You are on page 1of 7

BAB IV

PEMBAHASAN
A. Upaya KIA/KB
Puskesmas melalui pelayanan kesehatan di dalam dan luar gedung, melakukan
seluruh program kesehatan Ibu dan Anak secara menyeluruh, dengan memperhatikan
beberapa indikator cakupan program KIA yang terpadu dengan beberapa kegiatan lainnya
seperti program gizi, imunisasi dan upaya kesehatan sekolah (UKS).
1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) : 87%
2. Cakupan Deteksi Dini Bumil Risti oleh Nakes : 33%
3. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan : 4. Cakupan Bumil Resiko Tinggi/ Komplikasi yang Ditangani : 80%
5. Cakupan Kunjungan Bayi : 85 %
6. Cakupan Neonatus Resiko Tinggi/ Komplikasi yang Ditangani : 100%
7. Cakupan Bayi Berat Lahir Rendah yang Ditangani : 100%
8. Cakupan Bayi Berat Lahir Rendah yang Dirujuk : 100%
9. Cakupan Remaja yang Diperiksa : 37%
10. Cakupan Remaja yang Mendapat Tablet Fe : 45%
11. Cakupan Remaja yang Mendapatkan Penyuluhan: 37%
12. Cakupan Remaja Mendapat Konseling : 7%
13. Cakupan Pra Lansia yang Diperiksa : 142%
14. Cakupan Lansia yang Diperiksa : 191%
15. Cakupan Pra Lansia & Lansia yang Dirujuk : 121%
16. Cakupan Posyandu Lansia yang Dibina & Dikunjungi : 100%
Setiap cakupan program tersebut merupakan rincian Pelayanan Kesehatan Dasar
(PKD), yang diharapkan bisa tercapai pada kurun waktu 2010-2015, dimana menjadi
target khusus pelayanan di tingkat puskesmas, sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas
(UPTD) pada setiap Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Berdasarkan hasil pengamatan sebagaimana tercantum dalam Bab III, maka Puskesmas
Tambakaji memiliki tingkat keberhasilan dengan indikator Permenkes RI No.
741/Menkes/PER/VII/2008 puskesmas dikatakan berhasil jika cakupan Kunjungan Ibu
Hamil (K4) : 90% sedangkan di Puskesmas Tambakaji cakupan kunjungan ibu hamil (K4)
kurang dari target. Cakupan Bumil Resiko Tinggi/ Komplikasi yang Ditangani : 50%

sedangkan di Puskesmas Tambakaji cakupan melebihi target. Cakupan Kunjungan Bayi :


90% sedangkan di Puskesmas Tambakaji Cakupan Kunjungan Bayi kurang dari target.
Cakupan Neonatus Resiko Tinggi/ Komplikasi yang Ditangani : 100% sedangkan di
Puskesmas Tambakaji Cakupan Neonatus Resiko Tinggi/ Komplikasi yang Ditangani
mencapai target. Cakupan Bayi Berat Lahir Rendah yang Ditangani : 100% sedangkan di
Puskesmas Tambakaji Cakupan Bayi Berat Lahir Rendah yang Ditangani mencapai
target. Cakupan Bayi Berat Lahir Rendah yang Dirujuk : 100% sedangkan di Puskesmas
Tambakaji Cakupan Berat Lahir Rendah mencapai target.
Cakupan Remaja yang Diperiksa : 70% sedangkan di Puskemas Tambakaji Cakupan
Remaja yang Diperiksa kurang dari target. Cakupan Remaja yang Mendapat Tablet Fe :
80% sedangkan di Puskesmas Tambakaji Cakupan Remaja yang Mendapat Tablet Fe
kurang dari target. Cakupan Remaja yang Mendapatkan Penyuluhan : 50% sedangkan di
Puskesmas Tambakaji Cakupan Remaja yang Mendapatkan Penyuluhan kurang dari
target. Cakupan Remaja Mendapat Konseling : 10% sedangkan di Puskesmas Tambakaji
Cakupan Remaja Mendapat Konseling kurang dari target. Cakupan Pra Lansia yang
Diperiksa : 65% sedangkan di Puskesmas Tambakaji Cakupan Pra Lansia yang Diperiksa
melebihi target. Cakupan Lansia yang Diperiksa : 65% sedangkan di Puskesmas
Tambakaji Cakupan Lansia yang Diperiksa melebihi target. Cakupan Pra Lansia & Lansia
yang Dirujuk : 15% sedangkan di Puskesmas Tambakaji Cakupan Pra Lansia & Lansia
yang Dirujuk melebihi target. Cakupan Posyandu Lansia yang Dibina & Dikunjungi :
80% sedangkan di Puskesmas Tambakaji Cakupan Posyandu Lansia yang Dibina &
Dikunjungi melebihi target.
Berdasarkan data yang telah dipaparkan diatas Puskesmas Tambakaji dalam upaya
KIA/KB belum mencapai keberhasilan karena hampir semua cakupan indikator
keberhasilan belum melampaui target.
B. Upaya promosi kesehatan
Promosi kesehatan di Puskesmas adalah upaya Puskesmas melaksanakan
pemberdayaan kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan
setiap individu, keluarga serta lingkungannya secara mandiri dan mengembangkan upaya
kesehatan bersumber masyarakat. Secara operasional, upaya promosi kesehatan di
Puskesmas dilakukan agar masyarakat mampu ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) sebagai bentuk pemecahan masalah-masalah kesehatan yang diderita maupun
yang berpotensi mengancam secara mandiri. Oleh karena itu, keberadaan puskesmas

dapat diumpamakan sebagai agen perubahan di masyarakat sehingga masyarakat lebih


berdaya dan timbul gerakan-gerakan upaya kesehatan yang bersumber dari masyarakat.
Berdasarkan laporan tahunan Puskesmas Tambakaji tahun 2012 yang telah
dimodifikasi. Indikator keberhasilan upaya promosi kesehatan yang ada di Puskesmas
Tambakaji :
1. Kampanye perilaku hidup sehat yang sasarannya rumah tangga, institusi pendidikan
institusi tempat tempat umum dan institusi kerja telah mencapai target dengan
realisasi 100%
2. Kegiatan mendorong pemimpin masyarakat yang berwawasan kesehatan dengan
sasaran Tokoh Masyarakat /adat/agama,Kader Kesehatan Aktif, Pramuka (Saka
Bhakti Husada) belum mencapai target dengan realisasi 61 %.
3. Kegiatan upaya kesehatan bersumber masyarakat dengan sasaran Posyandu Aktif,
Posyandu Purnama dan Mandiri telah mencapai target dengan realisasi 100%
sedangkan sasaran poskestren telah melebihi target 175 %.
4. Kegiatan pembinaan kesehatan tradisional dengan sasaran pembinaan TOGA dan
pemanfaatannya, pembinaan pengobatan tradisional dan pembinaan pengobatan
tradisional dengan keterampilan telah mencapai target dengan realisasi 100%.
Melalui data yang telah dipaparkan diatas dapat dikatakan bahwa upaya promosi
kesehatan di Puskesmas Tambakaji telah berjalan dengan baik dengan realisasi yang telah
mencapai target meskipun kegiatan mendorong pemimpin masyarakat yang berwawasan
kesehatan masih belum memenuhi target.
C. Upaya Kesehatan Lingkungan
Lima Upaya dasar Kesehatan Lingkungan
a) Penyehatan Sumber Air Bersih (SAB)
Secara umum Program Penyehatan SAB bertujuan untuk meningkatkan kualitas
air bersih untuk berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia untuk seluruh penduduk
baik yang berada di pedesaan maupun di perkotaan dan meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan masyarakat dalam memakai air bersih. Secara khusus
program penyehatan air bersih bertujuan meningkatkan cakupan air bersih pada
masyarakat dan meningkatkan kualitas air yang aman untuk konsumsi masyarakat.
Kegiatan upaya penyehatan air meliputi : Surveilans kualitas air, inspeksi sanitasi
sarana air bersih, pemeriksaan kualitas air, pembinaan kelompok pemakai air.
b) Penyehatan Lingkungan Pemukiman (Pemeriksaan Rumah)

Penyelenggaraan upaya penyehatan lingkungan permukiman, dilaksanakan dengan


meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup serasi dengan lingkungan dan
dapat mewujudkan kualitas lingkungan permukiman yang bebas dari risiko yang
membahayakan kesehatan pada berbagai substansi dan komponen lingkungan. Sarana
sanitasi dasar yang dipantau, meliputi jamban keluarga (Jaga), saluran pembuangan air
limbah (SPAL), dan tempat pengelolaan sampah (TPS).
c) Penyehatan Tempat-tempat Umum (TTU)
Program Penyehatan Tempat-Tempat Umum bertujuan untuk meningkatkan
kualitas lingkungan tenpat-tempat umum dan sarana kemasyarakatan lainnya yang
memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga dapat melindungi masyarakat dari
penularan penyakit, keracunan, kecelakaan, pencemaran lingkungan serta gangguan
kesehatan lainnya. Penyehatan Tempat Umum meliputi hotel dan tempat penginapan
lain, pasar, kolam renang dan pemandian umum lain, sarana ibadah, sarana angkutan
umum, salon kecantikan, bar dan tempat hiburan lainnya. Dilakukan upaya
pembinaan institusi Rumah Sakit dan sarana kesehatan lain, sarana pendidikan, dan
perkantoran.
d) Penyehatan Tempat Pengelola Makanan (TPM)
Secara umum penyehatan TPM bertujuan untuk melakukan pembinaan teknis dan
pengawasan terhadap tempat penyehatan makanan dan minuman, kesiap-siagaan dan
penanggulangan KLB keracunan, kewaspadaan dini serta penyakit bawaan makanan.
e) Klinik sanitasi dan Pemeriksaan Jentik Nyamuk
Secara umum klinik sanitasi bertujuan untuk meningkatmya derajat kesehatan
masyarakat melalui upaya preventif, kuratif dan promotif yang dilakukan secara
terpadu, terarah dan terus menerus di puskesmas. Pelayanan klinik sanitasi
dimaksudkan untuk mencegah, memulihkan dan memperbaiki lingkungan guna
menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan meliputi malaria, DBD, campak, TB
paru, ISPA, kecacingan, penyakit kulit/ gatal-gatal, diare, keracunan makanan dan
keluhan akibat lingkungan buruk/ akibat kerja. Klinik sanitasi perlu diwujudkan dan
dikembangkan di puskesmas. Bersama kader juru pengamatan jentik (jumantik),
petugas sanitasi puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap tempat-tempat yang
mungkin menjadi perindukan nyamuk dan tumbuhnya jentik. Kemudian dihitung,
berapa rumah penduduk yang mengalami bebas jentik.

Indikator keberhasilan upaya kesehatan lingkungan jika di wilayah tersebut tidak


terdapat penyakit menular dan berdasarkan tabel data diatas Puskesmas Ngaliyan
telah memenuhi target.
Berdasarkan rincian dan indikator keberhasilan kegiatan upaya kesehatan
lingkungan Puskesmas Ngaliyan meliputi:
1. Kegiatan penyehatan air dengan sasaran inspeksi sarana air bersih, pembinaan
kelompok masyarakat atau kelompok pemakai air telah mencapai target dengan
realisasi lebih dari 100%
2. Hygene dan sanitasi makanan dan minuman telah mencapai target dengan
realisasi 100%
3. Penyehatan tempat pembuangan sampah dan limbah dengan sasaran inspeksi
sanitasi sarana pembuangan sampah dan limbah (TPA & IPLT), pengawasan
tempat pembuangan sampah sementara telah mencapai target dengan realisasi
100%.
4. Penyehatan lingkungan pemukiman dengan sasaran inspeksi sanitasi (IS) rumah
telah mencapai target dengan realisasi 100%.
5. Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum dan industri dengan sasaran inspeksi
sanitasi tempat-tempat umum, pemantauan berkala sanitasi tempat-tempat umum,
pengawasan sanitasi industri rumah tangga (makanan-minuman) telah mencapai
target dengan realisasi 100%.
E. Upaya Perbaikan Gizi
Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat
Kurang Yodium (GAKY), Kurang Vitamin A, dan Kekurangan Zat Gizi Mikro Lainnya.
Kegiatan ini meliputi :
a) Pemantauan dan promosipertumbuhan
b) Intervensi gizi yang meliputi pemberian makanan tambahansuplementasi obat
program, dan fortifikasi bahan makanan
c) Tatalaksana kasus kelainan gizi
d) Pengembangan teknologi pencegahan dan penanggulangan masalah gizikurang

Berdasarkan rincian dan indikator keberhasilan kegiatan upaya perbaikan gizi


Puskesmas Tambakaji meliputi :

1. Pemberian kapsul vitamin A (dosis 200.000 SI) pada anak balita (1-5th) telah
mencapai target dengan realisasi 100%.
2. Pemberian tablet besi (Fe 90) pada ibu hamil telah mencapai target dengan realisasi
112%.
3. Pemberian PMT pemulihan pada balita gizi buruk telah mencapai target dengan
realisasi 100%.
4. Melakukan pemantuan hasil penimbangan menggunakan SKDN telah mencapai
target dengan realisasi 112%.
5. Pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas telah mencapai target dengan realisasi
112%.
6. Pemberian kapsul vitamin A pada anak 6-11 bulan telah mencapai target dengan
realisasi 100%.
D. Upaya Pencegahan Penanggulangan Penyakit Menular
Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit mempunyai tugas merencanakan,
melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian kegiatan
pencegahan dan pemberantasan penyakit. Upaya kesehatan yang dilakukan diantaranya :
1. Melaksanakan sistem kewaspadaan dini (SKD) / pengamatan penyakit.
2. Melaksanakan imunisasi.
3. Pencegahan dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue.
4. Pencegahan dan pemberantasan penyakit tuberculosis.
5. Pencegahan dan penanggulangan penyakit Pnemonia pada Balita.
6. Pencegahan dan penanggulangan penyakit Diare pada Balita.
7. Pencegahan dan pemberantasan Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/ AIDS.
8. Eliminasi penyakit kusta.
9. Eradikasi polio, Eliminasi Tetanus Neonnatorum dan Reduksi Campak.
Puskesmas dikatakan berhasil bila cakupan indikator tersebut telah mencapai target yang
telah direncanakan.
Berdasarkan data diatas telah dilaporkan 7 indikator yang telah memenuhi target
namun untuk penemuan kasus pneunomia oleh puskesmas hanya terealisasi 15.6 % dan

penemuan kasus diare di puskesmas dan kader 39 % serta untuk kasus TB paru masih
dibawah target pencapaian.
E. Upaya Pengobatan
Program ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, mutu,
keterjangkauan obat dan perbekalan kesehatan termasuk obat tradisional, perbekalan
kesehatan rumah tangga, dan kosmetika.
Kegiatan pokok yang dilakukan antara lain:
a. Peningkatan ketersediaan dan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan diseluruh
b.
c.
d.
e.

Puskesmas dan jaringannya.


Peningkatan mutu penggunaan obat dan perbekalan kesehatan.
Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan
terutama untuk penduduk miskin.
Peningkatan mutu pelayanan farmasi komunitas dan rumah sakit.
Upaya-upaya kesehatan yang dilakukan diantaranya :
1) Melaksanakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar.
2) Melaksanakan peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, termasuk
pelayanan kesehatan terhadap keluarga miskin.

Untuk menilai tingkat keberhasilan Puskesmas adalah bila cakupan kegiatan pokok diatas
telah mencapai target 100%. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa upaya
pengobatan yang ada dipuskesmas meliputi kunjungan rawat jalan umum yang terealisasi
251 % dan kunjungan rawat jalan gigi yang terealisasi mencapai 159 %. Berdasarkan
indikator kegiatan yang telah di jelaskan serta hasil laporan di Puskesmas Tambakaji dapat
dikatakan telah memenuhi predikat baik untuk upaya pengobatan.