You are on page 1of 4

Aku mencintai seseorang, seseorang yang selalu membuat malam-malamku resah,

seseorang yang selalu membuatku berharap untuk memimpikannya dalam setiap


tidurku, seseorang yang selalu ku inginkan bersamaku, seseorang yang selalu ku
harapkan doanya untuk setiap langkahku, seseorang yang membuat hatiku cemas
untuk berpisah, seseorang yang membuat pikiranku setiap hari didominasi
tentangnya, seseorang yang membuatku khawatir jika tidak bisa terus bersama
dengannya, seseorang yang pesan singkatnya selalu ku nantikan, seseorang yang
inginku ketahui bagaimana

kabarnya, apakah dia sehat, apakah dia bahagia,

apakah dia menjalani harinya dengan baik, aku selalu ingin tahu tentangnya,
seseorang yang mampu membuatku begitu nyaman berada di dekatnya, seseorang
yang membuatku ingin selalu bersemangat menjalani hari-hari disini, seseorang
yang selalu kurindukan senyumnya, seseorang yang mampu membuatku merindu,
terjatuh kedalam cinta yang begitu mempesona. Kisah ini
Mungkinkah ini adalah hari bahagia dalam hidupku, karena menemui orang yang
kucintai, orang yang selama ini aku harapkan akan segera ada didepan mataku,
orang yang membuatku tak mampu bersembunyi dari fakta kalau aku memang
sangat mencintainya, bagaimana mungkin aku tidak mencintai orang yang selalu
ada untuk setiap hari-hariku selama bertahun-tahun, menemani dengan ceritacerita tentang masa depan, orang yang mengkhawatirkanku disaat aku mengalami
kegagalan, orang yang selalu menemani disaat aku terpuruk, orang yang
menghiburku disaat aku menangis, seseorang yang tidak bisa marah bagaimanapun
dia mencoba, seseorang yang selalu mencemaskanku, seseorang yang selalu diamdiam peduli dengan kejutan yang indah, seseorang yang apa adanya, mencintai
dengan caranya, tak berusaha menjadi orang lain, seseorang yang selalu
menguatkan dengan caranya, dan seseorang yang untaian indah doa-doanya selalu
memotivasi dan menguatkan. Bagaimana mungkin aku bisa bertahan dan
mengatakan kalau aku tak pernah bisa mencintainya. Pada akhirnya aku mencintai
dia, dia yang tak pernah sebelumnya terpikirkan olehku, dia yang tak pernah
sedikitpun ku anggap, dia yang hanya menjadi seseorang biasa dihatiku, dia yang
pernah kuremehkan, tetapi pada akhirnya aku mencintainya, mencintai seseorang
yang tak terduga, hadir begitu saja, berjalan pelan bersama waktu, dan aku
menyadari sangat mencintainya saat aku mengenalnya jauh lebih dekat.

Ini terlihat seperti tulisan seseorang yang sedang jatuh cinta, tapi pada
kenyataannya ini adalah tentang sebuah keputusan dan prinsip, sebuah keputusan
untuk tidak lagi mencintai, untuk berhenti peduli, untuk tidak lagi mengharapkan
seseorang, untuk tidak lagi melanjutkan semuanya, untuk tidak merangkai kisah ini,
mungkin ini terdengar bodoh, memutuskan seseorang yang sangat mencintaimu
dan melepaskan seseorang yang sangat kau cintai. Sobat, kau pernah dengar
tentang sebuah prinsip hidup, yah setiap orang memilikinya bukan, sebuah prinsip
dan idealisme yang selalu mereka pertahankan dalam hidup, dan berusaha untuk
komitmen dengan prinsip hidup yang mereka buat. Sekarang aku menjalankan
prinsipku untuk tidak lagi menyediakan tempat dihatiku untuk cinta kepada
seseorang yang hanya akan membuat hatiku rusak, membuat hatiku tidak terjaga,
dan inilah keputusan untuk orang yang pernah dan masih aku cintai, aku tak ingin
lagi membuatnya berdosa, tak ingin lagi merusak hatinya, tak ingin membuat waktu
berkualitasnya

berkurang

hanya

untuk

membalas

pesanku,

tak

ingin

lagi

membuatnya menunggu balasan-balasan dari pesan singkat, tak ingin membuatnya


berharap pada ketidakpastian, tak ingin membuatnya tidur larut malam untuk
mendengarkan

cerita-ceritaku

dan,

tak

ingin

membuatnya

terlalu

banyak

menghabiskan waktu semunya untukku dan membuat waktu nyata untuk Tuhannya
menjadi sedikit, tak mau lagi meyakinkannya kalau kita akan selalu bersama,
bersama melewati masa sulit ataupun bahagia,
aku ingin menjaga hatinya seperti aku ingin menjaga hatiku untuk tidak lagi
mencintai seseorang jika caranya salah dan jalannya salah. Saat ini mungkin cinta
bagiku adalah melepaskanmu, tetapi suatu hari nanti cinta itu adalah saat aku
memilikimu,

walaupun

bukan

dirimu

setidaknya

kita

sama-sama

berusaha

memperbaiki diri,seperti aku yang berharap bisa mendapatkan yang terbaik untuk
dirimu dan diriku, dan aku akan sangat bahagia kalau yang terbaik itu pada
akhirnya adalah dirimu lagi, seseorang yang pernah merangkai kisah bersamaku
dimasa lalu dan seseorang yang akan menggenggam erat tanganku menuju masa
depan

bersamanya

dan

mencintai

bukanlah

sebuah

kesalahan

disaat

kau

menjadikanku kekasih halalmu, seperti itulah seorang pria muslim menjaga wanita
yang dicintai.

Untuk orang yang aku cintai, kau tak perlu tahu lagi apakah hari ini aku
mengingatmu atau tidak, jangan khawatirkan apakah aku masih memiliki rasa
untukmu, karena tak ada gunanya lagi, jikapun aku masih mencintaimu, aku tetap
tidak bisa bersamamu saat ini, dan walaupun aku tidak mencintaimu lagi kau harus
tetap melanjutkan hidupmu dengan lebih baik, karena bersama ataupun tidak kita
tetap harus melanjutkan hidup masing-masing, menjalankan tugas dan kewajiban
kita sendiri. yakinlah tak ada hati yang tertukar, takkan pernah ada kepingan hati
yang tidak ditakdirkan bersama akan menyatu, begitupula sebaliknya, tidak ada
yang dapat menghalangi keping hati yang seharusnya satu. Bagaimana mungkin
kita menghabiskan waktu bersama saat ini kalau pada akhirnya waktu itu terbuang
percuma, bagaimana jika kita adalah keping yang tak pernah menyatu, titik yang
tak pernah segaris, dan mata angin yang tak pernah searah.
Tak tahu kapan aku bisa melupakanmu, tetapi aku percaya kalau waktu bisa
membantu, jarak bisa mengobati dan kesibukan positif akan membuatku tidak
terlalu membuang waktuku untuk memikirkanmu, biarlah waktu memainkan
perannya, jika pada akhirnya cinta ini milik kita,itu adalah hadiah yang indah bukan.
tak peduli seberapa jauh, takdir akan menyatukan keping hati yang terpisah.
Kalaupun pada akhirnya takdir kita tak pernah bersama, itupun juga baik, karena
akan ada seseorang yang terbaik bagimu untuk melengkapi hari-harimu menjadi
indah, orang yang memang pantas untuk membuatmu jauh lebih bahagia daripada
aku, dan orang yang memang namanya telah tertulis untukmu sebelum kita saling
mengenal, seseorang yang bersamamu mungkin akan membuatmu jauh lebih baik
daripada kau bersama ku, seseorang yang membuat hari-harimu lebih bewarna
dibandingkan bersamaku, seseorang yang mampu membuatmu lebih hidup
dibanding kau bersamaku, percayalah pilihanNya adalah yang terbaik. Jika kita
memahaminya dan meyakininya, mungkin sudah saatnya kita menjalaninya, tak
ada jodoh yang tertukar bukan. Selalu ada sesuatu yang indah untuk orang-orang
yang

bersabar.

Mengakhiri

ini

bukan

berarti

harus

memutuskan

jalinan

persahabatan, kau tetap menjadi temanku, teman terbaik yang pernah ada, terima
kasih walaupun kita berakhir seperti ini, semoga kau bisa menjalani hidup dengan
lebih baik, seperti aku yang berusaha memperbaiki hidupku, semoga kau bisa lebih
bahagia dan menemukan apa yang kau cari dalam hidupmu. Sebagai seseorang
yang pernah hadir dalam hidupku, terima kasih untukmu. Menjadi teman bagi kita

tidak terlalu buruk bukan? Terima kasih untukmu orang yang pernah kucintai,
maafkan aku membuatnya sedikit rumit, maafkan aku yang terlalu mencintaimu,
maafkan aku yang telah membuatmu terluka, maafkan aku karena aku ingin
menjaga hatimu.
September, 2016