You are on page 1of 2

BAB 1.

KESUBURAN TANAH DAN PEMUPUKAN


1.1 Kesuburan Tanah
1.1.1 Pengertian Kesuburan Tanah
Tanah merupakan tempat bercocok tanam yang tersusun dari bahan-bahan
padat, cair, dan gas. Bahan penyusun tanah dapat dibedakan atas batuan, mineral dan
bahan organik, air, dan gas yang membusuk atau melapuk pada lapisan atas karena
proses waktu. (Lingga dan Marsono, 2013:10)
Kesuburan tanah adalah kemampuan atau kualitas suatu tanah menenyediakan
unsur-unsur hara tanaman dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan tanaman, dan
dalam perimbangan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tertentu apabila suhu
dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya mendukung pertumbuhan normal tanaman.
(Winarso, 2005:5). Menurut Winarso definisi ini dapat dinyatakan bahwa kesuburan
tanah mencakup 3 aspek yaitu :
kuantitas, yang mencakup jumlah/konsentrasi dan macam unsur hara yang

dibutuhkan tanaman
kualitas, yang merupakan perbandingan konsentrasi antara unsur hara satu

dengan lainnya, dan


waktu, yaitu ketersediaan unsur-unsur hara tersebut ada secara terus menerus
sesuai dengan kebutuhan tanaman selama pertumbuhannya yaitu dari

perkecambahan hingga matang/panen


1.1.2 Penyebab Rusaknya Kesuburan Tanah
Erosi
Erosi tanah adalah suatu proses atau peristiwa yang menyebabkan
terlepasnya partikel-partikel tanah sebagai akibat tenaga air, angin, dan
pengalirannya ke daerah yang lebih rendah, akibatnya lapisan atas terkikis dan

menjadi tidak subur (Jumin, 1994:121)


Teknik Budidaya
Teknik budidaya yang salah bisa merusak kesuburan tanah. Seperti
kurangnya pemupukan, penanaman yang searah dengan lereng sehingga membuat
erosi lebih besar, dan tanah yang terbuka tidak ditanami pada waktu yang cukup
lama sehingga pori-pori tanah tersumbah (Jumin, 1994:133)

1.1.3 Mempertahankan Kesuburan Tanah


Kesuburan tanah dapat dipertahankan dengan cara konservasi tanah
dan air, dan juga dengan penerapan sistem pertanian terpadu. Konservasi tanah dan
air bisa dilakukan dengan cara vegetasi seperti penghijauan dan reboisasi, lalu
dengan cara mekanis seperti membuat terasiring dan sengkedan, dan juga dengan
cara kimia seperti menggunakan Lignosulphonate untuk memantapkan top soil
(Jumin, 1994:133)
1.2 Pemupukan
Pemupukan merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk
memenuhi ketersediaan unsur hara tanah yang dibutuhkan tanaman. Dengan adanya
pemupukan, tanaman dapat tumbuh optimal dan berproduksi maksimal (Redaksi
AgroMedia, 2010:4). Karena itu, sebelum melakukan pemupukan, pemahaman
tentang pupuk dan pemupukan sangat penting untuk diketahui, baik itu jenis, dosis,
aplikasi, hingga pemupukan yang tepat. Prinsipnya, pemupukan harus dilakukan
secara tepat agar dapat memberikan produktivitas dan prtumbuhan yang maksimakanl
bagi tanaman.
Pemupukan yang efektif melibatkan persyaratan persyaratan kuantitatif dan
kualitatif. Menurut (Indranada, 1998:52) persyaratan kuantitatifnya adalah dosisi
pupuk, sedangkan persyaratan kualitatifnya meliputi paling tidak empat hal, yaitu:
1) unsur hara yang diberikan dalam pemupukan relevan dengan masalah
nutrisi yang ada,
2) waktu pemupukan dan penempatan pupuk tepat,
3) unsur hara yang berada pada waktu dan tempat yang tepat dapat diserap
oleh tanaman, dan
4) unsur hara yang diserap digunakan oleh tanaman untuk meningkatkan
produksi dan kualitasnya