You are on page 1of 4

Aku , Masyarakat dan Masa Depan

Nama saya Nurantama Adhi Saputra . Saya seorang laki-laki dan lahir pada
tanggal 5 November 1998 di Jakarta dan saya adalah anak ke satu dari tiga(3)
bersaudara. Ayahku bernama Suranto dan Ibuku bernama Lnda Nurmalia ,adikku
bernama Nurandita Aranda Putrid an Andira Nuralisha Larasati. Kami tinggal di Kota
Bekasi lebih tepatnya di Jl. H. Nawi No. 30 RT 006/ RW 13 Jatimakmur ,Pondok
Gede.
Sekoah Dasar saya yaitu di SDN Jatimakmur 5 lulusan tahun 2010 ,
mengingat kembali masa SD membuat saya teringat masa dimana bermain memilki
porsi yang cukup banyak dihidup saya. Meskipun saya sering bermain tapi saya tidak
lupa belajar loh. Dengan belajar yang maksimal dan seringnya mengikuti TO UN
saya berhasil mendapat nilai UN yang cukup baik meskipun pada saat UN saya cukup
gugup karena itu merupakan UN yang pertama kalinya untuk saya.
Kemudian SMP saya yaitu di SMP Negeri 6 Kota Bekasi, masa SMP ini
merupakan masa dimana yaa bias dibilang cukup baik untuk saya. Sebab pada masa
SMP ini saya sering mendapat rangking 3 besar yang mana pada saat SD tidak
pernah saya dapat. Berawal dari saat itu saya mulai lebih giat belajar untuk
mempertahankan prestasi itu. Saat SMP inilah saya belajar apa arti kebersamaan
temen teman yang sesungguhny. Apalagi pada saat kelas 9 SMP kami selalu bermain
futsal bersama sehingga terjalin kekerabatan yang erat .Puncaknya adalah ketika kami
study tour ke Yogyakarta, itu merupakan momen yang seru karena kami begadang
untuk menonton pertandingan Liga Inggris dan Final Piala FA. Yaa meskpun
sekarang kami sudah berjalan di jalan kami masing-masing setidaknya saya selalu
mengingat saat-saat itu karena memori bersama mereka adalah salah satu memori
kenangan terbaik.
Melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi saya melanjutkan ke
SMA Negeri 5 Kota Bekasi. Pada masa inilah saya mulai mengenali diri saya sendiri
dan mulai perlahan-lahan mulai menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Pada masa

SMA ini juga saya menyadari dan mengerti pepatah Diatas langit masih ada langit
lagi karena di SMA saya banyak orang yang jauh lebih cerdas dari saya,yaa
sebenarnya hal itu wajar saja sih mengingat SMA saya salah satu SMA mantan RSBI
yang setiap tahunnya tidak pernah absen mendapat penghargaan.
Menelusuri lebih dalam lagi masa SMA saya, kembalilah pada masa saya
kelas 10. Saat saya kelas 10 ini masa pembiasaan diri saya dari masa SMP ke masa
SMA yang enuh kompetisi ini. Kelas 10 inilah saya mulai mencari metode belajar
yang tepat dan efektif namun apadaya saya masih saja mendapat nilai yang buruk dan
sering remedial. Ada beberapa hal/kegiatan yang membuat saya selalu ingat memori
dikelas itu salah satunya pada saat saya PPCP ( penerimaan calon penegak )di
Gunung Pancar disana kami diajarkan untuk mempercayakan punggung kami kepada
teman, mengetahui kekurangan teman an menutupi dengan kemempuan kita an masih
banyak lagi pelaran berharga lainnya.
Beranjak ke kelas 11, saya juga mendapat pelajaran berharga Bahwa Allah
akan memberikan pertolongan dan kuasanya pada saat yang tepat dan juga pelajaran
Teruslah bangun dan berusaha meskipun sudah terjatuh dan terluka . Semua ini
berawal dari keinginan saya yang ingin ikut Olimpiade fisika ,yaa karena sekolah
saya setiap tahun selalu mengadakan seleksi tertulis untuk ikut Olimpiade mewakili
sekolah. Sekitar 2 hari berturut saya focus belajar untuk ikut Olim. Sampai pada hariH saya masih belajar dan semangat tetapi ketika saya dibagikan soal seleksi itu diluar
ekspektasi saya karena soalnya terlalu sulit dan akhirna saya pun tidak lolos seleksi
kecewa dan kesal tentu ada. 2 bulan berselang hingga akhirnya pertolongan datang
yaitu sekolah saya mencari tambahan murid Olim tambahan dari rekomendasi para
guru pengajar tak disangka saya direkomendasikan untuk ikut Olim fisika. Di kelas
11 juga saya mulai sedikit mengerti keorganisasian semenjak saya menjadi Badan
Pengurus Harian di ekskul saya.
Naik kelas ke keals 12 mulailah menentukan dan menetapkan hati untuk
mengambil langkah menuju cita cita di kelas 12 ini saya semakin giat belajar dan
semakin menghargai waktu yang semakin mendekati UN salain persiapan UN tentu

saya belajar juga untuk Ujian tertulis yang lain. Apalagi dengan banyaknya libur ,dan
belajar disekolah yang belum tentu efektif mau tidak mau kita harus berusaha belajar
sendiri dirumah. Ketika pengumuman Siswa yg boleh ikut SNMPTN keluar sayapun
termasuk didalamnya , tetapi yaa keterima SNMPTN sih enggak hehe. SNMPTN
tidak dapat saya pun ikut PMDK-PN , yaa ternyata tetp gak dapet juga yaa. Undangan
pada gak dapet saya coba ujian tertulis saja ada 3 ujian tertulis yang saya ikuti yaitu
SBMPTN, SIMAK UI dan UM1 AKA. Persiapan dan banyaknya materi yang belum
paham betul membuat saya sempat pesimis dpt Perguruan tinggi .Ditambah lagi
SBMPTN yang saya kerjakan susah banget jadi tambah putus asa. Tetapi saya
percaya masih ada harapan lain kecuali SBMPTN. Belajar lagi agar 2 tes yang lain
lebih baik membuat saya jadi semangat.
Dan akhirnya waktunya pengumuman SBM pun keluar saya gak dapet lagi
tapi bedanya saya gak kaget karena udah biasa gak dapet. Dan akhirnya perjuangan
saya cukup terbayarkan juga dengan nilai UN saya yang cukup bagus dan masih
membahas ujian tertulis yang saya ikuti ,saya keterima di 2 tempat yaitu dari SIMAK
UI saya dapet jurusan Fisika dan dari UM1 AKA saya dapet jurusan Analisis Kimia.
Dan kemudian saat-saat sulit seperti inilah yang membuat saya harus membuat
pilihan sulit. Dan akhirnya saya memilih untuk bersekolah di Politeknik AKA Bogor
alasan saya pilih AKA cukup simple AKA itu politeknik yang banyak prakteknya
jadinya seru gak kayak ilmu murni yang kebanyakan teori dan karena saya anak
kesatu jadinya saya pilih AKA karena di AKA katanya lebih cepet kerja juga dan juga
saya ingin cepat membanggakan orangtua dengan sukses dgn baik.selain alas an
diatas sebenernya ibu saya itu lulusan AKA juga jadina dia lebih ridho saya di AKA
daripada di UI. .
Lanjut ke point selanjutnya tentang kontribusi nyata di masyarakat . Jujur saja
kontribusi yang saya lakukan sejauh ini masih terbilang sangat sedikit antara lain
pada saat bulan puasa ramadhan saya dan teman teman mengurus makanan buka
puasa untuk orang orang lain yang berpuasa tetapi tidak bisa berbuka, mendonorkan
darah saya umtuk orang lain meskipun itu baru sekali saya lakukan di SMA , dan

yang terakhir saya ini ingin menjadikan ummat Islam yang banyak ini menjadi
ummat Islam yang kaffah itulah yang murobbi saya katakana tujuan dari liqo yang
saya sering ikuti bersama teman teman saya. Meskipun saya baru mengikuti liqo dari
kelas 12 kami sudah cukup dekat dan mempererat ukhhuwah Islamiyah dan semoga
saja saya kedepannya bias lebih berguna ke masyarakat terutama orang disekitar saya.
Menurut saya semua orang punya seseorang atau setidaknya sesuatu yang
selalu menginspirasi dan menyemangati dirinya ,jadi mungkin saya tidak akan
berpanjang lebar diakhir ini. Menurut saya banyak sekali kejadian dihidup kita yang
sedang kita alami in bias diambil makna dan ibrohnya.
Sebagai seorang remaja yang masih bersemangat sebaiknya kita masih terus
berusaha dan jangan pernah lelah untuk selalu bangkit ketika kita terjatuh dan
terpuruk ,jangan pernah juga memikirkan perkataan orang yang sekiranya
menjatuhkan kita dan mengkritik tanpa adanya jalan keluar sebab itu malah bukannya
membantu tetapi malah membuat orang frustasi , dan juga jangan pernah meragukan
keputusan dan kuasa Allah terhadap sesuatu sebab bantuan pertolongan dan kuasanya
akan turun tepat pada waktunya dan berharap saja itu adalah yang terbaik .Dan untuk
tambhan terakhir saya akan memberikan quote atau apapun itu yang jadi prinsip
hidup saya Kalau kau kalah hari ini percaya saja bahwa kau akan menang dan terus
maju berusaha . Akhir kata saya sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada
orang-orang yang mau membaca autobiografi saya yang sederhana ini ,kritik dan
saran yang membangun sangat saya harapkan untuk memperbaiki karya ini kurang
lebihnya saya mohon maaf.
Wabillahi Taufiq wal Hidayah