You are on page 1of 24

BERBAGAI JENIS LAYANAN dan KEGIATAN PENUNJANG

dalam
BIMBINGAN dan KONSELING

PENULIS:
Jamuna Ulfah
Waafini
MATA KULIAH:
Bimbingan dan Konseling
DOSEN PENGAMPU:
Deni Irawan, S.Sos.I, M.S.I
PRODI PGRA
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM (IAI)
SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
TAHUN AJARAN 2015/2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada akhirnya makalah ini
dapat disusun dan disajikan dengan waktu yang telah ditetapkan. Terima kasih
kepada keluarga, dosen, sahabat yang selalu setia, tak pernah lelah, dan tak
pernah bosan-bosannya untuk mengajari, mengingatkan maupun memberi nasehat
kepada kami.
Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah yang diberikan. Dalam makalah ini masih begitu
banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi isi, struktur penulisan maupun
hal-hal lainnya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
positif yang membangun dari pembaca sekalian untuk perbaikan dikemudian hari.
Harapan penulis, semoga makalah ini dapat berguna dan dapat digunakan
sebagai literatur tambahan bagi rekan-rekan mahasiswa lain.

Sambas, 19 April 2016


Penulis,

DAFTAR ISI
Kata Pengantar.............................................................................................

Daftar Isi........................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................
B. Rumusan Masalah.................................................................................
C. Tujuan Penulisan...................................................................................

1
1
2

BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Layanan Orientasi..........................................................................
Layanan Informasi ........................................................................
Layanan Penempatan dan Penyaluran...........................
Layanan Bimbingan Belajar............................................
Layanan Konseling Perorangan............................................................
Layanan BK Kelompok........................................................................
Kegiatan Penunjang..............................................................................

3
6
9
12
13
13
14

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan...........................................................................................
B. Saran.....................................................................................................

17
18

Daftar Pustaka..............................................................................................

20

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring perkembangan zaman, menuntut anak untuk
dapat di didik dengan tegas dan disiplin. Namun, karena
pengaruh lingkungan dan teknologi selalu saja ada anak
yang menjadi korban selama proses pencarian jati dirinya
berlangsung. Anak perlu diarahkan, dibimbing, dibina dan
disayang sehingga ia dapat menjalani serta melewati masa
pencarian jati dirinya dengan sebaik mungkin. Dalam proses
pembimbingan itu, ada berbagai macam jenis pelayanan
yang

bisa

pencegahan

dilakukan.
maupun

Baik

yang

sebagai

berfungsi

sebagai

pengembangan

dan

pengobatan.
Kali ini, ada tujuh layanan yang dibahas dalam
makalah, yaitu: layan orientasi, layanan informasi, layanan
penempatan dan penyaluran, layanan bimbingan belajar,
layanan konseling perorangan,dan terakhir layanan BK
kelompok. Yang kesemuanya itu memerlukan kegiatan
penunjang guna mendukung kelancaran proses pelayanan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi setiap layanan yang ada dalam BK?
2. Bagaimana tujuan, jenis serta metode layanan orientasi,
layanan

informasi

serta

layanan

penempatan

dan

penyaluran?
3. Bagaimana cara pelaksanaan layanan orientasi, layanan
informasi serta layanan penempatan dan penyaluran?
4. Apa tujuan dilaksanakannya layanan bimbingan belajar,
layanan

konselig

perorangan

serta

layanan

kelompok?
5. Apa bagian dari kegiatan penunjang dalam BK?

BK

C. Tujuan Penulisan
1. Dapat menjelaskan definisi dari setiap jenis layanan
dalam BK.
2. Mengetahui tujuan, jenis serta metode layanan orientasi,
layanan

informasi

serta

layanan

penempatan

dan

penyaluran.
3. Memahami cara pelaksanaan layanan orientasi, layanan
informasi serta layanan penempatan dan penyaluran.
4. Mengetahui tujuan dilaksanakannya layanan bimbingan
belajar, layanan konselig perorangan serta layanan BK
kelompok?
5. Mengetahui bagian dari kegiatan penunjang dalam BK.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Layanan Orientasi
1. Definisi
Layanan orientasi yaitu

suatu layanan bimbingan konseling

yang dikoordinir guru pembimbing dengan bantuan semua guru dan


wali kelas. Yang diberikan kepada peserta didik/klien dan pihak-pihak
lain yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap peserta didik
maupun orang tua.
Dengan tujuan

membantu

mengorientasikan;mengarahkan;

mempermudah;memperlancar proses adaptasi siswa dengan lingkungan


sekolahnya yang baru. Materi pelayanan yang satu ini dapat berupa
program pengajaran, pembelajaran, organisasi sekolah, staf, guru,
kurikulum, program BK, kegiatan ekstrakurikuler, fasilitas atau sarana
pra sarana, aturan sekolah, suasana pergaulan, serta cara-cara belajar
yang baik.
2. Tujuan
a. Memberikan kemudahan penyesuaian diri siswa terhadap pola
kehidupan

sosial

serta

mencegah

timbulnya

permasalahan

penyesuaian siswa.
b. Penyesuaian kehidupan belajar serta kegiatan lain yang mendukung
keberhasilan siswa.
c. Memberikan pemahaman kepada orang tua siswa mengenai kondisi
situasi dan tuntutan sekolah anaknya agar dapat memberikan
dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan belajar anaknya.
d. Membantu individu agar mampu menyesuaikan diri terhadap
lingkungan atau situasi yang baru agar individu dapat memperoleh
manfaat sebesar-besarnya dari berbagai sumber yang ada.

e.

memberikan pengenalan kepada murid-murid tentang kegiatan dan

situasi pendidikan yang akan ditempuhnya.


f. Mengantarkan individu untuk memasuki suasana atau lingkungan
baru.
3. Jenis
Jenis materi yang dapat diangkat melalui layanan orientasi
meliputi:
a.Orientasi umum sekolah yang baru dimasuki.
b. Orientasi kelas baru dan semester baru.
c.Orientasi kelas terakhir dan semester terakhir, UAN dan ijazah.
d. Pengenalan lingkungan dan fasilitas sekolah.
e.Peraturan dan hak-hak serta kewajiban siswa.
f. Organisasi dan wadah-wadah yang dapat membantu dan
meningkatkan hubungan sosial siswa.
g. Kurikulum dengan seluruh aspek-aspeknya.
h. Peranan kegiatan bimbingan karier.
i. Peranan pelayanan bimbingan konseling dalam membentuk segala
jenis masalah dan kesulitan siswa.
Beberapa bidang yang menjadi cakupan dalam layanan orientasi
yaitu:
a. Bimbingan pribadi.
b. Bimbingan sosial.
c. Bimbingan belajar.
d. Bimbingan karir.
4. Metode
Metode yang dapat digunakan dalam pemberian layanan
orientasi dapat dengan ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan
kunjungan lapangan.
Layanan orientasi bisa dilaksanakan dengan teknik-teknik:
a. Penyajian, yaitu melalui ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

b. Pengamatan, yaitu melihat langsung objek-objek yang terkait dengan


isi layanan.
c. Partisipasi, yaitu dengan melibatkan diri secara langsung dalam
suasana kegiatan, mencoba dan mengalami sendiri.
d. Studi dokumentasi, yaitu dengan membaca dan mempelajari
berbagai dokumen yang terkait.
e. Kontemplasi, yaitu dengan memikirkan dan merenungkan secara
mendalam tentang berbagai hal yang menjadi isi layanan.
Teknik-teknik tersebut di atas dilakukan oleh konselor, penyaji,
nara sumber, dan para peserta layanan sesuai dengan peran masingmasing.1
5. Pelaksanaan
a. Perencanaan
1)
2)
3)
4)
5)

Menetapkan objek orientasi yang akan dijadikan isi layanan.


Menetapkan peserta layanan.
Menetapkan jenis kegiatan, termasuk format kegiatan.
Menyiapkan fasilitas termasuk penyaji, nara sumber, dan media.
Menyiapkan kelengkapan administrasi.

b. Pelaksanaan
1) Mengorganisasikan kegiatan layanan.
2) Mengimplementasikan
pendekatan

tertentu

termasuk

implementasi format layanan dan penggunaan media.


c. Evaluasi
1) Menetapkan materi evaluasi.
2) Menetapkan prosedur evaluasi.
3) Menyusun instrumen evaluasi.
4) Mengaplikasikan instrumen evaluasi.
5) Mengolah hasil aplikasi instrumen.

1 http://binham.wordpress.com/2010/04/21/makalah-layanan-orientasi-dalam-bk-karier-untukkelas-xi/ (diakses pada tgl 15 April 2016 jam 21.32).

d. Analisis hasil evaluasi


1) Menetapkan standar analisis.
2) Melakukan analisis.
3) Menafsirkan hasil analisis.
e. Tindak lanjut
1) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut.
2) Mengomunikasikan rencana tindak lanjut kepada berbagai pihak
yang terkait.
3) Melaksanakan rencana tindak lanjut.
f. Laporan
1) 1) Menyusun laporan layanan orientasi.
2) 2) Menyampaikan laporan kepada pihak-pihak terkait (kepala
sekolah atau madrasah).
3) 3) Mendokumentasikan laporan layanan.
4)
B. Layanan Informasi
1. Definisi
5)

Layanan

informasi

yaitu

layanan

konseling

yang

memungkinkan klien menerima dan memahami berbagai informasi


(diri, sosial, belajar, pergaulan, karir/jabatan, kesehatan, perkembangan
remaja, pendidikan lanjutan) secara terarah, objektif, dan bijak yang
dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan
keputusan untuk kepentingan klien.
2. Tujuan dan fungsi
6)

Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta

didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu,


dalam bidang pribadi, sosial, pendidikan maupun karier berdasarkan
informasi memadai yang ia peroleh.
7) Layanan informasi juga berfungsi sebagai pencegahan
dan pemahaman.

8)
3. Jenis
9)

Menurut Prayitno &Erman Amti pada dasarnya jenis dan

jumlah informasi tidak terbatas. Namun, khusunya dalam rangka


pelayanan bimbingan dan konseling, hanya akan dibicarakan tiga jenis
informasi, yaitu:
a. Informasi pendidikan
10)
Seperti, pemilihan program studi, pemilihan sekolah
fakultas dan jurusannya, penyesuaian diri dengan program studi,
penyesuaian diri dengan suasana belajar, putus sekolah dan bekal
yang dimiliki pada waktu tamat.
11)
Mereka membutuhkan adanya keterangan atau
informasi untuk dapat membuat pilihan dan keputusan yang
bijaksana.
b. Informasi pekerjaan/jabatan
12)
Mencakup semua

data

mengenai

jenis-jenis

pekerjaan yang ada dimasyarakat. Seperti, posisi dalam lingkup


suatu jabatan, persyaratan tahap dan jenis pendidikan, sistem
klasifikasi jabatan, dan prospek masa depan. Yang kesemuanya itu
berkaitan dengan kebutuhan nyata masyarakat akan corak pekerjaan
tertentu.
c. Informasi sosial budaya
13)
Dapat mengetahui serta memahami potensi-potensi
daerah tentang keadaan sosial-budaya dan kekhususan masyarakat
dari berbagai daerah. Hal ini dapat dilakukan melalui penyajian
informasi sosial-budaya yang meliputi: macam-macam suku bangsa,
adat istiadat dan kebiasan-kebiasaan, agama dan kepercayaankepercayaan, bahasa, potensi-potensi daerah serta kekhususan
masyarakat atau daerah tertentu.
d. Informasi mengenai proses perkembangan manusia
14)
Mencakup pemahaman tentang semua data dan
fakta mengenai proses perkembangan manusia muda terhadap

sesama manusia. Serta tahap-tahap perkembangan lingkungan hidup


fisik

15)

dan psikologis, bersama dengan hubungan timbal balik

antara perkembangan kepribadian dan pergaulan sosial diberbagai


lingkungan masyarakat.2
4. Metode
a. Ceramah
16)

Merupakan metode pemberian informasi yang

paling sederhana, mudah dan murah, dalam arti bahwa metode ini
dapat dilakukan hampir oleh setiap petugas bimbingan disekolah.
b. Diskusi atau tanya jawab atau wawancara
17)
Penyampaian informasi pada siswa dapat dilakukan
melalui diskusi yang dapat diorganisasikan baik oleh siswa sendiri
mapun oleh konselor atau guru.
c. Karya wisata
18)
Dalam bidang konseling karyawisata mempunyai
dua sumbangan pokok. Pertama, membantu siswa belajar dengan
menggunakan berbagai sumber yang ada dalam masyarakat yang
dapat menunjang perkembangan mereka. Kedua, memungkinkan
diperolehnya informasi yang dapat membantu pengembangan sikapsikap terhadap pendidikan, pekerjaan dan berbagai masalah dalam
masyarakat.
d. Buku panduan, selebaran dan brosur
19)
Buku-buku panduan dapat membantu siswa dalam
mendapatkan informasi yang berguna.
e. Konferensi karier atau hari karier
20)
Dalam konferensi karier para nara sumber dari
kelompok-kelompok usaha, jawatan atau dinas lembaga pendidikan,
dan lain-lain yang diundang, mengadakan penyajian berbagai aspek
program pendidikan dan latihan maupun pekerjaan yang diikuti oleh
para siswa.

2 https://binham.wordpress.com/2012/01/03/layanan-informasi/ (diakses pada tanggal 17 April


2016, jam 13.25).

f. Gambar, slide, pemutaran film


21)
Film-film yang menyangkut dengan pendidikan
misalnya, dapat mengarahkan si klien untuk lebiih mudah memilih
program studi terbaik yang ingin di ambil.
g. Melalui mata pelajaran tertentu
22)
Kewirausahaan, merupakan

salah

satu

mata

pelajaran yang wajib di seluruh kampus. Karena dengan mata


pelajaraan ini, dapat membuka serta mengarahkan para lulusan untuk
memiliki bekal dalam menjalankan sebuah bisnis.
h. Melalui kelas khusus
23)
Kelas-kelas khusus seperti kelas bahasa inggris
sudah semakin merembak di daerah manapun. Hal ini dikarenakan,
begitu

pentingnya

ilmu

berbahasa

yang

satu

ini,

dalam

mempermudah setiap orang bergaul, bersaing dan bekerja di tengah


kemajuan zaman yang begitu pesat ini.
5. Pelaksanaan
24) Layanan informasi dapat dilaksanakan secara individual,
ataupun diselenggarakan secara umum. Dapat juga diberikan secara
lisan ataupun seperti jurnal dan majalah.3
25)
C. Layanan Penempatan dan Penyaluran
1. Definisi dan tujuan
26) Layanan penempatan dan penyaluran yaitu layanan
konseling yang memungkinkan klien memperoleh penempatan dan
penyaluran yang sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
27) Seperti, penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam
kelas, kelompok belajar, minat, program latihan, magang, kegiatan
ekstrakurikuler dan merencanakan pilihan jurusan di perguruan tinggi
3 https://wahid07.wordpress.com/2011/09/28/layanan-informasi-dalam-bimbingan-konseling/
(diakses pada tanggal 16 April 2016, jam 23.00).

10

28) atau lapangan kerja sesuai dengan potensi, bakat, minat serta
kondisi pribadinya.
29) Layanan ini berfungsi untuk pengembangan.4
30) Tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap
bakat, minat dan potensi lainnya secara terarah, objektif, dan bijak.5
2. Jenis materi
a. Penempatan kelas siswa, program study/jurusan dan pilihan
ekstrakurrikuler yang dapat menunjang pengembangan sikap,
kebiasaan, kemampuan, bakat dan minat.
b. Membantu dalam kegiatan program khusus sesuai dengan kebutuhan
siswa, baik pengajaran maupun program pengayaan dan seleksi
masuk perguruan tinggi.
c. Penempatan dan penyaluran dalam kelompok sebaya, kelompok
belajar dan organisasi kesiswaan serta kegiatan sosial sekolah.
3. Metode
31) Untuk mengkaji potensi dan kondisi dari subyek layanan
maka hal-hal yang dapat dilakukan melelui :
a. Inventarisasi data pribadi siswa sebagai langkah awal yang
dilakukan sebelum layanan PP dilaksanakan.
b. Studi dokumentasi terhadap hasil-hasil aplikasi instrumentasi dan
himpunan data.
c. Menentukan bentuk-bentuk penempatan subyek disesuaikan dengan
hasil kajian yang telah dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi
dan keadaan siswa.
d. Konselor dan siswa melakuakn rencana bersama yang didasari asas
kesukarelaan.

4 Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A
Tahun 2013, hlm 41 (diakses pada tanggal 16 April 2016, jam 21.00).

5 https://id.wikipedia.org/wiki/Bimbingan_dan_Konseling_(BK) (diakses pada tgl17 April 2016,


jam 10.37).

11

e. Strategi politik konseor melakukan kerjasama dengan pihak-pihak


yang terkait dalam rangka pengembangan lingkungan yang lebih
baik bagi siswa.
f. Menentukan waktu dan tempat, hal ini dilakukan bersifat terbuka
dan luwes. Waktu dan tempt yang digunakan dengan kebutuhan
dalam layanan.6
4. Pelaksanaan
a. Perencanaan
1) Mengidentifikasi

kondisi

yang

menunjukkan

adanya

permasalahan pada diri siswa tertentu.


2) Menetapkan siswa yang akan menjadi sasaran layanan.
3) Menyiapkan prosedur, langkah-langkah dan perangkat serta
fasilitas layanan.
4) Menyiapkan kelengkapan administrasi.
b. Pelaksanaan
1) Melakukan analisis terhadap berbagai kondisi yang terkait dengan
permasalahan siswa sesuai prosedur dan langkah-langkah yang
telah ditetapkan.
2) Melaksanakan layanan penempatan dan penyaluran.
c. Evaluasi
1) Menetapkan materi evaluasi.
2) Menetapkan prosedur evaluasi.
3) Mengaplikasikan instrumen evaluasi.
4) Mengolah hasil aplikasi instrumentasi.
d. Analisis hasil evaluasi
1) Menetapkan standar evaluasi.
2) Melakukan analisis.
3) Menafsirkan hasil analisis.

6 https://binham.wordpress.com/2010/04/23/layanan-penempatan-dan-penyaluran-dalam-bkkarier/ (diakses pada tgl 14 April 2016, jam 15.19).

12

e. Tindak lanjut
1) Mengidentifikasi masalah yang perlu ditindaklanjuti.
2) Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut.
3) Mengkomunikasikan rencana tindak lanjut kepada siswa dan
kepada pihak-pihak lain yang terkait apabila diperlukan, dan.
4) Melaksanakan tindak lanjut.
f. Laporan
1) Menyusun laporan layanan penempatan dan penyaluran,
2) Menyampaikan laporan kepada pihak terkait (kepala sekolah, atau
madrasah) sebagai penanggung jawab utama layanan bimbingan
dan konseling di sekolah atau madrasah, dan
3) Mendokumentasikan laporan.7
4)
D. Layanan Bimbingan Belajar
1. Definisi
5) Layanan pembelajaran

merupakan

layanan

yang

memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan


belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan
kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta
berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.8
2. Tujuan
6)

Dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan

sikap dan kebiasaanbelajar yang baik. Selain itu, layanan pembelajaran


juga berfungsi sebagai pengembangan.

7 Prayitno. Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta.1999) hlm,85.

8 http://rahmawatialbiruni.blogspot.co.id/2013/06/makalah-jenis-jenis-layanan-bimbingan.html
(diakses pada tgl 14 April 2016, jam 10:39).

13

E. Layanan Konseling Perorangan


1. Definisi, tujuan dan fungsi
7)

Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang

memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka


(secara perorangan) dengan guru pembimbing. Untuk membahas dan
mengentaskan

permasalahan

pribadi

yang

dihadapinya

dan

perkembangan dalam dirinya.


8) Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta
didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan
konseling perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
2. Langkah-langkah umum atau proses pengentasan masalah
a. Pengenalan dan pemahaman permasalahan.
b. Analisis yang tepat.
c. Aplikasi dan pemecahan permasalahan.
d. Evaluasi, baik evaluasi awal, proses ataupun evaluasi akhir.
e. Tindak lanjut.
9)
F. Layanan BK Kelompok
1. Definisi, tujuan dan fungsi
10) Bimbingan berupa upaya yang dilakukan dengan maksud
membantu serta memberi kemudahan bagi si klien untuk dapat
mencegah perkembangan dan pertumbuhan masalah atau kesulitan yang
ia miliki melalui dinamika kelompok. Yang biasanya bersifat
penyembuhan. Masalah yang dibahas itu adalah masalah-masalah yang
dialami oleh masing-masing anggota kelompok dengan satu pokok
bahasan/topik tertentu.
11) Tujuan dari bimbingan ini yaitu, agar peserta didik dapat
memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan/topik tertentu untuk
menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta

14

12) untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui


dinamika kelompok.9
13) Sedangkan layanan konseling kelompok berfungsi untuk
pengentasan, pemahaman, pengembangan dan advokasi.10
2. Seputar layanan bk kelompok
14) Biasanya bimbingan ini dilakukan untuk menunjang
pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. Baik sebagai
individu maupun sebagai pelajar, kegiatan belajar, karir/jabatan, serta
untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika
kelompok.
15) Layanan BK kelompok ini juga dapat dikatakan sebagai
bimbingan dan konseling yang membantu konseli dalam pengembangan
pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan,
dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui
dinamika kelompok.
16) Isi kegiatan bimbingan kelompok terdiri atas penyampaian
informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan, pekerjaan,
pribadi, dan masalah sosial yang tidak disajikan dalam bentuk
pelajaran.
17)
G. Kegiatan Penunjang
1. Definisi
18) Adalah

kegiatan

yang

dilakukan

dalam

proses

pengumpulan data keterangan tentang diri peserta didik (klien) serta


lingkungannya (keluarga, sekolah, ataupun dilingkungan sekitarnya)
agar dapat memiliki kemudahan-kemudahan atau komitmen yang akan
membantu kelancaran dan keberhasilan kegiatan layanan terhadap
klien.
9 https://zanethangium.wordpress.com/2011/05/05/9-jenis-layanan-dalam-bk/ (diakses pada tgl 18
April 2016, jam 11.00).

10 http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=9&Itemid=38
(diakses pada tgl 14 April 2016, jam 09:36)

15

19) Kegiatan ini dimaksudkan agar para pembimbing dan dosen


lebih mudah memahami potensi dan kekuatan, serta masalah yang
dihadapi klien. dengan kegiatan pendukung ini diharapkan akan
terkumpul data-data yang akurat yang dihadapi oleh seorang klien.
2. Bagian-bagian dari kegiatan penunjang
20) Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan
seperti yang telah dikemukakan di atas, perlu dilaksanakan berbagai
kegiatan pendukung, mencakup:
a. Aplikasi instrumentasi data
21)
Merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data
dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta
didik dan lingkungan lainnya.
22)
Yang dapat dilakukan dengan menggunakan
berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan
tujuanuntuk

memahami

peserta

didik

dengan

segala

karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan.


b. Himpunan data
23)
Merupakan kegiatan untuk menghimpun seluruh
data

dan

keterangan

yang

relevan

pengembangan peserta didik.


24)
Himpunan
data

dengan

keperluan

diselenggarakan

secara

berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu dan sifatnya


tertutup.
c. Konferensi kasus
25)

Merupakan

kegiatan

untuk

membahas

permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri


oleh

pihak-pihak

yang

dapat

memberikan

keterangan,

kemudahan dan komitmen bagi penyelesaian permasalahan klien.


26)
Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan
tertutup. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh
keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait
dan memiliki

16

27)

pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan

permasalahan klien.
d. Kunjungan rumah
28)
Merupakan kegiatan untuk memperoleh data,
keterangan, kemudahan, dan komitmen bagi terentaskannya
permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah klien.
29)
Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan,
dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun
komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan
permasalahan klien.
e. Alih tangan kasus
30)
Merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh
penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang
dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak
lain yang lebih kompeten.
31)
Seperti kepada guru mata pelajaran atau
konselor, dokter serta ahli lainnya, dengan tujuan agar peserta
didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas
atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih
kompeten.
32)
33)
34)
35)
36)
37)
38)

39) BAB III


40) PENUTUP
41)
A. Kesimpulan
1. Layanan orientasi yaitu layanan bimbingan konseling dari pihak
lembaga tertentu yang diberikan kepada orang tua dan klien/peserta guna
memberikan pengaruh. Layanan informasi yaitu layanan konseling yang
memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh klien. Layanan
penempatan dan penyaluran yaitu layanan konseling yang memberikan
kesempatan klien untuk menempatkan dan menyalurkan bakat dan
kemampuannya secara tepat. Layanan pembelajaran merupakan layanan
yang mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan
konseling perorangan merupakan layanan tatap muka yang membahas
dan mengentaskan permasalahan pribadi . Layanan BK kelompok
meupakan bimbingan yang bertujuan untuk membantu serta memberi
kemudahan melalui dinamika kelompok.
2. Tujuan layanan orientasi yaitu memberikan pengenalan, pemahaman dan
kemudahan dalam memasuki suasana atau lingkungan baru sehingga
memudahkan terjadinya penyesuaian diri. Jenis bidang yang menjadi
cakupan materi yaitu: pribadi, sosial, belajar, dan karir yang kesemuanya
itu bisa diterapkan dengan teknik penyajian, pengamatan, partisipasi,
studi dokumentasi dan kontemplasi. Tujuan layanan informasi adalah
membantu agar klien dapat mengambil dan mengembangkan keputusan
secara tepat. Jenis informasi yang menjadi cakupan yaitu: pendidikan,
pekerjaan/jabatan, sosial budaya serta mengenai proses perkembangan
manusia yang diterapkan melalui metode ceramah, diskusi/tanya
jawab/wawancara,

karya

wisata,

buku

panduan/selebaran/brosur,

konferensi karier atau hari karier, gambar/ slide/pemutaran film, melalui


mata pelajaran tertentu dan kelas khusus. Tujuan dari layanan
penempatan dan penyaluran ialah agar klien dapat mengembangkan
bakat, minat dan potensinya secara kompleks dan terarah. Jenis materi

17

18

42) layanan penempatan dan penyaluran yaitu: penempatan kelas


siswa, program study/jurusan dan pilihan ekstrakurrikuler, penempatan
dan penyaluran dalam kelompok sebaya, kelompok belajar dan
organisasi kesiswaan serta kegiatan sosial sekolah yang dapat diterapkan
melalui metode inventarisasi data, studi dokumentasi, penentuan bentukbentuk penempatan subyek dan penentuan waktu dan tempat.
3. Pelaksanaan
layanan
orientasi
berupa
mengorganisasikan,
mengimplementasikan dan penggunaan media. Pelaksanaan layanan
informasi berupa individual/umum secara lisan/media. Pelaksanaan
layanan penempatan dan penyaluran berupa analisis dan pelaksanaan.
4. Tujuan dilaksanakannya layanan bimbingan belajar yaitu agar peserta
dapat mengembangkan sikap dan kebiasaanbelajar yang baik. Tujuan
dilaksanakannya layanan konselig perorangan yaitu agar peserta didik
dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Tujuan dilaksanakannya
layanan BK kelompok yaitu agar peserta didik dapat memperoleh dan
membahas pokok bahasan/topik tertentu untuk menunjang keputusan,
pemahaman, pengembangan kemampuan sosial melalui dinamika
kelompok.
5. Bagian dari kegiatan penunjang dalam BK yaitu: aplikasi instrumentasi
data, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah dan terakhir
berupa alih tangan kasus.
43)
B. Saran
44)

Permasalahan maupun segala kesulitan yang dialami anak

janganlah dijadikan sebuah beban namun jadikanlah sebagai kewajiban dan


tanggungjawab semua pihak untuk ikut berpartisipasi membimbing,
menasehati serta mengupayakan perubahannya. Pelayanan bimbingan dan
konseling

merupakan

sarana

sekaligus

fasilitas

terbaik

dalam

mengupayakan perubahan, pencegahan maupun penyembuhan bagi si anak


yang mengalami ataupun memiliki kendala.

19

45)

Gunakanlah dan terapkanlah layanan-layanan yang ada itu

sesuai kebutuhan dan kepentingannya. Jalani dan lakukan kegiatan


pelayanan tersebut sesuai prosedur, cakupan dan ranahnya. Jangan
menggunakannya dengan cara yang tidak wajar dan lepas dari aturan
sebenarnya. Karena, apabila ini terjadi, maka malah akan menimbulkan
masalah dan problema baru bagi si anak.

46) DAFTAR PUSTAKA


47)
48)
49)
50)
51)
52)
53)
54)
55)
56)
57)
58)
59)
60)
61)
62)
63)
64)
65)
66)

http://binham.wordpress.com/2010/04/21/makalah-layananorientasi-dalam-bk-karier-untuk-kelas-xi/ (diakses pada tgl 15 April


2016 jam 21.32).
https://binham.wordpress.com/2012/01/03/layanan-informasi/
(diakses pada tanggal 17 April 2016, jam 13.25).
https://wahid07.wordpress.com/2011/09/28/layanan-informasidalam-bimbingan-konseling/ (diakses pada tanggal 16 April 2016,
jam 23.00).
Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013, hlm 41 (diakses pada
tanggal 16 April 2016, jam 21.00).
https://id.wikipedia.org/wiki/Bimbingan_dan_Konseling_(BK)
(diakses pada tgl 17 April 2016, jam 10.37).
https://binham.wordpress.com/2010/04/23/layanan-penempatandan-penyaluran-dalam-bk-karier/ (diakses pada tgl 14 April 2016,
jam 15.19).
Prayitno. Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan dan
Konseling di Sekolah, (Jakarta: PT. Rineka Cipta.1999) hlm,85.
http://rahmawatialbiruni.blogspot.co.id/2013/06/makalah-jenisjenis-layanan-bimbingan.html (diakses pada tgl 14 April 2016, jam
10:39).
https://zanethangium.wordpress.com/2011/05/05/9-jenis-layanandalam-bk/ (diakses pada tgl 18 April 2016, jam 11.00).
http://konselingindonesia.com/index.php?
option=com_content&task=view&id=9&Itemid=38 (diakses pada
tgl 14 April 2016, jam 09:36)
67)

20