You are on page 1of 3

Nama

NIM
JURUSAN

:Agha Primantio
:1322077
:Arsitektur
UNSUR KORUPSI DALAM PROFESI

Katanya, di Indonesia kini korupsi sudah jadi budaya. Katanya pula korupsi
kini terjadi tidak hanya ditempat basah, tapi juga ditempat kering, bahkan
di lingkungan akademis dan religus. Terus katanya juga, korupsi tidak
pandang bulu, bisa tua atau muda, bisa laki-laki atau wanita, bisa atasan
atau bawahan, bisa pejabat negara atau pejabat desa, dan tidak hanya
kalangan eksekutif atau legislatif, tetapi yudikatif pun ikut tertular
penyakit korup ini. Lalu, apakah generasi kita sekarang merupakan
generasi korupsi ? Bagaimana dengan generasi selanjutnya ? Janganjangan korupsi kini sudah jadi kebutuhan, tinggal kapan ada kesempatan ?
Korupsi adalah bencana terbesar bangsa ini. Meski sebagian besar para
koruptor sering mengucapkan di bibir sangat peduli masyarakat dan cinta
tanah air. Korupsi adalah perbuatan buruk yang telah mengakar di negara
Indonesia yang sulit diberantas. Tindakan tidak terpuji ini dapat
mengganggu dan berdampak dalam semua segi kehidupan manusia.
Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politisi maupun pegawai
negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau
memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan
kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Dalam bahasa Latin
korupsi berasal dari corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna
busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok.
Dengan hal-hal di atas dapat saya definisikan Perilaku Korupsi adalah
tindakan meminta atau memberi imbalan atas layanan, yang sudah
seharusnya diterima atau diberi, serta menggunakan kewenangan untuk
mencapai tujuan yang tidak sesuai dengan peraturan demi kepentingan
pribadi/ kelompok. sedangkan Perilaku Anti Korupsi adalah tindakan
menolak segala perilaku korupsi maupun perilaku yang menjadi akar atau
kebiasaan pelanggengan perilaku korupsi di masyarakat.
Selama ini kita hanya mengetahui dan menganggap bahwa korupsi adalah
hal yang dilakukan oleh pejabat publik atau orang yang mempunyai
wewenang dalam pemerintahan tapi pernahkah kita menyadari atau mau
tahu tentang tindak korupsi dalam masyarakat disekitar kehidupan kita
sehari-hari juga termasuk diri kita sendiri yang sadar atau tidak perbuatan
itu kita lakukan namun kita tidak pernah tahu bahwa itu termasuk dalam
korupsi meskipun dalam jumlah kecil tapi hal itu juga sebenarnya bisa
membuat kita disebut koruptor.

Dalam hal ini saya melakukan surve melalui wawancara terhadap salah
satu masyarakat yang berprofesi sebagai kontraktor yang tidak bisa kami
sebutkan namanya karena hal privasi namun kita akan menyebutnya
dengan inisial Mr.B berumur 42 tahun.dalam percakapkan kami selama 1
jam,saya mencoba menggali informasi tentang unsur atau prilaku korupsi
yang dilakukan dalam propesinya.di pekerjaan Mr.B memberi tahu bahwa
setiap kontraktor mengalami keterpaksaan dalam mengambil sebuah
paket pekerjaan bukan tidak mau dengan pekerjaannya namun lebih
kepada tidak suka dengan cara mendapatkannya maupun system kerja
yang secara terselubung telah tersistem oleh pemerintah terkait dengan
proyek yang dikerjakan.untuk mendapatkan 1 proyek dia harus membayar
uang muka kepada pihak yang berjanji akan menjamin kalau proyek itu
akan pasti jadi miliknya yang sebernarnya uang muka itu seharusnya
tidak ada dan proyek pun harus di dapatkan melaui lelang,namun jika dia
tidak berbuat demikian maka dia tidak akan dapat pekerjaan karena para
kontraktor lain pun berbuat sama tuturNya kepada saya.Tidak hanya itu
untuk membuat penawaran pun Dia harus membayar padahal seharusnya
tidak ada bayaran yang demikian jika tidak membayar prosespun akan
dipersulit.Jika Kontraktor membuat penawaran sendiri maka penawaran
itu pun di anggap salah dan baanyak alasan dari pihak terkait supaya
kontraktor akan menyuruh mereka untuk membuat penawaran.dalam
pelaksanaan proyek pun Mr.B terpaksa mengurangi atau menekan jumlah
bahan untuk memperkecil pengeluaran dan mengambil keuntungan
karena jika dia tidak seperti itu maka dia tidak akan dapat untung akibat
system dan bayaran yang telah dilakukan sebelumnya.akibat penekanan
jumlah bahan itu maka kualitas bangunan pun tidak terjamin.setelah
proyek selesai dikerjakan akan ada pemeriksaan dari instansi
pemerintahan terkait yang menangani proyek atau pekerjaan
tersebut.dalam pemeriksaan pun, pihak yang memeriksa akan minta
dilayani transportasi maupun konsumsi yang sebenarnya itu sudah ada
dianggarkan oleh instansi mereka msing-masing dan uang pun sudah
diterima.setelah proyek selesai,untuk mencairkan dana Mr.B pun harus
merogoh kocek lagi supaya proses lancar yang jika tidak akan dipersulit
dan akan lama prosesnya.kemudian setelah uang keluar Mr.B juga harus
membayar lagi kepada pihak yang memberikan proyek itu tentunya hal ini
seharusnya tidak ada diproses sebenarnya.berikut cerita singkat saya
dengan Mr.B mengenai pekerjaannya,dan menurut saya Beliau melakukan
demikian lebih banyak karena keterpaksaan karena system yang tidak
tertulis dan tidak benar.
Dari informasi yang saya dapatkan dari Mr.B,kita tentunya harus tahuu
dan prihatin karena ternyata korupsi telah tersistem dari pemerintahan
sendiri dan bukan hanya dilakukan perorangan namun juga dengan kerja
sama,makanya korupsi akan sulit diberantas jika kesadaran dari pihak
tersebut tidak ada.dan untuk merubah system itu kita harus terlebih

dahulu merubah mental kita menjadi lebih peka menolak terhadap hal
yang mengandung unsur korupsi walaupun itu dalam hal sepele, dan
berhentilah untuk mementingkan diri sendiri karena dari banyak kasus
korupsi dipicu oleh sikap demikian.setiap apapun yang kita perbuat
perbuatlah dengan tulus dan jujurlah jika anda tidak senang,ungkapkan
dengan cara yang halus agar orang lain bisa mengerti.
Kita tentu sepakat bahwa korupsi adalah salah satu biang utama
keterpurukan negeri ini dalam banyak hal. Kita juga sepakat bahwa
korupsi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus
dienyahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Singkat kata, kita
semua anti terhadap korupsi!