You are on page 1of 6

Manajemen Keperawatan

Pengaruh Motivasi Perawat dan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruang Terhadap


penerapan Budaya Keselamatan Pasien Oleh Perawatt Pelaksana Paada Rumah Sakit
Pemerintah Semarang

1. Apa alasan peneliti untuk melakukan penelitian?


Untuk membangun budaya keselamatan pasien yang memungkinkan seluruh
tim mendukung dan meningkatkan keselamatan pasien dipengaruhi oleh
kepemimpinan yang kuat Lingkup kepemimpinan dalam penerapan budaya
keselamatan pasien salah satunya adalah kepemimpinan kepala ruang. Upaya kepala
ruang dalam melaksanakan kepemimpinan yang efektif di ruangannya mempengaruhi
penerapan budaya keselamatan pasien, kepala ruang akan dapat mempengaruhi
strategi dan upaya menggerakkan perawat dalam lingkup wewenangnya untuk
bersama-sama menerapkan budaya keselamatan pasien.
2. A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi perawat dan
gaya kepemimpinan kepala ruang terhadap penerapan budaya keselamatan
pasien oleh perawat pelaksana di RS Pemerintah di Semarang.
B. Populasi dan Sampel
Sampel sejumlah 105 responden melalui purposive sampling dengan
kriteria inklusi perawat pelaksana dan pendidikan DIII Keperawatan.
C. Variabel terkait
Independent : Motivasi Perawat dan Gaya Kepemimpinan
Dependen

: Penerapan budaya keselamatan pasien

Instrumen

: Penelitian ini menggunakan kuisioner

D. Analisa Data

Analisa data pada penelitian ini dilakukan dengan uji kuantitatif non
eksperimental dengan pendekatan cross sectional
E. Temuan Utama :
Untuk membangun budaya keselamatan yang kuat perlu didukung
kepemimpinan yang kuat, motivasi dan kedisiplinan individu dalam kinerja
keselamatan pasien serta sistem manajemen sumber daya manusia

3. Informasi yang didapat:

Kepala ruang sebagai pemimpin di unit keperawatan merupakan seorang


perawat yang memiliki pengaruh terhadap penerapan budaya keselamatan pasien
Budaya keselamatan yang kuat membutuhkan kepemimpinan yang mencakup
komponen seperti mampu menetapkan dan mengkomunikasikan visi keselamatan
dengan jelas, menghargai dan memberdayakan staf untuk mencapai visi. Komponen
lainnya yaitu terlibat aktif dalam upaya peningkatan keselamatan pasien, menjadi
panutan bagi bawahan, fokus pada masalah sistem bukan pada kesalahan individu,
dan terus melakukan perbaikan sistem.
4. Apa dilakukan uji validitas dan reliabilitas
Pada penelitian ini dilakukan uji normalitas dan didapatkan hasil uji
normalitas nilai asymp sig 0,068 untuk variabel motivasi, asymp sig 0,808 untuk
variabel gaya kepemimpinan kepala ruang dan asymp sig 0,397 untuk variabel
penerapan budaya keselamatan
pasien. Hal ini menunjukkan bahwa
data
berdistribusi normal dan pengkategorian data menggunakan mean sebagai cut of
point.
5. Apa yang dilakukan peneliti untuk mengkontrol penelitian
6. Level?
7. Kelemahan?
8. Rekomendasi dari kita
Untuk tercapainya pemberian asuhan keperawatan dengan maksimal,
kepemimpinan transformasional dapat diterapkan oleh kepala ruangan. Hal ini
memicu kinerja perawat menjadi lebih baik lagi dikarenakan karakteristik yang
terdapat dalam kepemimpinan transformasional sebagian besar berpengaruh terhadap
softskill pada perawat pelaksana.
9. Apakah EBNP dapat diaplikasikan di Rumah Sakit.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kepemimpinan
transformasional dapat diterapkan di Rumah Sakit oleh Kepala ruangan terhadap
perawat pelaksana. Dampak positif yang dapat dicapai dengan diterapkannya
kepemimpinan transformasional ini, pemberi asuhan keperawatan dapat menjalankan
tugasnya dengan baik sehingga akan memberikan kepuasan kepada klien yang
menerima pelayanan keperawatan.

MATERNITAS
Senam Hamil Mempercepat Proses Persalinan Kala II
1. Apa alasan peneliti untuk melakukan penelitian?
Lamanya persalinan mempunyai risiko menyebabkan kematian perinatal dua
setengah kali dibandingkan persalinan normal. Lamanya proses persalinan
dipengaruhi oleh 5 faktor penyebab persalinan, yaitu tenaga, jalan lahir, janin,
psikologi respon dan penolong. Samapi saat ini yang bisa dikendalikan adalah fsktor
tenaga yaitu dengan senam hamil dan energi yang cukup menjelang persalinan.
2. A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap
lama persalinan kala II di RB Ngudi Waras Semarang.
B. Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin secara spontan di
RB Ngudi Waras Semarang yang berjumlah 42. Sampel pada penelitian adalah 24
responden yaitu 12 kasus (kelompok yang mengikuti senam hamil) dan 12
kontrol (kelompok yang tidak mengikuti senam hamil) dengan teknik total
sampling.
C. Variabel terkait
Independent : Senam Hamil
Dependen

: Lama Persalinan Kala II

Instrumen

: menggunakan data sekunder berupa catatan medik.

D. Analisa Data
Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan
pendekatan retrospektif. Analisa data menggunakan uji Chi-square.
E. Temuan Utama :
Pada penelitian ini didapatkan bahwa ada pengaruh yang bermakna antara
senam hamil terhadap lama persalinan kala II pada ibu bersalin.
3. Informasi yang didapat

Gerakan-gerakan pada senam hamil dapat mempengaruhi power yang baik


serta daya kontraksi otot-otot tubuh dan luas gerakan persendian, sehingga
melonggarkan persendian maupun otot yang berhubungan dengan persalinan maka
proses persalinan dapat berjalan dengan normal dan waktunya relatif lebih singkat.
Tindakan relaksasi dan senam tiap hari sangatlah penting sehingga sang ibu dapat
mempersiapkan tubuhnya bagi persalinan, selain itu belajar teknik pernafasan pada
waktu yang tepat selama masa kehamilan akan membantu kemajuan persalinan yang
mudah dan alamiah.
4. Apa dilakukan uji validitas dan reliabilitas
Pada penelitian ini tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
5. Apa yang dilakukan peneliti untuk mengkontrol penelitian
Pada penelitian ini, sampel yang berjumlah 24 responden dibagi menjadi 2
kelompok yaitu 12 kasus adalah kelompok yang mengikuti senam hamil dan 12
kontrol adalah responden yang tidak mengikuti senam hamil.
6. Level?
7. Kelemahan
Pada penelitian ini data yang digunakan sepenuhnya menggunakan studi
dokumentasi dari catatan medik di RB Ngudi Waras sehingga dapat menyebabkan
recal bias.
8. Rekomendasi dari kita
Tingginya angka kematian ibu terkait proses persalinan pada kala II salah satu
penyebabnya adalah lamanya persalinan. Maka dari itu, dilihat dari beberapa
penelitian yang telah dilakukan, cara yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya
dapat dengan melakukan senam hamil. Gerakan-gerakan pada senam hamil dapat
mempengaruhi power yang baik serta daya kontraksi otot-otot tubuh dan luas gerakan
persendian, sehingga melonggarkan persendian maupun otot yang berhubungan
dengan persalinan maka proses persalinan dapat berjalan dengan normal dan
waktunya relatif lebih singkat. Terkait dengan hal ini, sebaiknya institusi pendidikan
khususnya bidang keperawatan sangat dianjurkan untuk memberikan materi senam
hamil ini agar para mahasiswa pada saat praktek lapangan dapat memperkenalkan
lebih dalam lagi tentang manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksaan senam hamil
dan juga dapat mengajarkan senam hamil kepada ibu-ibu yang hamil. Selain itu,
masyarakat khususnya ibu hamil disarankan agar mengikuti senam hamil secara
teratur minimal 1 kali seminggu atau maksimal 3 kali seminggu dalam waktu kurang
lebih 45 menit setiap mengikuti senam hamil, agar saat persalinan tiba proses
persalinan dapat berjalan dengan waktu persalinan yang normal.
9. Apakah EBNP dapat diaplikasikan di Rumah Sakit.

Mengingat hasil penelitian ini sangat bermakna terhadap proses persalinan


pada ibu bersalin, sehingga senam hamil dapat direkomendasikan untuk mengatasi
masalah terkait proses persalinan kala II. Sebaiknya para tenaga kesehatan dilatih dan
diajarkan tentang senam hamil supaya dapat melatih dan mengajarkan senam hamil
pada ibu-ibu hamil.
KEPERAWATAN ANAK
Hubungan Antara Kejadian Anemia Dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia Sekolah Di
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Susukan 04 Ungaran Timur
1. Apa alasan peneliti untuk melakukan penelitian?
Anak yang menderita anemia akan mengalami gangguan pemusatan pikiran
dan penurunan fungsi kognitif. Hal ini dikarenakan pada penderita anemia jumlah sel
darah merah, kadar hemoglobin maupun hematokrit lebih rendah daripada nilai
normal sehingga kondisi ini mengganggu transport oksigen maupun nutrisi ke
beberapa organ penting di dalam tubuh.
2. A. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian anemia
dengan kemampuan kognitif anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Susukan
04 Ungaran Timur.
B. Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini berjumlah 183 responden. Sedangkan sampel
pada penelitian sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik quota
sampling.
C. Variabel terkait
Independent : Kejadian Anemia
Dependen

: Kemampuan Kognitif

Instrumen
: Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan dengan metode
cyanmethemoglobin, sedangkan pengukuiran kognitif dengan kuisioner.
D. Analisa Data
Analisa data pada penelitian ini dilakukan dengan uji kuantitatif non
eksperimental dengan pendekatan cross sectional.
E. Temuan Utama :
Pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kejadian anemia
dengan kemampuan kognitif anak. Anak perempuan usia sekolah mempunyai
resiko lebih tinggi untuk menderita anemia dibandingkan dengan anak laki-laki.

Anemia pada anak usia sekolah dapat menurunkan kemampuyan kognitif anak
sehingga dapat menurunkan prestasi belajar disekolah.
3. Informasi yang didapat
Kejadian anemia pada anak usia sekolah cukup tinggi. Dari 100 responden
yang dilibatkan dalam penelitian, 50% menderita anemia. Anemia pada anak bisa
lebih berat dibandingkan dengan orang dewasa. Hal ini disebabkan karena pada masa
pertumbuhan anak lebih membutuhkan banyak zat-zat pembangun darah. Terkait hal
itu, anemia pada anak dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak karena anemia
menyebabkan transfer oksigen yang memperlancar metabolisme sel-sel otak menjadi
terhambat. Hal ini menyebabkan metabolisme lemak myelin yang mempercepat
hantar impuls saraf terganggu sehingga menyebabkan perilaku serta konsentrasi
terganggu.
4. Apa dilakukan uji validitas dan reliabilitas
5. Apa yang dilakukan peneliti untuk mengkontrol penelitian
6. Level?
7. Kelemahan?
8. Rekomendasi dari kita
9. Apakah EBNP dapat diaplikasikan di Rumah Sakit.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kepemimpinan
transformasional dapat diterapkan di Rumah Sakit oleh Kepala ruangan terhadap
perawat pelaksana. Dampak positif yang dapat dicapai dengan diterapkannya
kepemimpinan transformasional ini, pemberi asuhan keperawatan dapat menjalankan
tugasnya dengan baik sehingga akan memberikan kepuasan kepada klien yang
menerima pelayanan keperawatan.