You are on page 1of 10

MATERI PENYULUHAN DAN

SOSIALISASI
IbM POSYANDU DI KECAMATAN MARISO
JULI 2016

DISUSUN OLEH:
Dra. FEIZARINA, M. M
&
SAVITRI PRASANDI MULLYANI, S.T.,M.T
DOSEN UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR

MAKASSAR
JULI
2016

KENAPA ASI (Air Susu Ibu ) LEBIH BAIK ?


1. Mutu Air Susu Ibu Lebih Prima
Hal ini sesuai dengan kebutuhan bayi, ASI mencukupi bila kondisi ibu terjamin
kesehatannya dmana sang ibu mengkonsumsi menu empat sehat lima sempurna
2. ASI memilliki keunggulan dibandingkan susu formula :
- Tersedia setiap saat sehingga memudahkan pemberiannya
- Komposisi gizi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi
- ASI lebih steril
- ASI memperbaiki pencernaan bayi
- ASI diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang cukup tersedia
- ASI mengandung asam lemak OMEGA 3 yang sangat penting untuk
pertumbuhan otak , Menurut penelitian bayi yang diberi ASI memilliki kecerdasan
yang cukup tinggi
- Kolostrum ASI yang keluar pada hari - hari pertama setelah lahir berwarna
kekuning- kuningan karena mengandung vitamin A , protein dan zat kekebalan
yang penting untuk bayi. Kolustrum ini bermanfaat untuk melindungi bayi dari
berbagai infeksi terutama diare dan membantu pengeluaran mekonium , yaitu
kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan, Sedang susu formula tidak
mengandung zat kekebalan tubuh , karena itu bayi sering menderita sakit
terutama diare
3. ASI memiliki banyak sisi positif antara lain:
- Menyusui memperat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak
- Menyusui dapat menjarangkan kehamilan / kelahiran
- Menyusui dapat menghindarkan ibu dari kemungkinan kena kanker payudara
- Mencegah timbulnya diabetes mellitus pada masa bayi / anak- anak
4. Volume ASI :
- Dalam kondisi normal ASI memproduksi 100 cc pada hari kedua , kemudian akan
meningkat sampai 500 cc pada minggu kedua . Bayi yang sehat selanjutnya
mengkonsumsi sejumlah 700-800 cc ASI per 24 jam
- Kadang ada bayi yang mengkonsumsi kurang dari 600 cc atau bahkan
sebaliknya ada yang mengkonsumsi hampir satu liter per 24 jam dan tetap
menunjukkan tingkat pertumbuhan yang sama
- Bila ibu selama hamil mengalami kekurangan gizi, maka akan mempengaruhi
volume ASI, dimana ibu dengan kondisi ini hanya menghasilkan ASI 500-700 cc
pada 6 bulan pertama usia bayi, 400-600 cc pada 6 bulan kedua dan 300 500
cc pada tahun kedua usia anak

MAKANAN TAMBAHAN/ PENDAMPING BAYI SETELAH ASI


(MULAI USIA BAYI 4 BULAN PERTAMA DAN SETERUSNYA )
1. Usia 4 bulan
Pemberian ASI Ekslusif selama 4 bulan pertama , ASI masih sanggup
memenuhi segala kebutuhan gizi bayi , bila kondisi ibu dalam keadaan prima
kesehatannya . Jumlah dan frekuensi pemberian ASI tidak terbatas disesuaikan
dengan kebutuhan dan keinginan si bayi. Jika karena sesuatu hal ASI tidak tersedia
terpaksa diberikan susu formula dengan frekuensi dan jumlah sesuai ketentuan,
sesuai dengan Jadwal Pemberian Makanan Bayi sebagai berikut ini :

2. Makanan Bayi Usia 4-5 bulan


Pada usia ini pemberian ASI diteruskan , dan mulai diperkenalkan makanan
pendamping ASI
terbentuk lumat karena bayi sudah mempunyai refleks
mengunyah . Contoh makanan pendamping ASI berbentuk lumat antara lain buah
pisang, jeruk dan pepaya yang dilumatkan , biscuit dan bubur susu . Untuk tahap
awal diberikan buah 1-2 sendok makan (sdm) 2 x sehari . Makanan ini diberikan
selama 1 minggu secara rutin lalu tambahkan bubur susu .
Perlu diingat setiap kali bayi diberikan ASI dulu baru makanan pendamping
ASI. Ini perlu agar ASI bisa dimanfaatkan secara optimal . Bila memberi makanan
pendamping ASI berbentuk cairan , misalnya susu atau sari buah , berikanlah
dengan sendok, Perlu diperhatikan bila memberikan makanan yang baru pada bayi
janganlah dipaksa.
Kalau bayi menolak jika diberikan makan, ulangi pada
kesempatan yang lain selagi bayi lapar , sedikit demi sedikit , sampai bayi terbiasa
dengan makanan tersebut . Jadi yang perlu diperhatikan dalam memberikan
makanan bayi pada usia 4-5 bulan adalah sebagai berikut :
- Teruskan pemberian ASI
- Berikan makanan lumat 2 x sehari
- Berikan ASI dulu baru makanan pendamping
3. Makanan Bayi Usia 6 -12 bulan
Pada usia 6 bulan keadaan alat pencernaan bayi sudah semakin kuat , oleh
sebab itu bayi mulai diperkenalkan dalam makanan yang lebih padat dalam bentuk
makanan lembek berupa tim saring. Usia 6-7 bulan diberikan tim saring dan mulai 8
bulan sudah diberikan tim biasa .
Untuk mempertinggi kandungan gizi makanan tim ditambah sedikit demi
sedikit dengan zat lemak, yaitu bisa berupa santan , minyak , mentega atau
margarine . Bahan makanan ini dapat menambah kalori makanan bayi disamping
memberikan rasa enek , juga mempertinggi penyerapan vitamin A dan zat gizi lain
yang larut dalam lemak
Pemberian makanan yang ditim [ada bayi, perlu diperhatikan takarannya :
- Umur 6 bulan diberikan 6 sendok makan
- Umur 7 bulan diberikan 7 sendok makan
- Umur 8 bulan diberikan 8 sendok makan
- Umur 9 bulan diberikan 9 sendok makan
- Umur 10 bulan mulai diperkenalkan secara bertahap kekentalannya atau bentuk
kepadatan nasi tim mendekati kepadatan makanan keluarga .
Ketika bayi berusia 9 bulan , mulai diberikan makanan selingan 1 x sehari .
Berikan makanan selingan yang berinilai gizi tinggi , seperti aneka biskuit, aneka
sup, bubur kacang hijau , puding, bubur sumsum dan sebagainya .
Usahakan makanan selingan dibuat sendiri agar terjaga kebersihannya .
Diupayakan memperkenalkan aneka ragam bahan makanan secara bergantian
untuk memperkenalkan rasa yang beraneka ragam sehingga pada usia selanjutnya
bayi tidak menghadapi masalah mengenai aneka rasa makanan. Jadi yang perlu
diperhatika dalam pemberian makanan untuk bayi 6-12 bulan adalah sebagai berikut:
- Teruskan pemberian ASI
- Berikan makanan lembek dengan frekuensi sesuai tabel Jadwal Pemebrian
makanan Bayi di atas
- Berikan makanan selingan
- Perkenalkan bayi dengan beraneka ragam bahan makanan
4. Perlakuan yang Salah dalam Pemberian Makanan Bayi
a. Makanan Pralaktal , sebelum ASI keluar

b.
c.

d.

e.
f.

Makanan Pralaktal adalah jenis makanan seperti air kelapa , air tajin , madu,
pisang yang sudah diberikan pada bayi baru lalhir , sebelum ASI keluar . Hal ini
sangat berbahaya bagi kesehatan bayi
Kolustrum yang dibuang
Masih banyak ibu- ibu yang tidak memberikan kolustrum kepada bayi . Kolustrum
adalah ASI yang keluar pada hari pertama , berwarna kekuningan dan kental
Penggunaan satu payudara
Menyusui hanya dari satu payudara berarti tidak memanfaatkan ASI secara
optimal karena ASI yang dikonsumsi tidak cukup. Kombinasi pemberian ASI
dengan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat dalam kuantitas
dan kualitas dapat menyebabkan bayi menderita kurang gizi.
Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini dan terlambat
Pemberian makanan pendamping ASI yang terlalu dini menurunkan konsumsi
ASI dan gangguan pencernaan / diare . Sedang sebaliknya jika pemberian
makanan pendamping ASI terlambat diberikan akan mengakibatkan bayi
menderita kurang gizi
Frekuensi pemberian makanan pendamping ASI kurang
Bila frekuensi pemberian makanan pendampang ASI dalam sehari kurang
jumlahnya akan berakibat kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi
Makanan selingan kurang gizi , bukan produk yang baik atau sudah kedaluwarsa.

5. Makanan Bayi Pada Waktu Sakit


Pada waktu sakit kebutuhan bayi meningkat . Di lain pihak bayi berkurang
nafsu makannya. Karen itu pemberian makanan harus benar- benar diperhatikan
terutama dalam hal rasa , kekentalan dan suhunya . Makanan dibuat dalam bentuk
lunak seperti bubur mie rebus , bihun rebus dan lain- lain , dan dalam keadaan
hangat karena lebih disukai oleh bayi yang sedang sakit .
Makanan diberikan sesuai dengan umur bayi, dalam bentuk lebih lunak dari
biasanya . Cara pemberiannya sedikit demi sedikit dan lebih sering. Sangat baik bila
diberikan bubur yang diencerkan dengan kaldu ayam atau kaldu daging , untuk
meransang nafsu makannya . Pemberian ASI diteruskan seperti pada waktu tidak
sakit . Setelah sembuh dari sakit, bayi harus diberi makan lebih banyak untuk
mengganti kehilangan / kerusakan sel- sel tubuh yang hilang pada waktu sakit.
Bentuk makanan dianjurkan tetap lunak atau disesuaikan dengan kemampuan
makan bayi .
Jadi hal- hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan makanan untuk bayi
yang sedang sakit adalah sebagai berikut :
- ASI tetap diberikan pada bayi yang sedang sakit
- Diberikan makanan pendamping ASI sesuai dengan umur bayi , dalam bentuk
lebih lunak dari biasanya
- Diberikan dalam keadaan hangat , sedikit demi sedikit , tapi sering
- Setelah sembuh dari sakit diberikan makan lebih banyak untuk mengembalikan
kesehatan bayi
6. Makanan Bayi Ibu Bekerja
Dengan bekerja di luar rumah lebih dari 6 jam sehari , seorang ibu akan
mengalami kesulitan dalam menyusui bayinya . Walaupun demikian ibu tetap bisa
menyusui bayinya dengan cara menyusui sebelum berangkat bekerja , dan
dilanjutkan lagi setelah pulang bekerja. Selama bekerja ASI bisa dipompa dan
disimpan di tempat yang bersih atau lebih baik lagi di lemari es , jika tersedia .
ASI yang dikeluarkan baik dengan cara manual maupun dipompa dapat
disimpan dalam wadah tertutup , dengan daya tahan sebagai berikut :
- 6 jam pada suhu kamar
- 24 jam di lemari es
- 2 x 24 jam di lemari es dalam tempat yang telah steril

Sebelum diberikan, ASI tersebut dapat dihangatkan dalam wadah berisi air
panas . Jangan sekali- kali mendidihkan ASI yang disimpan karena akan merusak zat
gizi dan zat kekebalan yang terdapat dalam ASI. Tinggalkan pesan pada pengasuh
bayi yang dapat dipercaya tentang cara mebuat dan menyiapkan makanan bayi serta
cara dan waktu pemberiannya . Sebaiknya pesan di tempelkan di dinding dapur atau
ruang makan yang mudah terlihat oleh pengasuh bayi atau anggota keluarga lain
yang diberi tanggung jawab mengasuh bayi di rumah .
Jadi yang perlu diperhatikan dalam pemberian makanan bayi ketika ibu
bekerja adalah sebagai berikut:
- Usahakan menyusui bayi sebelum dan sesudah pulang kerja
- Tinggalkan pesan kepada pengasuh bayi tentang cara memberikan makanan
pendamping ASI
7. Kebersihan Makanan Pendamping ASI
Kebersihan makanan pendamping ASI perlu mendapat perhatian khusus .
Makanan pendamping
ASI yang kurang bersih dan sudah tercemar dapat
menyebabkan diare atau cacingan pada bayi. Makanan yang tercemar bisa
disebabkan oleh debu dan binatang seperti lalat , kecoa, semut atau bahkan tikus .
Sedang kebersihan si pembuat makanan serta peralatan yang dipakai seperti sendok
, mangkok , gelas, piring dan sebagainya sangat menentukan barsih tidaknya
makanan.
Hal- hal yang perlu diperhatikan adlah sebagai berikut :
- Simpan makanan pendamping ASI dalam keadaan bersih , hindari pencemaran
dari debu dan binatang
- Alat makan dan memasak yang harus bersih
- Ibu atau anggota keluarga yang memberikan makanan pendamping ASI harus
mencuci tangan dengan sabun sebelum memberi makan
8. Gizi Seimbang
Gizi seimbang perlu diterapkan ketika bayi mulai bisa makan makanan
yang ditim ( tim saring atau tim biasa). Penganeka ragaman pangan disesuaikan
dengan bahan makanan yang bisa dikonsumsi sesuai umurnya . Untuk tetap sehat ,
gizi seimbang perlu diterapkan pada usia sedini mungkin sampai lanjut usia .
Gizi seimbang dapat dipenuhi dengan pemberian makanan tambahan
sebagai berikut :
1. Sumber Hidrat Arang
Beras, roti, makaroni, kentang, tepung maizena, tepung beras, tepung
kacang hijau , hunkue , havermouth
2. Sumber Protein
Susu, daging, ikan , ayam , hati, tahu, tempe , telur (putihnya) , keju,
kacang hijau
3. Sumber Lemak
Santan, Margarine, Mentega, Minyak goreng

4. Sumber Vitamin dan mineral ( sayuran )


Bayam , kangkung, labu siam , labu kuning, buncis , wortel, oyong

5. Sumber Vitamin dan mineral ( buah)


Pepaya, jambu biji, air jeruk , pisang , melon
9. Cara Membuat Makanan Tim Saring
Ketika bayi berusia 6 bulan, mulai diberikan makanan tim yang disaring .
Proses menyaring ada dua macam yaitu :
1. Dengan blender. Pemakaian alat ini membuat pekerjaan menjadi lebih mudah ,
karena praktis dan cepat . Makanan yang telah selesai dimasak , biarkan hingga
dingin dahulu baru dihaluskan
2. Dengan alat penyaring khusus dari kawat. Alat ini dibeli di pasar swalayan . Terbuat
daei saringan kawat stainless steel , dilengkapai alat penghalus terbuat dari kayu
dan bahan stainless steel, yang harus diputar dengan tangan . Makanan yang
dihaluskan dengan alat ini harus dalam keadaan panas , agar lebih mudah halus ,
kecuali buah- buahan .

10. Penyajian Makanan Bayi


Ketika bayi mulai berusia 3 bulan , benda- benda disekelilingnya sudah
menjadi pusat perhatiannya . Ia sudah mulai berusaha meraih dan memegangnya.
Ia mulai senang memperhatikan benda dan gambar- gambar yang menarik . Karena
itu buatlah kegiatan makan menjadi saat yang menyenangkan bayi , dengan
menciptakan suasana gembira dan menyajikan makanan dengan tampilan yang
menarik . Sajikan dalam wadah- wadah yang menarik . Makanannya sendiri bisa
dihias sedemikian rupa , dibentuk wajah badut , diberi hiasan bebek dari tomat ,
bunga dari wortel , ikan dari labu siam dan sebagainya untuk menarik minat bayi dan
menciptakan suasana makan yang menyenangkan .

11. Tahapan Perkembangan Bayi dan Stimulasi