You are on page 1of 2

Nah, ada banyak cara berinvestasi ternyata untuk mempersiapkan hari tua kita.

Namun hal
yang terpenting adalah bagaimana memastikan pilihan investasi tersebut cocok untuk kita.
Berinvestasi di bidang property memang menggiurkan namun, investasi semacam ini hanya
cocok untuk para investor yang memiliki dana besar saja. Sebagai contoh di Jakarta misalnya,
harga rumah sederhana dengan type 72/100 bisa lebih dari 2 milyar rupiah dengan
peningkatan harga asset sekitar 20% per tahun. Sementara itu, orang yang memiliki uang
sejumlah itu tidak sampai 0.1% dari total penduduk Indonesia. Investasi lain yang juga
menggiurkan adalah investasi saham. Bisa kita lihat saat ini salah satu orang terkaya saat ini
Warren Buffet adalah contoh nyata orang yang berhasil berinvestasi di saham. Namun,
banyak juga orang yang bangkrut gara-gara main saham. Keluarga penulis memiliki
pengalaman pahit masalah ini. Dia kehilangan ratusan juta rupiah dalam satu hari kerja saja.
Lantas siapa yang cocok berinvestasi di dunia saham ini. Menurut para pakar saham,
sebetulnya siapa saja bisa bermain saham. Hanya saja bagi pemula perlu mempelajari terlebih
dahulu tentang ilmu yang melandasi pergerakan harga saham. Agar ketika mulai berinvestasi,
investor dapat mengelola investasinya dengan baik. Tapi saya kan pegawai, bagaimana
mungkin saya memantau terus pergerakan harga saham dalam jam kerja dan gaji saya juga
pas-pasan. Selain itu saya juga ingin berinvestasi yang sesuai dengan syariat islam. Tidak
mungkin dong, saya mencek satu per satu efek yang ada di bursa saham mana yang sesuai
syariah mana yang tidak.
Maka dari itu, muncullah produk baru yang menjawab semua keinginan anda, yakni reksa
dana syariah. Reksa dana syariah adalah wadah untuk menampung dan mengelola dana
masyarakat yang dikelola oleh manager investasi (MI) untuk diinvestasikan di portfolio
investasi syariah seperti saham, sukuk, pasar uang ataupun efek lainnya yang memenuhi
standar syariah yang telah ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI).
Reksadana sendiri memiliki beberapa produk diantaranya adalah :
1. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola
(aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang. Umumnya memberikan penghasilan dalam
bentuk bunga, seperti deposito, obligasi syariah, swbi, dan instrument lain. RDPT
merupakan salah satu upaya melakukan investasi yang paling baik dalam jangka waktu
menengah atau jangka panjang (>3 tahun) dengan resiko menengah
2. Reksadana Saham (Equity Fund)

Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang


dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas. Pada umumnya

efek saham memberikan

kontribusi dengan memberikan hasil yang menarik, dalam bentuk caoutak gain dengan
pertumbuhan harga-harga saham dan dividen.
Banyak perspeksi yang menganggap bahwa berinvensti pada saham lebih cenderung
spekulatif, atau berudi. Namun secara teori dan pengalaman dilapangan menghatakan
bahwa investasi pada saham adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang
cukup menjanjikan.
3. Reksadana Campuran (Siscretionary Fund)
Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan
pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksadana lainnya.
Reksadana campuran dalam orientasinya lebih fleksibel dalam menjalankan investasi.
Fleksibel berartikan, pengelolaan investasi dapat digunakan untuk berpindah- pindah dari
saham, ke obligasi, maupun ke deposit. Atau tergantung pada kondisi pasar dengan
melakukan aktivitas trading,
4. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)
Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang
kurang dari satu tahun. Umumnya investasi dalam kategori reksadana pasar uang
memiputi, deposito, SBI, Obligasi serta efek hutang lainnya.
5. Reksadana pasar uang memiliki tingkat resiko yang minim, namun keuntungan yang di
dapat juga sangat terbatas. Tujuannya adalah perlindungan modal dan untuk menyediakan
likuiditas yang tinggi, sehingga ketika dibutuhkan dapat dicairkan setiap hari kerja
dengan resiko penurunan nilai investasi yang hamper tidak ada.
Untuk mempersiapkan masa pensiun kita, reksa dana saham syariah merupakan pilihan tepat.
Sebagai contoh misalnya kita hanya mampu berinvestasi 100 ribu rupiah per bulan. Jika dana
tersebut kita investasikan di reksa dana syariah melalui salah satu MI syariah yang ada
selama 30 tahun misalnya, maka dana yang akan kita peroleh adalah sekitar 8 milyar rupiah
dimana pokok yang kita keluarkan hanya 36 juta rupiah. Waw, angka yang sangat fantastis
bukan. Oleh karena itu, kami menghimbau agar para pembaca ikut serta dalam berinvestasi di
reksadana syariah.