Вы находитесь на странице: 1из 5

Intensitas curah hujan adalah besarnya jumlah hujan yang turun yang dinyatakan dalam tinggi curah hujan atau volume hujan tiap satuan waktu. Besarnya intensitas hujan berbeda-beda, tergantung dari lamanya curah hujan dan frekuensi kejadiannya. Untuk perhitungan intensitas curah hujan digunakan rumus Mononobe :

keterangan :

Intensitas curah hujan adalah besarnya jumlah hujan yang turun yang dinyatakan dalam tinggi curah hujan atau
I R24 t
I
R24
t

: intensitas hujan (mm/jam) : curah hujan maksimum harian dalam 24 jam (mm/jam)

: lama hujan (jam)

Contoh perhitungan:

Diketahui curah hujan rencana (R) sebesar 123.160 mm pada kala ulang 2 tahun, dengan lama hujan (t) adalah 1 jam. maka perhitungan Intensitas adalah sebagai berikut:

Dengan mengubah variabel t

untuk masing-masing curah hujan (R24) untuk

periode ulang 2 tahun, R24 = 152,805 mm/jam untuk periode ulang 5 tahun dan R24

= 171,080 mm/jam untuk periode ulang 10 tahun, maka hasilnya adalah sebagai berikut berikut :

Intensitas curah hujan adalah besarnya jumlah hujan yang turun yang dinyatakan dalam tinggi curah hujan atau

hubungan antara intensitas dan waktu lama hujan dapat dilihat pada grafik berikut:

Salah satu metode yang umum digunakan untuk memperkirakan laju aliran puncak (debit banjir atau debit rencana)

Salah satu metode yang umum digunakan untuk memperkirakan laju aliran puncak (debit banjir atau debit rencana) yaitu Metode Rasional USSCS (1973). Metode ini digunakan untuk daerah yang luas pengalirannya kurang dari 300 ha (Goldman et.al., 1986, dalam Suripin, 2004). Metode Rasional dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa curah hujan yang terjadi mempunyai intensitas seragam dan merata di seluruh daerah pengaliran selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi (t c ). Persamaan matematik Metode Rasional adalah sebagai berikut :

Q=0,278.C.I.A

 

dimana :

Q

:

Debit (m 3 /detik)

0,278

:

Konstanta, digunakan jika satuan luas daerah menggunakan km 2

C

:

Koefisien aliran

I

:

Intensitas curah hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam)

A

:

Luas daerah aliran (km 2 )

Di wilayah perkotaan, luas daerah pengaliran pada umumnya terdiri dari beberapa daerah yang mempunyai karakteristik permukaan tanah yang berbeda (subarea), sehingga koefisien pengaliran untuk masing-masing subarea nilainya berbeda, dan untuk menentukan koefisien pengaliran pada wilayah tersebut dilakukan penggabungan dari masing-masing subarea. Variabel luas subarea dinyatakan

dengan A j dan koefisien pengaliran dari tiap subarea dinyatakan dengan C j , maka untuk menentukan debit digunakan rumus sebagai berikut :

_

dimana :

Q

  • C j

I

A j

:

Debit (m 3 /detik)

:

Koefisien aliran subarea

:

Intensitas curah hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam)

:

Luas daerah subarea (km 2 )

Biasanya dalam perencanaan bangunan pengairan (misalnya drainase), debit rencana sangat diperlukan untuk mengetahui kapasitas yang seharusnya dapat ditampung oleh sebuah drainase, agar semua debit air dapat ditampung dan teralirkan. Oke kita masuk ke intinya, metode yang biasa digunakan dalam perhitungan intensitas curah hujan adalah sebagai berikut:

Metode Mononobe

 Metode Mononobe _ dimana : I : t : R : Intensitas curah hujan (mm/jam)

_

dimana :

I

:

t

:

R 24

:

Intensitas curah hujan (mm/jam) Lamanya curah hujan / durasi curah hujan (jam) Curah hujan rencana dalam suatu periode ulang, yang nilainya didapat dari tahapan

sebelumnya (tahapan analisis frekuensi) Keterangan :

R 24 , dapat diartikan sebagai curah hujan dalam 24 jam (mm/hari)

Contoh kasusnya seperti ini, jika anda ingin mengetahui intensitas curah hujan dari data curah hujan harian selama 5 menit, pengerjaannya adalah sebagai berikut (jika diketahui curah hujan selama satu hari bernilai 56 mm/hari) :

 Metode Mononobe _ dimana : I : t : R : Intensitas curah hujan (mm/jam)
 Metode Mononobe _ dimana : I : t : R : Intensitas curah hujan (mm/jam)

Ket :

_

Ubah satuan waktu dari menit menjadi jam. Contoh durasi selama 5 menit menjadi

durasi selama 5/60 atau selama 0,833 jam. Gampang kan bagaimana cara mendapatkan intensitas curah hujan dari curah hujan harian. Sekarang kita masuk ke metode kedua, yaitu :

Metode Van Breen Berdasarkan penelitian Ir. Van Breen di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, curah hujan terkonsentrasi selama 4 jam dengan jumlah curah hujan sebesar 90% dari jumlah curah hujan selama 24 jam (Anonim dalam Melinda, 2007). Perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Van Breen adalah sebagai berikut :

 Metode Mononobe _ dimana : I : t : R : Intensitas curah hujan (mm/jam)

dimana :

_

I T :

Intensitas curah hujan pada suatu periode ulang (T tahun)

R T :

Tinggi curah hujan pada periode ulang T tahun (mm/hari)

Oke, dengan nilai yang sama dengan nilai yang digunakan dalam Metode

Mononobe, maka perhitungan intensitas curah hujan dengan Metode Van Breen, menghasilkan nilai sebagai berikut :

_ Udah liat kan, ternyata nilai intensitas curah hujan selama 5 menit dengan nilai curah hujan
_ Udah liat kan, ternyata nilai intensitas curah hujan selama 5 menit dengan nilai curah hujan

_ Udah liat kan, ternyata nilai intensitas curah hujan selama 5 menit dengan nilai curah hujan harian mencapai 56 mm/hari dengan menggunakan Metode Van Breen, nilainya lebih besar dibandingkan dengan perhitungan intensitas curah hujan menggunakan Metode Mononobe. Oke, metode ketiga adalah sebagai berikut :

Metode Haspers dan Der Weduwen Metode ini berasal dari kecenderungan curah hujan harian yang dikelompokkan atas dasar anggapan bahwa curah hujan memiliki distribusi yang simetris dengan durasi curah hujan lebih kecil dari 1 jam dan durasi curah hujan lebih kecil dari 1 sampai 24 jam ( Melinda, 2007 ) Perhitungan intensitas curah hujan dengan menggunakan Metode Haspers & der Weduwen adalah sebagai berikut :

_ Udah liat kan, ternyata nilai intensitas curah hujan selama 5 menit dengan nilai curah hujan

dimana :

_

I

:

Intensitas curah hujan (mm/jam)

R, Rt

:

Curah hujan menurut Haspers dan Der Weduwen

t

:

Durasi curah hujan (jam)

Xt

:

Curah hujan harian maksimum yang terpilih (mm/hari)

Dengan nilai contoh yang sama, akan tetapi dengan ditambah dengan durasi 60 menit :

Yups, yang terakhir ini agak ribet dikarenakan metode ini mempunyai dua persamaan yang berbeda tergantung durasi

Yups, yang terakhir ini agak ribet dikarenakan metode ini mempunyai dua persamaan yang berbeda tergantung durasi yang akan dicari. Oh, iya intensitas curah hujan sendiri dapat diartikan sebagai berikut :

Intensitas curah hujan adalah jumlah curah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume hujan tiap satuan waktu, yang terjadi pada satu kurun waktu air hujan terkonsentrasi (Wesli, 2008). Besarnya intensitas curah hujan berbeda-beda tergantung dari lamanya curah hujan dan frekuensi kejadiannya. Intensitas curah hujan yang tinggi pada umumnya berlangsung dengan durasi pendek dan meliputi daerah yang tidak luas. Hujan yang meliputi daerah luas, jarang sekali dengan intensitas tinggi, tetapi dapat berlangsung dengan durasi cukup panjang. Kombinasi dari intensitas hujan yang tinggi dengan durasi panjang jarang terjadi, tetapi apabila terjadi berarti sejumlah besar volume air bagaikan ditumpahkan dari langit. (Suroso,

2006)