You are on page 1of 13

TAHAPAN OBSERVASI OKUPANSI SPEKTRUM

MENGGUNAKAN SYSTEM ROHDE & SCHWARZ (R&S)


I. Pendahuluan
Okupansi spektrum secara umum dapat didefinisikan sebagai pengamatan terhadap satu
atau beberapa kanal frekuensi yang sedang digunakan (used) atau tidak digunakan
(unused), dalam durasi tertentu. Suatu kanal dikatakan sedang digunakan jika level power
yang diterima lebih besar dari level threshold yang telah di set. Secara ideal, waktu yang
dibutuhkan untuk melakukan observasi ini adalah 24 jam, yang dianggap sudah mencakup
pendudukan pada jam-jam sibuk (busy hour) dan jam biasa. Pengamatan selama
beberapa hari yang mencakup hari-hari biasa (weekdays) dan hari libur (weekend) juga
dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran perbedaan pendudukan selama seminggu.
Dalam observasi ini dibuat tahapan pelaksanaan observasi pendudukan spektrum
menggunakan system R&S yang dilengkapi software Argus, sebagai berikut:
A. Tahap Persiapan
1. Tes Performansi perangkat (Performance Test) pada stasiun tetap atau bergerak
, meliputi tes unit sebagai berikut ;
a. koneksi jaringan antena ke receiver
b. Koneksi jaringan PC/Laptop ke receiver
c. Koneksi jaringan internet (untuk remote station)
d. ketersediaan catu daya yang stabil

2. Tes Mandiri (Self Test) Software Argus pada stasiun tetap atau bergerak :
a. Pilih Configuration pada menu utama, lalu pilih Self Test

Gambar 1 : Tampilan pemilihan Self Test

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 1

b. Lalu Klik Execute.

.
Gambar 2 : Tampilan Self Test
b. Muncul tampilan report status Self Test

.
Gambar 3 : Tampilan Report status Self Test

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 2

B. Tahap Pengukuran
1. Langkah awal
a. Buka Argus

b. Masukan Password Login, lalu tekan OK

Gambar 4 : tampilan Login software Argus


c. Muncul tampilan awal Software Argus

Gambar 5 : tampilan awal software Argus

2. Pemilihan Fitur Pengukuran (measurement)


Klik menu Measurement
Pilih Direct Meas. Mode... atau Tekan F4 pada keyboard

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 3

Gambar 6 : Menu Direct Measurement Mode (DMM)

3. Pemilihan Antena Sesuai keperluan


Pilih Antenna yang akan kita gunakan (HE-500 atau HE-600 untuk V/UHF &
HE010 untuk HF)
Double Klik pada box pilihan antena (DDF205/DDF255/EM100/PR100)

Gambar 7 : Menu pemilihan antena

Pilih Mode Pengukuran Pscan (Panorama Scan) pada box fitur berikut ini;

Gambar 8 : Menu Pscan

Kemudian Setting parameter Pengukuran Mode PScan dengan nilai/posisi


setting seperti data pada box fitur dibawah ini;

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 4

Gambar 9 : Setting parameter fitur observasi okupansi spektrum


Setting Parameter :
a.

Masukkan atau Set Frekuensi Start dan Stop (Contoh Start 80 MHz dan
Stop 2700 MHz)

b.

IF Stepwidth 25 kHz ( di sesuaikan max Measurement dari type


Perangkat)

c.

Set Detector pada menu Average

d.

RF Attenuation Auto (penambahan Nilai RF Attenuation bisa


membantu meredakan sinyal palsu)

e.

Meas. Time Auto (Pemilihan Manual (semakin kecil atau besar


meas. Time akan berpengaruh pada size filenya)

f.

IF Mode Average

g.

RF Mode Normal

h.

Squelch Off

i.

Selectivity Auto

j.

Untuk menampilkan menu Waterfall Diagram klik simbol

k.

Setelah setting parameter dan sebelum memulai pengukuran harus


melakukan penyimpanan hasil pengukuran, Pilih Save Measurement
Result

l.

Pilih Start untuk memulai pengukuran

m. Untuk Mendengarkan Suara dari hasil Monitor tekan Listen


n.

Pilih Stop untuk mengakhiri pengukuran

o.

Untuk keluar dan menyimpan setting parameter pilih exit

Keterangan:
Penentuan Step Width berdasarkan lebar pita yang di ukur sesuai dengan
kapasitas perangkat yang di gunakan, contoh pada DDF 205, untuk melakukan
observasi pada range 80 2700 MHz ini berarti bahwa bandwidth pita yang akan
diukur sebesar 2700 - 80 = 2620 MHz. Dengan besar IF step width (sampling)
sebesar 25 kHz, berarti jumlah pengukuran yang dilakukan pada range ini adalah
2.620.000 kHz / 25 kHz = 104.800 sampling pengukuran. Untuk pengukuran band

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 5

HF (500 11400 kHz) IF step width diatur sebesar 5 kHz, sedangkan untuk
pengukuran band V/UHF (80 2700 MHz) IF step width diatur sebesar 25 kHz
Pengukuran observasi menggunakan DDF 205 dapat dibagi dalam dua range
frekuensi yaitu 500 11400 kHz dan 80 2700 MHz. Jika menggunakan PR 100
pengukuran dapat disesuaikan dengan Antena yang dimiliki.
C. Tahap Pengolahan Hasil Pengukuran
1) Pilih menu File pada box fitur berikut;

Gambar 10 : Menu pengolahan file


2) Kemudian pilih menu Prosess Measurement Result File pada box fitur berikut
ini;

Gambar 11 : Menu proses file hasil pengukuran


Proses ini untuk membagi pita frekuensi per sub service, mengecilkan ukuran file
(size) dan waktu pengukuran per subservis yang telah diukur, tahapannya
sebagai berikut;
-

Pilih File hasil pengukuran pada box Input Measurement Result (contoh
Kalasan 80-2700)

Gambar 12 : nama file hasil pengukuran


-

Pilih Compressed Measurement Result;

Gambar 13 : menu pemilihan file yang akan dikompres ukurannya (size)


Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 6

Pilih Compress Time Interval;

Gambar 14 : contoh lama waktu pengompresan


Keterangan : Pemilihan 120 Menit (2 Jam) artinya, dari total waktu pengukuran
24 jam sampling step pengukuran menjadi 12 Step (24 Jam / 2 Jam), untuk
mengurangi size data hasil pengukuran yang akan di kelola.
Untuk observasi 2 jam pilih 10 menit

3) Pembagian Subservis
-

Tentukan Pita frekuensi sesuai subservis yang di pilih (contoh Pita 87.5
108 MHz untuk subservis siaran FM) ;

Gambar 15 : pembagian file sesuai subservice


-

Pilih Copy dan Beri Nama File yang akan di Proses (contoh, file 87.5108MHz)

Gambar 16 : pemilihan nama file yang akan di olah

Untuk menyelesaikan Proses pengolahan data Tekan tombol

4) Pengambilan data hasil olahan


Data olahan akan di buat grafik PSD, Occupancy, Waterfall dan Data Excel,
sebagai berikut:
a. Pembuatan grafik PSD, Occupancy dan Waterfall
Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 7

- Pilih Navigator

atau Control N

- Pilih file sesuai nama file pengukuran (Meas. Result Name)

Gambar 17 : data file hasil pengukuran


- Untuk membuat grafik, pilih menu Open as Graphic

Gambar 18 : menu pemilihan grafik


- Kemudian Pilih Menu Cartesian Diagram untuk melihat Grafik PSD dan
Pilih 2D Waterfall Diagram Untuk menampilkan Grafik Waterfall dan
Frekuensi Occupancy

Gambar 19 : menu pemilihan grafik


Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 8

Kedua tampilan Cartesian Diagram dan 2D Waterfall Diagram di tampilkan


bersamaan dan untuk menampilkan tampilan yang sejajar klik Snap In

atau
Gambar 20 : Tampilan Snap In
Untuk menampilkan diagram okupansi pada grafik waterfall diagram perlu di []
pada opsi frequency occupancy. Untuk membuka fitur ini buka menu Configure
Graphic seperti gambar 21 dibawah ini.

Gambar 21 : Tampilan Configure Graphic

Untuk menampilkan Nilai Threshold pilih pada Ghaphic 2D Waterfall Diagram pada
Legend di [] atau klik

Gambar 22 : Tampilan Legend

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 9

Berikut ini contoh tampilan grafiknya (Untuk Tampilan Grafik PSD biru Bold)

P
S
D

OCCUPANCY

WATERFALL

Gambar 23 : contoh grafik PSD, Occupancy dan waterfall


b. Pengambilan Data Excel.
- Untuk mengambil data excel hasil pengukuran, pilih menu Export

Gambar 24 : menu ekspor data

- Kemudian proses di simpan (Save) dengan di beri nama terlebih dahulu


(Nama File Boleh sama dengan File Gambar Grafik).

Gambar 25 : data hasil ekspor berupa file excel


Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 10

Tanda data excel berhasil di Export, akan muncul tampilan seperti gambar di
bawah ini (Export to ekternal Table), kemudian tekan OK untuk mengakhiri
Proses.

Gambar 26 : tanda proses ekspor selesai

2. Pembuatan grafik bar persentase pendudukan spektrum


File hasil pengukuran untuk suatu band atau service yang akan dihitung terlebih dahulu di
export ke dalam format Ms.Excel dan selanjutnya dibuatkan syntax agar excel
menentukan apakah suatu sampel pengukuran berada dibawah atau lebih besar daripada
nilai threshold yang ditentukan. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan memberi flag 0
atau 1 untuk tiap-tiap sampel dimana sampel dengan nilai PSD dibawah threshold akan
diberi flag 0 dan sampel diatas threshold dengan flag 1. Setelah semua sampel diberi
flag, maka rata-rata okupansi dapat diketahui dengan menjumlahkan seluruh flag yang
ada dibagi dengan total jumlah sampel. Nilai ini menunjukkan rata-rata tingkat
pendudukan pada masing masing band/subservice yang di ukur.
Berikut contoh pembuatan formula sebagaimana penjelasan diatas sebagai berikut:
Rumus Pemberian Flag (0 atau I) = IF(Nilai Level>Nilai threshold,1,0)

Gambar 27 : pembuatan rumus rata-rata pendudukan spektrum


Keterangan : Kolom C menunjukkan Level Rata rata, Kolom D menunjukkan Standar
Deviasi, Kolom E menunjukkan Level Minimum dan Kolom F menunjukkan
Level Maksimum.

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 11

Gambar 28 : nilai rata-rata hasil perhitungan dengan excel


Keterangan : Nilai yang di lingkar merah merupakan nilai Band Okupansi rata rata

Dari Keseluruhan Nilai perhitungan persubservis seperti contoh diatas di rata ratakan
(Average) dan di buat menjadi Tabel seperti di bawah ini:
No

Sub Service

Freq Span (MHz)

Average
Band Occ
(%)

Available
BW
(MHz)

Occupied
Spectrum
(MHz)

1,072

0,371

0,2

0,026

0,125

0,003

Lower

Upper

0,535

1,607

7,0

7,2

11,275

11,4

34,59
12,90
2,34

Penyiaran AM (535 - 1606.5 kHz)

Amatir Radio HF (7000 - 7200 kHz)

Bergerak Penerbangan HF (11.275 - 11.4 MHz)

Penyiaran FM (87.6 - 107.9 MHz)

87,6

108

79,35

20,4

16,178

Navigasi Penerbangan VHF (108 - 117.975 MHz)

108

118

25,02

10

2,502

Bergerak Penerbangan VHF (118 - 137 MHz)

118

137

11,44

19

2,17

Penyiaran TV VHF / Band 3 (174 - 230 MHz)

174

230

2,33

56

1,304

Seluler Band 450 (450 - 470 MHz)

450

470

56,41

20

11,28

Penyiaran TV UHF / Band 4 (478 - 606 MHz)

478

606

17,28

128

22,12

10

Penyiaran TV UHF / Band 5 (606 - 806 MHz)

606

806

12,26

200

24,526

11

Seluler Band 800 (824 - 935 MHz)

824

935

17,07

111

18,948

12

Seluler Band 900 (890 - 960 MHz)

890

960

39,14

70

27,397

13

Seluler Band 1800 (1710 - 1880 MHz)

1710

1880

19,01

170

32,312

14

Seluler Band 1900 (1880 - 1990 MHz)

1880

1990

7,66

110

8,431

15

Seluler Band 2100 (UMTS) (1920 - 2170 MHz)

1920

2170

20,98

250

52,456

16

Seluler / BWA 2300 (2300 - 2400 MHz)

2300

2400

19,59

100

19,586

17

BSS 2600 (2500 - 2690 MHz)

2500

2690

0,00

190

Total Occupied Spectrum (MHz)

239,618

Total Available Bandwidth (MHz)

1455,797

Average Spectrum Usage (%)

16,46

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 12

Kemudian Keseluruhan Nilai perhitungan persubservis seperti contoh diatas di rata


ratakan (Average) dan di buat menjadi Grafik Batang (Bar Grafik).

Berikut Contoh Pembuatan nilai Rata rata Pendudukan Spektrum yang ditampilkan dalam
bentuk grafik batang.

Rata-rata pendudukan spektrum


(%)
Penyiaran AM (535 - 1606.5 kHz)
Amatir Radio HF (7000 - 7200 kHz)
Bergerak Penerbangan HF (11.275 - 11.4 MHz)
Penyiaran FM (87.6 - 107.9 MHz)
Navigasi Penerbangan VHF (108 - 117.975 MHz)
Bergerak Penerbangan VHF (118 - 137 MHz)
Penyiaran TV VHF / Band 3 (174 - 230 MHz)
Seluler Band 450 (450 - 470 MHz)
Penyiaran TV UHF / Band 4 (478 - 606 MHz)
Penyiaran TV UHF / Band 5 (606 - 806 MHz)
Seluler Band 800 (824 - 935 MHz)
Seluler Band 900 (890 - 960 MHz)
Seluler Band 1800 (1710 - 1880 MHz)
Seluler Band 1900 (1880 - 1990 MHz)
Seluler Band 2100 (UMTS) (1920 - 2170 MHz)
Seluler / BWA 2300 (2300 - 2400 MHz)
BSS 2600 (2500 - 2690 MHz)

34.59
12.90
2.34
79.35
25.02
11.44
2.33
56.41
17.28
12.26
17.07
39.14
19.01
7.66
20.98
19.59
0.00
0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

Gambar 29 : contoh grafik batang persentase pendudukan


beberapa pita frekuensi yang diukur
3. Pelaporan
a. Seluruh data mentah berupa capture gambar (PSD, Occupancy, Waterfall) tanpa teks
dengan format [jpg/png] dan laporan hasil analisis dengan nama file berbeda
dikirimkan ke email montib.report@postel.go.id dengan format nama file sebagai
berikut : [kota/kab]-[ddmmyy]-[subservice].jpg. contoh: sleman-310316-AM.jpg atau
sleman-310316-800.jpg. Buat file document untuk melampirkan keterangan lokasi
pengukuran (koordinat, alamat, waktu pengukuran).
b. Data frekuensi termonitor dari keseluruhan pita frekuensi yang di observasi dimasukan
ke aplikasi Report Online (ROL) pada menu Observasi-monitor.

Yogyakarta, 31 Maret 2016


Tim Observer Spectrum Occupancy
Direktorat Pengendalian SDPPI

Tahapan Observasi Okupansi Spektrum Hal. 13