You are on page 1of 72

METODOLOGI

PENELITIAN KUANTITATIF

M. Jamal

DAFTAR BACAAN
PASARIBU, PENGANTAR STATISTIK, JAKARTA, GHALIA
INDONESIA, 1983
KOENTJARANINGRAT, METODE-METODE PENELITIAN MASYARAKAT,
JAKARTA, GRAMEDIA, 1985.
LEXY J. MOLEONG, METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF,
BANDUNG, PT REMAJA ROSDAAKARYA,2002
SINGGIH SANTOSO, SPSS MENGOLAH DATA STATISTIK SECARA
PROFESIONAL,JAKARTA, PT. ELEX MEDIA KOMPUTINDO, 1999
SUGIYONO, METODE PENELITIAN ADMINISTRASI, BANDUNG,
ALFABETA, 1997.
SUGIYONO,STATISTIKA UNTUK PENELITIAN, BANDUNG, ALFABETA,
2006
SUHARSIMI ARIKUNTO, PROSEDUR PENELITIAN, JAKARTA, PT.
RINEKA CIPTA,1993
WILLIAM WIERSMA, RESEARCH METHODS IN EDUCATION : AN
INTRODUCTION, USA, ALLYN BACON, INC. 1986
AMUDI

PENGERTIAN
PENELITIAN
PENYELIDIKAN TERHADAP SUATU OBJEK SECARA
SISTEMATIS, KRITIS, ILMIAH DAN BERSIFAT FORMAL.

METODE PENELITIAN :
CARA ILMIAH YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDAPATKAN
DATA YANG OBJEKTIF, VALID, DAN RELIABEL AGAR
DIPEROLEH, DIBUKTIKAN DAN DIKEMBANGKAN SUATU
PENGETAHUAN GUNA MEMECAHKAN MASALAH
MASALAH YANG DIHADAPI.

PENGERTIAN
KERJA PENELITIAN :
MELAKUKAN KAJIAN TERHADAP
PERMASALAHAN.
MELAKUKAN KAJIAN TEORITIK DARI
PERMASALAHAN.
MENGUMPULKAN DATA EMPIRIK
MENGAJUKAN HIPOTESIS
MENARIK KESIMPULAN

TUJUAN PENELITIAN
MENGUJI / MENGUATKAN
MENGEMBANGKAN
MENEMUKAN TEORI BARU

MASALAH

DEDUKTI
F

MENGUJI

DITELITI

MENGEMB.

INDUKTIF

TEORI BARU

JENIS PENELITIAN
MENURUT TUJUANNYA :
MURNI YAITU BERTUJUAN UNTUK
MENGEMBANGKAN TEORI, TANPA
MEMPERHATIKAN ASPEK PRAKSIS.
TERAPAN YAITU BERTUJUAN
MENERAPKAN,MENGUJI DAN
MENGEVALUASI KEMAMPUAN
TEORI UNTUK MEMECAHKAN
SUATU MASALAH

MENURUT PENDEKATAN
PENELITIAN SURVEY
EXPOST FACTO
EKSPERIMEN
NATURALISTIK
POLICY RESEARCH
ACTION RESEARCH
PENELITIAN EVALUASI
PENELITIAN SEJARAH

PENDEKATAN
SURVEY :CARA MENGUMPULKAN DATA DARI SEJUMLAH
UNIT ATAU INDIVIDU DALAM WAKTU YANG BERSAMAAN
DAN BIASANYA JUMLAHNYA CUKUP BESAR. (WINARNO
SURAKHMAD)
EXPOST FACTO :PENYELIDIKAN SISTEMATIS DAN EMPIRIS
TERHADAP OBJEK YANG VARIABEL INDEPENDENNYA TELAH
TERJADI SEHINGGA PENELITI TIDAK DAPAT MEMANIPULASI
EKSPERIMEN : PENELITIAN YANG DILAKUKAN UNTUK
MENCARI PENGARUH VARIABEL TERTENTU TERHADAP
VARIABEL LAIN DALAM KONDISI YANG TERKONTROL
PENELITIAN NATURALISTIK : PENELITIAN TERHADAP SUATU
OBJEK DALAM KONDISI YANG ALAMI (LAWAN DARI
EKSPERIMEN) DAN PENELITI BERTINDAK SEBAGAI
INSTRUMEN KUNCI.

PENDEKATAN
POLICY

RESEARCH : PENELITIAN YANG DILAKUKAN PADA ATAU


ANALISIS TERHADAP MASALAH-MASALAH SOSIAL MENDASAR,
YANG TEMUANNYA DAPAT DIREKOMENDASIKAN KEPADA
PEMBUAT KEPUTUSAN/KEBIJAKAN
ACTION RESEARCH : PENELITIAN YANG DILAKUKAN DALAM
RANGKA MENGADAKAN PERUBAHAN / PEMBARUAN TERHADAP
SITUASI, PERILAKU SERTA ORGANISASI TERMASUK STRUKTUR,
MEKANISME KERJA, IKLIM KERJA DAN PRANATA.
PENELITIAN EVALUASI : PENELITIAN YANG DILAKUKAN UNTUK
MEMBANDINGKAN KEJADIAN, KEGIATAN ATAU PRODUK DENGAN
STANDAR /PROGRAM YANG TELAH DITETAPKAN
PENELITIAN SEJARAH : MELAKUKAN REKONSTRUKSI KEJADIAN
MASA LAMPAU SECARA SISTEMATIS DAN OBJEKTIF MELALUI
PENGUMPULAN, EVALUASI,VERIFIKASI DAN SINTESA DATA YANG
DIPEROLEH SEHINGGA DAPAT DIBUAT SUATU KESIMPULAN.

MENURUT TINGKAT EKSPLANASI


DESKRIPSI

PENELITIAN

ASOSIATIF

KOMPARASI

MENURUT JENIS DATA


KUANTITAT
IF

PENELITIAN

KUALITATI
F

GABUNGAN

KARAKTERISTIK PENELITIAN
SISTEMATIS
LOGIS
EMPIRIS
REDUKTIF
REPLIKABEL
TRANSMITABLE

Lanjutan
Sistematis
penelitian merupakan proses tersruktur maka perlu
aturan dan langkah-langkah untuk melaksanakannya.
Logis
Tahapan-tahapan penelitian dilakukan secara
logis/rasional sehingga dapat diperoleh validitas dan
reliabilitas.
Empiris
Objek penelitian bersifat empiris atau dapat dijangkau
oleh pengalaman manusia atau dapat diindera
Reduktif

Lanjutan
Reduktif
mereduksi segala
permasalahan/fenomena/kejadian yg
membingungkan
Replicabel
Dapat diteliti ulang baik untuk verifikasi
kebenaran maupun untuk pengembangan
Transmitable
dapat dipergunakan berbagai pihak yang
memerlukan untuk memecahkan masalah

VARIABEL PENELITIAN
INDEPENDE
N
DEPENDEN

MODERATOR
INTERVENIN
G
KONTROL
*

VARIABEL PENELITIAN
VARIABEL INDEPENDEN MERUPAKAN VARIABEL YANG
MEMPENGARUHI TIMBULNYA PERUBAHAN VARIABEL
DEPENDEN
VARIABEL DEPENDEN ADALAH VARIABEL YANG
DIPENGARUHI OLEH VARIABEL INDEPENDEN
VARIABEL MODERATOR ADALAH VARIABEL YANG
MEMPENGARUHI /MEMPERKUAT ATAU MEMPERLEMAH
HUBUNGAN ANTARA VARIABEL INDEPENDEN DENGAN
DEPENDEN.
VARIABEL INTERVENING ADALAH VARIABEL YANG SECARA
TEORITIS MEMPENGARUHI HUBUNGAN ANTARA VARIABEL
INDEPENDEN DENGAN DEPENDEN
VARIABEL KONTROL ADALAH VARIABEL YANG
DIKENDALIKAN DIBUAT KONSTAN AGAR PENELITI DAPAT
MEMBANDINGKAN

VARIABEL BEBAS-TERIKAT

VARIABEL BEBAS

VARIABEL TERIKAT

(X)

(Y)

INSENTIF
(2/3/4/5)

KINERJA
(C/S/B/S.B)

VARIABEL MODERATOR
VARIABEL
MODERATOR
(KETERAMPILAN)

VARIABEL X
(INSENTIF)

VARIABEL Y
(KINERJA)

VARIABEL KONTROL
METODE
DISKUSI

PRESTASI

MATERI
EVALUASI

KEL.
EKSPERIMEN

PRESTASI
(Rt. 70)

KEL.
KONTROL

PRESTASI
(Rt. 64)

PEMBELAJA
RAN

MEDIA
SARANA

PARADIGMA PENELITIAN
HUBUNGAN ANTARA SATU VARIABEL
INDEPENDEN DENGAN SATU DEPENDEN

X : variabel independen
Y : variabel dependen

PARADIGMA ...

X1

X2

X3

X1,X2,X3 : VARIABEL INDEPENDEN


Y

: VARIABEL DEPENDEN

PARADIGMA ...

X1

r
1
R

X2

r
2

PARADIGMA

r
1

Y1
r
3

X
r
2

Y2

POPULASI DAN SAMPEL


POPULASI :
WILAYAH GENERALISASI YANG
DITETAPKAN OLEH PENELITI UNTUK DIKAJI
DAN KEMUDIAN DITARIK KESIMPULAN.
POPULASI BISA BERWUJUD OBYEK / SUBYEK
YANG MEMPUNYAI KUANTITAS DAN
KARAKTERISTIK TERTENTU.
SAMPEL :
MERUPAKAN SEBAGIAN DARI JUMLAH /
KARAKTERISTIK YANG DIMILIKI POPULASI.

POPULASI DAN SAMPEL

REDUKSI

POPULA
SI

SAMP
EL
GENERALISASI

TEKNIK SAMPLING
PROBABILITY SAMPLING :
1. Simple random sampling
2. Proportional stratified random
sampling
3. Disproportional stratified random
sampling
4. Area/cluster sampling

TEKNIK SAMPLING
NONPROBABILITY SAMPLING:
1. sampling sistematis
2. sampling kuota
3. sampling aksidental
4. purposive sampling
5. sampling jenuh
6. snowball sampling

MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL


JUMLAH SAMPEL YANG SERATUS PERSEN
MEWAKILI POPULASI ADALAH SAMA DENGAN
JUMLAH POPULASI.
MAKIN BESAR JUMLAH SAMPEL MENDEKATI
POPULASI, MAKA PELUANG KESALAHAN
GENERALISASI MAKIN KECIL, DAN
SEBALIKNYA.
UKURAN SAMPEL SANGAT DITENTUKAN
OLEH TINGKAT HOMOGINITAS POPULASI. JIKA
POPULASI HOMOGIN MISALNYA MOLEKUL
LOGAM MAKA SAMPEL YANG DIAMBIL KECIL.

MENENTUKAN ...
JIKA POPULASINYA HOMOGIN, CARA MENENTUKAN
SAMPELNYA DAPAT MENGGUNAKAN TABEL DAN
NOMOGRAM. (TABEL KREJCIE DAN NOMOGRAM
HARRY KING)
KREJCIE MENENTUKAN UKURAN SAMPEL
DIDASARKAN ATAS KESALAHAN 5%. JADI SAMPEL
YANG DIPEROLEH MEMPUNYAI KEPERCAYAAN 95%
TERHADAP POPULASI.
HARRY KING MENENTUKAN SAMPEL TIDAK HANYA
DIDASARKAN ATAS KESALAHAN 5% SAJA, TETAPI
BERVARIASI SAMPAI 15%, DAN JUMLAH POPULASI
PALING TINGGI HANYA 2000.

TABEL
TABLE FOR DETERMINING NEEDED SIZE OF S
A RANDOMLY CHOOSEN SMPLE FROM GIVEN
FINITE POPULATION OF N

N
30
35
40
45
50
55
60
65
70

S
28
32
36
40
44
48
52
56
59

N
75
80
85
90
95
100
110
120
130

S
63
66
70
73
76
80
86
92
97

N
140
150
160
170
180
190
200
210
220

S
103
108
113
118
123
127
132
136
140

N
230
240
250
260
270
280
290
300
320

S
144
148
152
155
159
162
165
169
175
*

MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL


Rumus:

n=

N
2
Nd

+1

KETERANGAN :

n = sampel
N = Populasi
d = presisi yg ditetapkan
*

MENENTUKAN JUMLAH SAMPEL

Tentukan berapa jumlah sampel!


1. Jumlah penderita anemia 150 orang
2. Tingkat presisi 10%
Jawab :
1. Jumlah siswa yg ber IQ 125 sebanyak 245
2. Tingkat presisi 5 %
Jawab :

SKALA PENGUKURAN
SKALA NOMINAL : DILAKUKAN DENGAN
MEMBERI NAMA, MEMBUAT KATEGORI DAN
MENGHITUNG FAKTA DARI OBYEK
SKALA ORDINAL : SKALA BERJENJANG YAITU
SESUATU OBYEK LEBIH ATAU KURANG DARI
YANG LAIN. SKALA ORDINAL MEMPUNYAI
JARAK YANG TIDAK SAMA, EX. PRESTASI
KERJA, TELADAN, JUARA KELAS

VISUAL SKALA
Skala nominal

J. KEL

BAKMI

BAKSO

LAki-laki

Godok

Ati

Perempuan

Goreng

Urat

SKALA ORDINAL
JUARA I
86

JUARA 2
82

JUARA 3
80

SKALA ...
SKALA INTERVAL : SKALA YANG
MEMPUNYAI JARAK YANG SAMA
ANTARA DATA SATU DENGAN
YANG LAIN DAN TIDAK
MEMPUNYAI NILAI NOL MUTLAK,
EX.TERMOMETER
SKALA RASIO : SKALA YANG
MEMPUNYAI JARAK YANG SAMA
TETAPI MEMPUNYAI NILAI NOL
MUTLAK EX. IQ, BERAT, PANJANG.

VISUAL SKALA
SKALA INTERVAL

SKALA RASIO

20

40

15

30

10

20

10

0
SUHU UDARA

0
BERAT BADAN

SKALA PENGUKURAN UNTUK


FENOMENA SOSIAL
ADA DUA TIPE SKALA UNTUK
MENGKUR FENOMENA SOSIAL :
1.MENGUKUR PERILAKU /
KEPRIBADIAN
2.MENGUKUR BERBAGAI ASPEK
BUDAYA / LINGKUNGAN SOSIA

MACAM-MACAM SKALA
SIKAP
SKALA LIKERT
MEMPUNYAI GRADASI DARI SANGAT
POSITIF SAMPAI SANGAT NEGATIF.
CONTOH :
1.Sangat setuju.
1. Baik sekali
2.Setuju.
2. Cukup Baik
3.Ragu-ragu.
3. Kurang baik
4.Tidak setuju.
4. Sangat tidak
5.Sangat tidak setuju. baik.

TABEL
R.

SKOR

R.

SKOR

SKOR

4,3,2,1,4,5

3,3,3,2,2,4

15

3,4,4,5,3,3

4,2,2,3,4,4

3,4,4,5,5,4

16

3,3,3,4,2,2

3,3,4,5,3,3

10

4,3,3,2,1,2

17

3,3,3,4,5,2

3,3,3,4,4,4

11

4,2,3,3,2,2

18

4,3,3,4,4,5

2,3,3,3,4,5

12

2,5,5,4,3,5

19

4,2,2,2,3,3

1,3,3,4,5,5

13

3,4,4,4,5,5

20

2,4,5,5,5,5

2,3,3,4,5,4

14

3,3,4,4,4,5

APLIKASI
Keterangan tabel:
sekor terendah
=1
sekor tertinggi
=5
jumlah responden
= 20
butir instrumen
=6
Hitung!
(1). jumlah nilai tiap R.
(2). jumlah keseluruhan nilai R.
(3). Cari rata-rata nilai R.
(4). jelaskan makna data tersebut

MACAM-MACAM SKALA ...


SKALA GUTMAN
HANYA MEMPUNYAI DUA SKALA
INTERVAL. DIGUNAKAN BILA
PENELITI INGIN MENDAPATKAN
JAWABAN YANG TEGAS DARI
RESPONDEN.
1. SETUJU
2. TIDAK SETUJU

MACAM-MACAM SKALA...
SEMANTIK DEFERENSIAL
PERTANYAAN / PERNYATAAN
TERSUSUN DALAM SATU GARIS
KONTINUM DIMANA JAWABAN
SANGAT POSITIF DI BAGIAN KANAN
BARIS DAN SEBALIKNYA SANGAT
NEGATIF DI BAGIAN KIRI BARIS
CONTOH.

TIDAK BERSHABAT 1 2 3 4 5 BERSAHABAT

MACAM-MACAM SKALA
RATING SCALE
skala yg dipergunakan menghitung data angka yg

ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.

1_______2________3_________4
NO
1.
2..
3.
4.
5.

PERNYATAAN
Keaktifan siswa
Perhatian siswa
Respon siswa
Interaksi antar siswa
Partisipasi dlm diskusi

INTERVAL JWB
4
4
4
4
4

3
3
3
3
3

2
2
2
2
2

1
1
1
1
1
*

RATING SCALE
KETERANGAN:
jumlah butir = 5
sekor tertinggi = 4 (amat baik)
sekor terendah = 1 (sangat tdk baik)
responden = 30
perolehan sekor =160
* hitunglah dengan rating scale data di atas

INSTRUMEN PENELITIAN
Alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun
sosial yang diamati.
Instrumen untuk mengukur variabel/ fenomena alam umumnya
telah tersedia seperti alat mengukur suhu adalah termometer, alat
mengukur variabel berat adalah timbangan dll.
Instrumen-instrumen tersebut telah teruji validitas dan
reliabilitasnys.

INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen dalam penelitian sosial meskipun sebagian telah ada,
namun sulit diperoleh. Oleh karena itu para peneliti sosial perlu
menyusun sendiri instrumen penelitiannya termasuk menguji
validitas dan reliabilitasnya.
Peneliti perlu menyusun kisi-kisi instrumen sebelum menjadi
sebuah angket.

VALIDITAS DAN RELIABILITAS


Valid berarti instrumen yang digunakan untuk mengukur dapat
benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Meteran
yang valid adalah dapat digunakan mengukur panjang dengan
teliti.
Reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali
untuk mengukur objek yg sama, akan menghasilkan data yang
sama

PENGUJIAN VALIDITAS
Validitas Konstruk
pengujian validitas konstruk dilakukan dengan analisis
faktor yaitu mengkorelasikan sekor item instrumen
dengan bantuan komputer.
Validitas isi

pengujian validitas isi dilakukan dengan


membandingkan isi instrumen dengan isi materi pelajaran
yg diajarkan.

VALIDITAS DAN RELIABILITAS


Validitas eksternal
pengujian validitas eksternal dilakukan
dengan membandingkan (mencari kesamaan)
antara kriteria yg ada dengan instrumen yang
disusun.

PENGUJIAN RELIABILITAS
Test-retest
Dilakukan dengan mencobakan instrumen yg sama
berulangkali kepada responden yg sama, dalam waktu yg
berbeda.
Dua Instrumen yg Equivalen
Dilakukan dengan membuat dua instrumen yang kualitasnya
sama/ equivalen dengan mengkorelasikan data hasil dua
instrumen tersebut.

PENGUJIAN RELIABILITAS
Internal Consistency
Dilakukan dengan teknik belah dua dgn model:
1. Spearman
2. KR.20.
3. KR.21.
4. Anova Hoyt
* pengujian dengan menggunakan bantuan komputer

PENGUJIAN RELIABILITAS
Gabungan
dilakukan denga cara mencobakan dua instrumen yg
equivalen itu beberapa kali kepada responden yg sama.

Pengujian
Ke 1
SEKOR INSTR. I

SEKOR INSTR. II

SEKOR INSTR. I

SEKOR INSTR. II

Pengujian
Ke 2

HIPOTESIS PENELITIAN
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap
pertanyaan penelitian.
Hipotesis merupakan jawaban sementara yang masih
harus dibuktikan kebenarannya melalui penelitian
Hipotesis dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan
bukan kalimat pertanyaan
Hipotesis berisi pernyataan mengenai hubungan paling
sedikit dua variabel
Hipotesis harus dapat diuji
agresivitas
merupakan sifat bawaan manusia. Tdk dpt diuji

HIPOTESIS
Hipotesis penelitian: 1. dua-arah 2. satu-arah
Hipotesis dua arah berisi pernyataan semata-mata mengenai hubungan
atau perbedaan.
contoh:
1. Hubungan antara X dengan Y
2. Perbedaan antara X1 dan X2
Hipotesis satu-arah berisi pernyataan lebih atau kurang dan
hubungan berlawanan antara dua variabel
Contoh:
1. tingginya absensi siswa menurunkan prestasi belajar.
2. prestasi matematika siswa SMP lebih tinggi dari prestasi siswa

M.Ts.

HIPOTESIS STATISTIK
Hipotesis untuk menguji apakah hipotesis penelitian yg
diuji dengan data sampel itu dapat diberlakukan untuk
populasi.
Penelitian yang tidak menggunakan data sampel
(penelitian populasi) tidak ada hipotesis statistik
Uji hipotesis penelitian dilakukan dengan menguji
hipotesis statistik dengan cara menerima atau menolak
hipotesis nihil (Ho)
Ho : p = 0 tidak ada hubungan antara X dan Y
Ha : p 0 ada hubungan antara X dan Y

17-Mei
20102010
17-Mei

PELUANG KESALAHAN
Teknik statistik untuk menerima atau menolak Ho mengandung
resiko kesalahan (error). Dalam penelitian sosial tidak pernah ada
tingkat kepercayaan mencapai 100%.
Prosedur statistika memungkinkan peneliti menentukan peluang
terjadinya kesalahan.
Peluang melakukan kesalahan disebut taraf signifikansi yg
dinyatakan dalam persen: 0,01 atau 0,05
Taraf signifikansi 0,01 berarti kemungkinan terjadinya kesalahan
generalisasi sebesar 1 % atau memiliki taraf kepercayaan 99%.

TIPE KESALAHAN
TIPE 1:
menolak hipotesis nihil (Ho) yang seharusnya
diterima, disebut kesalahan alpha ()
TIPE 2:
menerima hipotesis nihil (Ho) yang
seharusnya ditolak, disebut kesalahan betha ()

TEKNIK ANALISIS DATA


Statistik Deskriptif
Statistik Inferensial
Statitisk Parametris
Statistik Nonparametris

TEKNIK ANALISIS DATA


Statistik Deskriptif
cara menganalisis data dengan mendeskripsikan /
menggambarkan data yang terkumpul tanpa bermaksud membuat
kesimpulan yg berlaku umum / generalisasi. Statistik deskriptif
dapat menggunakan penyajian data dengan tabel, grafik, diagram,
modus, median, mean dan persentil. Dalam analisis deskriptif tidak
ada uji signifikansi, tidak ada taraf kesalahan karena penelitian tidak
bermaksud membuat generalisasi

GRAFIK PERTUMBUHAN PENDUDUK

12-3-2009
12-3-2009

MODEL DIAGRAM
JENIS PENELITIAN
SAINS

PEN.DASAR

PENELITIAN

P. EVALUASI
PEN.TERAPAN

P. OPERASI
P. TINDAKAN

SOSIOLOGI
PSIKOLOGI
ANTROPOL
HUKUM
PENDIDIKN
KESEHATAN

MEAN, MEDIAN DAN MODE


4 5 6 6 5 3 4 2 7 6 5 7 8 7 6 7 8 =96
2 3 4 4 5 5 5 6 6 6 6 7 7 7 7 8 8 =96
MEAN = 96/17 = 5.6
MEDIAN = 6
MODUS = 6 DAN 7

PERSENTIL
POLA KEPEMIMPINAN
No.

Kepemimpinan

Frekuensi

Persen

1.

Otoriter

22

32.83

2.

Demokratis

30

44.77

3.

Transformatif

15

22.38

TEKNIK ANALISIS DATA


Statistik Inferensial

Teknik statistik yg digunakan untuk menganalisis data sampel dan


hasilnya diberlakukan untuk populasi.
Statistik ini disebut statistik probabilitas karena kesimpulan yg
diberlakukan untuk populasi berdasarkan data sampel yg kebenarannya
bersifat peluang. Peluang kesalahan dan kebenaran (kepecayaan) dinyatakan
dengan persen. Jika peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaan 95%.
Peluang kesalahan dan kepercayaan itu disebut taraf signifikansi.

TEKNIK ANALISIS DATA

STATISTIK
PARAMETRIS
STATISTIK
INFERENSIAL
STATISTIK
NONPARAMETRIS

STATISTIK INFERENSIAL
Statistik Parametris
digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik
yakni data yg diperoleh dari sampel.
Parameter populasi meliputi:
1. rata-rata () dibaca mu
2. simpang baku () dibaca sigma
3. varians (2)
pengujian parameter melalui statistik (data sampel) disebut uji
hipotesis.

STATISTIK INFERENSIAL
Statistik parametris memerlukan banyak
asumsi:
1.Berdistribusi normal
2.Homogenitas data
3.Linieritas

STATISTIK INFERENSIAL
Statistik Nonparametris
statistik yang tidak menuntut terpenuhinya
banyak asumsi seperti data harus berdistibusi
normal, lineritas, homogenitas dll.
statistik nonparametris kebanyakan digunakan
untuk data nominal dan data ordinal.

TEKNIK PENGUJIAN HIPOTESIS


KOMPARATIF
DATA SATU SAMPEL

JENIS DATA
NOMINAL

TEKNIK PENGUJIAN
TEST BINOMINAL
CHI KUADRAT

ORDINAL

RUN TEST

INTERVAL

T- test ( 1 sampel)

TEKNIK PENGUJIAN
HIPOTESIS KOMPARATIF
DUA SAMPEL
ANALISIS
JENIS DATA
KORELASI INDEPENDEN
NOMINAL

Mc Nemar

ORDINAL

Sign test
Wilcoxon

Mann-Witney
Kolmogorov
Smirnov

INTERVAL
RASIO

t-test (dua smpl)

t-test (dua smpl)

Chi kuadrat

TEKNIK PENGUJIAN
HIPOTESIS KORELASI
JENIS DATA

TEKNIK ANALISIS

NOMINAL

Koefisien Kontingency

ORDINAL

Spearman Rank
Kendal Tau

INTERVAL
RASIO

Pearson Product Moment


Korelasi Ganda
Korelasi Parsial