You are on page 1of 4

BAB III

ANALISIS
Berdasarkan wacana Merajut Ilmu Untuk Negeriku Bangsa Indonesia memiliki
banyak permasalahan diberbagai aspek. Dari aspek kesehatan, Indonesia memiliki
permalahan serius pada kasus penyakit degeneratif. Salah satu penyebab penyakit degeneratif
yaitu gaya hidup atau pola makan yang tidak sehat, seperti kurangnya mengonsumsi makanan
yang berserat , mengonsumsi makanan yang mengandung garam, gula, dan lemak tanpa
memperhatikan batas asupannya.
Maka dari itu pola hidup dan makan sehat merupakan cara untuk menghindari
penyakit degeneratif. Pola hidup dan makan sehat yang baik untuk mencegah penyakit
degeneratif antara lain mengonsumsi makanan gizi seimbang , olahraga yang rutin, mengatur
pola tidur dan menghindari stress. Rancangan diet juga merupakan salah satu cara untuk
mengatur pola makan sehat dengan cara memperhatikan sesuatu hal yang harus dilakukan
dan tidak dilakukan. Hal yang harus dilakukan yaitu menjaga berat badan dan mengonsumsi
gula sederhana, lemak tak jenuh, garam beryodium, mineral, makanan berserat seperti buah,
vitamin, dan asam amino esensial seperti daging, sedangkan hal yang tidak dilakukan seperti
mengonsumsi logam berat, zat karsinogenik, lemak jenuh, dan kontaminasi patogen.
Dalam wacana juga menyatakan bahwa penyakit degenerative merupakan jenis
penyakit non-infeksi yang disebabkan menurunnya fungsi sel, jaringan dan organ sejalan
dengan bertambahnya usia manusia. Namun pada kenyataannya semakin banyak usia muda
yang terkena penyakit degeneratif. Hal itu berkaitan dengan pertumbuhan penduduk dan
kapasitas daya tampung bumi. Manusia merupakan satu -satunya spesies yang berbudaya dan
bersejarah, mereka menganggap dirinya sebagai penguasa alam. Namun sebagian besar
kerusakan lingkungan berasal dari jumlah manusia yang berlebihan di muka bumi, dengan
kemampuan manusia yang besar

untuk mengubah lingkungannya. Manusia pasti akan

melakukan berbagai aktivitas yang beragam, hingga halhal yang berhungan dengan pola
makanpun berbeda.
Kebanyakan masyarakat Indonesia bekerja di pabrik industri dimana setiap harinya
akan menghirup polutan yang berasal dari polusi. Kegiatan itulah yang dapat mengakibatkan
usia muda saat ini banyak yang terkena penyakit degenaratif. Mereka tidak memikirkan
kesehatan , yang ada di pikiran mereka hanyalah persaingan untuk mencukupi kebutuhannya
karena dipicu oleh banyaknya jumlah penduduk di dunia.

Hal itu sebenarnya bisa

dikendalikan apabila hubungan antara pertumbuhan penduduk dengan daya tampung bumi

berjalan dengan baik. Tetapi saat ini daya tampung bumi masih bergantung pada kualitas
hidup yang diinginkan.
Semakin tinggi kualitas hidupnya, semakin rendah kualitas daya tampung yang
diinginkan. Cara menurunkan populasi diantaranya yaitu dengan menggalakkan program KB,
menunda pernikahan dan mengendalikan kelahiran. Sedangkan upaya perbaikan daya
tampung bumi yaitu dengan memperhatikan persediaan pangan, sumber daya bumi & tanah,
sumber air, kepadatan penduduk, dan teknologi.
Selain itu, didalam wacana dijelaskan bahwa hal yang perlu diwaspadai guna
mengurangi jumlah masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif yaitu mobilitas
masyarakat global yang tinggi, karena jika mobilitas penduduk meningkat maka kebutuhan
air bersih juga meningkat dan produksi sampah menjadi lebih banyak. Jika sampah di suatu
wilayah menggunung, maka ketersediaan air bersih akan berkurang karena tercemarnya air di
sungai yang diakibatkan oleh masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan.
Untuk mengindari penyakit degeneratif kita juga perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih
dan menata tata ruang kota menjadi lebih rapi.
Maka dari itu air sangat penting bagi makhluk hidup diantaranya untuk fotosintesis
tumbuhan, metabolism tubuh, industry, perumahan, public use, pertanian, dan peternakan.
Sedangkan sampah akan merugikan bagi kesehatan kita dan lingkungan sekitar. Pengelolaan
sampah dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu reuse, reduce, dan recycle. Produksi sampah
juga perlu adanya landfilly yaitu tempat akhir pembuang sampah yang terbagi menjadi tiga
jenis yaitu open dump, controlled landfill, dan sanitary landfill.
Lingkungan Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa, berdasarkan data sistem
kewaspadaan dini dan respons (SKDR), serta laporan surveilans terpadu penyakit kejadian
luar biasa (STP KLB), ada enam penyakit yang perlu diantisipasi yaitu arbovirosis seperti
demam dan chikungunya, infeksi saluran pencernaan, penyakit zoonosa termasuk flu burung
dan rabies, MERS, penyakit infeksi baru dan yang muncul kembali, serta keracunan pangan.
Perlu kita ketahui terdapat beberapa kriteria KLB yaitu timbul penyakit menular yang tidak
dikenal, peningkatan penyakit terus menerus dalam 3 kurun waktu, peningkatan 2x lipat
dibanding periode sebelumnya, dan jumlah penderita baru dalam sebulan naik 2x lipat
disbanding rata-rata perbulan tahun sebelumnya. KLB dapat diantisipasi melalui Sistem
Kewaspadaan Dini (SKD). Namun hal itu bisa juga terjadi karena adanya beberapa faktor
lingkungan yang dapat menyebabkan penyakit, yaitu lingkungan fisik yaitu kita hidup di
lingkungan yang kotor dikelilingi ribuan sampah, biologickyaitu kita hidup bersama hewan
dan tumbuhan, mereka juga memiliki potensi yang dapat menyebakan penyakit menular

kepada manusia, dan gaya hidup.Gaya hidup yang kurang baik memicu timbulnya penyakit
degeneratif karena pola makan yang tidak sehat, penggunaan kendaraan oleh penduduk yang
tidak efektif sehingga memunculkan banyak polusi. Kita tahu bahwa polusi merupakan
perubahan yang tidak dikehendaki pada lingkungan. Hal ini disebabkan oleh produksi kondisi
yang berbahaya atau pengenalan materi berbahaya yang sering disebut sebagai
polutan.Polutan memiliki sifat yang toksin atau beracun sehingga jika terpapar pada manusia
akan menyebabkan kerusakan sel atau pun jaringan sehingga terjadinya suatu penyakit pada
manusia.
Berdasarkan wacana salah satu permasalahan yang ada di Indonesia yait berkaitan
dengan pengembangan kebijakan dalam bidang kesehatan seperti penerapan E-health dan
bidang infrastruktur seperti penerapan teknologi ramah lingkungan dan pengembangan
berkelanjutan. E-health merupakan pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan terutama
untuk meningkatkan pelayanan kesehatan karena dapat menjangkau seluruh penduduk
Indonesia. Sedangkan penerapan teknologi ramah lingkungan bertujuan untuk mengurangi
polusi di Indonesia yang semakin memprihatinkan dan kita perlu memperhatikan
pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan supaya infrastruktur tersebut dapat bertahan
sampai generasi selanjutnya. Teknologi ramah lingkungan dapat diterapkan dalam pembuatan
toilet pengemposan, sel bahan bakar, tenaga angin dan surya, hidroelektrik, dan mobil listrik .
Sedangkan pembangunan yang berkelanjutan dapat diterapkan dalam design, contruction,
penggunaan dan pemeliharaan sumber daya yang ada.
Selain itu, dalam wacana disebutkan peristiwa tebing longsor di Cianjur,
Banjarnegara, dan Kabupaten Solok Selatan. Peristiwa tersebut merupakan masalah-masalah
yang juga harus diantisipasi. Faktorfaktor yang menyebabkan bencana itu ada dari alam
seperti gempa bumi, tsunami, dan angin topan, sedangkan non alam seperti kegagalan
teknologi dan KLB , dan sosial seperti terror dan konflik social. Bencana tersebut dapat
diantisipasi dengan mitigasi bencana. Mitigasi bencana merupakan penanggulangan yang
memiliki tujuan primer dan sekunder. Terdapat tahap-tahap mitigasi bencana longsor yang
dapat dilakukan yaitu pemetaan, pemeriksaan, pemantauan, dan sosialisasi.
Dalam wacana dibahas bahwa di Indonesia memiliki angka penyakit menular yang
tinggi. Oleh karena itu, untuk menjadikan lingkungan yang sehat diperlukan sanitasi,
pengelolaan limbah, pembuangan dan pengelolaan limbah serta kebersihan udara. Sanitasi
adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah
manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya.

Manfaat dari sanitasi tersebut yaitu untuk mencegah penyakit menular, mencegah kecelakaan,
menghindari pencemaran, dan membuat lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman.
Akan tetapi, dalam menciptakan lingkungan yang sehat ada beberapa ancaman diantaranya
hazard, bahan kimia, dan lingkungan global.