You are on page 1of 4

Bahaya Udara Yang Mengandung Logam Berat Timbal (Pb) Disebabkan Oleh

Pembakaran Yang Tidak Sempurna Dari Penggunaan Bahan Bakar Motor


Abstrak
Ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya polusi udara yaitu factor
alam (meletusnya gunung merapi), dan factor manusia (aktivitas industry, kendaraan
bermotor, dan rumah tangga). Namun penyumbang terbesar terhadap polusi udara
adalah akibat dari aktivitas kendaraan bermotor dengan menghasilkan gas buang dari
pembakaran yang tidak sempurna. Salah satu zat pencemar yang dihasilkan akibat
pembakaran yang tidak sempurna adalah logam berat timbal (Pb). Timbal (Pb)
merupakan zat yang ditambahkan kedalam bensin untuk meningkatkan kadar oktan
bensin, sehingga pemakaian bahan bakar ini lebih hemat. Terdapat dua bentuk logam
timbal dalam mencemari udara, yaitu dalam bentuk gas dan partikel-partikel. Logam
timbal banyak terdapat disekitar permukaan jalan raya, logam Pb tidak dapat
didegredasi dialam sehingga apabila terakumulasi kedalam tubuh manusia akan
menebabkan berbagai macam penyakit.
Kata Kunci : Gas Buangan, Logam Pb (Timbal)
Logam Timbal Pencemar Udara
Perkembangan otomotif pada bidang transportasi sangat menguntungkan bagi
manusia karena memberikan kemudahan pada manusia untuk melakukan berbagai
aktivitas seperti berpergian, namun dibalik dari dampak positif yang diberikan juga
terdapat permasalahan yang ditimbulkan dari penggunaan kendaraan bermotor, yaitu
kualitas udara perkotaan sangat menurun dikarenakan tingginya aktivitas transportasi,
terutama gas buang yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna pada
bahan bakar yang digunakan. Emisi kendaraan bermotor yang berbahan bakar bensin
(premium) ataupun solar mengeluarkan CO (Karbon Monoksida), NO2 (Nitrogen
Dioksida), SO2 (Sulfur Dioksida), CO2 (Karbon Dioksida), Logam Pb (Timbal), dan asap
fotokimia. Zat-zat pencemar tersebut jika tinggal di atmosfer dalam jangka waktu lama
akan bercampur dengan seluruh atmosfer akan menyebabkan pengurangan lapisan
ozon dan efek rumah kaca.
Logam Pb merupakan salah satu jenis zat dari gas buang yang dihasilkan oleh
kendaraan bermotor akibat dari pembakaran yang tidak sempurna. Timbal (Pb)

Nur Aisyah Farina


H1E114023

merupakan zat yang ditambahkan kedalam bensin untuk meningkatkan kadar oktan
bensin, sehingga pemakaian bahan bakar ini lebih hemat. Terdapat dua bentuk logam
timbal dalam mencemari udara, yaitu dalam bentuk gas dan partikel-partikel. Gas
timbal terutama berasal dari pembakaran bahan aditif bensin dari kendaraan bermotor
yang terdiri dari tetraetil Pb dan tetrametil Pb. Partikel-partikel Pb di udara berasal dari
sumber-sumber lain seperti pabrik-pabrik alkil Pb dan Pb Oksida, dan pembakaran
arang. Timbal banyak terdapat disekitar atau dipermukaan jalan raya, sehingga udara
di daerah perkotaan banak mengandung kadar timbal yang tinggi.
Dampak Kesehatan
Timbal merupakan jenis logam berat yang sangat berbahaya dan peracun
saraf. Timbal dapat terserap oleh mausia melalui udara, debu, air dan makanan yang
kemudian akan masuk ke dalam tubuh dan menumpuk dalam darah yang akan
menyebabkan atau menimbulkan berbagai dampak penyakit terhadap kesehatan
manusia. Dampak yang ditimbulkan apabila timbal terakumulasi ke dalam tubuh
manusia yaitu :
a. System Saraf dan Kecerdasan
Seseorang yang terpajan kadar timbal yang tinggi akan menderita gejala hilangnya
nafsu makan, depresi, kelelahan, sakit kepala, mudah lupa, dan pusing. Efek nya
pada kecerdasan yaitu menurunnya IQ bahkan pada tingkat terendah.
b. Efek Sistemik
Kandungan Pb dalam darah dapat menyebabkan gejala gastrointestinal.
Keracunan timbal dapat mengakibatkan sakit perut, konstipasi, kram, mual,
muntah, anoreksia, dan kehilangan berat badan dan meningkatkan tekanan darah.
c. Efek Terhadap Reproduksi
Wanita yang sedang berada pada masa kehamilan apabila terpajan dapat
mengalami resiko keguguran, kematian bayi dalam kandungan, dan kelahiran
premature. Pada laki-laki, efek Pb akan menurunkan jumlah sperma dan
meningkatkan jumlah sperma abnormal.
d. Pada Tulang
Ion Pb2+ mampu menggantikan keberadaan ion Ca 2+ (kalsium) yang terdapat pada
jaringan tulang.

Upaya Pengelolaan Lingkungan

Nur Aisyah Farina


H1E114023

Untuk memelihara kualitas udara yang bersih yang akan membuat ekosistem
terlindungi dan juga melindungi kesehatan manusia, maka harus dilakukan
pengelolaan kualitas udara yaitu dengan cara melakukan penetapan baku mutu,
pemantauan kualitas udara ambien, penusunan perijinan, penegakan hukum, dam
penetapan insentif ekonomi untuk mengurangi pencemaran udara. Kebijakan dan
peraturan perundangan dari pemerintah adalah landasan bagi pengelolaan kualitas
udara. Tanpa kebijakan dan peraturan perundangan yang tepat dan memadai, akan
sulit memelihara, program pengelolaan kualitas udara yang baik.
Strategi pengolahan kualitas udara (AQMS) adalah serangkaian cara atau
rencana

tindak

untuk

melaksanakan

kebijakan

dan

peraturan

perundangan

pengelolaan kualitas udara. AQMS mencakup :


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Inventarisasi emisi
Pemantauan kualitas udara ambien
Prediksi konsentrasi pencemar udara
Evaluasi dampak pencemaran udara terhadap manusia dan ekosistem
Analisis biaya-manfaat dan efektivitas langkah-langkah pengendalian
Implementasi langkah-langkah pengendalian

Kedudukan inventarisasi emisi dalam AQMS dan hubungan antar elemen-elemen


AQMS termasuk prediksi konnsentrasi pencemar dan simulasi pengendalian
pencemaran udara ke depan. Fungsi inventarisasi emisi sangat penting karena
menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam pengelolaan kualitas udara.
Tumbuhan Penyerap Kadar Timbal di Udara
Selain itu juga terdapat beberapa jenis pohon pelindung yang berpengaruh
untuk menyerap kandungan timbal di udara.

Nur Aisyah Farina


H1E114023

Oleh karena itu, maka selayaknya manusia memiliki kesadaran untuk


memelihara kondisi lingkungan dengan melakukan penanaman pohon yang dapat
membantu terjaganya keseimbangan lingkungan.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa pengaruh terbesar terjadinya
pencemaran udara adalah berasal dari aktivitas manusia yaitu aktivitas transportasi
yang menggunakan kendaraan bermotor, dimana hasil pembakaran yang tidak
sempurna dari bahan bakar kendaraan bermotor itulah yang menimbulkan dampak
negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia.
Daftar Rujukan
Gusnita, Dessy. 2012. Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) di Udara dan Upaya
Penghapusan Bensin Bertimbal.
Kementrian Lingkungan Hidup. 2013. Pedoman Teknis Penyusunan Inventarisasi
Emisi Pencemar Udara di Perkotaan. Jakarta : Biru Langitku.
Pratiwi, Sulistya Rini. 2012. Analisis dan Identifikasi Variabel yang Mempengaruhi
Kesadran Masyarakat dalam Mengatasi Polusi Udara (Timbal/Pb) di Kota
Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Bisnis dan Ekonomi vol.3, No.2.

Nur Aisyah Farina


H1E114023