You are on page 1of 4

EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP

PEMENUHAN RATA-RATA JAM TIDUR PASIEN di RUANG RAWAT


INAP BEDAH
Dalam jurana ini dibahas tentang istirahat tidur. Istirahat tidur yang sesuai sama
pentingnya dengan pemenuhan nutrisi yang baik serta olahraga yang cukup bagi kesehatan yang
baik serta sehat. Pemenyhan istirahat tidur ini juga tidak kalah penting bagi orang yang sedang
sakit agar lebih cepat memperbaiki kerusakan pada sel dan kembali ke keadaan sehat. Tidur
bertujuan untuk restorasi sel . Restorasi sel merupakan salah satu dari teori yang ditemukan pleh
para ilmuwan yang menjelaskan sebab dan akibat manusia harus tidur (Setiatava, 2011). Teori ini
menerangkan bahwa tidur diperlukan untuk mengisi ulang pikiran dan perbaikan tubuh yang
dihabiskan selama seseorang dalam keadaan aktif.
Beberapa orang terkadang mengalami gangguan istirahat dan tidur ketika dalam keadaan
sakit . Menurut Potter & Perry (2005) bebrapa hal yang dapat menyebabkan masalah pada
istirahat tidur diantaranya :
1. Penyakit yang dideruta dan menimbulkan nyeri
2. Ketidaknyamanan pada fisik (misalnya kesulitan bernafas)
3. Masalah suasana hati seperti kecemasan atau depresi
Hal yang dapat dilakukan sebagai perawat adalah dengan menerapkan berbagai macam teknik
untuk menghilangkan nyeri maupun kecemasannya seperti teknik relaksasi , teknik imajinasi
terbimbing (guided imagery) dan message.
Guided imagery menurut Patricia (dalam Kalsum, 2007) adalah teknik yang digunakan
untukmengurangi stress dengan cara imajinasi dimana imajinasinya terarah. Beberapa kedaan
yang dapat menggunakan terapi Guided imagery antara lain : mengurangi sress dan nyeri ,
kesulitan tidur , alergi maupun asma , pusing atau migren , hipertensi dan keadaan yang lain .
sedangkan menurut Martin (dalam Kalsum, 2007) guided imagery merupakan media yang
sederhana dan tidak memerlukan biaya banyak untuk mengurasi rasa cemas dan stress dan
meningkatkan mekanisme koping .

Penilitian ini termasuk penelitian yang kuantitatif dengan desain penelitian quasy
experimental. Pendekatan rancangan ini menggunakan pendekatan non equivalent control group
dengan menggunakn dua kelompok yaitu kelompok eksperimen serta kelompok terkontrol .
dalam kelompok eksperimen sebelumnya dilakukan pengukuran kemudian diberikan intervensi
berupa teknik relaksasi guided imagery lalu dilakukan pengukuran lagi . sedangkan pada
kelompok terkontrol pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah tanpa diberikan teknik relaksasi
guided imagery.intervensi guided imagery diberkan selama tiga hari dan dalam sehari dilakukan
tiga hari dengan tiap pelaksanaan kurang lebih 10 menit.
Teknik Guided imagery juga aman digunakan oleh semua kalangan usia dari anak-anak
sampai orang tua. Teknik Guided imagery bertujuan untuk mengembangkan teknik relaksasi dan
mengembangkan relaksasi dan meningkatkan kualitas hidup dan
Mengefektifkan dalam pemenuhan rata-rata jam tidur pada pasien rawat inap .
Sehingga kesimpulannya adalah rata-rat tidur pada kelompok eksperimen dan control
adalah 2,6 jam . kemudian setelah diberikan teknik relaksasi guided imagery pada kelompok
eksperimen rata-rata jam tidur dalam sehari adalah 5 jam sedangkan pada kelompok terkontrol
tanpa diberikan intervensi hanya 2,98 jam per hari . oleh karena itu teknik relaksasi guided
imagery berpengaruh terhadap peningkatan ratarata jam tidur pada pasien rawat inap.

TUGAS ANALISA JURNAL


KEBUTUHAN BIOLOGI DAN FISIOLOGI
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP
PEMENUHAN RATA-RATA JAM TIDUR PASIEN di RUANG RAWAT
INAP BEDAH

DISUSUN OLEH

NAMA

: AULIA NOOR FAIZAH

NIM

: 22020112130051

KELAS

: A121

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO
2012/2013