You are on page 1of 14

BAB 12

MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP


A. Hakikat dan Makna Lingkungan Bagi Manusia
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki
karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan
makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih
kompleks dan riil. Menurut pasal 1 undang-undang No 23 tahun 1997 tentang pengelolaan
lingkungan hidup, dinyatakan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua
benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan prilakunya, yang memengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahtraan manusia serta makhluk hidup lain.
Menurut

para

ahli Pengertian

Lingkungan

Hidup

adalah

Michael

Allaby

mengatakan: Lingkungan hidup adalah the physical, chemical and biotic condition surrounding
and organism.
Sedangkan Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf: Lingkungan hidup adalah
semua faktor eksternal yang bersifat biologis dan fisika yang langsung mempengaruhi
kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi organisme.
Menurut Prof. Dr. Ir. Otto Soemarwoto : Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda
dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Prof. Dr. St. Munadjat Danusaputro, SH :
Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan
tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi
hidup serta kesejahteraan manusia dalam jasad hidup lainnya.
Pengertian Lingkungan Hidup Menurut UUPLH 1982 : Lingkungan hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, dan keadaan dan makhluk hidup, termasuk di
dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Lingkungan hidup tidak bisa dipisahkan dari ekosistem atau sisitem ekologi. Ekosistem
adalah satuan kehidupan yang terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup(dari berbagai jenis)
dengan berbagai benda mati yang membentuk suatu sistem. Lingkungan hidup pada dasarnya

adalah suatu sistem kehidupan dimana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan
ekosistem. Manusia adalah bagian dari ekosistem.
Komponen lingkungan terdiri dari faktor abiotik dan faktor biotik. Lingkungan bisa terdiri
atas lingkungan alam dan lingkunga buatan. Linkungan alam adalah keadan yang diciptakan tuha
untuk manusia, lingkungan alam terbentuk karena kejadian alam. Jenis lingkungan alam antara
lain air, tanah, udara, pohon, sungai, dan lain-lain. Lingkungan buatan dibuat oleh manusia.
Misalnya jembatan, jalan, bangunan rumah, taman kota dan lain-lain. Ada pula linkungan alam
,tetapi sudah merupakan hasil peradaban manusia. Artinya, lingkungan alam itu sudah mendapat
sentuhan tangan manusia. Linkungan dapat pula berbentuk fisik dan nonfisik. Lingkungan alam
dan buatan adalah lingkugan fisik, sedangkan lingkungan non fisik adalah lingkugan sosial di
mana manusia itu berada.
Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, yaitu
interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta peranannya dengan simbol dan nilai, serta
terkait dengan ekosistem dan tata ruang atau peruntukan ruang. Oleh karena itu manusia hidup
pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia manusia
mencoba mengenal lingkungan hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan
dirinya. Lebih dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi
kebutuhan dan kesejahtraan. Dari sinilah muncul peradaban istilah toynbee- sebagai akibat dari
kemampuan manusia mengatasi lingkunga agar lingkunga mendukung kehidupannya. Misalnya,
manusia menciptakan jembatan agar bisa melewati sungai yang membatasinya.
Warga atau masyarakat dapat berperan serta dalam pengeloaan lingkungan hidup.
Kesempatan berperan serta itu dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut :
1.

meningkatakn kemandirian, keberdayaan masyarakat, dan kemitraan;

2.

menumbuh kembangkan kemampuan dan kepoloporan masyarakat;

3.

menumbuhkan ketanggap segeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial ;

4.

memberikan sara dan pendapat;

5.

menyampaikan informasi dan/ atau menyampaikan laporan.


Dalam imflementasisnya, para warga yang berperan serta dalam pelestarian fungsi

lingkungan hidup mendapat penghargaan dari negara.


B. Lingkungan Hidup Indonesia

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997[, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk
hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berWawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak
berdaulat, dan yurisdiksinya.
Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang
merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan
Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera
dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan
dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsaIndonesia menyelenggarakan
kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.
Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukumpengelolaan
lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.
C. Teori Etika Lingkungan Hidup
Kehidupan manusia dengan lingkungan hidup mempunyai hubungan yang sangat erat.
Hubungan ini sangat tergantung dan dipengaruhi oleh pandangan manusia terhadap lingkungan
hidup tersebut. Ada beberapa teori tentang pandangan manusia terhadap lingkungan hidup yaitu :
1.

Antroposentrisme

Menempatkan manusia sebagai pusat, semuanya demi kepentingan manusia. Teori ini
juga disebut human centered ethics

Alam sebagai object dan alat untuk pencapaian tujuan manusia

Manusia bisa sesukanya untuk berbuat dan mengendalikan alam demi kepentingan
dirinya.

Alam dianggap penting kalau menguntungkan manusia akan tetap dipelihara, namun
bila tidak penting dan demi kepentingan manusia, alam bisa dihancurkan

Teori ini yang menyebabkan kehancuran alam, hutan, dan lingkungan , sehinga
muncullah gerakan untuk melindungi lingkungan alam, green peace

2.

Biosentrisme

Menempatkan alam memiliki nilai dalam dirinya. Teori ini bertentangan dengan
Antroposentrisme.

Biosentrisme mendasari moralitas pada keluhuran kehidupan kepada semua mahluk


hidup, tidak hanya manusia. Semua kehidupan di dunia ini memiliki moral dan nilai
yang sama sehingga harus dilindungi, diselamatkan dan dipelihara sebaik mungkin.

Semua mahluk hidup bernilai dalam kehidupan untuk itu semua mahluk hidup,
apalagi manusia harus menjaga dan melindungi semua kehidupan dan lingkungan di
sekitarnya

Manusia bukan merupakan pusat dari kehidupan, semua kehidupan

Manusia bukan merupakan pusat dari kehidupan, semua kehidupan sama pentingnya
sehingga manusia harus menghargai lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya, dan
turut melestarikan komunitas ekologis dengan baik.

Biosentrisme disebut juga intermediate environmental ethics

3.

Ekosentrisme

Teori ini merupkan lanjutan dari Biosentrisme. Dalam Biosentrisme hanya


memusatkan kepada pada kehidupan seluruhnya, ekosentrisme memusatkan
perhatian kepada seluruh komunitas biologis yang hidup maupun yang tidak.

Pandangan ini didasari oleh pemahaman ekologis bahwa mahluk hidup maupun
benda abiotik saling terkait satu sama lainnya. Udara,air sangat berpengaruh
terhadap kehidupan manusia.

Untuk itu semua mahluk hidupan dan benda-benda saling tergantung

dan

mempengaruhi satu dengan lainnya.

Ekosentrime memliki pandangan yang lebih luas yaitu komunitas ekologis


seluruhnya. Ekosentrisme menuntut tanggungjawab moral yang sama untuk semua
realitas biologis.

Ekosentrime juga disebut deep environmental ethics.

Manusia bertanggung jawab terhadap pemeliharaan lingkungan hidup, karena bila


ekosistem terganggu maka akan menggangu eksistensi manusia. Untuk itu menusia
harus dapat menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Memelihara dan melestarikan lingkungan hidup bukan hanya sekedar masalah sosial,
ekonomi, politik, estetika, dan lain sebagainya, namun lebih daripada itu, masalah

lingkungan hidup yaitu masalah moral sehingga dituntut pertanggung jawaban moral.
Untuk itu perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab sebagai suatu kewajiban
bahkan kebutuhan manusia dalam hidupnya.

Contoh nyata dalam kehidupan yaitu :


1. Memelihara lingkungan dengan tidak membuan sampah sembarangan.
2. Tidak menebarkan polusi sembarangan
3. Memelihara lingkungan dengan tidak membuan sampah sembarangan.
4. Tidak menebarkan polusi sembarangan, tidak merokok di sembarangan tempat
5. Menjaga kebersihan lingkungan rumah, kampus, kali, di manapun
6. Tidak menebang pohon sesukanya

Masih banyak tindakan lain yang sangat merugikan dan dapat mengancam
lingkungan hidup.

Akibat yang ditimbulkan akibat tidak menjaga lingkungan hidup dengan baik yaitu :
1. Banjir sangat merugikan kehidupan manusia; materi, nyawa, lingkungan hidup
dan segala aspek kehidupan lainnya
2. Tanah longsor kecelakaan yang merugikan kehidupan manusia
3. Pencemaran udara mendatangkan penyakit, merugikan kehidupan manusia
4. Pencemaran air membunuh, dan membawa penyakit bagi mahluk hidup di dalam
air, dan mahluk hidup yang menggunakan air

Secara umum, bila manusia tidak menjaga lingkungan hidup dengan baik maka akan
terjadi banyak bencana bagi kehidupan manusia sendiri dan semua mahluk hidup
lainnya. Dampak tersebut berupa :
1. Akumulasi bahan beracun, di udara maupun di air
2. Efek rumah kaca
3. Perusakan lapisan ozon
4. Hujan Asam
5. Deforestasi dan pengurunan
6. Punahnya keanekaan hayati

Sebagai mahluk yang tertinggi manusia sangat berpengaruh terhadap kehidupan di


atas bumi ini. Untuk itu manusia harus bisa mengendalikan kehidupan alam dan
lingkungan, sebaik mungkin agar semua lingkungan berjalan harmoni dan eksis.

Manusia sebagai mahluk penyeimbangan lingkungan.

Sebagai mahluk yang tertinggi manusia sangat berpengaruh terhadap kehidupan di


atas bumi ini. Untuk itu manusia harus bisa mengendalikan kehidupan alam dan
lingkungan, sebaik mungkin agar semua lingkungan berjalan harmoni dan eksis.

Manusia harus dapat melestarikan lingkungan demi kehidupan lingkungan itu


sendiri. Pengaruh ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi harus diimbangii
dengan pelestarian lingkungan hidup dengan tetap memelihara, dan menjaga
keseimbangan alam.

Saat ini gerakan green peace hanya untuk melestarikan lingkungan. Munculnya
pemanasan global (global warming) sudah sangat menggangu dan bahkan bisa
mempunahkan kehidupan mahluk hidup di bumi ini.

Untuk itu manusia sebagai mahluk yang mengendalikan kehidupan harus bisa dan
mau menjaga keseimbangan kehidupan.

Agar lingkungan hidup tetap lestari maka manusia harus bisa mengelolanya dengan
sebaik mungkin. Manusia harus membunyai kesepakatan secara bersama di seluruh
dunia untuk mengelola dan melestarikan lingkungan.

Kesepatakan ini sudah dimulai dengan gerakan dan kesepakatan yang dilakukan oleh
bangsa-bangsa di dunia yaitu :
1. World Environment Movement ( 1972 ). Gerakan kesadaran ekologi secara
bersama di dunia yang diprakarsai oleh PBB yang mengadakan konferensi
Gerakan Lingkungan Hidup Sedunia di Stockholm 5 16 Juni 1972, yang
diperingati sebagai hari Lingkungan Hidup sedunia.
2. Konferensi Rio de Janerio ( 1992). Konferensi Rio de Janerio yang disebut
sebagai KTT Bumi untuk penyelematan lingkungan hidup.
3. Kesepatakan ini sudah dimulai dengan gerakan dan kesepakatan yang dilakukan
oleh bangsa-bangsa di dunia yaitu :
1. Protokol Kyoto ( 1997 ) yang mulai membicarkan perubahan iklim yang
disebabkan oleh ketidak-seimbangan lingkungan hidup

D. Kualitas Penduduk dan Lingkungan terhadap Kesejahteraan Manusia


1. Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk pada dasarnya adalah orang-orang yang tinggal disuatu tempat yang secara
bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya. Penduduk Negara adalah orang-orang
yang bertempat tinggal di suatu wilayah Negara, tunduk pada kekuasaan politik Negara
dan menjalani kehidupannya di bawah tata aturan Negara yang bersangkutan. Hal yang
berkaitan dengan penduduk Negara meliputi :
a. Aspek kualitas penduduk, mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja,
dan kepribadian.
b. Aspek kuantitas penduduk yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan,
persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di tiap wilayah Negara
(Winarno,2007).
Petumbuhan penduduk akan selalu berkaitan dengan masalah lingkungan hidup.
Penduduk dengan segala aktivitasnya akan memberikan dampak terhadap
lingkungan. Demikian pula makin meningkatnya upaya pembangunan menyebabkan
makin meningkat dampak terhadap lingkungan hidup. Dampak lingkungan hidup
adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu
usaha atau kegiatan. Lingkungan hidup bisa berdampak positif dan negatif bagi
kesejahteraan penduduk. Contoh perubahan positif : pembangunan jalan-jalan raya
yang bisa menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolir penghijauan,
penanaman turus jalan. Perubahan yang positif dari lingkungan tersebut tentu dapat
memberikan keuntungan dan sumber kesejahteraan bagi penduduk. Contoh negatif :
yaitu kerusakan lingkungan hidup.
Kesejahteraan hidup penduduk Negara sangat ditentukan oleh kualitas penduduk
yang bersangkutan. Kulitas penduduk mencerminkan kualitas insani dan sumber
daya manusia yang dimiliki Negara.
2. Hubungan Lingkungan dengan Kesejahteraan Manusia
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup
sejahtera.

Lingkungan

hidup

menjadi

sumber

dan

penunjang

hidup.

Dengan demikian, lingkungan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup


manusia.
Pada masa sekarang, manusia tetap menginginkan lingkungan sebagai tempat
maupun sumber kehidupannya yang dapat mendukung kesejahteraan hidup. Melalui

ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengusahakan lingkungan yang


sebelumnya tidak memiliki daya dukung serta lingkungan yang tidak dapat untuk
hidup (unhabitable) menjadi lingkungan yang memiliki daya dukung yang baik dan
bersifat habitable. Contoh : manusia membangun bendungan, dam, atau waduk guna
menampung air. Air tersebut digunakan untuk cadangan jika terjadi kemarau panjang,
air bendungan digunakan untuk mengairi sawah-sawah waega. Air juga digunakan
sebagai penggerak untuk pembangkit listrik. Daerah-daerah yang sebelumnya
gersang, seperti daerah gurun di Arab sekarang ini sudah bisa ditanami pepohonan.
Manusia membuat saluran khusus untuk menyalurkan air sungai ke wilayah tersebut.
Bahkan, dalam waktu tertentu dibuat hujan buatan.
Dewasa ini, manusia dengan kemampuan ilmu pengetahuan yang maju dan
teknologi modern dapat mengatasi keterbatasan lingkungan, terutama yang bersifat
fisik atau lingkungan alam. Daerah-daerah yang pada masa lalu dianggap tidak
mungkin dapat digunakan sebagai tempat hidup, sekarang ini dimungkinkan. Daerah
itu sekarang mampu memberi kesejahteraan bagi hidup manusia berkat penerapan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah
meningkatkan kualitas hidup manusia melalui penciptaan lingkungan hidup yang
mendukungnya.
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan,
penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan
lingkungan hidup. Pemgelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut:
a. Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan
membangun manusia seutuhnya.
b. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
c. Mewujudkan manusia sebagai Pembina lingkungan hidup.
d. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi
sekarang dan yang akan dating.
e. Melindungi Negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah Negara yang
menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Hakikat pengelolaan lingkungan hidup oleh manusia adalah bagaimana manusia
melakukan berbagai upaya agar kualitas manusia meningkat sementara kualitas
lingkungan juga semakin baik. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan
memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatkan kesejahteraan.

E. Hubungan Lingkungan dengan Kesejahteraan Hidup Manusia


Setelah kita tau hakikat dan makna lingkungan bagi manusia kita dapat menarik
kesimpulan bahwa manusia dan lingkungan tak bia di pisahkan, lingkungan memberikan arti
penting pada manusia untukk memenuhi hidupnya, lingkungan dapat memberikan kebutuhan
hidup untuk manusia, pada intinya laingkungan memberikan kesejahtraan, jadi sepantasnya kita
menjaga lingkungan dan menjaga ekosistem yang ada. Allah berfirman dalam surat as-syuara
ayat 183 yang berarti, Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan
janganlah kamu merjalela di mmuka bumi engan membuat kerusakan" jadi sudah terbukti allah
memerintahkan kita sebagai manusia untuk menjaga lingungan.
Dewasa ini, manusia dengan kemampuan ilmu pengetahuan yang maju dan teknologi
modern dapat mengatasi keterbatasan lingkungan, terutama yang bersifat fisik atau lingkungan
alam. Daerah-daerah yang pada masa lalu dianggap tidak mungkin dapat digunakan sebagai
tempat hidup,sekarang ini dimungkinkan. Daerah itu sekarang mampu memberi kesejahteraan
bagi hidup manusia berkat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia mengusahakan
agar lingkungan memiliki daya dukung dan daya tamping.Untuk menciptakan daya dukung dan
daya tamping lingkungan hidup, diperlukan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup.
Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan
hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, dan
pengendalian diri.Pellestarian lingkungan hidup mencakup pelestarian daya dukung lingkungan
hidup dan pelestarian daya tamping lingkungan hidup.
Pengelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut :

Mencapai kelestariaan hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan


membangun manusia seutuhnya

Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana

Mewujudkan manusia sebagai Pembina lingkungan hidup

Melakksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi


sekarang dan yang akan datang.

Meliindungi Negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah Negara yang


menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

F. Problematika Lingkungan Sosial yang Dihadapi Masyarakat Beradab

Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, yaitu


interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan symbol dan nilai, serta
terkait dengan ekosistem (sebagai komponen lingkungan alam) dan tata ruang atau peruntukan
ruang (sebagai bagian dari lingkungan binaan/buatan). Interaksi dalam Lingkungan Sosial
Interaksi sosial bisa terjadi dalam situasi persahabatan ataupun permusuhan (kerjasama atau
konflik), bisa dengan tutur kata, jabat tangan, bahasa isyarat, atau bahkan tanpa kontak fisik.
Interaksi sosial hanya dapat berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi dari kedua
belah pihak.
a.

Pranata dalam Lingkungan Sosial


Pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata rangkaian tindakan berpola

mantap guna memenuhi keperluan yang khusus dalam kehidupan masyarakat. Contohnya,
permainan silat yang diperagakan anak-anak sekolah yang sedang istirahat dan
pertandingan silat dalam suatu kejuaraan. Maksud dari contoh ini adalah contoh yang
pertama bukan pranata karena berlangsung dalam situasi tidak resmi dan tidak adanya
aturan baku yang ditetapkan. Sedangkan contoh yang kedua merupakan pranata karena
berlangsung dalam situasi resmi dengan mendasarkan pada aturan pertandingan silat yang
telah ditetapkan.
b.

Problem dalam Kehidupan Sosial


Problema sosial merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang

abnormal, amoral, berlawanan, dengan hokum, dan bersifat merusak. Problema sosial
menyangkut nilai-nilai sosial dan moral yang menyimpang sehingga perlu diteliti,
diperbaiki, bahkan untuk dihilangkan. Problema sosial yang terjadi dan dihadapi
masyarakat banyak dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Problema sosial karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan, dan
pengangguran. Problema sosial karena faktor biologis, seperti wabah penyakit.
Problema sosial karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa, dan
disorganisasi. Problema sosial karena faktor kebudayaan, seperti perceraian, kejahatan,
kenakalan anak, konflik ras, dan konflik keagamaan.
G.

Isu-Isu Penting tentang Persoalan Lintas Budaya dan Bangsa


Isu-isu penting yang menjadi persoalan lintas budaya dan bangsa pada umumnya

merupakan isu global yang menjadi keprihatinan umat manusia sedunia. Merupakan isu global

karena persoalan ini tidak hanya dihadapi umat manusia dalam suatu Negara atau wilayah
tertentu, tetapi melanda ke berbagai belahan dunia.
Berikut ini adalah isu-isu yang mengenai lingkungan dan isu mengenai kemanusiaan,
yaitu:
1.

Isu tentang Lingkungan


a. Kekurangan Pangan
Kekurangan pangan menciptakan kekhawatiran berbagai pihak. Dunia pun diliputi
kekhawatiran itu, karena pertambahan penduduk yang tinggi, terutama di negaranegara berkembang. Kekurangan pangan menciptakan gejala serius berupa
kelaparan, karena pangan itu merupakan kebutuhan pokok manusia yang hakiki.
b. Kekurangan Sumber Air Bersih
Sejak dulu air diakui sebagai sumber kehidupan. Khususnya air bersih banyak
dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan, terutama sekali untuk minum.
Kurangnya ketersediaan air bersih berarti telah terjadi kelangkaan air sebagai sumber
kehidupan. Tidak tersedianya air bersih dapat memicu timbulnya berbagai macam
penyakit, seperti kolera, tifus, malaria, demam berdarah, dan penyakit lain yang
menular.
c. Polusi atau Pencemaran
Polusi atau pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya
makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh
kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan

lingkungan

hidup

tidak

dapat

berfungsi

sesuai

dengan

peruntukkannya. Pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu : pencemaran


udara, air, dan tanah. Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya : gas,
Gas CO, CO2, dan batu bara. Polusi air dapat disebabkan oleh pembuangan limbah
industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, sampah organik, dan
fosfat. Pencemaran tanah disebabkan oleh sampah-sampah plastik yang sukar hancur,
botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng; detergen yang bersifat
nonbiodegradable (secara alami sulit diuraikan) dan zat kimia dari buangan
pertanian, misalnya insektisida.
d. Perubahan iklim

Sumber energi fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang dihasilkan oleh
banyak pembangkit energi mengakibatkan terjadinya pencemaran udara. Perubahan
iklim

mengakibatkan

adanya

perubahan-perubahan

yang

tidak

terkirakan

sebelumnya, seperti peningkatan suhu, melelehnya gunung es permukaan air laut


naik, banyaknya banjir dan badai, serta musim panas yang semakin panjang.
2.

Isu Tentang Kemanusiaan


a. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan masalah global yang sering dihubungkan dengan
kebutuhan, kesulitan, dan kekurangan di berbagai keadaan hidup.
b. Konflik atau Perang
Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa
juga kelompok) di mana salah satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh
perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan
tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat
istiadat, keyakinan dan lain sebagainya.
c. Wabah Penyakit
Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat
yang jumlah penderitaannya meningkat secara nyata, melebihi keadaan yang lazim
pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Sumber
penyakit dapat berasal dari manusia, tumbuhan, dan benda-benda yang mengandung
atau tercemar penyakit, serta yang menimbulkan wabah. Wabah membahayakan
kesehatan masyarakat karena dapat mengakibatkan sakit, cacat, dan kematian.
Menurut Diamond, ada empat masalah utam dalam lingkungan global, yaitu :
a.

Pertumbuah populasi manusia (human population growth

b.

Populasi dan degradasi ekosistem (ecosystem degradation and population)

d.

Masalah pangan

e.

Masalah lainnya, yaitu:


> Masalah perusakan hutan dan habitatnya
> Masalah tanah (erosi, hilangnya kesuburan tanah)
> Masalah pengelolaan air

> Masalah perburuan


> Masalah penangkapan ikan
> Masalah spesies yang punah
> Masalah pertumbuhan penduduk

H.
a.

Isu tentang Kemanusiaan

Kemiskinan
Kemiskinan penduduk dunia kebanyakan terdapat di Negara-negara berkembang. Indonesia
sebagai Negara berkembang tidak luput pula dari ancaman kemiskinan. Meskipun presentase
penduduk miskin semakin berkurang setiap tahun, namun jumlah penduduk miskin semakin
besar karena semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Berdasarkan data BPS
persentase pendudk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada
bulan Februari 2005, sebagian besar (64,67%) penduduk miskin berada di daerah perdesaan,
sementara pada bulan Maret 2006 persentase ini turun sedikit menjadi 63,41%.

b.

Konflik atau Perang


Umat manusia di dunia ini telah merasakan betapa kejamnya Perang Dunia I maupun Perang
Dunia II. Perang Dunia I telah menyebabkan lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang.
Hamper sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan,
kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran. Perang
Dunia II adalah peperangan yang paling meluas dan mengakibatkan kerusakan paling banyak
dalam sejarah dunia modern. Perang Dunia II telah mengorbankan sekitar 50 juta nyawa.

Setelah era perang dingin usai, dunia ternyata tidak segara aman dan damai, tetapi justru
muncul konflik atau perang dalam skala kecil yang tersebar di banyak wilayah seperti BosniaKroasia, Rwanda, Kazakhstan, Darfur, dan Sudan. Konflik juga masih berkecamuk di Timur
Tengah.
c.

Wabah Penyakit
Penyakit yang mewabah sekarang ini dengan cepat sekali menyebar menembus batas-batas
wilayah dan Negara. Penyakit yang sebelumnya hanya melanda sebuah Negara atau suatu
kawasan dengan cepat menyebar ke Negara dan kawasan lain di bumi. Penyakit yang menyebar
sekarang ini makin banyak dan beragam. Jika dulu orang hanya mengenal sakit malaria,
sekarang telah muncul virus polio, sindrom pernapasan akut (SARS), AIDS, flu burung (avian
influenza), sapi gila, mulut dan kuku, demam berdarah, dan Ebola. SARS muncul pertama di
Guangdong China November 2002, flu burung muncul di Hongkong tahun 1997.
Wabah penyakit yang menimbulkan malapetaka yang menimpa umat manusia dari dulu
sampai sekarang maupun masa mendatang tetap merupakan ancamana terhadap kelangsungan
hidup dan kehidupan. Selain wabah membahatakan kesehatan masyarakat karena dapat
mengakibatkan sakit, cacat, dan kematian, wabah juga akan mengakibatkan hambatan dalam
pelaksanaan pembangunan nasional. Penyakit dapat menurunkan tingkat produktivitas manusia
dalam bekerja yang bisa berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Banyak produktivitas yang
hilang akibat serangan penyakit. Di sisi lain, pendapatan yang diperoleh banyak dikeluarkan
untuk biaya pengobatan. Pada akhirnya, timbulnya penyakit bisa berpengaruh terhadap tingkat
ekonomi masyarakat.