You are on page 1of 7

KERANGKA ACUAN KERJA/ KAK

KONSULTAN DED PELABUHAN PUNGGUR KABIL


LATAR BELAKANG
Pulau Batam merupakan salah satu kota yang memiliki keistimewaan dari kota lainnya di
Indonesia karena letaknya yang strategis bersebelahan langsung dengan Negara tetangga Singapur
dan Malaysia, secara geografis kota Batam terdiri dari banyak pulau yang letaknya berjauhan.
Sebagian besar pulau yang ada telah dihuni oleh beraneka ragam etnik dan suku dimana
didalamnya berkembang secara pelan pelan sehingga jumlah penduduk secara otomatis terus
bertambah, pertambahan penduduk ini membuat banyak keperluan untuk kepentingan kesana kemari
sehingga memerlukan sarana transportasi laut yang sangat mendesak.
Transportasi laut yang ada saat ini belum ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik,
sehingga keamanan, kenyamanan dan keselamatan juga sangat dirasa tidak memadai. Perahu yang
menghubungkan antar pulau mengalami kesulitan untuk sandar serta bongkar muat barang kebutuhan
sehari hari mengalami kesulitan.
Karena inilah Pemerintah Kota Batam dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Batam
memandang perlu untuk melakukan perencanaan pelabuhan yang baik dan nyaman sesuai standard
dan ketentuan yang saat ini benar benar sangat diperlukan oleh masyarakat. Melalui DED konsultansi
ini diharapkan dapat dikeluarkan hasil perencanaan secara maksimal agar Pemerintah Kota Batam
dapat memulai pelaksanaan fisik di tahun tahun kedepan secara bertahap.

I.

Maksud dan Tujuan


Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang

Perencanaan

Konsultan DED Pelabuhan Punggur Kabil. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendapatkan
hasil perencanaan berupa Drawing Engineering Detail dan Rencana Anggaran Biaya.
1. Sasaran Kegiatan.
a. Sasaran Kegiatan adalah Perencanaan DED Pelabuhan Punggur Kabil
b. Lingkup Pekerjaan Perencanaan terdiri dari komponen kegiatan :
1. Pekerjaan Persiapan.
2. Pekerjaan Sipil / Struktur.
c. Tahap-Tahap yang akan dilaksanakan adalah:
1. Persiapan Perencanaan termasuk survey.
2. Penyusunan Pra Rencana Lanjutan.
3. Pengembangan Rencana Lanjutan.
4. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Lanjutan.
5. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Lanjutan.
6. Penyusunan Rencana Detail (Gambar Kerja, RKS, BQ, dll).
7. Persiapan Pelelangan.

8. Pelaksanaan Pelelangan.
9. Pengawasan Berkala.
II. KEGIATAN PERENCANAAN
1.

Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana meliputi tugas tugas
perencanaan lingkungan, Site Plan, dan perencanaan fisik Pelabuhan yang terdiri dari:
a. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan,
membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK.
b. Menyusun Pra Rencana dan perkiraan biaya.
c. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat:
1. Rencana struktur, beserta uraian konsep dan perhitungannya.
2. Perkiraan biaya.
d. Penyusunan rencana detail antara lain membuat :

Gambar-gambar detail, Struktur, dan Utilitas yang sesuai dengan gambar rencana
yang telah disetujui.

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).

Rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan


(BOQ)

Enginering Estimate (EE)

Laporan akhir perencanaan.

2. Membantu Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di dalam menyusun


dokumen pelelangan dan pelaksanaan pelelangan.
3.

Membantu Panitia Pengadaan pada waktu penjelasan pekerjaan, termasuk menyusun


Berita Acara Penjelasan Pekerjaan, menyusun kembali dokumen pelelangan dan
melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang.

4.

Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan


melaksanakan kegiatan seperti:
a. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada
perubahan.
b. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa
pelaksanaan konstruksi.
c. Memberikan saran-saran.

III. TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN


1. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.
2. Konsultan Perencana bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang

dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku.
3. Secara umum tanggung jawab Konsultan Perencana adalah sebagai berikut :
a. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil
karya perencanaan yang berlaku.
b. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasanbatasan yang telah diberikan oleh Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen
termasuk melalui KAK ini, seperti dari segi pembiayaan, waktu penyelesaian
pekerjaan dan mutu pelabuhan yang akan diwujudkan.
c. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan, standar,
dan pedoman teknis Pelabuhan.
IV. BIAYA.
1. Biaya Pekerjaan Perencanaan dan tata cara pembayaran akan diatur secara kontraktual
setelah melalui tahapan proses Seleksi Pengadaan Jasa Konsultansi sesuai peraturan
yang berlaku, antara lain terdiri dari:
a. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang.
b. Materi dan penggandaan laporan.
c. Pembelian dan atau sewa peralatan.
d. Biaya-biaya rapat.
e. Jasa dan over head Perencanaan.
f. Pajak dan iuran daerah lainnya.
2. Sumber Dana.
Sumber dana pekerjaan perencanaan ini dibebankan pada APBD-P Kota Batam Tahun
Anggaran 2015. Dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 90.000.000 (Sembilan Puluh
Juta Rupiah).
V. K R I T E R I A
1. Kriteria Umum.
Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Perencana seperti yang dimaksud
pada KAK harus memperhatikan kriteria umum Pelabuhan disesuaikan berdasarkan
fungsi dan kompleksitas pada pelabuhan yaitu:
a. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas.
1. Menjamin pelabuhan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya.
2. Menjamin keselamatan pengguna, masyarakat dan lingkungan.
b. Persyaratan Lingkungan.
1. Menjamin terwujudnya tata ruang yang dapat memberikan keseimbangan dan
keserasian pelabuhan terhadap lingkungannya.

2. Menjamin Pelabuhan dapat dimanfaatkan dengan baik tidak menimbulkan dampak


negatif terhadap lingkungan.
c. Persyaratan Struktur Pelabuhan.
1. Menjamin terwujudnya pelabuhan yang dapat mendukung beban yang timbul
akibat perilaku alam dan manusia.
2.

Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang


disebabkan oleh kegagalan struktur.

3.

Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang


disebabkan oleh perilaku struktur.

4.

Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan


oleh kegagalan struktur. .

VI. PENDEKATAN METODOLOGI


1. Konsep Pelabuhan pengembangan harus selaras dapat menyesuaikan dengan keadaan
di lingkungan sekitarnya.
2. Dalam perencanaan harus mengantisipasi terhadap bahaya kebakaran serta bencana.
3. Teknis konstruksi yang disaratkan oleh perencana hendaknya meggunakan teknologi
sederhana sampai dengan teknologi tinggi atau hightech,
4. Lokasi pekerjaan yang tersedia sangat terbatas, sehingga perencana wajib menjelaskan
rencana pekerjaan yang bersifat fabrikasi harus dilaksanakan di luar lokasi.
5. Lokasi pekerjaan berada di Punggur, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, sehingga
untuk pengadaan material ke lokasi proyek harus ada angkutan laut yang memadai
sehingga kebutuhan material tidak terkendala.
VII.JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
1. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran keluaran yang diminta,
Konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengguna
Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen.
2. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal, antara dan pokok yang harus
dihasilkan Konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini.
3. Dalam melaksanakan tugas, konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu
pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat.
4. Jangka waktu pelaksanaan, khususnya sampai diserahkannya dokumen perencanaan
maksimal 45 (Empat Puluh Lima) hari Kalender atau 1.5 (satu setengah) bulan sejak
dikeluarkan Kontrak dan Surat Perintah Mulai Kerja.
VIII. INFORMASI DAN TENAGA AHLI
1. Informasi.

a. Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana harus mencari informasi yang


dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pengguna Anggaran / Pejabat
Pembuat Komitmen.
b. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam
pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat
Komitmen, maupun yang dicari sendiri. Kesalahan / kelalaian pekerjaan perencanaan
sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan
Perencana.
2. Tenaga Ahli.
a. Untuk melaksanakan tujuannya, konsultan Perencana harus menyediakan Tenaga
Ahli yang memenuhi ketentuan dari Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat
Komitmen, baik ditinjau dari segi lingkup kegiatan maupun tingkat kompleksitas
pekerjaan.
b. Tenaga Ahli yang dilibatkan adalah tenaga ahli yang cukup berpengalaman
dibidangnya masing-masing yaitu:
1. Team Leader, berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan
universitas/ perguruan tinggi negeri atau swasta, memiliki SKA Ahli Teknik
Dermaga minimum Ahli Muda dengan pengalaman dalam perencanaan
pelabuhan sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun
2. Tenaga Ahli Struktur, berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan
universitas/ perguruan tinggi negeri atau swasta, memiliki SKA Ahli Teknik
Bangunan Gedung Minimum Ahli Muda berpengalaman dalam perencanaan
struktur pelabuhan dan gedung sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.
3.

Tenaga Ahli Estimasi Biaya, berpendidikan minimal Sarjana Teknik Sipil (S1)
lulusan universitas/ Perguruan tinggi negeri atau swasta ,berpengalaman dalam
menghitung biaya pembangunan sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun.

4.

Tenaga pendukung yang dibutuhkan terdiri dari tenaga juru ukur, tenaga
operator computer / tenaga administrasi, tenaga cad operator / draftman.

IX. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini
adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, yang meliputi:
1. Tahap Konsep Rencana Teknis
a. Konsep penyiapan rencana teknis dan uraian rencana kerja konsultan perencana.
b. Konsep skematik rencana teknis.
c. Laporan data dan informasi lapangan.
d. Hasil Sonding
2. Tahap Pra-rencana Teknis

a. Gambar-gambar Pra-rencana.
b. Perkiraan biaya pembangunan.
c. Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
3. Tahap Pengembangan Rencana
a. Gambar pengembangan rencana struktur, dan utilitas.
b. Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan.
c. Draft rencana anggaran biaya.
d. Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
4. Tahap Rencana Detail
a. Gambar rencana teknis pelabuhan lengkap.
b. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)
c. Bill Of Quantity (BQ).
d. Rencana anggaran biaya (RAB).
5. Tahap Pelelangan.
- Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan.
X. LAPORAN.
Jenis laporan yang harus diserahkan kepada Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna
Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen oleh Penyedia Jasa Konsultansi adalah meliputi :
1. Laporan Pendahuluan, berisi Rencana Kerja yang akan dilaksanakan dan hasil orientasi
lapangan serta kerangka kegiatan yang harus dijelaskan seperti kegiatan persiapan,
jadwal pelaksanaan dan jadwal penugasan personil atau tenaga ahli serta program kerja
berikutnya diserahkan 15 (lima belas) hari setelah SPMK. Laporan Pendahuluan
diserahkan kepada pemilik pekerjaan sebanyak 5 (lima) set.
2. Laporan Antara, yang berisi Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan, hasil
pemeriksaan tanah berupa Boring Test dan Sonding, Kendala dan Solusi
Penyelesaiannya, Gambar-gambar pra-rencana.Laporan Antara harus diserahkan
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai
Kerja dan hasilnya digandakan sebanyak 5 (lima) set.
3. Laporan Akhir Perencanaan, yang berisi Kemajuan Pelaksanaan Pekerjaan
Perencanaan, Kendala dan Solusi Penyelesaiannya, Gambar-Gambar Detail Hasil
Perencanaan, Presentasi Laporan Akhir. Laporan Akhir Perencanaan tersebut diserahkan
selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah
Mulai Kerja dan hasilnya digandakan sebanyak 5 (lima) set.
XI. Lain-lain
1. Sewaktu waktu Penyedia Jasa dapat diminta oleh Pengguna Jasa mengadakan diskusi
atau memberi penjelasan mengenai tahap atau hasil kerjanya;

2. Penyedia Jasa harus menyerahkan foto Dokumentasi yang berkaitan dengan


palaksanaan pekerjaan survey lapangan;
3. Penyedia Jasa harus selalu mendiskusikan usulan-usulan hasil pekerjaan ini dengan
Pemilik pekerjaan.
4. Semua peralatan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan harus disediakan
oleh Penyedia Jasa;
5. Hal-hal yang belum tercakup dalam Kerangka Acuan Kerja ini akan dijelaskan dalam
berita acara penjelasan pekerjaan.

Batam, 01 Oktober 2015


Pejabat Pembuat Komitmen

Drs. Faisal Riza M.Ec.Dev


NIP: 19751010 199501 1 001