran aktif Tim Penggerak PKK (TP-PKK)
secara berjenjang dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga (RT).
c. Meningkatkan kebijakan yang mendukung pelaksanaan pembinaan PHBS
di RT
d. Meningkatkan mutu penilaian pelaksanaan terbaik PHBS di rumah tangga
tingkat desa.
e. Memberikan penghargaan kepada pelaksana terbaik PHBS di rumah
tangga tingkat desa.

C. Sasaran
1. Sasaran pembinaan
Sasaran pembinaan PHBS di rumah tanga adalah seluruh anggota rumah
tangga yaitu :
a. Pasangan Usia Subur
b. Ibu hamil dan ibu menyusui
c. Anak, remaja da dewasa
d. Usia lanjut
e. Pengasuh anak
2. Sasaran penilaian
Sasaran penilaian PHBS di rumah tangga adalah seluruh desa/kelurahan yang
telah melaksanakan kegiatan pembinaan PHBS di rumah tangga.
D. Manfaat
Dengan melaksanakan PHBS di rumah tangga akan diperoleh beberapa manfaat
secara langsung maupun tidak langsung sebagai berikut :
1. Bagi rumah tangga
a. Setiap anggota keluarga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit.
b. Pertumbuhan dan perkembangan anak lebih baik.
c. Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat.
d. Pengeluaran biaya rumah tangga yang semula untuk biaya lain yang tidak
bermanfaat bagi kesehatan, dapat dialihkan untuk pemenuhan gizi
keluarga, biaya pendidikan dan modal usaha untuk peningkatan
pendapatan keluarga.
e. Mengurangi atau meniadakan biaya pengobatan dalam keluarga.
2. Bagi masyarakat
a. Masyarakat mampu mengupayakan terciptanya lingkungan tertata rapid
an sehat
b. Masyarakat mampu mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan
yang dihadapinya.
c. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk
penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatan.
d. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) untuk pencapaian PHBS di rumah tangga, seperti

penyelenggaraan Posyandu jaminan kesehatan masyarakat, Tabungan Ibu


Bersalin (Tabulin), Dana Sosial Ibu Bersalin (Dasolin), ambulan desa,
Kelompok Pemakai Air (Pokmair), dan arisan jamban.
E. Pengertian
1. Rumah Tangga (RT)
Rumah tangga adalah wahana atau wadah yang terdiri dari bapak, ibu dan
anak-anaknya dan anggota keluarga lainnya dalam melaksanakan kehidupan
sehari-hari.
2. Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan prilaku yang
dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan
seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan
berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.
3. Program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar bagi
perorangan, kelompok dan masyarakat dengan cara membuka jalur
komunikasi,

informasi

dan melakukan

edukasi

guna meningkatkan

pengetahuan, sikap dan prilaku melalui pendekatan advokasi, bina suasana


dan

melakukan

gerakan

pemberdayaan

masyarakat

sehingga

dapat

menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara,


melindungi dan meningkatkan kesehatan.
4. PHBS di rumah tangga
PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah
tangga agar tahu, mau dan mampu melakukan prilaku hidup bersih dan sehat
serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
5. Rumah tangga Ber PHBS
Rumah tangga ber PHBS adalah rumah tangga yang telah memenuhi 10
indikator PHBS di rumah tangga yaitu :
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
b. Memberi bayi ASI eksklusif
c. Menimbang Balita setiap bulan
d. Menggunakan air bersih
e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

f. Menggunakan jamban sehat


g. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu
h. Makan sayur dan buah setiap hari
i. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
j. Tidak merokok di dalam rumah
F. Metode
Metoda yang dipakai dalam penentuan sample rumah tangga dalam
pelaksanaan survey PHBS adalah Random Sampling (sampel acak) sebanyak 210
KK di masing-masing desa sehingga jumlah keseluruhan 2100 KK, kemudian data
diolah dan dianalisa menggunakan computer dengan program SPSS 12.

BAB II
GAMBARAN UMUM
A. Geografi
Puskesmas Klungkung I terletak di Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung,
Kabupaten Klungkung. Didirikan tahun 1974 dan beroperasi mulai bulan April 1975.
Wilayah kerja Puskesmas Klungkung I meliputi 3 kelurahan yaitu kelurahan
Semarapura Kauh, Kelurahan Semarapura Klod, Kelurahan Semarapura Klod
Kangin dan terdiri dari 7 desa yaitu : Desa Gelgel, Tojan, Satra, Kamasan, Tangkas,
Jumpai Kampung gelgel serta terdiri dari 35 dusun/lingkungan dengan luas wilayah
15.322 km2 dengan jarak tempuh rata-rata 5 10 menit dari desa ke Puskesmas.
Puskesmas Klungkung I mewilayahi daerah perkotaan maupun pedesaan yang
merupakan daerah dataran rendah dengan batas wilayah sebagai berikut :
Utara

: Kelurahan Semarapura Kaja

Timur

: Kecamatan Dawan

Barat

: Kecamatan Banjarangkan

Selatan

: Lautan Indonesia

Jarak Puskesmas Klungkung I dari pusat kota Semarapura 5 Km dan seluruh


wialayah bisa terjangkau dengan kendaraan karena semua jalan sudah di aspal.
Beberapa wilayah kerja Puskesmas meliputi wilayah Galian C seperti Tangkas,
Jumpai dan Dukuh dengan luas 228 Ha dan luas lagun 52 Ha.
B. Demografi
Jumlah penduduk Puskesmas Klungkung I tahun 2009 adalah 28.479 jiwa,
7.311 KK terdiri dari 13.955 jiwa laki-laki dan 14.524 perempuan. serta jumlah jiwa
keluarga miskin sebanyak 3.449 jiwa yang tersebar di 10 desa wilayah Puskesmas
Klungkung I.
C. Sumber Daya Kesehatan
1. Sumber Daya Fisik
Puskesmas Klungkung I terdiri dari 1 Puskesmas Induk, 7 buah Puskesmas
Pembantu, 10 Desa Siaga. Disamping itu ada beberapa fasilitas kesehatan yang ada
diwilayah kerja Puskesmas Klungkung I seperti 1 buah RSUD, 1 buah Rumah Sakit

Swasta, 14 buah Dokter praktek swasta yaitu 7 Dokter umum dan 7 orang Dokter
Ahli, 15 Bidan praktek swasta, 1 buah klinik bersalin, 2 orang Dokter gigi praktek
swasta, 1 buah Puskesmas Keliling serta 39 buah Posyandu. Dan sarana pendidikan
yang ada adalah SD sebanyak 15 sekolah, SMP sebanyak 3 sekolah, SMA 5 sekolah
dan TK sebanyak 13 sekolah.
2. Sumber Daya Tenaga
Kondisi tenaga Puskesmas Klungkung I adalah sebagai berikut :
I
1
2
3

Jenis Tenaga
Dokter umum
Dokter Gigi
Sarjana/Sarjana Muda
SKM
Akper
APK
AKZI
4 Bidan
5 Perawat Kes.(SPK)/Honda
6 Perawat Gigi (SPRG)
7 Sanitarian (SPPH)
8 Pembantu Ahli Gizi
9 Tenaga Laboratorium
10 Pengelola obat/Farmasi
11 Pekarya Kesehatan
12 Lain-lain SMEA/SD
Sopir
II Puskesmas Pembantu
Bidan

:
:

Jumlah
2 orang
1 orang

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

2 orang
2 orang
2 orang
1
5 orang
6 orang
2 orang
1 orang
3 orang
1 orang
3 orang
1/1
1

BAB IV
HASIL KEGIATAN
A. Hasil Pengkajian PHBS Tatanan Rumah Tangga
1. Indikator Gabungan

Keterangan

Tugas Belajar 1 orang.

Tugas Belajar 1

Indikator gabungan adalah persentase RT ber-PHBS yang diukur dari


proporsi RT yang memenuhi 10 indikator PHBS di RT. Apabila dalam RT
tersebut tidak ada ibu yang melahirkan, tidak ada bayi dan Balita, maka
pengertian RT ber-PHBS adalah RT yang memenuhi 7 indikator, dari 2188
sampel di 3 kelurahan dan 7 desa diwilayah Puskesmas Klungkung I hasilnya
seperti table dan grafik dibawah ini :
Tabel 5
Distribusi RT Ber-PHBS
Desa/Kel.
SP. Kauh
SP. Kelod
SP.Kelod Kangin
Tojan
Satra
Gelgel
KP.Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

Kriteria RT
Ber-PHBS
Tdk ber-PHBS
N
%
n
%
141
67,1
69
32,9
165
78,6
45
21,4
185
88,1
25
11,9
137
65,2
73
34,8
165
78,6
45
21,4
187
87,0
28
13,0
178
84,8
32
15,2
170
81,0
40
19,0
152
69,1
68
30,9
189
66,8
94
33,2
1669
76,3
519
23,7

Jumlah
n
210
210
210
210
210
215
210
210
220
283
2188

%
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Dari data tersebut di atas pencapaian masing-masing desa sudah berada diatas
target yang ditentukan sebesar 65%.
2. Indikator Tunggal
7

a. Persalinan Ditolong Oleh Tenaga Kesehatan


Dari 2188 KK yang disurvey, 706 KK terdapat ibu melahirkan, bayi atau
anak Balita, dari jumlah tersebut semuanya (100%) persalinannya
ditolong oleh tenaga kesehatan.
b. Pemberian ASI Eksklusif
Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi umur 0
s/d 6 bulan tanpa diberikan makanan lain kecuali obat dan vitamin. Dari
2188 KK yang disurvey, 118 KK yang mempunyai bayi berumur 0 s/d 6
bulan dan 57,6% yang memberikan ASI secara Eksklusif, untuk lebih
jelasnya seperti tabel dan grafik di bawah ini
Tabel 6
Distribusi Pemberian ASI Eksklusif
Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

ASI Eksklusif
N
%
8
80
6
33,3
2
33,3
5
62,5
4
44,4
1
100
0
0
13
81,3
6
100
4
36,4
49
57,64

Tdk. Eksklusif
n
%
2
20
12
66,7
4
66,7
3
37,5
5
55,6
0
0
0
0
3
18,8
0
0
7
63,6
36
42,36

Jumlah
n
%
10
100
18
100
6
100
8
100
9
100
1
100
0
0
16
100
6
100
11
100
85
100

c. Menimbang Balita Setiap Bulan


Kegiatan penimbangan Balita dilaksanakan di Posyandu setiap bulan,
untuk Balita yang berumur lebih/sama dengan enam bulan dikatakan baik
bila empat kali/lebih berturut-turut ditimbang di Posyandu, ini bisa dilihat
pada KMS/buku KIA. Dari 2188 KK yang disurvey, 687 KK yang
mempunyai Balita dengan hasil : 679 (98,8 %) rutin ditimbang, 8 (1,2%)
yang tidak rutin melakukan penimbangan, untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada grafik dibawah ini :

Untuk indikator penimbangan Balita sudah baik karena telah melampaui


target yang ditentukan sebesar 80%.
d. Menggunakan Air Bersih
Air bersih adalah merupakan kebutuhan dasar dalam mewujudkan
keluarga sehat disamping itu juga air merupakan sumber berbagai
penyakit/perantara berbagai penyakit. Air yang dipergunakan sehari-hari
oleh RT sebaiknya memenuhi persyaratan fisik, kimia, maupun
bakteriologis. Dari survey terhadap 2100 KK, 2096 KK (99,8%)
menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-harinya dan 4 KK (0,2%)
tidak menggunakan air bersih untuk keperluan RT sehari-harinya untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 7
Distribusi Pemakaian Air Bersih
Pemakian air bersih
n
210
210
208
210
209
209
210

Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
10

%
100
100
99,0
100
99,5
99,5
100

Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

210
210
210
2096

100
100
100
99,8

e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun


Prilaku mencuci tangan dengan air bersih dan sabun adalah suatu prilaku
yang harus dibiasakan setiap habis mengerjakan sesuatu, karena tangan
adalah merupakan tempat potensial penyebaran bibit penyakit disamping
bagian tubuh lainnya. Dari 2100 KK yang disurvey semuanya (100%)
telah melakukan indicator ini, namun secara kualitas perlu ditingkatkan
melalui sosialisasi teknik-teknik pencucian tangan yang benar sesuai
anjuran atau ketentuan.
f. Menggunakan Jamban Sehat
Dalam kegiatan survey ini yang menjadi penekanan adalah pemakaian
jamban keluarga yang bersih dan saniter, sehingga kemungkinan bisa satu
jamban untuk lebih dari satu KK, hasilnya seperti dibawah ini :

Tabel 8
Distribusi Pemanfaatan Jamban Keluarga
Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

Memanfaatkan
N
%
206
98,1
210
100
203
96,7
159
75,7
184
87,6
207
98,6
210
100
210
100
193
91,9
175
83,3
1957
93,2

Tdk
n
4
0
7
51
26
3
0
0
17
35
143

%
1,9
0
3,3
24,3
12,4
1,4
0
0
8,1
16,7
6,8

Jumlah
n
%
210
100
210
100
210
100
210
100
210
100
210
100
210
0
210
100
210
100
210
100
2100 100

Dari data tersebut ternyata pemakaian jamban terkecil di Desa Tojan


(75,7%), untuk lebih jelasnya pemakaian jamban perdesa seperti grafik
dibawah ini :
11

g. Memberantas Jentik di Rumah Sekali Seminggu


Kegiatan memberantas jentik di masing-masing RT sekali seminggu
bertujuan untuk memotong rantai penularan berbagai penyakit yang
vektor perantarannya nyamuk, hal ini berkaitan dengan siklus perubahan
nyamuk dari telur menjadi dewasa memerlukan waktu 10 15 hari
(khususnya nyamuk demam berdarah) sehingga prilaku ini efektif untuk
memotong rantai perkembangbiakan nyamuk, hasil survey terhadap 2100
KK adalah sebagai berikut :
Tabel 9
Distribusi Pemberantasan Jentik

Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas

N
210
210
207
209
210
210
210
210
210

Memberantas Jentik
Ya
Tdk
%
n
100
0
100
0
98,6
3
99,5
1
100
0
100
0
100
0
100
0
100
0

12

Jumlah
%
0
0
1,4
0,5
0
0
0
0
0

n
210
210
210
210
210
210
210
210
210

%
100
100
100
100
100
100
0
100
100

Jumpai
Total

209
2094

99,5
99,8

1
5

0,5
0,2

210
2100

100
100

h. Makan Sayur dan Buah Setiap Hari


Konsumsi sayur dan buah adalah adalah merupakan prilaku gaya hidup
yang sangat penting karena dengan konsumsi sayur dan buah disamping
bermafaat untuk mengikat kolesterol dalam tubuh untuk dibuang melalui
kotoran dan membantu proses defekasi terutama yang kandungan
seratnya tinggi juga untukmeningkatkan daya tahan tubuh terhadap
berbagai penyakit. Dari 2100 KK yang disurvey hasilnya adalah 1771 KK
(84,3%) biasa mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari, dan 329 KK
(15,7%) tidak. Untuk lebih jelasnya distribusi perdesanya dap;at dilihat
pada table di bawah ini :
Tabel 10
Distribusi Konsumsi Sayur dan Buah setiap hari

Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

Konsumsi sayur&buah
Ya
Tdk
N
%
n
%
118
56,2
92
43,8
194
92,4
16
7,6
210
100
0
0
208
99
2
1
155
73,8
55
26,2
196
93,3
14
6,7
210
100
0
0
210
100
0
0
210
100
0
0
60
99,5
150
71,4
1771
84,3
329
15,7

Jumlah
n
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
2100

%
100
100
100
100
100
100
0
100
100
100
100

i. Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari


Hasil survey terhadap 2100 KK hasilnya sebagian besar melakukan
aktivitas fisik/olah raga setiap hari (99,7%),dan 0,3% tidak melakukan
aktivitas fisik/olah raga setiap hari, hal ini mungkin disebabkan karena
kondisi ketuaan atau cacat fisik yang diderita, untuk lebih jelasnya seperti
tabel dibawah ini:

13

Tabel 11
Distribusi Aktivitas Fisik/Olah Raga Setiap Hari

Desa/Kel.
N
208
210
210
210
210
209
210
210
210
207
2094

SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

Aktivitas Fisik
Ya
Tdk
%
n
99
2
100
0
100
0
100
0
100
0
99,5
1
100
0
100
0
100
0
98,6
3
99,7
6

Jumlah
%
1
0
0
0
0
0,5
0
0
0
1,4
0,3

n
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
2100

%
100
100
100
100
100
100
0
100
100
100
100

j. Tidak Merokok di Dalam Rumah


Tidak merokok dalam rumah adalah merupakan indicator gaya hidup
yang harus dipenuhi oleh keluarga yang termasuk kategori berprilaku
hidup bersih dan sehat namun yang lebih penting adalah gaya hidup sehat
tanpa rokok. Upaya yang dilakukan pada prilaku ini adalah dengan
mensosialisasikan slogan Berhentilah Merokok Sekarang Juga Sebelum
Rokok Menghentikan Hidup Anda. Dari 2100 KK yang disurvey untuk
gaya hidu merokok seperti table dibawah ini :
Tabel 12
Distribusi Kebiasaan Merokok Menurut Desa

Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod

Tidak Merokok
Ya
Tdk
N
%
n
%
80
38,1
130
61,9
132
62,9
78
37,1

14

Jumlah
n
210
210

%
100
100

SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

85
139
112
167
88
94
113
94
1104

40,5
66,2
53,3
79,5
41,9
44,8
53,8
44,8
52,6

125
71
98
43
122
116
97
116
996

59,5
33,8
46,7
20,5
58,1
55,2
46,2
55,2
47,4

210
210
210
210
210
210
210
210
2100

100
100
100
100
0
100
100
100
100

Dari table tersebut diatas ternyata 996 KK (47,4%) merokok menjadi


kebiasaan dalam rumah tangga. Dari 996 KK yang merokok, 599 KK
(60,1%) mempunyai kebiasaan merokok tidak dalam rumah (kamar
tidur,kamar tamu dll), untuk lebih jelasnya seperti table dibawah ini :
Tabel 12
Distribusi Tempat Merokok Menurut Desa

Desa/Kel.

5.

SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total
Indikator Tambahan

Tidak Merokok dalam rumah


Ya
Tdk
N
%
n
%
54
41,5
76
58,5
53
67,9
25
32,1
111
88,8
14
11,2
28
39,4
43
60,6
82
83,7
16
16,3
18
41,9
25
58,1
68
55,7
54
44,3
93
80,2
23
19,8
56
57,7
41
42,3
36
31,0
80
69,0
599
60,1
397
39,9

Jumlah
n
130
78
125
71
98
43
122
116
97
116
996

%
100
100
100
100
100
100
0
100
100
100
100

a. Kepemilikan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPKM)


Untuk Kabupaten Klungkung kepesertaan JPKM untuk pelayanan
kesehatan dasar ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten, sehingga untuk
indikator ini semua KK memiliki JPKM (100%).
b. Kesesuaian Luas Lantai Rumah
Kesesuaian luas lantai rumah dengan anggota keluarga yang diharapkan
adalah 9 m2, berdasarkan hasil survey hasilnya seperti tabel dibawah
ini :
Tabel 13
15

Distribusi Kesesuain Lantai Rumah Menurut Desa

Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

Kesesuaian Lantai Rumah


9 m2
< 9 m2
N
%
n
%
199
94,8
11
5,2
189
90,0
21
10,0
171
81,4
39
18,6
187
89,0
23
11,0
200
95,2
10
4,8
153
72,9
57
27,1
208
99,0
2
1,0
210
100
0
0
210
100
0
0
159
75,7
51
24,3
1886
89,8
214
10,2

Jumlah
n
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
2100

%
100
100
100
100
100
100
0
100
100
100
100

c. Lantai Bukan dari Tanah


Lantai bukan dari tanah yang dimaksudkan disini adalah lantai terbuat
dari keramik, semen/beton dll, hal ini berkaitan dengan kemudahan dalam
menjaga sanitasinya, hasil dari survey seperti tabel dibawah ini :
Tabel 14
Distribusi Lantai Rumah Menurut Desa

Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

Lantai Bukan Dari Tanah


Ya
Tidak
N
%
n
%
208
99,0
2
1,0
207
98,6
3
1,4
209
99,5
1
0,5
209
99,5
1
0,5
210
100
0
0
200
95,2
10
4,8
210
100
0
0
210
100
0
0
210
100
0
0
205
97,6
5
2,4
2078
98,95
22
1,05

Jumlah
n
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
2100

%
100
100
100
100
100
100
0
100
100
100
100

Dari tabel tersebut ternyata ada 10 KK (4,8%) di desa Gelgel, 5 KK


(2,4%) di Desa Jumpai yang lantai rumahnya terbuat dari tanah.
d. Penggunaan Garam Beryodium

16

Yodium adalah merupakan zat gizi mikro yang sangat dibutuhkan


khususnya ibu hamil dan anak sekolah, disamping fungsinya untuk
mencegah pembesaran kelenjar gondok juga yang sangat penting adalah
mencegah keguguran/abortus pada ibu hamil dan untuk kecerdasan pada
anak usioa sekolah. Anjuran kebutuhan garam yodium untuk satu orang
perhari adalah 1 sendok teh (4-6 gr) sedangkan target penggunaan garam
beryodium di tingkat rumah tangga menurut indonesia sehat 2010 adalah
sebesar 80%. Hasil survey seperti tabel dibawah ini :

Tabel 15
Distribusi Penggunaan Garam Beryodium di RT Menurut Desa
Menggunakan Garam
Beryodium

Desa/Kel.
SP Kauh
SP Kelod
SP KK
Tojan
Satra
Gelgel
KP Gelgel
Kamasan
Tangkas
Jumpai
Total

Jumlah

Ya
N
68
119
122
0
204
173
179
42
0
106
1013

%
32,4
79,3
60,7
0
97,6
98,9
86,9
60
0
50,7
70,8

Tidak
n
%
142
67,6
31
20,7
79
39,3
0
0
5
2,4
2
1,1
27
13,1
28
40
0
0
103
49,3
417
29,2

n
210
150
201
0
209
175
206
70
0
209
1430

%
100
100
100
0
100
100
0
100
0
100
100

Dari tabel tersebut pencapaian penggunaan garam beryodium di RT


sebesar 70,8% masih berada dibawah target 80%, untuk lebih jelasnya
seperti grafik dibawah ini :

17

e. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan KK dengan RT Sehat


Tingkat pendidikan akan sangat berpengaruh pada
f. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Ibu dengan RT Sehat
g. Hubungan Antara Tingkat Penghasilan dengan RT Sehat
BAB V
RUMUSAN MASALAH

1. Permasalahan Yang Ada


Dari hasil survey PHBS yang dilakukan pada ke lima tatanan tersebut maka
dapat diketahui masalah-masalah yang ada. Dari hasil pengkajian yang dilakukan
maka dapat diketahui permasalahan yang ada pada masing-masing tatanan.

a.

Tatanan Rumah Tangga


Dari 2100 KK yang disurvey ada 2 permasalahan yang muncul yaitu

pemberian ASI Ekslusif masih kurang yaitu sebesar 61.86%, Tidak merokok di
dalam rumah masih rendah sebesar 58.57%.

18

b. Tatanan Institusi Pendidikan


Ada beberapa permasalahan pada tatanan institusi pendidikan diantaranya
adalah ruang UKS/BP masih kurang dari 23 sekolah, 7 (46.67%) sekolah belum
memiliki ruang UKS/BP dan dokter kecil/KPR. Sedangkan untuk sekolah TK dari 13
sekolah hanya

1(7.69%) TK yang memiliki ruang UKS dan dokter kecil..

c. Tatanan Tempat-Tempat Umum ( Pasar, Tempat Ibadah, Warung Makan).


Semua warung makan dan pasar tidak memiliki kotak P3K (100%),
lingkungan pasar yang disurvey masih kurang kebersihannya.
d. Tatanan Tempat-Tempat Kerja
Tempat kerja yang disurvey 100% pekerja merokok, 18.75% yang melakukan
berolah raga secara teratur, 87.5% yang memiliki asuransi kesehatan.
e. Tatanan Sarana Kesehatan
Dari 8 sarana kesehatan yang disurvey (7 Pustu dan 1 Puskesmas
induk) yang ada diwilayah kerja Puskesmas Klungkung I, masalah yang ada yaitu
pada masalah tidak merokok. Di Puskesmas induk masih ada petugas kesehatan
yang merokok walaupun merokoknya tidak di areal Puskesmas Klungkung I.

2. Prioritas Masalah

Tatanan Rumah Tangga


-

Tidak merokok di dalam rumah

ASI Ekslusif

Tatanan Institusi Pendidikan


-

Ruang UKS/BP

Dokter Kecil/KPR

Tatanan Tempat-Tempat Umum ( Pasar, Tempat Ibadah, Warung Makan).


-

Kotak P3K

Lingkungan masih kurang bersih

19

Tatanan Tempat-Tempat Kerja


-

Pekerja Merokok

Tidak olah raga secara teratur

Asuransi Kesehatan

Tidak ada SPAL

Tatanan Sarana Kesehatan


-

Bebas rokok

3. Pengkajian Masalah

Kesadaran masyarakat untuk tidak merokok masih rendah, hal ini


disebabkan karena sudah ketergantungan, kebiasaan menyuguhkan rokok
pada saaat pelaksanaan upacara adat, adanya layanan iklan, poster-poster,
spanduk dan warung-warung yang menjajakan rokok untuk dikonsumsi.
Untuk mengatasi hal tersebut penyuluhan masalah rokok dan bahayanya perlu
ditingkatkan.

Pentingnya memberikan ASI Ekslusif pada bayi umur 0 6 bulan masih


kurang dipahami oleh masyarakat, walaupaun sudah ada peningkatan dari
tahun ketahun hal ini juga disebabkan karena faktor kesibukan para ibu, ASI
yang tidak keluar, kurangnya pengetahuan para ibu. Untuk itu sossialisasi
tentang ASI Ekslusif terus ditingkatkan pada masyarakat. Demikian juga
kepada para bidan praktek swasta agar lebih mengutamakan ASI
dibandingkan dengan susu formula.

Masih ada sekolah yang tidak memiliki ruang UKS/BP hal ini disebabkan
oleh terbatasnya ruangan yang dimiliki sekolah. Dan pelatihan dokter kecil
dan KPR perlu ditingkatkan.

Hampir sebagian besar TTU tidak memiliki kotak P3K yang berisi obat
hal ini disebabkan kurang memahami akan pentingnya kotak P3K. Hal ini
bisa diatasi dengan melakukan pendekatan dan pembinaan kepada perngelola
TTU untuk pengadaan kotak P3K dan penyuluhan tentang kebersihan
lingkungan.

Masih rendahnya larangan untuk tidak merokok ditempat-tempat


kerja/perusahan, rendahnya pekerja yang mendapat asuransi kesehatan,
20

kesadaran untuk berolah raga dan kepemilikan SPAL bagi perusahan. Upaya
yanag harus dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi
masalah rokok, askes, aktivitas fisik terutama berolah raga secara teratur dan
membuat saluran air limbah.

Masih ada Petugas yang merokok walaupun diluar areal Puskesmas.

21

BAB VI
PERENCANAAN
Perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan diharapkan sesuai dengan
permasalahan-permasalahan yang ada dimasyarakat. Dari permaslahan yang ada
maka ditentukan prioritas masalah.

Dari prioritas masalah maka disusun suatu

tahapan-tahapan perencanaan sebagai berikut :


1. Tatanan Rumah Tangga
a. Pemberian ASI Ekslusif pada bayi umur 0-6 bulan masih kurang, rencana
pelaksanaan kegiatannya yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat
dan menghimbau bidan praktek swasta untuk memberikan susu formula
kepada bayi baru lahir.
b. Perilaku masyarakat untuk tidak merokok masih rendah.

Rencana

pelaksanaan kegiatannya yaitu meningkatkan penyuluhan tentang bahayanya


merokok melalui media cetak (poster, liflet,pamflet dll), media elektronik,
TV/VCD, siaran keliling.
2. Tatanan Institusi Pendidikan
a. Ruang UKS/BP masih kurang, rencana pelaksanaan kegiatannya yaitu dengan
pendekatan pada pihak sekolah untuk membuat ruang UKS.
b. Tidak semua sekolah memiliki dokter kecil. Rencana pelaksanaan
kegiatannya pendekatan pada pihak sekolah untuk membentuk dokter kecil
dan selanjutnya mengadakan pembinaan-pembinaan terhadap dokter kecil
yang sudah dibentuk.
3. Tatanan Tempat-Tempat Umum (TTU)
a. Pasar
Tidak adanya kotak P3K, rencana kegiatannya adalah mengupayakan untuk
pengadaan kotak P3K beserta isinya, melalui pendekatan pada instansi terkait
maupun pada pengelola pasar.
b. Tempat Ibadah
Rencana

kegiatannya adalah dengan meningkatkan penyuluhan untuk

selalu menjaga kebersihan, menjaga sarana dan prasarana agar tetap baik dan
memenuhi syarat kesehatan.
c. Warung Makan

22

Tidak adanya kotak P3K, rencana kegiatannya adalah mengupayakan untuk


pengadaan kotak P3K beserta isinya, melalui pendekatan pada pemilik
warung.
4. Tatanan Tempat Kerja
Rencana kegiatannya yaitu dengan meningkatkan penyuluhan tentang bahaya
merokok. Tentang pentingnya melakukan aktivitas fisik dan pentingnya
memakai alat pelindung pada saat bekerja.

5. Tatanan Sarana Kesehatan


Kesadaran petugas kesehatan untuk tidak merokok masih kurang. Masih ada
petugas yang merokok. Diharapkan supaya petugas kesehatan dapat menjadi
contoh untuk tidak merokok, dan tidak merokok pada tempat pelayanan atau
di areal Puskesmas.

23

BAB VII
PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengkajian survey PHBS yang dilaksanakan di 10 Desa
pada semua tatanan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

a.

Tatanan Rumah Tangga


Dari 2100 KK yang disurvey ada 3 permasalahan yang muncul yaitu

pemberian ASI Ekslusif masih kurang yaitu sebesar 61.86%, tidak merokok di dalam
rumah masih rendah sebesar 58.57%.
Dari hasil kajian yang dilakukan dapat diketahui cakupan indikator tunggal
dengan 10 indikator PHBS sebesar 51.90%, indikator komposit dengan 7 indikator
PHBS sebesar 60.48%, dan dengan 5 indikator sebesar 91.86%.
b. Tatanan Institusi Pendidikan
Ada beberapa permasalahan pada tatanan institusi pendidikan diantaranya
adalah ruang UKS/BP masih kurang dari 23 sekolah, 7 (46.67%) sekolah belum
memiliki ruang UKS/BP dan dokter kecil/KPR. Dan untuk sekolah TK hanya
1(7,69%) TK yang memiliki ruang UKS dan dokter kecil.
c. Tatanan Tempat-Tempat Umum ( Pasar, Tempat Ibadah, Warung Makan).
Semua warung makan dan pasar tidak memiliki kotak P3K (100%),
lingkungan pasar yang disurvey masih kurang kebersihannya.
d. Tatanan Tempat-Tempat Kerja
Tempat kerja yang disurvey 100% pekerja merokok, 18.75% yang berolah
raga secara teratur, 87.5% yang memiliki asuransi kesehatan.
e. Tatanan Sarana Kesehatan
Dari 8 sarana kesehatan yang disurvey (7 Pustu dan 1 Puskesmas
induk) yang adal diwilayah kerja Puskesmas Klungkung I, maslah yang ada yaitu
pada masalah tidak merokok. Di Puskesmas induk masih ada petugas kesehatan yang
merokok walaupun merokoknya tidak diareal Puskesmas.

24

2. Saran
Untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada semua tatanan
perlu dilakukan pendekatan baik pada masyarakat maupun pada institusi yang terkait
disamping itu penyuluhan lebih diintensipkan.

25