You are on page 1of 11

Skripsi, Maret 2012

Ernawati Hamidah
PERBEDAAN EFEKTIFITAS ANTARA KOMPRES HANGAT DAN
MOBILISASI TERHADAP FUNGSI PERISTALTIK PADA PASIEN POST
OPERASI SEKSIO CESAREA DI RSUD Dr. RADEN SOEDJATI
PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN
(xv + 46 halaman + 17 lembar lampiran)
ABSTRAK
Latar belakang: Tindakan operasi cesarea selain menguntungkan juga
mempunyai efek samping yang diakibatkan oleh anastesi, salah satunya adalah
melemaskan otot polos perut sehingga peristaltik usus berhenti. Intervensi
keperawatan yang diberikan untuk mempercepat pemulihan fungsi peristaltik
dengan cara memberi kompres hangat dan tindakan mobilisasi.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan efektifitas antara pemberian
kompres hangat dan mobilisasi terhadap fungsi peristaltik pada pasien post
operasi seksio sasarea di RSUD Dr. Raden Soedjati Purwodadi.
Metode Penelitian: Merupakan penelitian komparasi dengan populasi seluruh
pasien post operasi seksio cesarea yang dirawat di RSUD dr. Raden Soedjati
Purwodadi pada bulan Desember 2011. Sampel 20 responden diambil berdasarkan
purposive sampling. Prasyarat analisis normalitas data dengan uji KolmogorovSmirnov Test, homogenitas data dengan uji oneway anova, sedangkan analisis
bivariat dengan uji t-test pada taraf signifikansi 5% (0,05).
Hasil Penelitian: Hasil uji normalitas data diperoleh nilai p 0,565 dan uji
homogenitas data diperoleh nilai p 0,452. Waktu pemulihan fungsi peristaltik
dengan kompres hangat paling cepat 180 menit dan paling lama 210 menit dengan
rata-rata 192 menit. Waktu pemulihan fungsi peristaltik dengan mobilisasi paling
cepat 210 menit dan paling lama 240 menit dengan rata-rata 217,5 menit. Hasil uji
t test diperoleh nilai t hitung 5,667 > t tabel 1,734 dan p 0,000.
Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan
efektifitas kompres hangat dan mobilisasi terhadap fungsi peristaltik pasien post
operasi seksio cesarea di RSUD Dr. R. Soedjati Kabupaten Grobogan tahun 2011
dengan perbedaan waktu rata-rata 25,5 menit.
Kata Kunci : Efektifitas, kompres hangat, mobilisasi, fungsi peristaltik, pasien
post operasi seksio cesarea.
Pustaka
: 37 (1997-2005)

PENDAHULUAN
Seksio

237.556.363 orang, yang terdiri dari 119.507.580

cesarea

merupakan

tindakan

laki-laki

dan

118.048.783

perempuan.

paling konservatif dalam kebidanan yang terasa

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar

semakin meningkat sebagai tindakan akhir dari

1,49 persen per tahun (Sensus, 2010). Indonesia

berbagai kesulitan dalam menolong persalinan.

masih

Indikasi klasik yang dapat dikemukakan sebagai

pertumbuhan yang cepat sebagai dampak dari

dasar seksio cesarea adalah persalinan lama

tingginya proporsi wanita usia 14-49 dan

sampai

uteri

tingginya tingkat fertilitas di masa lampau,

iminen, gawat janin, janin besar melebihi 4.000

seiring dengan cepatnya pertumbuhan penduduk

gram dan perdarahan antepartum. Dengan

diperlukan upaya pelayanan kesehatan yang

indikasi klasik didapatkan masih tingginya

memadai,

morbiditas dan mortalitas sehingga terjadi

maternal dan neonatal untuk menekan angka

perubahan sikap yang lebih liberal terhadap

kematian ibu dan bayi. Pola morbiditas maternal

pelaksanaan seksio cesarea. Oleh karena itu

menggambarkan

sejak tahun 1960 terdapat perubahan sikap klinis

persalinan oleh tenaga kesehatan terampil karena

obstrikus dan perinatologi untuk melaksanakan

sebagian besar komplikasi terjadi pada saat

tindakan seksio cesarea lebih liberal sehingga

persalinan. Hasil survei demografi dan kesehatan

dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu

Indonesia tahun 2002-2003 dilaporkan bahwa

dan janinnya. Indikasi yang menambah tingginya

24,6% persalinan dengan komplikasi harus

angka persalinan dengan seksio cesarea adalah

ditolong dengan seksio cesarea (Depkes RI,

tindakan seksio cesarea pada letak sungsang,

2005). Angka kasus seksio cesarea di Jakarta,

seksio cesarea berulang kehamilan prematuritas,

rumah sakit pemerintah 12-15%, semi-swasta

kehamilan dengan risiko tinggi, pada kehamilan

15-17%, dan swasta penuh 25-30% (Manuaba,

kembar, kehamilan dengan pre-eklamsi dan

2010).

persalinan

terlambat,

ruptura

eklamsi, konsep well born baby dan well health


mother

dengan

orientasi

persalinan,

menghadapi

terutama

kendala

pelayanan

pentingnya

terjadinya

kesehatan

pertolongan

Sejalan dengan berkembangnya teknologi

lahir

kedokteran tindakan operasi seksio cesarea dari

spontan, dan forsep outlet/vakum (Manuaba,

tahun ke tahun terjadi peningkatan, di RSUD Dr.

2010).

Raden Soedjati Purwodadi pada tahun 2009


Menurut publikasi BPS pada bulan

angka seksio cesarea sebanyak 272 orang

Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia

(25,95%) dan meningkat menjadi 731 orang

berdasarkan

(43,02%) pada tahun 2010 (Rekapitulasi Ruang

hasil

sensus

adalah

sebanyak

Rawat Inap, 2010). Kecenderungan peningkatan

pulihnya fungsi peristaltik dengan cara memberi

operasi saserea disebabkan karena kesadaran

kompres

masyarakat meningkat, tingkat pengetahuan

Kompres hangat dan mobilisai memberikan efek

tentang antibiotika, keseimbangan pemberian

yang

cairan, kemampuan untuk memberikan narkose

sehingga merangsang usus untuk berkontraksi

dan pelayanan keperawatan sehingga angka

(Ronal, 2004).

kesakitan dan kematian seksio cesarea dapat


ditekan (Manuaba, 1999).
Tindakan

hangat

dapat

dan

tindakan

meningkatkan

mobilisasi.

sirkulasi

darah

Selama ini pemberian kompres hangat


masih terbatas pada pasien keluhan nyeri

selain

sedangkan untuk tujuan mempercepat pemulihan

menguntungkan juga mempunyai efek samping

fungsi peristaltik belum dilakukan sehingga

yang diakibatkan oleh anastesi, salah satunya

peneliti

adalah melemaskan otot polos perut sehingga

Perbedaan efektivitas antara kompres hangat

peristaltik

1998).

dan mobilisasi terhadap fungsi peristaltik pada

menyebabkan

pasien post operasi seksio sasarea di RSUD Dr.

usus

Berhentinya

operasi

cesarea

berhenti

peristaltik

(Katzung,
usus

pemberian makan dan minum menjadi tertunda.


Pulihnya peristaltik pada pasien post operasi

menyusun

skripsi

dengan

judul

Raden Soedjati Purwodadi.


Tujuan

umum

Untuk

mengetahui

seksio cesarea memiliki makna yang penting

perbedaan efektifitas antara pemberian kompres

karena dapat menunda program pengobatan

hangat dan mobilisasi terhadap fungsi peristaltik

seperti pemberian cairan infus, pemberian diit,

pada pasien post operasi seksio sasarea di RSUD

penggantian pemberian obat suntik ke dalam

Dr. Raden Soedjati Purwodadi. Tujuan khusus

bentuk tabelt.

penelitian, menganalisa rata-rata waktu pulihnya

Berdasarkan pengamatan praktek selama

fungsi peristaltik pasien yang diberi kompres

ini tindakan perawatan post operasi untuk

hangat. menganalisa rata-rata waktu pulihnya

membantu

mempercepat

fungsi

fungsi peristaltik yang diberikan mobilisasi,

peristaltik

masih

tindakan

mengetahui perbedaan rata-rata waktu pulihnya

mobilisasi dan tercatat rata-rata pasien post

fungsi peristaltik pada pasien post operasi seksio

operasi seksio cesarea fungsi peristaltik normal

cesarea yang diberi tindakan kompres hangat dan

terjadi pada hari kedua. Mengingat pentingnya

yang diberi tindakan mobilisasi.

pemulihan

terbatas

pada

pulihnya fungsi peristaltik bagi pasien post


operasi seksio cesarea intervensi keperawatan
yang

dapat

diberikan

untuk

mempercepat

METODOLOGI PENELITIAN

Tabel 5.3 Distribusi


Frekuensi
Umur
Responden Penelitian Efektifitas
Kompres Hangat dan Mobilisasi
Terhadap Fungsi Peristaltik di
RSUD Dr. R. Soedjati Kabupaten
Grobogan.
N
Umur
Persentase
Frekuensi
o
(%)
1 24 29 Tahun
16
80
2 30 36 Tahun
4
20

Rancangan penelitian komparasi. Populasi


dalam penelitian ini adalah seluruh pasien post
operasi seksio cesarea yang dirawat di RSUD dr.
Raden Soedjati Purwodadi. Teknik mengambilan
sampel menggunakan purposive sampling. Besar
sampel sebanyak 20 responden. Adapun untuk
menentukan apakah pasien diberi kompres hangat
atau

mobilisasi

dihitung

berdasarkan

Jumlah
20
100
Sumber: Hasil Olah Data Penelitian,
2011
Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian

urutan

kedatangan pasien yaitu pasien dengan urut ganjil


(10 responden) diberikan kompres hangat sedangkan
nomor

urut

genap

(10

responden)

besar responden dalam kelompok umur 24-

diberikan

29 tahun sebesar 80% (16 responden) dan

mobilisasi. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. Raden


Soedjati

Purwodadi

Kabupaten

hanya 20% (4 responden) yang berumur

Grobogan.

antara 30-36 tahun.

Pelaksanaan penelitian telah dilakukan pada bulan


Desember

2011.

Metode

pengumpulan

data

berdasarkan sumber data menggunakan data primer


dan sekunder. Analisis data menggunakan uji t-test.

b.

Waktu Pemulihan Fungsi Peristaltik


dengan Kompres Hangat
Waktu pemulihan fungsi peristaltik dengan
kompres hangat dapat diketahui pada tabel di
bawah ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 5.4
Waktu Pemulihan Fungsi
Peristaltik dengan Kompres Hangat di RSUD
Dr. R. Soedjati Kabupaten Grobogan.

Hasil Penelitian.
1.

Analisa Univariat
a.

Karakteristik Umur Responden


Berdasarkan hasil penelitian umur
responden

rata-rata

27,8

tahun.

Umur

responden minimal yaitu berumur 24 tahun


dan

maksimal

mempermudah
penelitian

34
dalam

maka

Variabel
Waktu
pemulihan
fungsi
peristaltik
dengan
kompres
hangat

Minimal
180 menit

Maksimal
210 menit

Rata-Rata
192 menit

SD
9,486

tahun,

untuk

penyajian

hasil

Sumber: Hasil Olah Data Penelitian,


2011
Hasil tersebut menunjukkan bahwa

responden

waktu pemulihan fungsi peristaltik post

umur

dikategorikan sebagai berikut.

operasi seksio cesarea dengan kompres


hangat paling cepat yaitu 180 menit (3 jam)

dan paling lama yaitu 210 menit (3 jam 30

digunakan uji t test dua sampel independen.

menit) dengan rata-rata 192 menit (3 jam 12

Uji digunakan dengan pertimbangan, karena

menit) dan simpangan baku 9,486 menit.

tujuan ujinya membedakan, skala datanya

c.

Waktu Pemulihan Fungsi Peristaltik


dengan Mobilisasi

ratio atau interval, besar sampelnya kecil


yaitu hanya sepuluh untuk masing-masing

Waktu pemulihan fungsi peristaltik

kelompok. Uji t test merupakan statistik

dengan mobilisasi dapat diketahui pada tabel

parametrik, dimana pada statistik parametrik

di bawah ini.

terdapat persyaratan distribusi datanya harus

Tabel 5.5
Waktu Pemulihan Fungsi
Peristaltik dengan Mobilisasi di RSUD
Dr. R. Soedjati Kabupaten Grobogan.

normal, artinya tidak ada nilai ekstrim yang

Variabel
Waktu
pemulihan
fungsi
peristaltik
dengan
mobilisasi

Minimal

Maksimal

Rata-Rata

SD

210 menit

240 menit

217,5 menit

10,606

dapat menyebabkan hasil uji menjadi bias,


salah satu cara untuk mengetahui distribusi
data normal atau tidak dalam hasil output
SPSS versi 16 untuk uji t sudah disediakan

Sumber: Hasil Olah Data Penelitian,


2011
Hasil tersebut menunjukkan bahwa
waktu pemulihan fungsi peristaltik post
operasi seksio cesarea dengan mobilisasi
paling cepat yaitu 210 menit (3 jam 30
menit) dan paling lama yaitu 240 menit (4
jam) dengan rata-rata 217,5 menit (3 jam
37,5 menit) dan simpangan baku 10,606
menit.
Uji statistik yang digunakan untuk
tingkat

kemaknaan

hasil

penggunaan antara perawatan dengan metode


kompres

hangat

dan

mobilisasi

untuk

mengetahui pengaruhnya terhadap waktu


berfungsinya

0,452.

kembali

peristaltik

usus

Hasil

Levene's

test

tersebut

dibandingkan dengan nilai a 0,05, jika nilai


Levene's Test lebih besar dari , maka
distribusi data sama dengan distribusi teoritis
yang normal, dengan demikian berdasarkan
nilai Levene's test yang lebih besar dari ,
maka distribusi data memenuhi syarat yaitu
berdistribusi normal, dengan demikian uji t
bisa dilanjutkan seperti pada tabel dibawah
ini.

2. Analisa Bivariat
menguji

uji Levene's test, yang hasilnya sebesar

Tabel 5.6 Hasil Uji Statistik Efektifitas


Kompres Hangat dan Mobilisasi
Terhadap
Fungsi
Peristaltik
Pasien Post Operasi Seksio
Cesarea di RSUD Dr. R. Soedjati
Kabupaten Grobogan.

PEMBAHASAN
Penelitian yang berjudul efektifitas kompres
hangat dan mobilisasi terhadap fungsi peristaltik
pada pasien post operasi seksio cesarea ini
dilaksanakan di RSUD Dr. R. Soedjati Kabupaten

Mean
(menit)

Standar
deviasi

p
value

Grobogan pada bulan Desember 2011 dengan

Kompres
Hangat

192

9,486

5,667

0,000

10

jumlah sampel sebanyak 20 responden dimana 10

Mobilisasi

217,5

10,606

Variabel

responden diberi perawatan kompres hangat dan 10

10

responden diberi perawatan mobilisasi.

Sumbe

Berdasarkan

Berdasarkan tabel tersebut terlihat

data

penelitian

tentang

bahwa ada selisih rata-rata sebesar 25,5

karakteristik umur responden kemudian data umur

menit yaitu diperoleh dari hasil pengurangan

dikategorikan dan dianalisa secara deskripstif telah

rata-rata mobilisasi dengan rata-rata kompres

diketahui bahwa sebagian besar responden dalam

hangat, dengan demikian kompres hangat

kelompok umur 24-29 tahun sebesar 80% (16

mempercepat proses berfungsinya kembali

responden) dan hanya 20% (4 responden) yang

peristaltik usus paska operasi seksio cesarea.

berumur antara 30-36 tahun. Umur merupakan salah

Perbedaan ini ternyata signifikan secara

satu indicator untuk mengetahui daya imunitas

statistik, hal ini bisa dilihat dari nilai t hitung

seseorang atau kemampuan untuk mempercepat

5,667 lebih dari t tabel 1,734 dan nilai

proses

probabilitas atau p yang besarnya 0,000 yang

Semakin muda usia seseorang maka kemampuan

berarti < 0,05 sehingga kesimpulannya

imunitasnya dan penyembuhan secara internal secara

hipotesis diterima artinya ada perbedaan

umum akan lebih baik jika dibandingkan dengan

efektifitas kompres hangat dan mobilisasi

seorang yang usianya lebih tua dan semakin tua usia

terhadap

seseorang akan beresiko lebih tinggi dibandingkan

fungsi

peristaltik

pasien

post

penyembuhan

internal

secara

alamiah.

operasi seksio cesarea di RSUD Dr. R.

dengan yang usia muda (Ruth Jonsen, 2004).

Soedjati Kabupaten Grobogan tahun 2011.

A. Prasyarat

Perbedaannya yaitu kompres hangat lebih


efektif

dari

pemulihan

mobilisasi
fungsi

terhadap

peristaltik

perbedaan waktu rata-rata 25,5 menit.

Statistik

Komparasi

komparasi

parametrik

Parametrik
Statistik

waktu
dengan

Uji

merupakan uji beda bila datanya berskala rasio


atau

insterval

dan

memenuhi

prasyarat

analisisnya yaitu data berdistribusi normal dan

variansi datanya homogen. Berdasarkan hasil

simpangan baku 9,486 menit. Sedangkan waktu

normalitas data dengan Kolmogorov Smirnov

pemulihan fungsi peristaltik post operasi seksio

Test

data

cesarea dengan mobilisasi paling cepat yaitu 210

berdistribusi normal karena nilai p = 0,565 atau

menit (3 jam 30 menit) dan paling lama yaitu

p > 0,05.

240 menit (4 jam) dengan rata-rata 217,5 menit

maka

dapat

Normalitas

dikatakan

data

bahwa

bertujuan

untuk

mengetahui apakah penyebaran data penelitian

(3 jam 37,5 menit) dan simpangan baku 10,606


menit.

merata sesuai dengan kurva normal. Normalitas

Berdasarkan hasil penelitian tersebut

data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Test

dapat dianalisa bahwa waktu pemulihan fungsi

dengan ketentuan data berdistribusi normal

peristaltik dengan pemberian kompres hangat

apabila nilai probabilitas (p) lebih besar dari

lebih

taraf signifikansi 5% (0,05) (Syarifudin, 2010).

mobilisasi. Hasil penelitian tersebut didukung

Syarat lain yang harus dipenuhi yaitu


homogenitas

data,

berdasarkan

hasil

cepat

apabila

dibandingkan

dengan

dengan penelitian terkait sebelumnya yaitu

uji

menurut Istichomah (2007) dalam Seminar

homogenitas maka dapat dikatakan bahwa data

Nasional Teknologi (SNT) Universitas Gajah

penelitian bersifat homogen karena nilai p =

Mada Yogyakarta yang menyatakan bahwa efek

0,565 atau p > 0,05. Homogenitas data bertujuan

dari

untuk mengetahui apakah datanya memiliki

fisiologis yang berbeda. Efek dari kompres

varians yang sama. Uji komparasi parametric

hangat untuk meningkatkan aliran darah ke

yang baik harus memiliki variansi data yang

bagian yang terinjuri. Kompres hangat adalah

sama. Homogenitas data menggunakan one way

memberikan rasa hangat pada daerah tertentu

anova dengan ketentuan variansi data homogen

dengan menggunakan cairan atau alat yang

jika nilai p lebih besar dari 5% (0,05)

menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang

(Syarifudin, 2010).

memerlukan.

Tindakan

melancarkan

sirkulasi

B. Waktu Pemulihan Fungsi Peristaltik Post


Operasi Seksio Cesarea

kompres

hangat

memberikan

ini
darah

respon

selain

untuk

juga

untuk

menghilangkan rasa sakit, merangsang peristaltik

Waktu pemulihan fungsi peristaltik post

usus, pengeluaran getah radang menjadi lancar,

operasi seksio cesarea dengan kompres hangat

serta memberikan ketenangan dan kesenangan

paling cepat yaitu 180 menit (3 jam) dan paling

pada klien.

lama yaitu 210 menit (3 jam 30 menit) dengan


rata-rata 192 menit (3 jam 12 menit) dan

C. Efektifitas Kompres Hangat Dan Mobilisasi

panas akan menyababkan apa saja yang kontak

Terhadap Fungsi Peristaltik Pada Pasien Post

akan terjadi pemuaian kesegala arah sehingga ini

Operasi Seksio Cesarea

akan merangsang otot untuk berkontraksi,

Berdasarkan hasil penelitian kompres

vasodilatasi aliran darah, sehingga peredaran

hangat dan mobilisasi terhadap fungsi peristaltik

darah akan lebih lancar, secara kimiawi akan

pada pasien post operasi seksio cesarea terlihat

memperlancar proses pertukaran zat kimia tubuh

bahwa ada selisih rata-rata sebesar 25,5 menit

dengan cairan tubuh (Gabriel, 2001). Selain itu

yaitu diperoleh dari hasil pengurangan rata-rata

terdapat

waktu pemulihan fungsi peristaltik dengan

mempengaruhi kekuatan serabut otot yang

kompres

dengan

disebabkan oleh peregangan itu sendiri. Respon

demikian kompres hangat lebih efektif untuk

terhadap peregangan memungkinkan dinding

mempercepat

usus teregang secara cepat untuk berkontraksi

hangat

dan

proses

mobilisasi,
berfungsinya

kembali

faktor-faktor

otomatis.

tertentu

Membran

otot

yang

peristaltik usus setelah operasi seksio cesarea.

secara

polos

Perbedaan ini signifikan secara statistik, hal ini

mengandung banyak jenis protein reseptor yang

bisa dilihat dari nilai t hitung 5,667 lebih dari t

dapat menimbulkan proses terjadinya kontraksi

tabel 1,734 dan nilai probabilitas atau p yang

(Guyton and Hall, 1997).

besarnya 0,000 yang berarti < 0,05 sehingga

Mobilisasi adalah hal membuat bergerak

kesimpulannya hipotesis diterima artinya ada

sesuatu misalnya zat, pasien dan lain-lain

perbedaan

dan

(Ramli, 1998). Mobilisasi segera tahap demi

mobilisasi terhadap fungsi peristaltik pasien post

tahap sangat berguna untuk membantu jalannya

operasi seksio cesarea di RSUD Dr. R. Soedjati

penyembuhan. Posisi miring kekanan lalu kekiri

Kabupaten Grobogan tahun 2011. Perbedaannya

dapat dimulai 1 jam setelah pasien sadar. Latihan

yaitu kompres hangat lebih efektif daripada

pernapasan dapat dilakukan pasien sambil tidur

mobilisasi terhadap waktu pemulihan fungsi

terlentang sedini mungkin setelah sadar. Pada

peristaltik dengan perbedaan waktu rata-rata

hari kedua pasien dapat didudukkan selama 5

25,5 menit.

menit dan diminta napas dalam-dalam lalu

efektifitas

Kemampuan

kompres

kompres

hangat

hangat

lebih

menghembuskannya disertai batuk-batuk kecil

efektif dalam mempercepat fungsi peristaltik

yang gunanya, untuk melonggarkan pernapasan.

dibanding dengan mobilisasi, hal tersebut dapat

Kemudian posisi tidur terlentang dapat diubah

terjadi disebabkan karena efek panas ini akan

menjadi

menimbulkan tiga efek yaitu efek fisik, dimana

Selanjutnya pasien dianjurkan untuk berlatih

setengah

duduk

(semi

fowler).

duduk, turun dari tempat tidur, berjalan dan jalan

signifikan

dari penyembuhan

luka

operasi

sendiri, antara hari ketiga dan hari kelima post

setelah dilakukan mobilisasi dini pada kelompok

operasi. Jadi mobilisasi secara teratur dan

intervensi dengan kelompok kontrol (p = 0,002).

bertahap diikuti dengan istirahat adalah yang

Berdasarkan hasil penelitian tersebut

paling dianjurkan. Mobilisasi berguna untuk

diketahui bahwa mobilisasi dini efektif terhadap

mencegah tejadinya trombosis dan emboli

penyembuhan

(Rustam, 1998).

khususnya pada penurunan tinggi fundus uteri

Meskipun kompres hangat lebih efektif

dan

pasien pasca

penyembuhan

luka

seksio

operasi,

sesarea
sehingga

dari mobilisasi terhadap fungsi peristaltik pada

perawat dapat menerapkan mobilisasi dini

pasien post operasi sektio sesarea, namun

sebagai

mobilisasi juga bisa untuk membantu pemulihan

penyembuhan pasien pasca seksio sesarea.

intervensi

dalam

mempercepat

fungsi peristaltik. Berdasarkan penelitian terkait


menurut Khairul Bariah (2010) yang berjudul

KESIMPULAN DAN SARAN

efektifitas mobilisasi dini terhadap penyembuhan

Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan

pasien pasca seksio sesarea di RSUD. Dr.

data hasil penelitian, maka dapat disimpulkan

Pirngadi Medan telah menyumbangkan hasil

bahwa:

penelitian

dapat

1. Waktu pemulihan fungsi peristaltik post

perbedaaan

operasi seksio cesarea dengan kompres

signifikan dari volume buang air kecil setelah

hangat paling cepat yaitu 180 menit (3 jam)

dilakukan

kelompok

dan paling lama yaitu 210 menit (3 jam 30

intervensi dengan kelompok kontrol(p = 0,179),

menit) dengan rata-rata 192 menit (3 jam 12

tidak ada perbedaaan signifikan dari frekuensi

menit).

disimpulkan

yaitu

dari

bahwa
mobilisasi

uji

tidak
dini

statistik
ada
pada

buang air besar setelah dilakukan mobilisasi dini

2. Waktu pemulihan fungsi peristaltik post

pada kelompok intervensi dengan kelompok

operasi seksio cesarea dengan mobilisasi

kontrol (p = 0,089), tidak ada perbedaaan

paling cepat yaitu 210 menit (3 jam 30

signifikan dari jumlah lochea setelah dilakukan

menit) dan paling lama yaitu 240 menit (4

mobilisasi dini pada kelompok intervensi dengan

jam) dengan rata-rata 217,5 menit (3 jam

kelompok kontrol (p = 0,570), ada perbedaaan

37,5 menit).

signifikan dari waktu flatus setelah dilakukan

3. Ada perbedaan efektifitas kompres hangat

mobilisasi dini pada kelompok intervensi dengan

dan mobilisasi terhadap fungsi peristaltik

kelompok kontrol (p = 0,007), ada perbedaaan

pasien post operasi seksio cesarea di RSUD

Dr. R. Soedjati Kabupaten Grobogan tahun


2011 (p=0,000).

Depkes RI. (2005). Rencana Strataegis Nasional


Making Pregnancy Safer (MPS) di Indonesia.
Jakarta: Depkes RI.

4. Perbedaan hasil penelitian yaitu kompres


hangat lebih efektif dari mobilisasi terhadap
waktu pemulihan fungsi peristaltik dengan
perbedaan waktu rata-rata 25,5 menit.
Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu
sampel yang memenuhi kriteria inklusi masih terlalu
kecil karena adanya keterbatasan waktu penelitian,
untuk penelitian terkait berikutnya diharapkan dapat
menambah jumlah sampel dengan memperpanjang
waktu penelitian. Selain itu penelitian komparasi ini
masih

tergolong

eksperimental

penelitian
karena

komparasi

hanya

pra

melakukan

perbandingan kelompok statis (the static group


comparison design) dan belum ada kelompok
kontrol.
REFERENSI
Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek. Jakarta: Renika Cipta.
Betz Cecily L, Sowden Linda A. (2002). Buku Saku
Keperawatan Pediatri. Jakarta: Buku Penerbit
Kedokteran EGC.
Budiarto. (2002). Biostatistika untuk Kedokteran
dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Buku
Penerbit Kedokteran EGC.
_________.
(2006).
Metodologi
Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC.

Guyton and Hall. (1998). Buku Ajar Fisiologi


Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Istichomah. (2007). Seminar Nasional Teknologi
2007
(SNT
2007).
From:
http://p3m.amikom.ac.id/p3m.pdf
diakses
tanggal 20 Februari 2012.
J.F Gabriel. (2001). Fisika Kedokteran. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Katzung. (1998). Farmokologi Dasar dan Klinik,
Edisi VI. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Khairul Bariah. (2010). Efektifitas mobilisasi dini
terhadap penyembuhan pasien pasca seksio
sesarea di RSUD. Dr. Pirngadi Medan. From:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/
19218/7/cover.pdf diakses tanggal 20 Februari
2012.
Manuaba. (1999). Operasi Kebidanan Kandungan
Dan Keluarga Berencana Untuk Dokter Umum.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
_________. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit
Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan
Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Notoatmodjo. (2002).
Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Pearce. (1995). Anatomi dan Fisiologi Untuk
Paramedis. Jakarta: PT. Gramedia.
Prawirohardjo. (2005). Ilmu Kandungan Edisi
Kedua. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.

Pudjiadi. (2011). Kompres Hangat. Sumber:


http://nursingbegin.com/2011 kompres-hangat/
(diakses 27 Agustus 2011).
Ramli. (1998). Kamus Kedokteran. Jakarta: Penerbit
Jembatan.
Rekapitulasi Ruang Rawat Inap. (2010). Data
Rekam Medik Pasien Seksio Cesarea.
Purwodadi: RSUD Dr. Raden Soedjati.
Ronal.
(2004).
Http:www,
TabloidNakita.com/04158-01.htm diakses tanggal 27
Agustus 2011.
Rustam. (1998). Sinopsis Obstetri. Jakarta: Buku
Penerbit Kedokteran EGC.
Sensus. (2010). "Hasil Sensus Penduduk 2010 Data
Agregat per Provinsi" (dalam bahasa
Indonesia) (PDF). Badan Pusat Statistika.
Diakses
dari:
.

http://id.wikipedia.org/wiki/SensusPendudukIn
donesia 2010. pada tanggal 27 Agustus 2011.
Setiadi. (2007). Pengantar Statistika Edisi Kedua.
Jakarta: Bumi Aksara.
Smith. (1996). Dinical Nursing Skills, Fourth
Edition. Appleton and Lange tamford
Conecticut.
Syarifudin. (2010). Panduan TA Keperawatan dan
Kebidanan dengan SPSS. Yogyakarta:
Grafindo Litera Media.
Usman Husaini, Akbar Setiady. (2006). Pengantar
Statistika Edisi Kedua. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
Winkjosastro, Hanifa. (2005). Ilmu Bedah
Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo