You are on page 1of 16

37

BAB V
ANALISA PEMBEBANAN PADA STRUKTUR ATAS
DAN BAWAH JEMBATAN

5.1. Pembebanan pada struktur atas jembatan


5.1.1. Pembebanan pada pelat lantai
Meliputi :
1. Beban roda kendaraan (T)
2. Beban rem (H)
3. Beban aspal
4. Beban trotoar
5. Beban orang (pada trotoar)
6. Beban Kerb + railling

Spesifikasi elemen struktur yang berkaitan :


Panjang bentang

= 1. Girder Beton (sisi kiri)

= 10 m

2. Rangka Baja (sisi tengah) = 30 m


3. Girder Beton (sisi kanan) = 10 m
Lebar Jembatan

= 10 m

Lebar lajur kendaraan = 7 m (2/2 UD)


Lantai Trotoar
Lebar

=1m

Tebal

= 0,25 m

Panjang

= 10 m (pada girder sisi kiri dan kanan)


30 m (pada rangka)

Lantai Kendaraan
Lebar

=9m

Tebal

= 0,2 m

Panjang

= 10 m (pada girder)
30 m (pada rangka)

BJ Beton

=2,4t/m3

37

38

Perhitungan :

Pada Girder (pelat lantai tulangan)

1.) Beban roda kendaraan (T), besarnya sama sepanjang jembatan


T = 11,25 Ton
Dinaikan sebesar beban kejut = 40%, diperoleh dari grafik di bawah

40% x 11,25 = 4,5 ton


T = 11,25 + 4,5 = 15,75 Ton

2.) Beban rem yang terjadi di bentang Girder (Interpolasi)


0

2
0

Gaya rem pada bentang 10 meter (didapatkan dari grafik) = 4,2 ton

perhitungan :
Bentang 10 m =

3.) Beban Aspal

=0,087 t/m2

39

Tebal aspal x bj x bidang sentuh


= 0,05 x 2,2 x 0,52
= 0,0572 ton (beban merata)

4.) Beban Trotoar


Tebal trotoar x bj x bidang sentuh
= 0,25 x 2,4 x 0,52
= 0,312 ton (beban merata)

5.) Beban Railling


-

Beban kerb

= Luas x panjang x bj
= 0,15 x 10 x 2,4
= 3,6 ton

Beban railing

= berat x jumlah x panjang


= 8,79 x 2 x 10
= 175,8 kg = 0,1758 ton

>> Beban total =

= 0,67 ton

6.) Beban Orang


(tebal trotoar + tebal plat + tebal aspal) x bidang sentuh
= 0,5 x 0,52
= 0,26 ton (beban merata)

Pada Rangka (pelat bondek)

1.) Beban roda kendaraan (T), besarnya sama sepanjang jembatan


T = 11,25 Ton
Dinaikan sebesar beban kejut = 40%, diperoleh dari grafik di bawah

40

40% x 11,25 = 4,5 ton


T = 11,25 + 4,5 = 15,75 Ton

2.) Beban rem yang terjadi di bentang Girder (Interpolasi)


0

2
0

Gaya rem pada bentang 30 meter (didapatkan dari grafik) = 7,4 ton

perhitungan :
Bentang 30 m =
3.) Beban Aspal
Tebal aspal x bj x bidang sentuh
= 0,05 x 2,2 x 0,52
= 0,0572 ton (beban merata)

4.) Beban Trotoar


Tebal trotoar x bj x bidang sentuh
= 0,25 x 2,4 x 0,52
= 0,312 ton (beban merata)

= 0,0896 t/m2

41

5.) Beban Orang


(tebal trotoar + tebal plat + tebal aspal) x bidang sentuh
= 0,5 x 0,52
= 0,26 ton (beban merata)

5.1.2. Pembebanan pada girder


Meliputi :
1) Beban merata kendaraan kecil (bekerja di atas lantai kendaraan)
(simbol) qLL, besarnya qLL = 0,9 t/m2
2) Beban merata orang / pejalan kaki (bekerja di atas lantai trotoar)
(simbol) qLL, besarnya qLL = 0,5 t/m2
3) Beban Garis (bekerja melintang di tengah bentang)
(simbol) PLL, besarnya PLL = 4,9 t/m x faktor kejut
4) Beban mati merata (berat sendiri konstruksi)
(simbol) qDL , PDL
5) Beban Angin (bekerja merata pada girder tepi)
(simbol) Tew
Spesifikasi elemen struktur yang berkaitan :
Panjang bentang girder beton = 10 m
Lebar jembatan

=9m

Lebar lajur kendaraan

= 7 m ( 2 lajur 2 arah tak terbagi )

Lantai Trotoar
Lebar

=1m

Tebal

= 0,25 m

Panjang

= 10 m

Perkerasan Aspal
Lebar

=7m

Tebal

= 0,05 m

Panjang

= 10 m

Lantai kendaraan
Lebar

=9m

Tebal

= 0,2 m

42

Panjang

= 10 m

Girder Beton Bertulang

Beton bertulang ukuran 500 x 700

Mutu beton (fc)

= 40 MPa

Diafragma Baja

Beton Bertulang ukuran 250 x 400

Mutu beton (fc)

BJ Beton

= 2,4 t/m3

BJ Aspal

= 2,2 t/m3

= 40 MPa

Perhitungan :

1.) Beban merata kendaraan kecil (bekerja di atas lantai kendaraan)


qLL = 0,9 t/m2
ketetapan untuk L 30 m
Pendistribusiannya =
= 0,45 t/m2

u/ 0,75 m dari kiri dan kanan lajur kendaraan

= 50% x 0,9

u/ 5,5 m di tengah lajur kendaraan

= 100% x 0,9 = 0,9 t/m2

2.) Beban merata pejalan kaki ( bekerja di atas lantai trotoar )


qLL = 0,5 t/m2

3.) Beban garis ( bekerja melintang di tengah bentang )


PLL = 4,9 T/m dinaikan sebesar grafik hubungan faktor pengali beban kejut %
dengan bentang jembatan
Lihat Grafik

43

Berdasarkan grafik dengan bentang 10 m diperoleh faktor pengali beban kejut 40%
Besar kenaikan = 40% x 4,9 = 1,96 t/m

PLL = 4,9 t/m + ( 40% x 4,9 ) = 4,9 + 1,96 = 6,86 t/m


Pendistribusiannya =
u/ 0,75 m darikiridankananlajurkendaraan = 50% x 6,86 = 3,43 t/m
u/ 5,5 m ditengahlajurkendaraan = 100% x 6,86 = 6,86 t/m

4.) Beban mati merata (berat sendiri konstruksi)


Didapakan dari sap = 220,8 ton

5.) Beban Angin (Tew)


Kondisi :
a. Keadaan tanpa beban hidup
Rumusnya =
Tew = 0,0006 x Cw x (Vw)2 x d

b=9m
d = 1,75 m
b/d = 9 m / 1,75 m = 5,14
diperoleh

maka nilai Cw (dari hasil interpolasi) = 1,3

44

Lokasi pembangunan jembatan direncanakan jauh dari laut, dengan mengacu pada
peraturan LRFD,
Maka diperoleh nilai V = 30 m/s
Tew = 0,0006 x Cw x (Vw)2x d
Tew = 0,0006 x 1,3x (302) x 1,75
Tew = 1,22 kN/m
Tew = 0,12 t/m
Tew tekan = 100% = 0,12 t/m
Tew hisap = 50 % = 0,12 x 0,5 = 0,061 t/m

b. Keadaan dengan beban hidup


Tew = 0,0006 x Cw x (Vw2) x H kend
(bekerja pada kendaraan)
-

Ketetapan : Cw untuk kendaraan = 1,2

Untuk jembatan yang jauh dari laut dengan bentang > 5m dan
mempergunakan batas ultimate, Vw = 30 m/s

H kendaraan = 2 m

L girder = 10 m

Tew = 0,0006 x 1,2 x (302) x 2 = 1,3 kN/m = 0,1296 T/m (Merata)


Tew pada kendaraan

= 100 %

= 0.1296 t/m

Tew tekan (dipakai perhitungan tew pada kondisi tanpa kendaraan)


Tew hisap

= 50%

= 0,061 t/m

= 25%

= 0,031 t/m

5.1.3) Pembebanan Pada Rangka

45

Meliputi:
1) Beban merata kendaraan kecil (bekerja di atas lantai kendaraan)
(symbol) qLL, besarnya qLL = 0,9 T/m2
2) Beban merata orang (bekerja di ataslantaitrotoar)
(symbol) qLL, besarnya qLL = 0,5 T/m2
3) Beban garis (bekerja pada balok lintang tengah bentang rangka)
(symbol) )PLL, besarnya = 4,9 T/m x faktor kejut
4) Beban mati merata (berat konstruksi)
(symbol) qDL , PDL
5) Beban angin (bekerja pada nodal 2 rangka)
(symbol) WL

Spesifikasi elemen struktur yang berkaitan :


Panjang bentang

= 30 m (4 segmen)

Lebar jembatan

= 10 m

Lebar lajur kendaraan = 7 m ( 2/2 UD )


Rangka Baja
Mengacu pada PT. Gunung Garuda
Baja SM 490, Fy 355 MPa,
Tinggi rangka

= 4,0 m

Jumlah segmen

= 4 (@7,5m)

Lantai Trotoar
Lebar

=1m

Tebal

= 25 cm atau 0,25 m

Panjang

= 30 m

Perkerasan aspal
Lebar

=7m

Tebal

= 5 cm atau 0,05 m

Panjang

= 30 m

Lantai Kendaraan
Lebar

=9m

Tebal

= 20 cm atau 0,2 m

Panjang

= 30 m

46

Rangka Utama

NAMA

UKURAN
b

tw

Tf

S1

300

300

12

20

S2

200

300

10

S3

200

300

S4

200

300

10

S5

150

300

10

15

S6

300

300

10

15

S7

200

300

S8

300

300

10

15

S9

300

300

S10

200

300

10

S11

200

300

S12

300

300

13

21

S13

150

300

S14

200

300

10

S15

200

300

S16

300

300

13

21

S17

150

300

S18

200

300

10

S19

200

300

S20

300

300

10

15

S21

300

300

S22

200

300

10

47

S23

200

300

S24

300

300

10

15

S25

150

300

10

15

S26

200

300

10

S27

200

300

S28

300

300

12

20

S29

200

300

10

Keterangan tambahan =
o S1 = S28
o S2 = S4 = S10 = S14 = S18 = S22 = S26 = S29
o S3 = S7 = S11 = S15 = S19 = S23 = S27
o S5 = S25
o S6 = S8 = SS20 = S24
o S9 = S21
o S12 = S16
o S13 = S17

Cross Beam
IWF 600 x 200 x 15 x 19
Mengacu pada PT. Gunung Garuda
Baja SM 490, Fy 355 MPa,

Stringer
IWF 350 x 175 x 15 x 10
Mengacu pada PT. Gunung Garuda
Baja SM 490, Fy 355 MPa,

Scoor
IWF 300 x 300 x 10 x 15
Mengacu pada PT. Gunung Garuda
Baja SM 490, Fy 355 MPa,

48

BJ Beton = 2,4 T/m3


BJ Aspal = 2,2 T/m3

Perhitungan:
1.) Beban merata kendaraan kecil (bekerja di atas lantai kendaraan)
Untuk bentang, L 30 m, maka :
qLL = 0,9 t/m2
u/ 0,75 m dari kiri dan kanan lantai kendaraan = 50% x 0,9 = 0,45 t/m2
u/ 5,5 m tengah lantai kendaraan = 100% x 0,9 = 0,9 t/m2

2.) Beban merata pejalan kaki (bekerja di atas lantai trotoar)


qLL = 0,5 t/m2

3.) Beban garis (bekerja pada diafragma tengah bentang rangka)


PLL = 4,9 T/m dinaikan sebesar grafik hubungan faktor pengali beban kejut %
dengan bentang jembatan

Berdasarkan grafik dengan bentang 30 m diperoleh faktor pengali beban kejut = 40%
Besar kenaikan = 40% x 4,9 = 1,96 t/m
PLL = 4,9 t/m + ( 40% x 4,9 ) = 4,9 + 1,96 = 6,86 t/m
u/ 0,75 m dari kiri dan kanan lebar lajur

= 50% x 6,86 = 3,43 t/m

u/ 5,5 m pada tengah lebar lajur kendaraan

= 100% x 6,86 = 6,86 t/m

4.) Beban mati merata (berat konstruksi)

49

Didapatkan dari sap = 121.587 ton

5.) Beban Angin (WL)


Kondisi :
a. Kondisi Tanpa beban hidup
Tew = 0,0006 x Cw x (Vw)2 x Ab
(bekerja pada rangka)

Cw untuk bangunan atas rangka (RSNI T-02-2005) = 1,2


Vw ditentukan sebesar 30 m/s ( karena lokasi jembatan jauh dari laut, dengan mengacu
pada sistim LRFD )
Ab = 105 m2
Tew = 0,0006 x 1,2 x (302) x 105 = 68,04 kN
Tew = 68,04 / 14 = 5,94 kN = 0,486 t / nodal
Tew tekan = 30% = 0,3 x 0,486 = 0,146 t
Tew hisap = 15% = 0,15 x 0,486 = 0,073 t

b. Kondisi dengan beban hidup


Tew = 0,0006 x Cw x (Vw2) x H kend
(bekerja pada kendaraan)
Cw = 1,2
Vw = 30 m/s
H kendaraan = 2 m
L rangka = 30 m
Tew = 0,0006 x 1,2 x (302) x 2= 1,296 kN/m = 0,1296 t/m (beban merata)
Tew pada kendaraan = 0,1296 t
Tew pada rangka sama dengan tew pada perhitungan kondisi satu yaitu tanpa
ada kendaraan
Tew = 0,0006 x 1,2 x (302) x 105 = 68,04 kN
Tew = 68,04 / 14 = 5,94 kN = 0,486 t / nodal

50

Tew tekan= 15% = 0,486 x 0,15 = 0,073 t


Tew hisap = 7,5% = 0,486 x 0,075 = 0,036 t

5.2. Pembebanan pada struktur bawah jembatan

5.2.1

PEMBEBANAN PADA PIER HEAD

meliputi :
Beban angin (Tew)

Spesifikasi elemen struktur yang berkaitan :


Tipe pilar

= Perancah tanpa pengaku

Badan pilar / kolom

= Bulat

Pire head beton bertulang fc 40 MPa


Panjang

= 12 m

Lebar

= 2,5 m

Tebal

=1m

Badan pilar beton bertulang fc 40 MPa


1,0 m
BJ beton

= 2,4 T/m3

Perhitungan :
Beban Angin
b = 11
d=1
b/d = 11
Cw = 1,25
Tew = 0,0006 x Cw x (Vw)2 x d
Tew = 0,0006 x 1,25 x 302 x 1 = 0,675 kN/m = 0,0675 t

51

5.2.2. PEMBEBANAN PADA PILAR


meliputi :
Beban angin (Tew)
Beban gempa (Teq)

Spesifikasi elemen struktur yang berkaitan :


Tipe pilar

= Perancah tanpa pengaku

Badan pilar / kolom

= Bulat

Badan pilar beton bertulang fc 40 Mpa


Panjang

= 7,5

Lebar

= 1,0 m

BJ beton

= 2,4 T/m3

Perhitungan :
Beban Angin
b = 7,5
d = 2,68
b/d = 2,8

Cw didapat dari interpolasi =1,45


Tew = 0,0006 x Cw x (Vw)2 x d
Tew = 0,0006 x 1,45 x 302 x 2,68 = 2,10 kN/m = 0,21 t

Beban Gempa
Teq = C x I x S x Wt

Wtp yang didapat dari sap = 121,587


Wtp DL

= 121,587 x 2 = 243,174 ton

Wtp SDL

= 14,2 x 2 = 28,4 ton

Total WTP = 243,174 + 28,4 = 271,6 ton

52

I = faktor kepentingan = 1,2


( jembatan memuat lebih 2000 kend/hari, jembatan pada jalan utama atau jalan arteri
dan jembatan dimana tidak ada rute alternatif )
S = faktor tipe bangunan = 1,15
Jembatan tipe B ( jembatan daktail, bangunan atas terpisah dengan bangunan bawah )
Jembatan dengan daerah sendi beton bertulang atau baja (diperoleh nilai s = 1,0F)
Nilai F diambil minimal = 1, karena jumlah sendi plastis (n) = 4
F = 1,25 0,025 (n) = 1,15
G = 9,81 m/dt2

waktu getar (T) didapatkan dari sap = 0,274 detik


Berada pada daerah dengan zona gempa = 3
Dari grafik didapat koefisien geser dasar gempa ( C ) = 0,15
Faktor Kepentingan ( I )
Termasuk klasifikasi jembatan 1 dengan nilai I = 1,2
Faktor Tipe Bangunan ( S )
Termasuk tipe jembatan B dengan daerah sendi beton bertulang
atau baja dengan nilai S = 1.F dimana F = 1,15 , maka S =1,15

Teq

= C x S x I x Wtp
= 0,15 x 1,15 x 1,2 x 271,6 ton
= 56,22 ton