You are on page 1of 2

DENTAL IMPLANT ??

Jadi untuk implan, selama ini di Indonesia tidak tahu milik siapa, ujar Dokter Gigi Benni.
Di kedokteran gigi, untuk pengerjaan implant sebenarnya berada di wilayah kerja Dokter
Gigi Spesialis Bedah Mulut, Prostodonsia, dan Periodonsia. Tapi yang banyak mengerjakan
implant justru GP ( General Practitioner ).
Kita lihat sejarahnya
Selama ini pendidikan dental implant di Indonesia dilakukan oleh produsen / perusahaan
implan itu sendiri. Misalnya, Merk X mengadakan pelatihan tentang dental implant kemudian
menyeponsori dokter gigi. Dulu pernah terjadi, merk X produsen dari Jerman masuk ke
salah satu Universitas terkenal di Indonesia untuk melakukan pelatihan tentang dental
implant. Tapi sayangnya lama kelamaan juga menghilang. Dari seluruh pendidikan implan
yang diselenggarakan oleh Institusi resmi pendidikan, tidak satupun tercatat, terstandart dan
diakui di Dikti, KDGI, dan PDGI. Kemudian muncul sosok baru di dunia pendidikan dental
implant. Di Jawa Timur, seorang tokoh implan Indonesia membuat pendidikan terstruktur
untuk implant. Acuan standart kurikulum yang digunakan untuk pendidikan implantnya
menggunakan standart luar negri. Tapi sekali lagi, sayangnya sampai sekarang tidak di akui
juga karena pendidikan tersebut milik yayasan.
Yang saya lihat di Jawa bagian tengah belum terdapat pendidikan dental implant ujar
Dokter gigi Benni. Nah itulah yang memacu FKG Unissula untuk menjadi center pendidikan
Dental Implant. PDGI sangat mendukung dengan program P3KGB ( Pendidikan dan
Pelatihan Profesionalisme Kedokteran Gigi Berkelanjutan atau istilah lainnya yaitu CPD
( Continuing Professional Development ). Dengan adanya pendidikan ini, diharapkan
pendidikan mahasiswa lulusan FKG Unissula juga semakin berkembang khususnya di bidang
dental implant.
Tetapi sayangnya untuk mahasiswa saat ini belum diperbolehkan, yang diperbolehkan hanya
dokter gigi yang sudah bekerja. Tapi kemungkinan untuk kurikulum kedepan mungkin akan
ditambahkan tentang dental implant.
Bagaimana kesiapan dari RSGM ?
Proyek pertama yang sudah dianggap terstruktur adalah dental implant, dan sudah diajukan
ijin ke Dikti, KDGI, dan PDGI, masalah apakah sudah disetujui atau belum, dari pihak
Unissula masih menunggu keputusan tersebut sambil menjalankan proses lain yang
mendukung pendidikan implan. Dan dari KDGI sendiri sampai sekarang telah mengusahakan
untuk disahkannya kolegium implan.
Untuk kedepannya, mudah mudahan RSGM Unissula bisa menjadi center di bidang yang
lain, terutama di bidang yang paling yang banyak diminati yaitu masalah estetis, seperti
bleaching dan veneer. Sampai saat ini mengenai veneer dan bleaching sedang menjadi
perdebatan, dari kesiapan rumah sakit sendiri sudah mengumpulkan bahan dan beberapa
narasumber. Rencananya, jika urusan implan sudah berjalan dengan baik, akan dilanjutkan
program selanjutnya yaitu di bidang estetis.
Dental implan dikenal pada tahun 90-an dan itu pun masih jarang. Pada tahun 2000an implan
mulai banyak dikenal dan dipelajari, serta keberhasilannya pun mulai terlihat. Setelah itu
sampai dengan sekarang, masih banyak merk merk luar yang masuk ke Indonesia, kalau dulu

hanya Eropa saja terutama Jerman. Sekarang produk produk Asia sudah mulai masuk, seperti
Korea dan Jepang. Banyak yang berpendapat bahwa produk Asia kurang dibanding dengan
produk buatan Eropa. Hal ini dikarenakan produk Eropa sudah lebih dulu memproduksi
implan, jadi mereka memiliki banyak pengalaman dalam pembuatan implan gigi. Untuk yang
akan dipakai nantinya pihak rumah sakit menggunakan kedua produk tersebut, kemudian
nanti akan dibandingkan antara kedua produk tersebut.
Kami ingin tempat ini menjadi tempat pertama untuk pendidikan implan yang berstandart
dan diakui pihak terkait, ujar Dokter Gigi Benni. Diharapkan untuk masyarakat nantinya
yang hendak menggunakan implan gigi akan datang ke rumah sakit Unissula.
Bagaimana pandangan Islam tentang dental implant?
Dalam pandangan Islam, implan diperbolehkan. Dalam hadis juga dituturkan peristiwa
Ufrajah, seorang sahabat Rasulullah yang kehilangan hidung dalam suatu pertempuran dan
diganti dengan hidung palsu dari perak. Hidung peraknya beberapa waktu kemudian
menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga ia meminta nasihat Nabi saw. Nabi kemudian
menganjurkan agar ia mengganti hidung perak itu dengan hidung palsu lain dari emas.
Intinya adalah dari pelajaran tersebut kita diperbolehkan menggantikan anggota badan yang
hilang dengan sesuatu yang lain. Untuk dalam hal ini adalah implan , itu diperbolehkan
asalkan bahan bahan dan tekniknya sesuai dengan ajaran Islam.