You are on page 1of 58

LAPORAN

ON THE JOB TRAINING


PENINGKATAN JALAN BATU PANJANG-PANGKALAN NYIRIH
KECAMATAN RUPAT(MULTI YEARS)
KABUPATEN BENGKALIS

Diajukan untuk memenuhi persyaratan


On the Job raining
(OJT)

Disusun
Oleh

HENDRI GUNAWAN
NIM : 4103131082

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS
TAHUN 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu Wataala, dengan


rahmat dan karunianya, penulis dapat menyelesaikan laporan praktek OJT (On
The Job Training) di PT Mawatindo RC Kecamatan Rupat.
Adapun laporan ini merupakan syarat yang harus dilaksanakan mahasiswa
jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis. Laporan ini adalah hasil
praktek kerja lapangan di PT Mawatindo RC Kecamatan Rupat pada tanggal 27
Juli 28 Agustus 2015. Dengan adanya On The Job Training (OJT), mahasiswa
dapat langsung mengaplikasikan teori-teori yang didapat di banku kuliah dengan
kenyataan sebenarnya dilapangan.
On The Job Training ini dapat diselesaikan tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ayah,Ibu dan seluruh keluarga serta teman-teman tercinta atas kasih
sayang,doa ,pengorbanan,kesabaran,dan dukungan materi maupun moril
yang telah di berikan selama ini.
2. Bapak Ir.H.Muhamad Milchan, MT sebagai direktur Politeknik Negeri
Bengkalis.
3. Bapak Noerdin Basir, ST,MT sebagai ketua program studi Teknik Sipil
Politeknik Negeri Bengkalis.
4. Bapak Muhmmad Idham,ST,MSc sebagai koordinator OJT mahasiswa
Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis.
5. Bapak Guswandi, ST,MT sebagai pembimbing OJT
6. Bapak Harino Harianto sebagai pembimbing dilapangan
7. Dan semua pihak yang juga telah turut serta dalam membantu proses
pelaksanaan kegiatan OJT dan penyelesaian laporan yang tidak dapat
disebut satu persatu.

Banyak hal-hal yang membuat penulis sangat tertinggal didalam ilmu teknik
sipil. Dan banyak sekali rasa ketidaktahuan sehingga hal ini merupakan suatu
pengalaman dan ilmu.
Walupun penulis sudah berusaha semaksimal munkin dalam menyelesaikan
laporan ini ternyata masih banyak kekurangankekurangan untuk itu penulis
mengharapkan kritik serta saran guna lebih menyempurnakan laporan ini.
Akhirnya penulis mohon maaf yang sebesar-besar nya kepda bapak/ibu
pembimbing diperusahaan, jika selama penulis melaksanakan praktek ada hal-hal
yang penulis buat kurang pada tempatnya. Dan juga penulis mohon maaf kepada
para pembaca apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam laporan ini.

Bengkalis,

November 2012

Hendri Gunawan
NIM : 4103131082

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Proyek


Ruas Jalan Poros Kawasan Kecamatan Rupat merupakan Prasana lalu

lintas utama yang menghubungkan daerah satu dengan daerah yang lain untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri. Ditinjau dari kondisi jalan di
daerah pemukiman masyarakat dan industri, jalan tersebut mengalami rusak
sehingga sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, jalan sangat
penting dalam kehidupan kita dan sangat penting di dunia industri. Karena hal
tersebut sangat di rasakan oleh masyarakat daerah Kecamatan Rupat terutama
masyarakat yang bertempatan didaerah Jalan Poros Kecamatan Rupat tersebut,
maka perlu adanya suatu peningkatan jalan pada daerah ini guna memenuhi
kebutuhan dan keperluan masyarakat.
Untuk itu pemerintah sebagai penyelenggara melalui Dinas Pemukiman
dan Prasarana wilayah dan Pekerjaan Umum Kabupaten bengkalis untuk tahun
anggaran 2012 telah menempatkan dana pada proyek Peningkatan Jalan Kawasan
Daeng Taugek Kelurahan Purnama Kota Dumai dengan sumber dana Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sistem pemerintahan yang baik dan respon
terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat, menghasilkan adanya pemanfaatan
hasil daerah secara optimal dan tepat guna sarana dan prasarana dibangun
semaksimal mungkin seperti jalan, jembatan, sekolah dan lain-lain.
Hampir sebagian besar masyarakat Kota Dumai adalah pekerjaannya
sebagai buruh dan perkantoran, sehingga mendorong pemerintah untuk
mengoptimalkan pembangunan prasarana salah satunya adalah jalan. Dengan
maksud sebagai pengembangan wilayah sekitarnya dan di harapkan dengan di
bangunnya sarana ini bisa membuat masyarakat daerah lebih meningkatkan
perekonomiannya dimana jalan-jalan yang di kerjakan adalah jalan yang selalu
dilalui oleh masyarakat Kota Dumai dan sekitarnya untuk keperluan seharihari
dan keperluan industri.

Tujuan Paket Peningkatan Jalan Kawasan Daeng Taugek sangat berguna


bagi masyarakat umum dan industri, bagi masyarakat umum untuk mendukung
proses pembangunan ekonomi masyarakat itu sendiri, hubungan sosial antar
masyarakat, bahkan berguna juga bagi peningkatan taraf hidup serta peningkatan
Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan Sumber Daya Alam (SDA) di
lingkungan sekitarnya dalam rangka menghadapi era globalisasi dan teknologi
sekarang ini.

1.2

Tujuan Proyek
Adapun tujuan proyek Peningkatan Jalan Poros kecamatan rupat adalah

sebagai berikut:
1. Sebagai pengembangan wilayah sekitarnya dalam pemerataan pembangunan.
2. Sebagai prasarana lalu lintas bagi masyarakat Kecamatan Rupat untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3. Sebagai prasarana lalu lintas untuk kebutuhan pariwisata.
4. Memberikan konstribusi sarana dan prasarana yang baik dan memadai
sehingga memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna jalan.
5. Untuk meningkatkan proses kelancaran lalu lintas, alat-alat berat serta
membantu masyarakat yang berada disekitarnya khususnya masyarakat
Kecamatan Rupat.
6. Untuk mengatasi terjadinya penurunan tanah ditepi parit.
7. Untuk memperlancar aliran air parit demi mengatasi terjadinya genangan
air.

1.3

Struktur Organisasi Proyek


Organisasi merupakan perpaduan secara sistematik dibagian-bagian yang

saling berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui wewenang,
koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam

pelaksanaan dilapangan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam organisasi


proyek adalah pemilik/owner, kontraktor dan konsultan pengawas.
Adapun struktur organisasi proyek ini adalah organisasi garis, untuk lebih
jelasnya lihat Gambar 1.1.

Pemilik Proyek / Owner


Dinas Pekerjaan umum Kab Bengkalis

Konsultan Perencana
CV. A Beam Consultant

Konsultan Pengawas
PT.Cipta Multi Kreasi Konsultan

Kontraktor Pelaksana
PT. Mawatindo RC

Gambar 1.1: Skema Hubungan Antara Pihak yang Terlibat dalam Proyek

Ket:

Hubungan Kontrak
Hubungan Koordinasi

1.3.1 Pemilik (Owner)


Pemilik adalah badan yang menyeluruh atau memberikan dan membayar
pekerjaan tersebut dalam pelaksanaan proyek ini, selaku pemilik atau pihak kesatu
adalah Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Pemukiman Dinas
Pekerjaan Umum (Dinas PU) wilayah Kabupaten Bengkalis.

Dalam arti luas pemilik dapat berupa perseorangan, badan, instansi atau
lembaga baik pemerintah maupun lembaga swasta. Adapun unsur-unsur yang
termasuk dalam pemilik adalah:

a. Pemimpin Proyek atau Pemimpin Bagian Proyek


Pemimpin proyek atau pemimpin bagian proyek adalah pejabat yang diangkat
menteri/kepala lembaga pemerintah non departemen atau gubernur/bupati/wali
kota atau pejabat setingkat yang memimpin dan bertanggung jawab atas suatu
pelaksanaan proyek yang dibiayai dari anggaran pembangunan yang diwakili
pengguna barang/jasa untuk bertindak untuk memberi atau mengatur jalannya
pekerjaan yang diatur dalam kontrak.
Tugas pemimpin proyek:
1. Menyusun dan merencanakan kebutuhan dana serta sarananya pada setiap
tahun anggaran dan melaksanakan dengan petunjuk operasional yang telah
ditetapkan pada proyek tersebut.
2. Bertanggung jawab atas kelancaran jalannya proyek secara keseluruhan dan
pelaksanaan baik dari fisik, keuangan dan administrasi proyek sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
3. Mengeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang merupakan kontrak kerja
sementara, agar dalam jangka waktu tertentu pihak pelaksana proyek dapat
memulainya pekerjaannya.
4. Melakukan pengendalian pekerjaan konsultan yang meliputi:
a. Mengevaluasi laporan-laporan dari konsultan
b. Memeriksa dan memberikan persetujuan atas rencana kerja dan
laporan-laporan serta kelengkapan menyangkut pelaksanaan pekerjaan dan
pengendalian mutu pekerjaan.

1.3.2 Konsultan Perencana

Konsultan perencana merupakan badan atau usaha/perorangan yang


mempunyai badan hukum (mempunyai atau memperoleh akte dari seseorang
notaris), atau badan hukum yang bergerak dalam bidang perencanaan pekerjaan
bangunan sekaligus pengawasan pembangunan proyek.
Tugas dan wewenang perencanaan antara lain:
a. Merencanakan suatu proyek, baik dari segi struktur maupun arsitek agar
menjadi struktur yang sesuai dengan bestek.
b. Menganalisa semua permintaan pemilik proyek dan bekerja sama dengan
penasehat biaya agar memperoleh hasil perencanaan yang baik dan efisien.

1.3.3 Konsultan Pengawas


Konsultan pengawas adalah pejabat proyek, instansi atau badan hukum
yang ditunjuk dan diberi kekuasaan oleh pemimpin proyek atau membantu
mengawasi dan menyerahkan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan kontrak.
Tugas konsultan pengawas:
a. Membimbing dan mengawasi jalannya pekerjaan proyek dalam hal
pelaksanaan konstruksi, pengendalian mutu, biaya, maupun waktu pada tahap
pelaksanaan.
b. Mengawasi dan mengarahkan pekerjaan yang meliputi membuat dan
menandatangani berita acara pemeriksaan prestasi pekerjaan, menyetujui dan
menyediakan gambar sesuai dengan ketentuan, membantu pemimpin proyek
dalam memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan permasalahan
pelaksanaan pekerjaan, perpanjangan jangka waktu pelaksanaan dan pekerjaan
tambah/berkurang.
c. Membantu mengawasi dan mengamati pelaksanaan serta meneliti hasil uji
bahan, tenaga kerja dan alatalat yang yang dipergunakan serta hasil
pekerjaan.
d. Harus mengarahkan semua keperluan tenaga kerja termasuk tenaga pelaksana,
bahan, peralatan, konstruksi dan lainlain yang berhubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan baik bersifat permanent maupun sementara halhal

tersebut diatas harus memenuhi persyaratan yang tercantum didalam dokumen


kontrak.

1.3.4 Kontraktor
Kotraktor adalah suatu usaha atau progam yang berbadan hukum untuk
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keahliannya melalui
proses tender yang diberi tugas oleh pemilik untuk melaksanakan pekerjaan.
Adapun hak dan kewajiban kontraktor adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan pekerjaan yang diperintah oleh owner dan mematuhi aturan
yang telah disepakati dalam perjanjian pekerjaan pemborongan yang disebut
kontrak kerja.
2. Membuat laporan harian dan mingguan untuk diserahkan kepada konsultan
pengawas.
3. Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang
telah ditentukan dalam kontrak.
4. Berhak menerima fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari pihak
proyek demi kelancaran pelaksanaan.
5. Membuat dan melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara perodik, kepada
pihak kesatu.
6. Melaksanakan

dan

menyelesaikan

pekerjaan

sesuai

dengan

jadwal

pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak.


7. Memberikan keteranganketerangan yang diperlukan untuk pemeriksaan
sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan dalam kontrak.
8. Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan
yang telah ditetapkan dalam kontrak.

General Superintendent
DOSO PRIHANDOKO

Administrasi Teknik
NOVA

Site Manager
Ir.Irwansyah

Logistik dan Peralatan


Syodri

,ST

Mekanik
Amirwan, Amd

Quality Control
Andriano S.ST

Quantity Surveyor
Syamsul anwar,ST

Gambar 1.2 Struktur Organisasi PT.MawatindoRC.

Pelaksana
Alfaki, ST

Uraian tugas dari struktur organisasi PT.MawatindoRC:


1. General Superintendent
Memimpin dan mengkoordinasi pelaksanaan proyek agar dapat berjalan
sesuai rencana, baik menyangkut biaya, mutu dan waktu serta membantu proses
pekerjaan.
Adapun tugas dan tanggung jawab general superintendent adalah sebagai berikut:
a. Menyelenggarakan pengadministrasian kegiatan yang berkaitan dengan
pengadaan proyek sampai proses penagihan.
b. Menyediakan alat dan tenaga kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
c. Melaksanakan pengendalian biaya, mutu, dan waktu pekerjaan.
d. Menyelenggarakan kegiatan pelaksanaan proyek sesuai dengan rencana
yang ditetapkan.
Adapun wewenang general superintendent antara lain:
a. Mengatur tenaga kerja dan menyeleksi skill masing-masing pekerjanya.
b. Mengarahkan staf di lapangan apabila melakukan penyimpangan kerja.
c. Menyetujui daftar pembayaran proyek.
d. Turut memeriksa dan menyetujui penawaran sub kontrak yang akan
dipakai.

2. Adiminstrasi Teknik
Administrasi teknik merupakan perorangan atau kelompok yang bertanggung
jawab mengatur bagian keuangan dan administrasi di perusahaan.

3. Site Manager/Site Officer Engineer


Site manager merupakan perorangan atau kelompok orang yang mengatur
kegiatankegiatan administrasi yang berkaitan dengan penanganan proyek dan
pengendalian mutu jenis pekerjaan utama serta pengelolaan gambar kerja (shop
drawing) untuk kebutuhan pelaksanaan proyek.
Tugastugas site manager adalah:
a. Terlaksananya suatu kegiatan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
b. Mengkoordinasikan cara pelaksana dalam hal pembagian tugas serta
memonitori hasil kerja.
c. Mengevaluasikan hasil kerja terhadap mutu, waktu dan prestasi yang benar
secara periodik.
Wewenang site manager adalah sebagai berikut:
a. Mengatur dan mengkoordinir kemajuan dan keselamatan pekerja.
b. Menilai dan mengevaluasi kemajuan hasil kerja yang dicapai oleh
pelaksana dan pekerja.
c. Membuat dan melaporkan kemajuan hasil kerjanya.
d. Mengeluarkan dana sebatas wewenang yang telah ditentukan.

4. Logistik dan Peralatan


Logistik merupakan perorangan atau kelompok orang yang bertanggung jawab
dalam pengadaan peralatan maupun bahanbahan bangunan yang dibutuhkan
dalam pelaksanaan suatu proyek.
Tanggung jawab pelaksana lapangan antara lain:
a. Mengawasi arus keluar masuk material proyek.
b. Terlaksananya kegiatan suatu pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai rencana yang telah ditetapkan.
c. Mengajukan permintaan kebutuhan bahan, alat, dan tenaga kerja dalam
rangka dalam menyelesaikan pekerjaan.

10

d. Melaksanakan penerapan berbagai ketentuanketentuan, prosedur dan


petunjuk kerja yang berlaku dilingkup kerjanya.
e. Menyiapkan berita acara permintaan barang.
f. Menyiapkan berita acara penggunaan alat.
g. Mengawasi administrasi gudang.
h. Mengatur penempatan material di lapangan atau gudang.
Wewenang pelaksana lapangan antara lain:
1. Mengatur dan mengkoordinir keamanan dan keselamatan para pekerjaan.
2. Menilai dan mengevaluasi kemajuan hasil kerja yang dicapai oleh pekerja.
3. Membuat dan melaporkan kemajuan hasil kerjanya.
4. Quality Control
Merupakan perorangan atau kelompok yang bertugas, sebagai pengukur
kualitas pencapaian proyek terhadap quality target perusahaan meliputi :
a. Kualitas hasil produk setiap Triwulan.
b. Kualitas penerapan house keeping setiap bulan.
c. Kualitas penerapan K3 setiap bulan.
d. Pada akhir bulan melaksanakan pembahasan hasil quality control.

5. Quantity Surveyor
Tugas dari surveyor adalah:
a. Menyimpan data dan membuat gambar kerja (shop drawing) dari hasil
survey awal.
b. Membuat titiktitik pedoman di lapangan untuk pedoman pelaksana
pekerjaan.
c. Melakukan pengecekan elevasi, dimensi, serta sebelum pekerjaan
berikutnya dilaksanakan.
d. Bertanggung jawab atas koordinat pada bagian konstruksi.
e. Titik yang dibuat di lapangan sebagai pedoman untuk pelaksanaan
pekerjaan.

6. Pelaksana

11

Tugas dari pelaksana adalah:


a. Bertanggung jawab memnuhi targettarget pekerjaan yang telah ditetapkan
sesuai dengan detail rencana kerja mingguan.
b. Menyimpan gambar kerja dengan baik, tidak merubah atau mencoretcoret
tanpa seizin urusan teknik proyek.
c. Melaksanakan pekerjaan dengan konsisten sesuai dengan instruksi kerja
yang diterima, spesifikasi teknik dari pelanggan dan gambar kerja yang
diterimanya.
d. Mengawasi sesuai bestek.
e. Bertanggung jawab mengisi check list pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya dan bertanggung jawab memenuhi targettarget pekerjaan.

7. Mekanik
Mekanik adalah seorang tugas yang sangat memahami dan menguasai tentang
mesin-mesin yang di gunakan pada saat operasional.
Tugas dari mekanik adalah:
a. Mengendalikan mesin-mesin yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan.
b. Mengendalikan dan memperbaiki setiap ada kerusakan atau permasalahan
dengan mesin.
c. Mengkoordinir dan bertanggung jawab atas pekerjaan unit-unit kerja yang
bekerja dibawah koordinasinya.

1.4

Hubungan Kerja
Hubungan kerja adalah dalam pelaksanaan pekerjaan antara tiga unsur

pelaksanaan pembangunan. Semua unsur tersebut harus tunduk dan patuh


terhadap peraturanperaturan dan persyaratan yang telah disepakati bersama, baik
dari segi teknik maupun administrasi. Penyimpangan yang terjadi akan
mengakibatkan kesulitan dan ketidaklancaran dalam pelaksanaan pekerjaan
proyek ini.
Secara garis besar pola dasar hubungan kerja meliputi:
a. Antara pemilik dengan konsultan.

12

1. Ikatan kontrak.
2. Konsultan menyerahkan jasa kepada pemilik.
3. Pemilik memberikan imbalan jasa atau biaya perencana.
b. Antara pemilik dengan kontraktor
1. Ikatan kontrak.
2. Kontraktor kepada pemilik menyerahkan hasil pekerjaan.
3. Pemilik kepada kontraktor memberikan biaya pelaksanaan pekerjaan.

c. Antara konsultan pengawas dan kontraktor


1. Ikatan kontrak.
2. Pengawas kepada kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan.

1.4.1 Hubungan Kerja Pemberi Tugas (Pemilik) dan Konsultan Pengawas


Antara pemilik dan konsultan pengawas dituangkan dalam suatu kontrak
atau surat perjanjian pekerjaan perencanaan. Yang dimaksud dengan kontrak
adalah perikatan antara pemimpin proyek sebagai pengguna barang/jasa dengan
konsultan dengan kontraktor sebagai penyedia barang/jasa. Hal yang dimaksud
agar kedua belah pihak mempunyai ikatan yang jelas mengenai pembagian tugas,
kewajiban, wewenang hak dan tanggung jawab masingmasing yang harus
dipatuhi dan dilaksanakan. Dengan demikian apabila dalam pelaksanaan
pekerjaan terjadi penyimpangan dana atau perselisihan dari salah satu pihak, dapat
diselesaikan berdasarkan ketentuan dan pasalpasal yang tercantum dalam surat
perjanjian pekerjaan perencanaan.

1.4.2 Hubungan kerja antara pemilik dan kontraktor


Sesuai dengan peraturan atau ketentuan yang berlaku dalam hubungan
kerja antara pemilik dan kontraktor pada umumnya telah dituangkan dalam suatu
kontrak pekerjaan pemborongan. Hubungan kerja ini baru timbul setelah melalui
proses pelelangan, baik pelelangan umum maupun pelelangan terbatas ataupun
penunjukan langsung.

13

1.4.3 Hubungan kerja antara konsultan pengawas dengan kontraktor


Hubungan kerja antara konsultan pengawas dan kontraktor adalah
konsultan mengawasi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan.

1.5

Ruang Lingkup Pekerjaan Proyek


Ada pun ruang lingkup pekerjaan proyek ini yaitu:

1. Tahap pekerjaan
Tahap pekerjaan pada proyek Peningkatan Jalan poros Kecamatan Rupat
Meliputi:
a. Pekerjaan mobilisasi.
b. Pengecoran drainase.
c. Perkerasan berbutir klas B.
d. Pengecoran Jalan Ready Mix FS-45
e. Pekerjaan lain-lain.

14

BAB II
PELAKSANAAN PROYEK
Rangkaian pelaksanaan suatu proyek dimulai dengan pemberian tugas oleh
pemilik/owner yaitu Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis kepada
pelaksana/ kontraktor melalui suatu proses tender atau pelelangan umum, dan
untuk mengawali proyek, owner

menepatkan konsultan pengawas yang juga

melalui proses yang sama yaitu proses tender.

2.1

Proses Pelelangan
Pelelangan adalah suatu proses dalam rangkaian suatu proyek yang berupa

kegiatan tawar menawar harga antara pemilik (Pemerintah abupaten Bengkalis,


Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis) dengan perusahaan-perusahaan
yang bergerak dibidang kontruksi untuk memperoleh kesepakatan harga.
Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 54 tahun 2010 tanggal 06
Agustus 2010, sistem atau metode pelelangan dibagi menjadi 10 jenis yaitu :
a. Pelelangan Umum
Pelelangan

umum

merupakan

metode

pemilihan

penyedia

barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat

15

diikuti semua penyedia barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainnya yang


memenuhi syarat.
b. Pelelangan Terbatas
Pelelangan terbatas merupakan metode pemilihan penyedia pekerjaan
kontruksi untuk pekerjaan kontruksi dengan jumlah penyedia yang mampu
melaksanakan diyakini terbatas dan utnuk pekerjaan yang kompleks.
c. Pelelangan Sederhana
Pelelangan sederhana merupakan metode pemilihan penyedia barang/jasa
lainnya untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp. 200.000.000,00 (dua
ratus juta rupiah)
d. Pemilihan Langsung
Pemilihan langsung merupakan metode pemilihan penyedia pekerjaan
kontruksi utnuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp. 200.000.000,00 (dua
ratus juta rupiah)
e. Seleksi Umum
Seleksi umum merupakan metode pemilihan penyedia jasa konsultansi
untuk pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua penyedia jasa konsultansi yang
memenuhi syarat.
f. Seleksi Sederhana
Seleksi sederhana merupakan metode pemilihan penyedia jasa konsultansi
untuk jasa konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp. 200.000.000,00 (dua
ratus juta rupiah).
g. Sayembara
Sayembara

merupakan

metode

pemilihan

penyedia

jasa

yang

memperlombakan gagasan orisinal, kreatifitas, dan inovasi tertentu yang


harga/biayanya tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan.
h. Kontes
Kontes

merupakan

metode

pemilihan

penyedia

barang

yang

memperlombakan barang/benda tertentu yang tidak mempunyai harga pasar


dan yang harga/biayanya tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga satuan.
i. Penunjukan Langsung

16

Penunjukan langsung merupakan metode pemilihan penyedia barang/jasa


dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) penyedia barang/jasa.
j. Pengadaan Langsung
Pengadaan Langsung merupakan pengadaan barang/jasa langsung kepada
penyedia barang/jasa, tanpa melalui pelelangan/seleksi/penunjukan langsung.

2.2

Data proyek

Pengertian proyek
Proyek adalah suatu rangkaian kegiatan yang terarah yang dikehendaki
oleh pemberi tugas untuk direncanakan dan dilaksanakan oleh pihak lain atau
wakilnya yang ditunjuk dengan jangka waktu tertentu.
2.2.1 Data umum proyek
Data-data proyek pada kerja praktek atau On The Job Training (OJT) ini
adalah sebagai berikut :
a. Nama Proyek
: Peningakatan Jalan Poros Kecamatan Rupat
b. Pemilik Proyek
1. Bagian Proyek

: Pemerintah Kabupaten Bengkalis


: Peningkatan Jalan Batu panjang Pangkalan
nyirih.

2. Kecamatan

: Rupat

3. Provinsi

: Riau

4. Paket Pekerjaan

: Peningkatan Jalan Kawasan Daeng Tougek

5. Tahun Anggaran

: APBD Kab.Bengkalis TA,2013-2015

6. Sumber Dana

: APBD Kabupaten Bengkalis.

7. Harga Proyek

: Rp. 495.319.678.000.

17

8. Terbilang

: (Satu Milyar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Tujuh


Juta Sembilan ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu
Rupiah)

9. Waktu Pelaksanaan : 780 hari Kalender

2.3

Data Teknis Proyek

a. Pekerjaan base B panjang 1.450 m, lebar jalan 7 m, tebal base B (Bervariasi),


1 jalur diperlukan sebanyak 424,13 m .
2.4

Ruang Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan utama pada proyek peningkatan jalan Poros Kecamatan Rupat

ini adalah yang mencakup beberapa pekerjaan diantaranya :

2.4.1 Mobilisasi
Pada item mobilisasi cakupan kegiatan yang diperlukan untuk kontrak ini
akan tergantung pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan
sebagaimana dibagian-bagian lain dari dokumen kontrak secara umum sesuai
dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Mobilisasi semua staf supervisor konstruksi dan semua pekerja yang
diperlukan untuk melaksanakan dan penyelesaian pekerjaan kontrak.
b. Peyediaan dan pemeliharaan direksi keet, perabotan dan pelayanan dan lain
lain.
c. Mobilisasi peralatan.
d. Agregat klas B.
e. Pengukuran di lapangan bersama direksi.
f. Demobilisasi.

2.4.2 Penyiapan Badan Jalan


Pada penyiapan badan jalan pekerja melakukan pekerjaan penyiapan
badan jalan dengan menggunakan alat berupa motor grader, vibro roller,dump

18

truck dan alat bantu lainnya. Pelaksanaan penyiapan badan jalan ini dimulai
setelah pekerjaan pendahuluan berupa pengukuran dan pemasangan patok-patok
selesai dilaksanakan.

2.4.3 Lapis Pondasi Agregat Klas B


Alat yang dibutuhkan dump truck, motor grader, vibro roller, serta alat
bantu lainnya. Base dihamparkan pada badan jalan dengan menggunakan motor
grader , vibro roller akan memadatkan lapis pondasi pada lokasi pekerjaan yang
telah dihamparkan oleh base B. Adapun ukuran base B yang akan dipadatkan
adalah bervariasi. Setelah dilakukan pemadatan, pekerjaan

yang perlu

diperhatikan adalah pencampuran agregat kelas B dilakukan di base camp,


kemudian diangkut dengan dump truck dan dihamparkan di lapangan.

2.4.4 Pekerjaan Lain Lain


Beberapa orang pekerja ditugaskan untuk mengatur lalu lintas selama
pekerjaan ini berlanjut, sehingga proses pelaksanaan dalam proyek ini dapat
berjalan dengan tertib sehingga tidak terjadi hambatan dan bisa menyelesaikannya
dalam waktu yang telah ditentukan.
Dalam melaksanakan pekerjaan apapun selalu dimulai dari tahap
perencanaan dan diselesaikan pada tahap pelaksanaan. Begitu pula halnya pada
proyek pada jalan kawasan Daeng Tougek ini meliputi:
1. Tahap Perencanaan
a. Menentukan jenis struktur
b. Membuat gambar desain
c. Menentukan perincian biaya
2.

Tahap Pelaksanaan
a. Persiapan
-

Mobilisasi

b. Pekerjaan Tanah
-

Timbunan biasa dari selain galian sumber bahan

19

Pekerjaan pembersihan Galian Parit Kanan - Kiri Jalan

c. Pekerjaan Berbutir
-

Lapis pondasi agregat klas B

d. Pekerjaan Pembetonan (ready Mix)


-

Pengecoran Beton (K-250)

2.5 Peralatan dan Logistik


Untuk mendukung memperlancarkan pekerjaan proyek ini maka dperlukan
peralatan dan logistik yang memadai. Adapun perlatan dan logistik dalam proyek
ini antara lain:

2.5.1 Jenis Dan Pengadaan Peralatan Pekerjaan Base B


Peralatan yang digunakan dalam proyek ini telah disetujui oleh direksi,
dan peralatan yang dipakai tersebut harus sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Semua peralatan yang digunakan adalah perlatan perusahaan sendiri.
Perlatan yang digunakan seperti pada Tabel 2.1
No

Nama Alat

Tabel 2.1 Daftar Alat Berat


Jumlah

Sistem Pengadaan

Unit
1

Dump Truck

2 (Unit)

Milik Perusahaan

Vibro Roller

1 (Unit)

Milik Perusaahaan

Moter Grader

1 (Unit)

Milik Perushaan

(Sumber : data proyek)

Sedangkan bebarapa fungsi dari peralatan dan perlengkapan pada Tabel


2.1 diatas adalah:
a. Dump Truck berfungsi sebagai alat untuk mengangkut material dari Base
Camp ke lokasi pekerjaan.

20

b. Vibro Roller alat yang digunakan untuk memadatkan hamparan maupun Base
B.
c. Motor Grader yaitu suatu alat berat yang digunakan untuk penghamparan
material timbunan Base B yang terkumpul dilapangan
2.6

Logistik Pekerjaan Base B


Logistik merupakan semua kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan

material/bahan untuk keperluan proyek. Material yang digunakan dalam


pengerjaan konstruksi proyek pembangunan Kota Dumai ini adalah Material yang
biasa digunakan pada konstruksi jalan raya pada umumnya di Indonesia. Dasar
penggunaan umum material diperoleh dari hasil pengamatan visual secara
langsung, disamping diperoleh rujukan dari pihak pelaksana proyek, yang
ditunjang dari persyaratan yang diperkenankan dalam dokumen kontrak
(Spesification). Perencanaan penggunaan material yang akan dipakai pada proyek
ini dibuat oleh kontraktor. Dalam pemakaian material/bahan perlu diperhatikan
adalah agregatnya.
Agregat yang digunakan untuk perkerasan jalan sebaiknya harus bebas
dari gumpalan lempung, material organik atau material yang tidak dikehendaki
dan harus mempunyai kualitas sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan
lapis permukaan yang keras dan stabil, karena agregat merupakan bahan utama
yang digunakan sebagai pondasi jalan yang turut menanggung beban yang
diterima oleh badan jalan. Begitu juga dalam pelaksanaan sebagai bahan pengikat
aspal yang tentu sangat dipengaruhi oleh jenis agregat yang digunakan. Agregat
adalah suatu bahan yang keras dan kaku yang digunakan sebagai bahan campuran
yang terdiri dari berbagai macam jenis butiran atau pecahan. Pada proyek
pembangunan jalan Kota Dumai ini, agregat yang digunakan antara lain:
1. Agregat Base B dari Daeng Tougek.
Agregat yang akan digunakan untuk konstruksi perkerasan jalan
ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan sebagai berikut:
a. Ukuran dan gradasi agregat
b. Berat Jenis dan penyerapan agregat

21

c. Kekerasan/keausan agregat
d. Ketahanan terhadap pelapukan agregat
e. Daya letak terhadap bahan pengikat
f. Bentuk butiran agregat
g. Kebersihan

2. Air
Penggunaan air sangat mutlak sekali dalam suatu proyek pada pekerjaan
Base dan juga dalam pemadatan pada perkerasan material. Air yang digunakan
pada pekerjaan konstruksi pada umumnya tidak boleh mengandung banyak
minyak, asam alkali, garam dan bahan organic lainnya. Pada proyek ini air
diambil dari sumber air seperti: sumur, parit, dan air sungai disekitarnya.

3. Tanah
Penggunaan tanah pada proyek ini dapat ditemukan pada pekerjaan
pencampuran agregat kelas B, dan untuk persyaratan tanah yang digunakan harus
mendapat persetujuan pengawas lapangan. Sebaiknya tanah yang digunakan tidak
mengandung material organik, lempung sisa-sisa pelapukan kayu yang berasal
dari tumbuhan.

2.6.1 Tenaga Kerja Pekerjaan Base B


Pada proyek pembangunan jalan ini, tenaga kerjanya berasal dari daerah
sekitar dumai dan luar daerah. Tenaga kerja disini merupakan tenaga tetap pada
PT. Dumai Sakti Mandiri dan tenaga kerja dari luar atau pekerja sementara.
Dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan pada umumnya mereka bekerja
berdasarkan pengalaman yang didapat sebelumnya. Oleh karena itu pengawas
lapangan perlu untuk selalu mengawasi dan menegur pada proses pekerjaan
berlangsung agar pelaksanaan proyek dapat berlangsung dengan baik. Tenaga
kerja yang bekerja pada proyek pembangunan Kota Dumai antara lain:
a. Staf kantor

22

Staf Kantor yaitu tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan sebagian besar
dikantor.
b. Kepala lapangan
Kepala Lapangan adalah tenaga kerja yang mengkoordinasi dan bertnaggung
jawab atas semua pekerjaan dilapangan.
c. Pelaksanaan lapangan
Tenaga kerja yang mengepalai operator, mekanik, sopir dan pekerja untuk
mengarahkan suatu pekerjaan.
d. Pekerja/Buruh
Pekerja adalah tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan dilapangan sesuai
dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.

2.7 Tahapan pelaksanaan di lapangan


Sebelum pelaksanaan pekerjaan utama (mayor) didahului oleh pekerjaan
pengembalian kondisi pekerjaan (minor) yang meliputi perbaikan struktur
permukaan jalan yang terjadi penurunan dan pondasi bawahnya mengalami
deformasi. Pelaksanaan proyek pembangunan jalan Daeng Taugek Kota Dumai
dilaksanakan sebagai berikut:
1. Pekerjaan Persiapan
Yang dimaksud dengan pekerjaan persiapan adalah menyiapkan atau
mendatangkan peralatan yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan dan
disetujui oleh direksi alat yang akan dipakai pada waktu pelaksanaan pekerjaan.

2. Pengangkutan Agregat
Pengangkutan agregat Base B ini di ambil dari Base Camp yang jaraknya
10 km dan begitu pula waktu pembongkaran berkisar 3 menit, dimana agregat
Base B akan di hamparkan dengan menggunakan Motor Grader. Selama dalam
pengangkutan sebaiknya jangan melebihi kapasitas muatan Dump Truck 4 m3.

23

3. Penumpukan Agregat
Sebelum dilakukan penghamparan terlebih dahulu dilakukan penumpukan
agregat Base B pada lokasi jalan. Adapun volume tumpukan Base yang akan di
hamparkan yaitu sebanyak 4 M3 pertumpukan. Serta jarak antara tumpukan satu
ke tumpukan lain 3 Meter.
4. Proses penghamparan Base B
Agregat Base B harus dihamparkan dan diratakan sesuai dengan
kelandaian, elevasi serta bentuk melintang yang disyaratkan. Dimana jalan yang
akan di Base semua badan jalan yang telah disiapkan, urutan penghamparan Base
B itu harus dilakukan sedemikian rupa sehingga panjang penghamparan jalan itu
pada akhir setiap hari kerja dibuat sependek mungkin.

5. Pemadatan
Pemadatan Base B dihamparkan dan diratakan permukaannya dengan
menggunakan Motor Grader,

Agregat Base B yang dihamparkan harus

dimonitoring.
pemadatan menggunakan alat vibro roller kecepatan mesin pemadat
sangat pelan sekali sehingga tidak mengakibatkan tergesernya campuran Base B
tersebut./Arah dari pemadatan harus tidak berubah secara tiba-tiba, begitu pula
arah dari pemadatan harus tidak terbalik secara tiba-tiba, yang menyebabkan
terdorongnya tanah urugan, pemadatan menggunakan Vibro Roller sampai 6 kali
lintasan.
Pemadatan harus berlangsung secara terus menerus sebagaimana
diperlukan untuk memperoleh pemadatan yang merata sewaktu campuran masih
dalam kondisi padat yang dapat dikerjakan dan seluruh bekas tanda pemadatan
dan ketidakrataan hilang, proses penyiraman pada Base B yaitu sebelum
penghamparan dengan demikian fungsi dari penyiraman tersebut adalah agar saat
greader bekerja tidak terjadi lengket pada roda vibro dan juga untuk pemadatan

24

Untuk mencegah lengketnya tanah pada roda mesin pemadat, roda-roda


mesin pemadat tersebut harus dibasahkan secara terus-menerus, tetapi air yang
berlebihan tidak diizinkan. seluruh tonjolan-tonjolan, lekukan dan permukaan
yang kasar (cacat), harus diperbaiki sebagaimana diperintahkan oleh direksi
pekerjaan. Sewaktu permukaan sedang dipadatkan dan diselesaikan, kontraktor
harus memotong tepi-tepi perkerasan agar bergaris rapi. Setiap material yang
berlebihan harus dipotong dan potongan tersebut harus dibuang diluar daerah
milik jalan sehingga tidak kelihatan dari jalan.

6.

Pekerjaan perkerasan beton (rigid pavement)


Adapun pekerjaan perkerasan beton (rigid pavement) yang dilakukan
dijalan Daeng Taugek adalah sebagai berikut:

1. Pekerjaan pendahuluan
Pekejaan pendahuluan merupakaan pekerjaan persiapan, pekerjaan
pembuatan mal / bekisting dan pembesian. Sebelum pekerjaan dimulai
dilokasi harus dipasang rambu-rambu pengaman sehingga tidak terganggu
aktivitas lalu lintas.

2. Pekerjaan bekisting
Pekerjaan pemasangan bekisting dilakukan setelah pembersihan
lahan dilaksanakan. Pemasangan bekisting harus teratur dan rapi serta
tidak menyebabkan kebocoran pada adukan beton nantinya. Pemasangan
bekisting dengan tebalnya 2.5 cm dan lebar 15 cm dan selanjutnya diberi
skor dengan ukuran kayu 5/7 cm dengan jarak 50 cm.

3. Pekerjaan pemasangan plastik alas.


Pemasangan plastik alas bertujuan untuk menahan air semen pada
saat pengecoran agar tidak meresap ke tanah. Plastik dipasang dengan

25

baik dan rapi sesuai ukuran badan jalan yang dikerjakan yaitu 1450 m x 5
m, dan kondisi plastik tidak berlubang ataupun sobek.

4. Pekerjaan penulangan/pembesian (wiremesh M6 6-100)


Sebelum pemasangan tulangan (Wiremesh) dilakukan hal-hal yang
harus di perhatikan pada tulangan tersebut diantaranya tulangan yang
digunakan bebas dari bahan-bahan yang dapat mengurangi daya lekat
beton terhadap tulangan, seperti kotoran-kotoran dan lain-lain, kemudian
diameter tulangan sesuai dengan diameter yang telah ditentukan
sebelumnya.
5. Pelaksanaan pengecoran jalan
Pelaksanaan pengecoran merupakan hal yang sangat penting guna
memberikan

pelayanan

kepada

masyarakat

setempat,

dan

masa

pelayanannya diharapkan tidak terjadi kerusakan yang terlalu cepat.


Supaya jalan beton mempunyai daya dukung dan keawetan yang
memadai, tetapi juga ekonomis, maka pengecoran jalan dibuat dengan
sebaik-baiknya.

2.8 Pengawasan
Pengawasan merupakan suatu proses penilain selama pelaksanaan kegiatan
dengan tujuan agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana, dengan mengusahakan
semua anggota kelompok melaksanakan kegiatan penyesuaian bila terjadi
penyimpangan.

2.8.1 Pengawasan Mutu Material


Berdasarkan persyaratan-persyaratan yang diperkenankan dalam dokumen
kontrak terhadap dasar penggunaan material, maka diadakan pengawasan dari
konsultan pengawas yaitu CV. Yudha karya yang dalam hal ini sebagai pengawas
atau pengamat yang ditunjuk atau diberi kuasa oleh pimpinan proyek sesuai
dengan pasal 4 (empat) surat perjanjian pemborong.

26

2.8.2 Pengawasan pelaksanaan Konstruksi


Pengawasan pada proyek ini dilakukan oleh konsultan pengawas adalah
CV. Yudha karya dan disini terjadi koordinasi langsung antara konsultan dan
kontraktor. Adapun analisa-analisa pengawasan pekerjaan yang dilakukan antara
lain:
a. Monitoring
Yaitu pengawasan dalam bentuk pengamatan dan peninjauan terhadap kerja
yang dilakukan oleh kontraktor dan hasilnya berupa laporan tertulis dalam bentuk
laporan harian, laporan mingguan, dan laporan bulanan, yang merupakan
pedoman dan evaluasi kerja kontraktor yang selanjutnya dilaporkan kepada
owner.
b. Pengarahan
Pengarahan ini dilakukan dalam bentuk konsultasi antara pengawas dan
kontraktor sehubungan dengan pekerjaan dan analisa-analisa lebih lanjut.
c. Pengujian bahan dan material
Pengujian ini sangat menentukan hasil dan kualitas proyek, adapun kegiatan
ini meliputi pengecekan terhadap kualitas material seperti agregat yang
digunakan, misalnya sebelum dilakukan penghamparan terlebih dahulu dilakukan
pengujian terhadap material yang akan digunakan dengan demikian diharapkan
proyek yang dihasilkan sesuai dengan keinginan owner. Pengawas ini juga
mencakup pengawasan mutu material pelaksanaan pekerjaan.

2.8.3 Berita Acara Penyelesaian Tahap Proyek


Kontraktor memberi laporan kepada pengawas setiap hasil yang telah dicapai
selama tahap pekerjaan tersebut. Selanjutnya laporan tersebut akan diperiksa oleh
pengawas dan dibuat berita acara prestasi oleh direksi.
Kemajuan atau prestasi pekerjaan adalah hasil usaha penting bagi kontraktor
untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang tercantum dalam kontrak, dimana hasil
tersebut dinyatakan dengan persentase yang dihitung setiap minggu/bulan agar
mudah diketahui dan diawasi terus menerus sehingga pekerjaan dapat diselesaikan
pada tepat waktu.

27

Adapun beberapa laporan pekerjaan adalah sebagai berikut :


1. Laporan harian yang berisi tentang :
a. Kegiatan harian yang menyangkut semua pekerjaan yang dilaksanakan
pada hari tersebut.
b. Volume pekerjaan.
c. Tenaga kerja yang dibutuhkan.
d. Daftar peralatan yang dibutuhkan.
2.

Laporan mingguan yaitu laporan yang menjelaskan tentang pekerbangan

pelaksanaan proyek selama seminggu.


3. Laporan bulanan yang berisi tentang :
1. Kemajuan pekerjaan dan kegiatan lapangan yang terdiri dari :
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan laporan secara umum mengenai pelaksanaan
proyek.
b. Laporan time schedule pelaksanaan
Merupakan laporan mengenai kemajuan atau prestasi suatu pekrjaan
dalam satu bulan.
c. Laporan tahap pelaksanaan
Merupakan laporan kegiatan pekerjaan lapangan yang dilaksanakan
oleh kontraktor, baik yang sedang dikerjakan maupun yang telah
dilaksanakan.

2. Laporan tenaga kerja, material dan cuaca terdiri dari :


a. Laporan tenaga kerja
Merupakan laporan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan serta jumlah
total setiap hari.
b. Laporan material
Merupakan laporan penggunaan material dan jumlah total material
yang telah dikiri kelokasi.
c. Laporan keadaan cuaca
Merupakan laporan keadaan cuaca harian dilokasi.

28

2.8.4 Prosedur Pengujian dan Permohonan Pembayaran (termyn)


Berdasarkan ketentuan yang telah disepakati saat tender maka pengajuan
dan permohonan pembayaran atau termyn berlaku dengan ketentuan :
1. Harga Borongan
Pihak owner membayar kepada PT. Dumai Sakti Mandiri sejumlah nilai
kontrak yaitu sebesar Rp. 1.799.997.000,00 (Satu Milyar Tujuh Ratus Sembilan
Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Rupiah) harga
ini adalah jumlah yang pasti (lump sum fixed price), sudah termasuk pph 2%, jasa
pemborong dan PPn 10%.
2. Cara pembayaran
1. Angsuran pembayaran
a. pembayaran pertama kepada pemborong dilakukan tiap bulan
berdasarkan prestasi fisik dengan jumlah penagihan 5% dari harga
kontrak kemudian akan diadakan pemeriksaan hasil pekerjaan
bersama antara pemborong dan quantity surveyor dan hasilnya dituang
dalam berita acara prestasi pekerjaan bulanan.
b. Apabila pekerjaan telah mencapai 100% kontraktor menerima sebesar
95% dari harga borongan, dan akan dilakukan serah terima pertama.
Sedangkan sisa sebesar 5% dibayar setelah sisa pekerjaan melalui
masa pemeliharaan.
c. Pembayaran angsuran terakhir sebesar 5% dari harga kontrak dibayar
apabila masa pemilharaan telah dilampaui, atau dengan menyerahkan
jaminan pemeliharaan sebesar 5% serta ketentuan-ketentuan lain
dalam masa pemeliharaan telah dilaksanakan oleh pihak pertama
dengan suatu bukti berita acara.

3. Denda Keterlambatan
Denda keterlambatan akan diberikan kepada pemborong yang gagal
menyerahkan pekerjaan pada saat yang telah disepakati bersama, pemborong

29

akan dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai
kontrak, setiap hari keterlambatan dengan maksimum 5% dari nilai kontrak.

2.9

Berita Acara Penyerahan Akhir Pekerjaan

1 Apabila pekerjaan-pekerjaan selesai maka kontraktor memberitahukan kepada


pemilik melalui pengawas
2 Jika pemilik dan pengawas menilai pekerjaan telah selesai maka dalam jangka
waktu tujuh hari selesai pemeriksaan, pemilik akan menerbitkan berita acara
penyerahan pekerjaan yang isinya mencantum tanggal selesai pekerjaan.

2.10

Kendala-Kendala Selama Pelaksanaan Proyek


Dalam pelaksanaan pembangunan proyek peningkatan jalan Daeng

Taugek Kelurahan Purnama ini sering dijumpai Kendala-kendala yang sangat


mempengaruhi dan kelancaran pekerjaan suatu proyek. Adapun kendala-kendala
Selama pekerjaan pembangunan jalan ini ialah :
a. Keadaan cuaca yang tidak menentu sehingga menghambat pelaksanaan
pekerjaan.
b. Karena material berasal dari merempan maka sering terjadi keterlambatan
pemasukan.
c. Tingginya volume arus lalu lintas yang juga menghambat kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sehingga dibuat alternatif separuh badan jalan
digunakan sebagai jalur transportasi sementara.
d. Terjadinya kerusakan alat pada saat melakukan pekerjaan sehingga
dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki alat tersebut.

30

BAB III
TINJAUAN KHUSUS
PELAKSANAAN PERKERASAN BETON (RIGID PAVEMENT)
3.1 Pekerjaan pendahuluan
Pekejaan pendahuluan merupakaan pekerjaan persiapan, pekerjaan
pembuatan mal / bekisting dan pembesian. Sebelum pekerjaan dimulai dilokasi
harus dipasang rambu-rambu pengaman sehingga tidak terganggu aktivitas lalu
lintas.

3.2 Pekerjaan bekisting.


Pekerjaan pemasangan bekisting dilakukan setelah pembersihan lahan
dilaksanakan. Pemasangan bekisting harus teratur dan rapi serta tidak
menyebabkan kebocoran pada adukan beton nantinya. Pemasangan bekisting,

31

mengunakan kayu dengan tebalnya 2.5 cm dan lebar 15 cm dan selanjutnya diberi
skor dengan ukuran kayu 5/7 cm dengan jarak 50 cm.

Gambar 3.2 Pekerjaan Bekisting


(sumber : dokumentasi proyek)

3.3 Pekerjaan pemasangan plastik alas.


Pemasangan plastik alas bertujuan untuk menahan air semen pada saat
pengecoran agar tidak meresap ke tanah. Plastik dipasang dengan baik dan rapi
sesuai ukuran badan jalan yang dikerjakan yaitu 1450 m x 5 m, dan kondisi
plastik tidak berlubang ataupun sobek.

Gambar 3.3 Pemasangan Plastik Alas


(sumber : dokumentasi proyek)

3.4 Pekerjaan penulangan/pembesian (Wiremesh M6 6-100)


Sebelum pemasangan tulangan (Wiremesh) dilakukan hal-hal yang harus
di perhatikan pada tulangan tersebut diantaranya tulangan yang digunakan bebas

32

dari bahan-bahan yang dapat mengurangi daya lekat beton terhadap tulangan,
seperti kotoran-kotoran dan lain-lain, kemudian diameter tulangan sesuai dengan
diameter yang telah ditentukan sebelumnya dengan ukuran wiremesh M6 M6 6100

Gambar 3.4 Penulangan/Pembesian


(sumber: dokumentasi proyek)

3.5 Pelaksanaan Pengecoran Jalan


Pelaksanaan pengecoran merupakan hal yang sangat penting guna
memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat, dan masa pelayanannya
diharapkan tidak terjadi kerusakan yang terlalu cepat. Supaya jalan beton
mempunyai daya dukung dan keawetan yang memadai, tetapi juga ekonomis,
maka pengecoran jalan dibuat dengan sebaik-baiknya.
Pada pekerjaan Proyek for Walk Way Jalan Daeng Taugek Kel. Purnama
dengan panjang jalan beton 1450 m x 5 m dengan ketebalan 15 cm menggunakan
semen yang berkualitas baik dan penulangan wiremesh 6-100 dan mutu beton
K-250
3.5.1 Peralatan
adapun peralatan yang digunakan untuk melaksanakan pengecoran beton
sebagai berikut:

N0

Tabel 3.5.1 daftar peralatan pengecoran


Peralatan yang digunakan
Jumlah
Keterangan

Batching plant

1 unit

Milik perusahan

Mixer truck

Milik perusahan

33

Dump truck

Milik perusahan

(sumber : data proyek)

3.5.1.1 Batching plant


Batching

plant

merupakan

alat

yang

berfungsi

untuk

mencampur/memproduksi beton ready mix dalam produksi yang besar. Batching


plant digunakan agar produksi beton ready mix tetap dalam kualitas yang baik,
sesuai standar, nilai slump test dan strength-nya stabil sesuai yang diharapkan,
untuk itu komposisi material harus terkendali.

Gambar 3.5 batching plant


(dokumentasi proyek)

3.5.1.2 Mixer ruck


Mixer truck berfungsi sebagai alat pengangkut cor beton, dengan kapasitas 5
meter kubik.

Gambar 3.6 Mixer Truck


(dokumentasi proyek)

3.5.1.3 Dump truck

34

Dump truck berfungsi sebagai pengangkut material ke lokasi dan pekerjaan


dan mengangkut material ke quarry (lokasi batching plant) dengan kapasitas 12
meter kubik.

Gambar 3.7 Dump Truck


(dokumentasi proyek)

3.5.2 Proses pengecoran


Adapun proses-proses pengecoran dilapangan ialah:

3.5.2.1 Penuangan adukan beton


Penuangan cor beton kedalam mal/bekisting yang telah terpasang dengan
mengunakan truck mixer, dengan kapasitas 5 meter kubik.

Gambar 3.8 Penuangan adukan beton


(dokumentasi proyek)

3.5.2.2 Perataan beton

35

Setelah cor beton dituangkan kedalam mal/bekisting maka proses


selanjutnya ialah perataan. Dengan menggunakan papan rol atau rustam

Gambar 3.9 Perataan beton


(sumber : data proyek)

3.5.2.3 pekerjaan greate


Pekerjaan greate ini dilakukan setelah pekerjaan proses perataan. dengan
tujuan supaya jalan tersebut tidak licin dan supaya air mudah turun dari
permukaan beton. Proses pekerjaan greate yang dilaksanakan di jalan Daeng
Taugek menggunakan sapu lidi yang dipasang tangkai.

Gambar 3.10 pekerjaan greate


(dokumentasi proyek)

36

Untuk lebih jelas perhatikan tahapan dibawah ini


Mulai pekerjaan

Pekerjaan pendahuluan
1. Pekerjaan pendahuluan
Pekerjaan bekisting

2. Pekerjaan pendahuluan
Pekerjaan pemasangan plastik alas

Pekerjaan penulangan

Pelaksanaan pengecoran jalan

37

Pekerjaan greate

selesai

Gambar 3.6 flowchat proses pekerjaan perkerasan beton

3.6 Kendala dan solusi


Dalam pelaksanaan proyek peningkatan jalan Daeng Taugek kel. Purnama,
kendala-kendala yang sangat mempengaruhi dalam kelancaran pekerjaan adalah :
1

Waktu pelaksanaan yang sangat singkat

Tidak adanya jalan alternative, sehingga masyarakat harus melewati


jalan didekat pelaksanaan pekerjaan.

Truk mixer yang membawa beton sering mengalami kemacetan, karna


jalan lintas kendaraan tersebut mengalami kerusakan dan juga banyak
kendaraan lain yang melintasi jalan tersebut sehingga sering
mengalami kemacetan apabila berdempetan dengan kendaraan lain pad
kondisi jalan yang rusak parah.

38

Dalam mengatasi kendala-kendala dilapangan solusinya adalah pihak


pelaksana berkoordinasi dengan pejabat pelaksana teknis kegiatan dan konsultan
pengawas melakukan survei bersama sehingga dapat memilih jalan lintas yang
tidak menghambat pelaksanaan pekerjaan.

BAB IV
PENUTUP
4.1 kesimpulan
Setelah melaksanakan On The Job Training (OJT) selama 2 (dua) bulan
pada proyek peningkatan jalan Daeng Taugek Kel. Purnama banyak hal yang
penulis lihat dan dapatkan. Namun secara garis besar ada beberapa kesimpulan
yang dapat penulis sampaikan , hal-hal tersebut antara lain :
1. Pelaksanaan

proyek

berdasarkan

hasil

diselengarakan secara terbuka dan umum.

keputusan

pelelangan

yang

39

2. Pengendalian mutu beton yang dicampur dengan komposisi yang terukur


(mengunakan

batching

plant)

lebih

terkontrol/terjamin

dan

dapat

dipertanggung jawabkan.
3. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik dari segi teknis dan non teknis
dilakukan pengawasan melalui oleh konsultan pengawas dengan berbagai cara
yaitu pengawasan material, pengawasan mutu beton, pelaksanaan kontruksi
dan sebagainya agar pekerjaan dilapangan sesuai dengan syarat-syarat, gambar
rencana dan spesifikasi.

4.2 Saran
Sebagai pelaksana On The Job Training penulis merasakan manfaat yang
dapat dari OJT ini. On The Job Training ini memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk memperoleh ilmu-ilmu praktis yang ada dilapangan yang tidak
pernah ditemui mahasiswa dibangku perkuliahan.
Mengingat besarnya manfaat yang akan didapat dari pelaksanaan On The
Job Training ini, maka penulis ingin meyampaikan beberapa saran, antara lain :
1. Sebelum pekerjaan dilaksanakan perlu perancanaan yang baik dan sempurna
sehingga tidak menyebabkan perubahan yang sangat jauh antara kebutuhan
kuantitas dilapangan dengan perancanaan yang telah ada.
2. Organisasi yang terlibat dalam suatu proyek harus lebih meningkatkan
profesionalisme serta kemampuaan kerja sama yang baik dan terbuka untuk
mencapai pekerjaan yang maksimal.
3. Pengadaan tenaga ahli yang terampil, dan berpengalaman, sehingga pekerjaan
dilapangan mendapatkan hasil yang diharapkan.
4. Dalam

pelaksanaan

suatu

pelaksanaan

pekerjaan

harus

benar-benar

mendapatkan pengawasan yang baik, dan tidak terlepas juga itikad baik dari
pihak pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan secara
profesional sehingga memproleh hasil yang direncanakan.

40

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKALIS

DINAS PEKERJAAN UMUM


Jalan Pertanian Telp. (0766) Fax. (0766)

BENGKALIS
SURAT PERJANJIAN
HARGA SATUAN
Paket Pekerjaan Konstruksi :
PENINGKATAN JALAN BATU PANJANG PANGKALAN NYIRIH
KECAMATAN RUPAT
Nomor : 600/PU-BM/SP-MY/X/2013/005
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut kontrak) dibuat dan
ditandatangani di Bengkalis pada hari Senin Tanggal Dua Puluh Delapan Bulan Oktober Tahun
Dua Ribu Tiga Belas, berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Nomor : 600/PU/IX/2013/894
tanggal Lima bulan September tahun Dua Ribu Dua Belas dan Surat Penunjukan Penyedia
Barang / Jasa (SPPB) Nomor : 600/PU/X/2013/515 tanggal 07 bulan Oktober tahun Dua Ribu
Tiga Belas serta Nota Kesepahaman Antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis tentang Pengangguran Kegiatan
Tahun Jamak T.A 2012 2015 Nomor : 09/MoU-HK/X/2012 dan Nomor : 06/DPRD/PB/2012
Tanggal Delapan Belas bulan Oktober tahun Dua Ribu Dua Belas antara PIHAK PERTAMA
Nama
NIP
Jabatan

:
:
:

Ir. H. M. NASIR, M.P., M.H., M.T


19620905 199203 1 004
Pengguna Anggaran Selaku Pejabat Pembuat Komitmen
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis
Berkedudukan di
: Jl. Pertanian No. Bengkalis
Yang bertindak untuk dan atas nama pemerintah Kabupaten Bengkalis berdasarkan Keputusan
Bupati Bengkalis Nomor : 97/KPTS/11/2013 Tahun 2013 tanggal 28 Februari 2013,
selanjutnya disebut PA/PPK, dengan PIHAK KEDUA
Nama
Jabatan
Berkedudukan di
Akte Notaris
Nomor
Tanggal
Notaris
Untuk bertindak atas
Penyedia.

:
:
:

Hobby Siregar
Direktur Utama PT. MAWATINDO ROAD CONTRUCTION
Jl. Cimandiri No. 6 Lt. III/5, Cikini Jakarta Pusat

: 04
: 5 April 2010
: Yulida Desmartini, SH
nama PT. MAWATINDO ROAD CONTRUCTION selanjutnya disebut

PIHAK PERTAMA

PIHAK KEDUA

1.
2.

3.
4.
5.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

PARA PIHAK MENERANGKAN TERLEBIH DAHULU BAHWA :

Telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan;
PA/PPK telah menunjuk penyedia yang menjadi pihak dalam kontrak ini melalui surat
penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPB) untuk melaksanakan paket pekerjaan
Peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih sebagaiman diterangkan dalam SyaratSyarat Umum dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak yang merupakan satu kesatuan yang
tidak terpisahkan dalam Kontrak ini selanjutnya disebut Pekerjaan Konstruksi;
Penyedia sebagaimana dinyatakan kpada PA/PPK, memiliki keahlian profesional, personil
dan sumber daya teknis serta telah menyetujui untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
PA/PPK dan penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak
ini dan mengikat pihak yang mewakili;
PA/PPK dan penyedia menyatakan mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan
penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak :
a) Telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat;
b) Menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
c) Telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan kontrak ini;
d) Telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan
mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini berserta semua fakta dan
kondisi yang terkait.
DAN DENGAN MEMPERHATIKAN :

Undang-Undang No. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;


Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Buku III tentang perikatan);
Peraturan Pemerintah No. 29 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 59 tahun 2010;
Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden No. 70 tahun 2012;
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultansi;
Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.
21 tahun 2011.

Maka oleh karena itu, PA/PPK dan Penyedia dengan ini telah bersepakat untuk membuat
perjanjian pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jalan Batu Panjang Pangkalan Nyirih dengan
syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1.

PASAL 1
NILAI KONTRAK DAN PEMBAYARAN
Total nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang diperoleh berdasarkan
harga penawaran terkoreksi sebagaimana tercantum dalam daftar kuantitas dan harga
adalah sebesar Rp. 495.319.678.000.00,- (Empat ratus sembilan puluh lima milyar
tiga ratus sembilan belas juta enam ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah) yang
bersumber dari APBD Kabupaten Bengkalis.
PIHAK PERTAMA

PIHAK KEDUA

Pembayaran untuk Kontrak ini dilakukan di BANK JATIM CABANG UTAMA


SURABAYA dengan Nomor Rekening 0011254730 Atas Penyedia : PT. MAWATINDO
ROAD CONTRUCTION
PASAL 2
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup pekerjaan utama dalam kontrak ini terdiri dari
1. Perkerasan Beton Semen (Rigid Pavement)
2.

PASAL 3
ISTILAH DAN DEFINISI
Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama
seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;
PASAL 4
DOKUMEN KONTRAK
Dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
Kontrak ini:
a. Adendum Surat Perjanjian;
b. Pokok perjanjian;
c. Surat penawaran beserta penawaran harga;
d. Syarat-syarat khusus kontrak;
e. Syarat-syarat umum kontrak;
f. Spesifikasi khusus;
g. Spesifikasi umum;
h. Gambar-ganbar
i. Daftar kuantitas dan harga; dan
j. Dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ,BAHP,

PASAL 4
KETENTUAN KONTRAK
Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi
pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang
lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan
urutan hierarki pada angka 3 diatas;

PASAL 5
HAK DAN KEWAJIBAN PA/PPK DAN PENYEDIA
Hak dan kewajiban timbal-balik PA/PPK dan Penyedia dinyatakan dalam kontrak yang
meliputi khususnya:
a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk:
1) Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia;
2) Meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang
dilakukan oleh Penyedia;
3) Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak;
4) Membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah
ditetapkan kepada Penyedia;
PIHAK PERTAMA

PIHAK KEDUA

b.

Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk:


1) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah
ditentukan dalam Kontrak;
2) Meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PA/PPK untuk
kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak;
3) Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PA/PPK;
4) Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;
5) Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh
tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja , bahan-bahan, peralatan, angkutan
ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang
diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci
dalam kontrak;
6) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan
yang dilakukan PA/PPK;
7) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam kontrak;
8) Mengambil langkah-langkah yang cukup memadai seperti menerapkan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi lingkungan tempat
kerja serta membatasi perusakan dan gangguan kapada masyarakat maupun miliknya
akibat kegiatan Penyedia.

PASAL 7
JANGKA WAKTU
Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat
Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan
sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.

Dengan demikian PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah bersepakat untuk
menandatangani kontrak ini pada tanggal tersebut diatas dan melaksanakan Kontrak sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia. Kontrak ini dibuat
sebanyak 2 (dua) Eksempler rangkap dan telah dibubuhi materai secukupnya serta masingmasing mempunyai kekuatan hukun yang sama dan mengikat bagi para pihak.
Untuk dan atas nama
DINAS PEKERJAAN UMUM
KABUPATEN BENGKALIS
PENGGUNA ANGGARAN SELAKU PEJABAT
PEMBUAT KOMITMEN

Ir. H. M. NASIR, MP, MH,MT


NIP. 19620905 199203 1 004

Untuk dan atas nama


Penyedia
PT. MAWATINDO ROAD CONTRUCTION

HOBBY SIREGAR
DIREKTUR UTAMA
PIHAK PERTAMA

PIHAK KEDUA