You are on page 1of 1

A.

KELEBIHAN
a. Sampling pada penelitian sudah di kelompokkan secara homogen yakni kelompok
pasien yg memiliki masalah keperawatan yang sama yaitu pasien dengan halusinasi
pendengaran di ruang Kunti RSJ Provinsi Bali
b. Pada saat pelaksanaan terapi okupasi pasien telah di ajari/ dituntun oleh peneliti
dalam melakukan tindakan terapi aktivitas yang telah di tentukan yg bertujuan agar
responden fokus dan berespon terhadap stimulus yg di berikan melalui terapi okupasi
aktivitas (menyapu, membersihkan tempat tidur dan membuat sesajen)
c. Ada beberapa pasien yang mampu melakukan aktivitas dengan baik pada saat
pelaksanaan terapi aktivitas, dimana hal ini dapat mempengaruhi pasien lain untuk
ikut fokus dan menikmati aktivitas yang di berikan serta, sehingga halusinasi yang di
rasakan dapat teralihkan karena responden mampu mengikuti teman sekelompoknya.
B. KEKURANGAN
a. Pada penelitian tersebut kurangnya jenis terapi aktipitas yang diberikan kepada
responden sehingga masih banyak waktu luang responden yang kosong karena dari
ketiga aktivitas yakni menyapu, membersihkan tempat tidur dan membuat sesajen
hanya dilakukan dalam sehari dua kali saja.
b. Pada desain penelitian, peneliti hanya menggunakan pre-post one group saja,
sehingga peneliti hanya menilai dari group yang hanya diberikan intervensi saja tanpa
ada control group dari luar sehingga kemungkinan akan mempengaruhi hasil
penelitian pada responden yang sama dengan halusinasi pendengaran.
C. SARAN
a. pada penelitian selanjutnya akan lebih baik lagi jika menggunakan desain quasi
experimental pre-post control one group supaya peneliti dapat menilai dari yg
diberikan intervensi dan yang tidak diberikan intervensi sehingga akan lebih spesifik
untuk mengetahui pengaruh atau tidak.
b. pada penelitian selanjutnya baiknya jika mengadakan penelitian di luar daerah Bali,
karena dengan kebudayaan yang berbeda beda dapat mempengaruhi setiap
kemampuan pasien jika peneliti memilih menerapkan berbagai aktivitas ke dalam
waktu luang responden