Вы находитесь на странице: 1из 2

Nama

: Amalia Azzahra

NIM

: 4301414102

Prodi

: Pendidikan Kimia

Maku-Rombel : Bahasa Indonesia-44

TUGAS BAHASA INDONESIA


Paragraf Satu : Wacana Suboordinatif
KU di awal dan akhir
Dalam mengarang, sering kali kita harus melukiskan sesuatu. Misalnya melukiskan betapa
indahnya pemandangan di atas bukit, tingkah laku anak yang manja, sibuknya orang di pasar
atau hebatnya banjir melanda kampung. Dapat pula kita melukiskan kesan yang kita peroleh
ketika mengalami sesuatu. Dalam hampir tiap karangan terdapat lukisan. Oleh karena itu
perlu sekali kita pelajari bagaimana caranya menulis lukisan.
Keterangan : KU
KP
KP
KU

KU : Kalimat utama
KP : Kalimat Penjelas

Paragraf Dua : Wacana Koordinatif


Kalimat Sederajat
Lukisan kita sajikan sehidup-hidupnya, hingga pembaca seolah-olah dapat melihat apa yang
kita lihat, dapat mendengar apa yang kita dengar dan dapat merasakan apa yang kita rasakan.
Kita ajak pembaca mengalami apa yang kita alami.
Paragraf Tiga : Wacana Suboordinatif Tipe 1
KU diawal
Bagaimana caranya supaya dapat kita melukiskan sesuatu sehidup-hidupnya? Langkah
pertama ialah melatih diri mengamati sesuatu. Segala sesuatu di sekeliling kita dapat kita
amati. Semut yang beramai-ramai menyeret bangkai lalat ke sarangnya, pohon jambu yang
lebat buahnya, atau orang yang hilir mudik di jalan depan rumah kita. Kita tinggal memilih
mana yang menarik hati kita dan mengamatinya dengan seksama.
Keterangan :

KU 1
KU 2
KP 1
KP 2

KU = Kalimat Utama
KP = Kalimat Penjelas

Paragraf Empat : Wacana Koordinatif


Semua Kalimat Sederajat
Mari kita amati warung kopi, tidak jauh dari tempat tinggal kita. Yang mula-mula tampak
tidak banyak. Warung kecil dan beberapa orang duduk di bangku. Ada yang minum dan ada
yang asyik bercakap-cakap. Tetapi makin lama kita memperhatikan, makin banyak yang akan
kita lihat. Misalnya, tampak bahwa penjaga warung sedang menggoreng pisang, di atas
tungku batu. Agaknya kayu bakarnya kering benar karena api berkobar besar. Dua orang
duduk di bangku asyik bercakap-cakap sambil makan juadah. Seorang menghirup kopinya
yang panas. Seorang lagi duduk bersandar, menikmati rokoknya. Di meja tampak beberapa
piring panganan.

Paragraf Lima : Wacana Suboordinatif Tipe 1


KU diberi penjelasan
Demikianlah makin lama kita mengamati warung itu makin bertambah banyak hal kecil-kecil
yang tampak. Hal kecil-kecil itu kita sebut perincian. Misalnya, tingkah laku dan pakaian dua
orang yang bercakap-cakap, kucing di bawah bangku, tempat cucian di belakang warung dan
sebagainya.
Keterangan : KU
KU = Kalimat Utama
KP
KP = Kalimat Penjelas
KP
Paragraf Enam : Wacana Suboordinatif Tipe 1
KU diberi penjelasan
Pengamatan dapat pula kita lakukan terhadap diri sendiri. Pada suatu hari kita menjaga ibu
yang sakit. Sakitnya sudah lama dan belum kunjung sembuh walaupun sudah diusahakan
berobat ke mana-mana. Badanya kurus kering. Sedih dan cemas kita melihatnya.
Keterangan : KU
KU = Kalimat Utama
KP
KP = Kalimat Penjelas
KP
Paragraf Tujuh : Wacana Koordinatif
Kalimat Sederajat
Kita telaah sekarang diri kita, dan mencoba melukiskan perasaan sedih dan cemas itu.
Berbagai pikiran yang menakutkan menyelinap pula ke dalam hati.