You are on page 1of 8

Rizky Rahmani

23212015

Harmonisa di Jaringan Distribusi dan Solusinya


1. Sistem Distribusi
Sistem yang diamati adalah suatu substasiun 20 kV dengan dua feeder yang
melayani 5 pusat beban dengan total beban sebesar 8000 kVA. Feeder 1
melayani 3 pusat beban dengan total beban sebesar 4750 kVA dan feeder 2
melayani 2 pusat beban dengan total beban 3250 kVA. Diagram satu garis
dapat dilihat pada gambar di bawah :

Berdasarkan analisis aliran daya, tegangan di ujung feeder 1 sebesar 98.35%


atau 19.67 kV dan ujung feeder 2 sebesar 99.47% atau 19.9 kV.
2. Masalah
Terdapat masalah harmonisa di dalam sistem distribusi tersebut baik dari
sumber maupun dari beban. Model harmonisa yang digunakan di beban
adalah sebagai berikut :

Rizky Rahmani
23212015

Sedangkan harmonisa yang berasal dari sumber dimodelkan sebagai berikut :

Dampak-dampak negatif harmonisa antara lain sebagai berikut :


a. Timbulnya getaran mekanis pada panel listrik.
b. Harmonik dapat menimbulkan tambahan torsi pada kWh meter jenis
elektromekanis yang menggunakan piringan induksi berputar.
c. Interferensi frekuensi pada sistem telekomunikasi.
d. Pemutusan beban.

Pemutus beban dapat bekerja dibawah arus

pengenalnya atau mungkin tidak bekerja pada arus pengenal.


e. Mengurangi efisiensi sistem ketenagalistrikan serta utilitasnya.
f.

Mengurangi umur isolasi dari peralatan penyaluran ketenagalistrikan.

g. Meningkatnya resonansi sistem ketenagalisrikan.

3. Metodologi

Rizky Rahmani
23212015

Salah satu upaya pengurangan harmonik yakni dengan menggunakan filter.


Dengan menggabungkan antara komponen R, L dan C akan terbentuk filter
yang disebut dengan filter pasif. Penggunaan filter pasif merupakan salah satu
solusi yang tepat untuk mengurangi harmonik pada gelombang keluaran
konverter dari peralatan listrik.
Didalam mendesain suatu filter, perlu dilakukan studi untuk menentukan
kompensasi daya reaktif yang diperlukan oleh sistem. Filter harus didesain
untuk menyediakan daya reaktif dalam jumlah yang tepat. Besarnya daya
reaktif yang disuplai dari kapasitor ditentukan oleh:
[

= daya aktif system (MW)


= faktor daya sebelum ada kompensasi daya reaktif
PF = faktor daya setelah ada kompensasi daya reaktif

Gambar dibawah ini merupakan ilustrasi dari prinsip kerja filter harmonik.

Formula desain filter tipe single tuned dapat diturunkankan dari gambar
dibawah ini:

Rizky Rahmani
23212015

Dengan

= daya reaktif (MVAR), V = tegangan sistem (kV), C =

kapasitansi filter (mF)

Dengan L = induktansi filter,

Dengan

= frekuensi tuning (Hz)

pada keadaan resonansi, Q = faktor kualitas, R =

resistansi filter (Ohm)


Salah satu standar harmonik adalah standar dari IEEE 519-1992. Ada dua
kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi distorsi harmonik yaitu batas
harmonik untuk arus (THDi) dan batas harmonik untuk tegangan (THDv).
Batas Distorsi Arus

Batas Distorsi tegangan

Rizky Rahmani
23212015

% THDv adalah persentase jumlah total tegangan yang


harmonik

dan

THDi adalah persentase

jumlah

terdistorsi
total

arus

oleh
yang

terdistorsi oleh harmonik.


4. Hasil dan Kesimpulan
Bus yang diamati adalah bus sumber. Dari hasi aliran daya diketahui bahwa
PFnya adalah 88.3% dan total harmoniknya adalah 1508.38 %.

Hasil spektrum frekuensi dan bentuk gelombang adalah sebagai berikut :

Rizky Rahmani
23212015

Dari hasil spektrum tersebut tampak bahwa harmonik orde 5 dan orde 7 yang
dominan sehingga desain filter harus mampu menghilangkan harmonik
tersebut.

Desain filter orde 5


C1PH=746 kVAR
XL=21.4554 Ohm

Desain filter orde 7


C1PH=716 kVAR
XL=11.3975 Ohm

Dengan desain filter demikian diperoleh PF 95.4% dan THD 89.04%.

Rizky Rahmani
23212015

Dan bentuk spektrum dan waveformnya sebagai berikut :

Rizky Rahmani
23212015

Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa desain filter yang dipasang mampu
mengurangi harmonik yang terjadi di sistem distribusi meskipun masih belum
mampu untuk menghilangkan semua harmonik.